Category Archives: Jenis Games

Circle (27)

Tali dalam sebuah aktifitas Team Building atau Outbound memiliki peran besar. Keberadaannya sangat mempengaruhi berhasil atau tidaknya sebuah permainan team building dilakukan khususnya bagi games yang mengandalkan tali sebagai alat bantunya. Untuk Low Impact activities yang biasa dijalankan di ITCC Jatiluhur tali yang kerap dipergunakan adalah Tali Pramuka. Alasan utama kenapa lebih memilih tali pramuka dikarenakan jenis tali ini dalam penggunaannya tidak membahayakan pemakainya. Selain itu kelenturannya juga cukup membantu baik peserta maupun fasilitator saat games dimainkan. Salah satu games yang mengandalkan Tali ini adalah CIRCLE. Peserta yang dapat diikutkan dalam permainan ini sangat bergantung kepada CIRCLE yang dibuat oleh fasilitator. Khusus di ITCC Jatiluhur dibatasi maksimal 15 orang saja. Games ini dapat dimainkan di luar ruangan ataupun dalam ruangan. Serunya sama derajatnya. Jumlah CIRCLE atau lingkaran yang disiapkan tergantung fasilitator tetapi disarankan lebih dari satu lingkaran. Biar lebih seru paling pas dibuatkan 3 buah. Lingkaran 1 diameternya senantiasa lebih besar dari lingkaran 2 dan lingkaran 3. Begitupun dengan lingkaran 2 masih lebih besar jika dibandingkan lingkaran 3, paling kecil adalah lingkaran 3. Sesuai dengan namanya setiap kelompok pada permainan ini akan diminta untuk masuk kedalam lingkaran yang telah disiapkan oleh fasilitator. Aturan main yang tidak diperbolehkan untuk dilanggar peserta tidak diperkenankan berada di luar garis tepi lingkaran. Sebuah kelompok akan masuk ke dalam lingkaran pertama dengan waktu 1 menit. Fasilitator akan menghitung lama kelompok berdiri di dalam lingkaran tersebut. Setelah waktu 1 menit berlalu maka satu per satu anggota kelompok yang semula berkumpul dalam lingkaran 1 berpindah masuk ke lingkaran kedua yang nota bene. lebih kecil diameternya. Semua kelompok mesti berusaha agar setiap anggotanya dapat masuk kedalam lingkaran ini. Pada lingkaran kedua ini setiap kelompok sudah mesti memikirkan berbagai caranya. Puncak keseruan games ini terjadi saat kelompok masuk kedalam Lingkaran ketiga. Hal itu disebabkan oleh semakin sempitnya diameter lingkaran padahal jumlah anggota kelompok sama sekali tak dikurangi. Sah-sah saja apabila peserta saling menggendong peserta lainnya agar semua anggota tetap berada pada bagian dalam lingkaran.

Permainan ini akan berlangsung cukup cepat. Paling lama 5 menit saja. Untuk mengulur waktu maka pada awal permainan sebelum masuk ke lingkaran pertama fasilitator akan memberikan sebuah Puzzle yang mesti dipecahkan terlebih dahulu.

Makna dari permainan ini kerja sama. Ada pula pengorbanan yang mesti diberikan peserta yang mendapat kesempatan menggendong rekan satu teamnya. Disamping itu kepatuhan akan sebuah ketentuan juga sangat mempengaruhi berhasil atau tidaknya sebuah kelompok sebab mereka sama sekali harus mentaati peraturan permainan.
Agar lebih seru fasilitator biasanya akan memperdengarkan musik keras sebagai penyemangat setiap kelompok.

Segera hubungi Indosat Training. & Conference Center untuk kebutuhan permainan CIRCLE ini.

Iklan

Inside Process Briefing

Dalam sebuah kegiatan outdoor berupa Team Building atau Outbound setidaknya seorang fasilitator mesti menjalankan tahapan-tahapan dalam Delivery sebuah permainan.

Tahapan dimaksud diantaranya :

1. Briefing

Pada proses Briefing ada sedikitnya 8 langkah yang perlu dijalankan yakni :

a. Informasikan ke peserta bahwa ini adalah tugas bukan games
b. Gunakan Story Telling sebagai pengantar tugas
c. Informasikan tujuan utama dari tugas tersebut bisa ke seluruh anggota kelompok atau perwakilannya atau kepada Ketua Kelompoknya.
d. Informasikan kepada peserta apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan oleh peserta serta sanksi-sanksinya apabila ada
e. Pastikan peserta tidak mencoba dan memegang-megang peralatan agar peserta fokus mendengarkan instruksi.
f. Konfirmasikan apakah ada hal-hal yang belum jelas
g. Beri kesempatan bertanya agar dalam tahap selanjutnya tidak ada lagi pertanyaan
h. Berikan pula waktu kepada peserta untuk mendiskusikan tugas tersebut dan melakukan perencanaan.

2. Planning

Pada tahapan kedua hal-hal yang perlu dikerjakan adalah :
a. Mengamati dan mencatat bagaimana kelompok melakukan proses rapat/diskusi sesuai dengan topik yang akan diungkap pada tugas tersebut.
b. Ingatkan batas waktu melakukan Planning

3. Doing

Ketika memasuki tahapan ketigas Doing beberapa hal perlu dilakukan antara lain :

a. Mengamati dan mencatat bagaimana kelompok melakukan proses tugas tersebut.
b. Amati perilaku setiap peserta dan ungkapan-ungkapan (komunikasi) dan interaksi yang terjadi di dalam kelompok.
c. Ingatkan batas waktu melakukan Planning

Tujuan dari pengamatan adalah untuk melihat cara pandang, pola pikir, sikap, motivasi, keterampilan-keterampilan yang muncul dan tidak muncal dalam penugasan sesuai dengan maksud tujuan dari topi bahasan yang nantinya akan diungkapkan.

4. Sharing & Discussion

Pada tahapan Sharing & Discussion fasilitator perlu melakukan hal-hal sebagai berikut :

a. Memberikan waktu kepada peserta untuk sharing dan berdiskusi internal kelompok tentang pengalaman yang baru saja dilakukan.
b. Meminta perwakilan kelompok menyampaikan hasil diskusi internal tentang pengalaman yang baru saja dilakukan.
c. Jika peserta kurnag aktif, bantu dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan (terbuka-tertutup)
d. Tanyakan ke peserta “seandainya penugasan ini diulangi, apa saja hal-hal yang perlu dan akan diperbaiki atau ditingkatkan
e. Ajukan pertanyaan-pertanyaan yang mengarahkan pembahasan pada topik utama yang akan disampaikan
f. Dengarkan

5. Debriefing & Application

Tahap terakhir dalam proses Delivery and Delighting adalah :

a. Berikan pujian yang tulus tentang hal-hal yang positif yang terjadi dari hasil pengamatan fasilitator dan pendapat para peserta.
b. Hindari Kritikan
c. Kaitkan hasil pengamatan fasilitator ditambah dengan beberapa pendapat peserta yang relevan dengan topik utama yang akan dibahas.
d. Tanyakan ke peserta apakah prinsip, cara, pola pikir, sikap, perilaku dan motivasi yang terjadi/muncil pada kegiatan yang dilakukan mungkin dapat pula terjadi atau digunakan di tempat kerja atau organisasi peserta berada.
e. Minta peserta menyebutkan contoh riil di tempat kerja atau organisasi dimana peserta berada
f. Simpulkan

Itulah tahapan-tahapan proses Briefing yang merupakan hasil dari Training for Outbound Trainers yang diadakan di Gunung Bunder 11-12 Desember 2009.

Menara Air (26)

Permainan yang akan diketik kali ini biasa kami sebut Menara Air. Games ini tepat dilakukan di luar ruangan dekat dengan sumber air. Apakah air itu diambil dari kolam atau langsung dari kran air tergantung lokasi permainan akan dilaksanakan. Alat bantu permainan ini adalah sebuah Ember bundar dengan diameter besar. Peserta yang dapat mengikuti games ini 12-15 orang. Untuk memulai permainan ini fasilitator dapat meminta peserta agar melepas sepatu masing-masing. Peserta kemudian diminta untuk tiduran diarea permainan dengan melingkar. Kedua kaki peserta mesti diangkat untuk menopang ember yang diletakkan persis ditengah-tengah lingkaran peserta. Fasilitator mesti melakukan pengechekan apakah semua peserta sudah benar menjalankan instruksi. Komposisi jumlah peserta yang akan membangun menara dan jumlah peserta yang akan mengisi air kedalam ember diserahkan pada masing-masing kelompok. Cara bermain games ini selanjutnya peserta yang sebelumnya sudah ditetapkan tidak tiduran akan mengisi ember dengan air tentunya menggunakan potensi yang ada pada diri peserta. Selanjutnya ember yang telah terisi mesti diangkat secara bersama oleh peserta menggunakan kedua kaki mereka sehingga posisi ember berada diatasnya. Pada waktu ember sudah stabil di posisi atas peserta tugas berikutnya adalah setiap peserta akan diminta untuk memakai sepatu mereka kembali dengan cara dan tehnik masing-masing. Satu syarat utamanya air yang di dalam ember itu tidak diperbolehkan tumpah sebab akan mengakibatkan Menara yang telah ditopang oleh kaki peserta akan tumbang. Apabila itu terjadi maka setiap kelompok akan diberikan kesempatan lain sepanjang waktu yang ditetapkan masih tersedia. Kelompok dapat melakukan reposisi untuk mencapai keberhasilan tugas yang diberikan. Pada games ini yang ingin diperhatikan adalah bagaimana peserta melakukan kegiatan atau tugas yang sudah diberikan. Intisari dari permainan ini kita ingin melihat bagaimana bentuk kerja sama yang akan dilaksanakan sebuah kelompok dalam rangka menyelesaikan tugas demi tercapainya kesuksesan sebuah kelompok. Melalui permainan ini peserta juga akan terlihat sejauh mana mereka dalam mempergunakan potensi diri. Fasilitator takkan memberikan tambahan alat bantu untuk proses pengisian ember dari sumber air. Sifat rela berkorban dari masing-masing peserta sangat dituntut dalam games ini agar Menara Air tidak jatuh menumpahkan air. Faktor komunikasi juga akan diperlukan pada waktu permainan sudah dimulai. Siapa saja peserta yang mesti lebih dahulu memakai sepatu dan siapa pula yang akan memakainya terakhir. Bahu membahu mereka mesti melakukannya agar Menara Air benar-benar tetap berdiri kokoh ditopang oleh kedua kaki peserta.

Permainan dianggap selesai apabila semua peserta sudah dapat memakai sepatu mereka masing-masing dengan benar. Pengorbanan untuk siap berbasah-basahan akan menentukan kemenangan sebuah kelompok.

Agar kenyamanan peserta juga dapat ditimbulkan melalui games ini maka sebelum permainan dimulai fasilitator dapat melakukan pemilihan lokasi games. Area games selain mesti dekat sumber air juga diharapkan tidak dipenuhi oleh kerikil atau batu atau benda apapun berada di lingkungan permainan.

Namanya juga Permainan Air basah adalah sebuah hal yang tak dapat dihindari. Kita akan melihat bagaimana peserta melakukan kerja sama demi satu tujuan.

Mari mencoba games ini di Indosat Training & Conference Center Jatiluhur Purwakarta.

Melipat Kertas (25)

Ini adalah sebuah permainan yang sederhana. Meskipun sederhana tapi sarat akan nilai-nilai kepatuhan dan kepemimpinan. Hikmat syukur juga dapat dirasakan oleh peserta. Tak perlu banyak alat bantu yang mahal. Salah satunya cukup dengan menggunakan Kertas ukuran A4. Alat lain yang dipergunakan adalah beberapa potong kain seukuran sapu tangan kecil. Atau bila tak ada kain pun sapu tangan bisa saja dipakai. Permainan kali ini biasa dinamakan Melipat Kertas. Games ini dapat dilakukan di dalam atau luar ruangan. Cara bermainnya peserta dalam satu kelompok sebanyak 12-15 orang. Minta mereka menunjuk salah seorang anggota kelompok untuk menjadi seorang pemimpin. Peran pemimpin dalam permainan ini untuk memberikan instruksi kepada peserta. Sebelum games melipat kertas dimulai fasilitator akan memberikan arahan bagi pemimpin bagaimana ia mesti memulai dan membimbing permainan dari awal hingga akhir. Fasilitator memberi tahukan langkah-langkah yang mesti disampaikan kepada peserta sehingga dapat membentuk sebuah bangun. Termasuk akan diinformasikan aturan permainan yang mesti ditaati setiap peserta. Sedangkan tugas dari anggota kelompok yang bermain mereka hanya diminta mengikuti setiap petunjuk yang diberikan. Apabila semua telah jelas maka permainan pun dapat segera dimulai. Mintalah kelompok membentuk lingkaran. Berikanlah kain yang disiapkan kepada pemimpin untuk diserahkan kepada seluruh peserta. Serahkan pula beberapa lembar kertas A4 yang jumlahnya disesuaikan peserta kepada pemimpin. Selanjutnya pemimpin kelompok dapat memulai permainan. Untuk menambah tensi permainan mintalah pemimpin mengajak anggota kelompoknya untuk berdoa terlebih dahulu.

Langkah pertama pemimpin meminta peserta menutup kedua mata dengan kain yang telah diterima. Pastikan semua peserta telah menggunakan kain sebagai penutup. Bila perlu cek satu per satu. Tahapan kedua dia mesti menyerahkan kertas A4 kepada peserta. Berikutnya setiap peserta diminta untuk mengikuti arahan yang diberikan oleh pemimpinnya. Kertas yang sudah dipegang oleh peserta akan dijadikan sebuah bentuk bangun dengan arahan pemimpin. Pemimpin akan memberikan petunjuk apa saja yang mesti di lakukan oleh peserta. Tak boleh ada kontak fisik antara pemimpin dengan peserta. Pemimpin hanya boleh mengarahkan anggota kelompoknya dengan bahasa lisan. Setelah langkah-langkah yang mesti dilakukan peserta untuk membuat sebuah bentuk sebuah bangun selesai maka pemimpin akan meminta peserta untuk membuka penutup matanya. Minta peserta mengangkat kertas yang dipegang dengan kedua tangan diatas kepalanya. Pemimpin akan mengecek hasil karya peserta apakah bentuk bangun yang dibuat telah sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Apabila belum semua peserta menghasilkan bentuk gambar yang sama maka fasilitator dapat mengajak peserta mengulang permainan ini. Pengulangan ini akan menambah bahan saat proses debriefing diakhir permainan.

Melalui permainan ini peserta akan dapat merasakan betapa sulitnya bila tidak memiliki penglihatan normal. Peserta diajarkan untuk bersyukur memiliki panca indera yang sempurna. Peserta juga dapat memahami betapa pentingnya memiliki rasa patuh terhadap petunjuk dari seorang pemimpin. Selain itu peserta dapat mengambil peran bagaimana menjadi seorang pemimpin.

Itulah permainan Melipat Kertas yang tersedia juga di Indosat Training and Conference Center Jatiluhur Purwakarta.

Tembak Tepat (24)

Pengalaman hidup menghabiskan masa kanak-kanak hingga remaja tinggal di Kompleks Pasukan Elite ke-3 di dunia sedikitnya turut mempengaruhi jiwa dan perilaku saya. Itu mengakibatkan apa yang dipikirkan dan dilakukan biasanya menyerempet unsur berbau kemiliteran. Pengaruh itu rupanya hinggap pula ke dalam kehidupan saya saat melakukan pekerjaan diantaranya hinggap pula dalam hal pemilihan games untuk ITCC. Salah satunya adalah usulan untuk pengadaan permainan Tembak Tepat ini. Seingat saya tempo itu untuk menambah koleksi permainan di Training Center salah satu yang disetujui pengadaannya adalah Tembak Tepat. Permainan ini memang terinspirasi oleh atraksi yang sering ditampilkan oleh kalangan Militer saat perayaan Hari Ulang Tahun kesatuan mereka. Guna merealisasikan games ini maka diperlukan beberapa Pistol Mainan. Alat utama dari permainan Tembak Tepat adalah Pistol mainan anak-anak. Ukuran peluru yang dipakai juga seperti telur-telur cicak. Selain itu diperlukan juga beberapa tiang tempat menggantungkan sehelai kain yang bertuliskan sebuah kata pada setiap tiang. Jumlah tiang disesuaikan dengan kalimat yang akan dibentuk. Peserta akan diberikan kesempatan untuk melakukan Tembak Tepat setidaknya menghabiskan 5 peluru. Apabila pada kesempatan pertama berhasil menurunkan kain yang sudah dituliskan sebuah kata maka peserta itu dapat melanjutkan penembakan di tiang kedua begitu seterusnya hingga selesai. Namun jika tak berhasil peserta tersebut mesti digantikan oleh peserta lain. Fasilitator mesti menyediakan sedikitnya 3 Pistol mainan sekaligus agar peserta tak menunggu lama jika tiba gilirannya. Untuk membiasakan setiap peserta fasilitator dapat membiarkan peserta mencoba Pistol Mainan sehingga mereka dapat melakukan bagaimana mengokang pistol sebelum membidik dan menembak. Diusahakan agar setiap peserta dapat mencoba Games ini. Alasan mengapa games Tembak Tepat diperlukan karena dapat mengasah ketepatan dalam pengambilan sebuah keputusan. Esensi lain adalah Konsentrasi. Peserta yang akan melakukan penembakan mesti mampu berkonsentrasi penuh agar berhasil mengembangkan kain yang bertuliskan satu kata. Segala bentuk ekspresi teriakan peserta akan terdengar pada waktu bidikan peserta tepat mengenai sasaran. Melalui permainan ini setiap peserta juga akan dapat merasakan bagaimana memanfaatkan kesempatan yang diberikan guna mencapai sebuah tujuan dalam tugas dan pekerjaan. Pada waktu melakukan permainan ini peserta lain yang sedang dalam pengantrian sama sekali tidak diperkenankan berada dibelakang atau samping tiang bidik. Mereka akan diberikan tempat dalam jarak aman oleh fasilitator sehingga peluru yang terpantul atau yang tidak mengenai sasaran tak mengenai tubuh peserta. Fasilitator juga tidak perlu mengatur gaya penembakan peserta mereka cukup memberikan petunjuk mengenai cara menggunakan pistol mainan dan aturan do dan don’ts nya saja. Malahan perilaku yang diperlihatkan peserta akan sangat baik dalam pembahasan diakhir games saat debriefing. Kalau kata orang bijak let the mountain speaks.

Ingin seru-seruan, mari datanglah ke Indosat Training Conference Center Jatiluhur Purwakarta.

Barongsai (23)

Ayo siapa yang belum pernah melihat pertunjukan Barongsai ? Pasti kebanyakan dari kita pernah menyaksikannya. Sejak kejatuhan Orde Baru tahun 1998 kesenian Tradisional dari Tanah Tiongkok ini kembali kerap dipertontonkan dimuka umum. Masyarakat dengan mudah dapat menonton Barongsai terutama pada saat perayaan Tahun Baru China atau momen-momen tertentu seperti pembukaan Mal atau gedung atau kantor perusahaan milik pengusaha dari negeri Chou Yun Fat ini.

Kemudahan dalam menyaksikan pertunjukkan Barongsai membuat lokasi Team Building seperti ITCC juga tak khawatir lagi menampilkan permainan Barongsai ini.

Persiapan untuk permainan ini tak terlampau sulit. Alat bantu Barongsai cukup sederhana. Sebuah topi pak tani disiapkan bagi setiap kelompok. Jikalau mungkin topi itu diwarnai dan diberikan hiasan dengan rumbai-rumbai. Topi ini akan dipakai oleh seorang peserta dalam sebuah kelompok yang berada di posisi terdepan. Bagi peserta yang menggunakan Topi diberikan pula sebuah senjata dalam bentuk benda tajam kecil yang akan digunakan sebagai alat tusuk bisa berupa jarum atau paku. Alat lain yang disiapkan adalah sebuah balon. Balon dililitkan pada pinggang bagian atas belakang seorang anggota kelompok yang berada di barisan paling akhir.

Jumlah peserta dalam satu kelompok bisa 12 hingga 15 orang. Area permainan yang dibutuhkan setidaknya seluas sebuah lapangan Bola Basket. Ini perlu sebab sewaktu games dimulai maka pergeseran dan perpindahan kelompok membutuhkan tempat yang agak luas.

Cara bermain Barongsai tidak terlalu susah. Peserta yang sudah terbentuk dalam sebuah Banjar Barisan akan saling menyerang kelompok lainnya. Obyek yang menjadi sasaran adalah sebuah Balon dari tiap kelompok yang menjadi lawannya. Setiap kelompok berlomba untuk memecahkan balon yang dililitkan dipinggang anggota kelompok yang berada pada bagian belakang banjar barisan setiap kelompok. Kelompok tidak boleh sampai tercerai berai. Apapun yang terjadi mereka harus berada dalam satu banjar barisan. Kelompok yang berhasil memecahkan Balon kelompok lainnya mereka dapat melanjutkan permainan untuk mencari kelompok lain. Sedangkan kelompok yang Balonnya telah dipecahkan oleh kelompok lain mereka mesti menyingkir dari arena permainan. Kelompok yang berhasil memecahkan Balon-balon milik kelompok lain dan bertahan hingga waktu bermain selesai tanpa terpecahkan Balon miliknya maka kelompok inilah yang akan dinyatakan sebagai pemenang.

Nilai-nilai yang dapat dipetik dalam permainan ini salah satunya adalah Kekompakan. Strategi juga dibutuhkan oleh masing-masing Kelompok agar terhindar dari penusukan Balon dari kelompok lain. Fisik yang prima juga diperlukan sebab setidaknya sewaktu permainan dimulai maka semua anggota kelompok mesti berlarian mencari dan menghindari ancaman dari kelompok lain yang berusaha memecahkan Balon miliknya.

Sebelum permainan dimulai ada baiknya kepada setiap peserta yang memegang benda tajam berupa Jarum atau Paku agar berhati-hati ketika bermain jangan sampai terkena peserta lainnya. Disamping itu seluruh peserta patut memperhitungkan faktor keselamatan dengan saling menjaga diri agar tidak terjatuh.

Ayo kita bermain Barongsai meskipun tak seperti Barongsai aslinya yang mesti loncat-loncat. ITCC Jatiluhur siap melayani anda semua.

Sedot Bola (22)

Peringatan HUT Kemerdekaan di lingkungan kita akan lebih meriah bila games ini dimainkan. Rasanya cocok jika suatu saat turut menjadi salah satu games yang meramaikan suasana 17 Agustusan. Pascok alias pasti cocok. Betapa tidak ! games ini cukup seru dan tidak membutuhkan media yang mahal atau rumit. Panitia hanya cukup menyediakan beberapa potong pralon. Ukuran panjang masing-masing pralon tidak lebih dari 30 cm saja. Jumlah Pralon diameter terkecil itu nantinya disesuaikan dengan berapa peserta yang akan memainkannya. Sedot Bola itulah nama permainan ini. Namanya juga sedot bola jadi tidak lepas dari urusan sedot menyedot. Selain beberapa potong pralon dibutuhkan juga sebuah Bola Pingpong. Pralon dan Bola Pingpong rasanya tak sulit ditemukan di lingkungan sekitar kita. Cara bermain Sedot Bola tak sulit ketika dimainkan. Peserta dikumpulkan oleh fasilitator. Mereka diminta membuat sebuah lingkaran. Bisa juga berbaris satu banjar atau satu saf. Setiap peserta masing-masing akan diberikan sebuah Pralon kecil yang tadi telah disiapkan. Peserta pertama harus memberikan Bola pingpong kepada peserta kedua dengan cara menggunakan Pralon yang dipegang. Agar Bola pingpong bisa menempel dan dapat diestafetkan maka peserta harus menyedot pralon yang dimiliki. Setelah bola melekat di pralon selanjutnya bola dipindahkan ke peserta lain. Peserta yang berdiri disamping juga menerima Bola menggunakan Pralon yang disedot. Begitu seterusnya hingga kesemua peserta dalam kelompoknya. Bola tidak diperkenankan jatuh. Apabila terjatuh maka harus diulang dari orang pertama lagi.

Disini kecekatan dalam menyedot bola menggunakan Pralon sangat diperlukan. Sedangkan kecepatan adalah modal tambahan yang dibutuhkan setiap peserta dalam mengestafetkan Bola Pingpong ke seluruh anggota kelompoknya.

Melalui Sedot Bola ini peserta akan berusaha memindahkan Bola Pingpong keseluruh anggota kelompok. Peserta tidak perlu khawatir terkontaminasi penyakit akibat menyedot Bola dengan pralon yang disediakan sebab sebelum permainan dimulai semua pralon telah dicuci bersih oleh penyelenggara. Kebersihan dari Pralon sangat diutamakan terlebih jika Pralon itu milik ITCC.

Intisari games Sedot Bola adalah Kerja Sama, Kecepatan dan Kecekatan. Fasilitator juga dapat membahas bagaimana satu per satu peserta melakukan sedot menyedot untuk kesuksesan kelompoknya. Sepertinya tak terlampau sulit bukan namun ragam kelucuan akan muncul sepanjang permainan ini. Coba saja yuk.

Bila tak ingin repot dan ingin mencari variannya mari mencoba permainan Sedot Bola di Indosat Training Conference Center Jatiluhur.

Bola Golf (21)

Akhirnya saya dapat menembus angka 20 dan bahkan melampauinya. Ketikan berbagai jenis games yang tersedia di Indosat Training & Conference Center Jatiluhur akan tetap dilanjutkan. Kali ini permainan yang akan dibahas kembali menggunakan Bambu sebagai media utama. Alat lain yang dipakai dalam games ini adalah sebuah Bola Golf. Perpaduan antara Bambu dan Golf dirangkai menjadi sebuah games yang biasa disebut Bola Golf. Games Bola Golf ini cukup sederhana dalam memainkannya. Peserta yang dapat memainkan Bola Golf bisa 12 hingga 15 orang. Bambu yang digunakan adalah Bambu belah yang dipotong seukuran ruas bambu tersebut. Bagian bambu yang tajam sebaiknya dihaluskan terlebih dahulu. Fasilitator kemudian meminta peserta untuk berbaris satu syaf berdampingan satu sama lain. Setiap peserta akan memegang sebuah Bambu. Bambu yang dipegang itu kemudian dirapatkan dengan rekan satu kelompok yang berdiri disampingnya. Permainan akan dimulai bila semua peserta sudah siap mengalirkan Bola Golf melalui barisan bambu yang sedang dipegang. Bola Golf akan dialirkan pada peserta pemegang Bambu pertama. Pemegang Bambu pertama itu kemudian akan membawa bambunya kesamping kiri peserta terakhir dalam barisan kelompoknya. Perpindahan ini dilanjutkan oleh peserta kedua hingga terakhir sampai menyentuh garis akhir atau finish yang ditentukan sebelumnya. Kelompok yang lebih dahulu mencapai garis finish ditetapkan sebagai pemenang. Aturan main yang mesti di taati oleh setiap peserta adalah menjaga agar Bola Golf yang dialirkan melalui Bambu yang dipegang tiap peserta dan dirapatkan diantara mereka. Apabila Bola Golf jatuh maka permainan diulang dari garis start lagi. Begitupun bila Bambu yang dipegang peserta terjatuh.

Faktor kecepatan bagi sebuah kelompok dalam permainan ini sangat berperan. Namun kecepatan saja takkan mencukupi tanpa didukung oleh sebuah bentuk kerja sama tim. Kolaborasi kecepatan dan kerja sama dalam sebuah kelompok akan menentukan kemenangan bagi kelompok tersebut. Itulah intisari yang dapat diperoleh oleh setiap peserta yang memainkan Bola Golf ini.

Bola Golf adalah permainan sederhana dengan alat atau media yang sederhana yakni Bambu yang selain murah juga dapat diperoleh dimana-mana. Sedangkan untuk bola golf yang dipakai tidak harus baru cukup Bol Golf bekas yang sudah tak dipakai lagi. Alternatif paling buruk dapat pula digunakan Bola bekel sebagai ganti bolanya akan tetapi judul gamesnya bisa berubah menjadi Bola Bekel.

Mari kita mencoba memainkan games ini di lingkungan sekitar terutama pada saat perayaan Hari Kemerdekaan RI sebagai salah satu games seru-seruan. Dan bila ingin variasinya maka segera hubungi marketingitcc@indosat.com.

Buldozer Race (20)

Permainan yang satu ini cocok untuk kegiatan seru-seruan. Games ini disebut Buldozer bukan dikarenakan bentuknya mirip dengan Buldozer. Akan tetapi lebih tepatnya serupa bangun dengan Roda Buldozer yang besar dan bergerigi. Khusus di ITCC satu roda Buldozer bisa dimainkan 5 orang sekaligus untuk satu kelompok. Mungkin di Lokasi outbound lain dapat dimainkan lebih dari 5 tergantung berapa besar diameter alat Buldozernya. Cara bermain Buldozer race tidak terlampau sulit namun dibutuhkan fisik yang prima. Tak hanya itu tiap kelompok memerlukan pula kesamaan saat melangkah. Kelima orang yang sudah ditunjuk oleh kelompoknya akan bersaing dengan 5 orang lain dari kelompok yang berbeda. Masing-masing anggota kelompok mesti berada pada sisi bagian dalam roda Buldozer yang akan dimainkan. Posisi mereka membentuk barisan berdiri secara berbanjar. Setelah itu mereka harus menjalankan Buldozer seperti sebuah Roda. Inilah faktor tersulit games ini dimana kelima peserta harus mampu menggelindingkan alat itu dengan menggunakan kedua buah telapak tangan yang digerakkan dibagian atas roda kearah depan. Gerakan kedua tangan mesti diselaras kan dengan langkah kaki masing-masing anggota kelompok. Bila tidak berjalan dengan tepat atau bergantian antara kaki dan tangan akibatnya peserta akan terjatuh dan tak dapat melanjutkan lomba. Sebelum permainan dimulai ada baiknya masing-masing kelompok diminta untuk pemanasan terlebih dahulu. Mereka diberikan kesempatan untuk mencoba memainkannya sejenak guna membiasakan diri. Begitupun jarak antara garis start dengan finish diharapkan tidak terlalu jauh dan tidak pula dekat. Semua dilihat dari situasi tempat atau lokasi dan keadaan fisik peserta. Agar permainan berjalan baik dan enak disaksikan maka fasilitator dapat membuat garis batas lomba seperti lintasan atletik supaya roda Buldozer arahnya tidak melenceng kekanan atau kekiri. Keluar arena permainan.

Permainan ini sarat dengan nilai-nilai Kerja sama yang kuat. Bagaimana hal itu akan sangat terekam dengan jelas ketika peserta yang tidak kompak akan mengalami kekalahan. Kelompok yang tidak berjalan dengan keselarasan dan keseimbangan dengan mudah tidak dapat melanjutkan games. Disamping itu arahan dari seorang pemimpin akan sangat membantu peserta manakala mereka sedang melakukan permainan ini. Satu suara atau satu komando istilahnya. Keberadaan fungsi itu juga diperlukan sekali. Agar lebih seru dan bila memungkinkan, permainan dapat dikompetisikan sehingga semua peserta dapat merasakan permainan ini. Tiap kelompok diijinkan menampilkan lebih dari 1 tim jika satu tim terdiri dari 12 orang maka dapat dibentuk 2 tim dengan seorang pemimpin pada masing-masing tim. Setiap kelompok pemenang akan diadu dengan kelompok yang menang pada leg lainnya sehingga nantinya mempertemukan 2 tim terbaik di babak final atau penentuan. Ada baiknya sebelum permainan dimulai fasilitator menghimbau peserta yang memakai kacamata untuk dilepas termasuk perhiasan lain yang mudah terlepas atau jatuh. Selain itu perlengkapan P3K agar disiapkan sebab bisa saja terdapat peserta yang terjatuh pada waktu bermain membutuhkan pengobatan pertama.

Buldozer Race akan sangat seru sekali jika benar-benar dimainkan dalam sebuah kegiatan Team Building. Suasana kompetisi yang meriah akan dirasakan oleh semua peserta. Ingin mencoba ? Ayo datang ke Jatiluhur

Insting (19)

Permainan yang satu ini memang sangat mengandalkan sebuah kemampuan sesuai dengan namanya. Insting. Untuk memainkan permainan ini maka dibutuhkan alat bantu seutas tali dan sebuah blind fold yang diberikan kepada masing-masing peserta. Tali yang digunakan sebaiknya juga tali pramuka berwarna putih sehingga tidak akan membuat tangan terluka saat dimainkan. Tiap kelompok mesti menunjuk salah seorang anggotanya untuk menjadi pemimpin. Kemudian Tali yang sudah diberikan kepada tiap kelompok ini nantinya mesti dibentuk oleh peserta menjadi sebuah bentuk bangunan. Tugas pemimpin kelompok lah yang akan memberikan arahan bagaimana mereka membentuk bangunan. Tantangan yang diberikan adalah mata semua anggota kelompok ditutup dengan menggunakan Blind Fold. Instruksi bentuk bangunan seperti apa yang mesti dibuat oleh masing-masing kelompok diberikan fasilitator kepada pemimpin kelompok. Fasilitator akan memberikan sedikitnya 2-3 gambar bangun yang harus diselesaikan. Kunci dari games Insting adalah peserta dapat membentuk gambar atau bangun yang harus dibuat dengan membayangkannya. Bila benar dilakukan maka bentuk yang sudah dibuat akan terlihat jelas apabila bangun diamati dari atas. Permainan ini dapat diberikan di dalam atau diluar ruangan tergantung keadaan. Idealnya satu kelompok hanya terdiri dari 12-15 orang saja agar tujuan dari games ini betul-betul pas bagi peserta. Lama waktu bermain yang ditetapkan bagi setiap kelompok untuk menyelesaikan games ini juga diberikan seragam. Intisari dari permainan ini adalah bagaimana pemimpin mampu memberikan cara instruksi yang tepat. Untuk melatih kepemimpinan maka disarankan dari anggota kelompok dapat bergantian menjadi pemimpin. Sedangkan bagi para peserta lain kepatuhan dalam menjalankan sebuah instruksi atau ketetapan akan sangat terlihat sekali apakah mereka semua benar dalam melakukannya. Konsentrasi ketika menerima arahan dan di dalam melaksankan instruksi tersebut juga dominan bagi tiap kelompok agar dapat menyelesaikan tugas pembuatan bangun yang diberikan. Akan terlihat peserta yang tidak mengikuti petunjuk pemimpinnya. Hal seperti itu sangat membantu fasilitator sebagai bahan untuk proses de briefing usai games dimainkan. Buat peserta akan sangat membantu menemukan kembali potensi lain bahwa dalam diri masing-masing memiliki sebuah kekuatan yang kerap jangan sekali digunakan atau diabaikan begitu saja dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Fasilitator juga dapat mengaitkan keadaan atau kondisi mata tertutup itu dengan arti sebuah ungkapan syukur atas penglihatan yang dimiliki para peserta.

Ayo tak perlu dipikirkan lagi. Segera hubungi marketingitcc@indosat.com bila ingin mencoba games ini. Rasa penasaran tidak baik buat kesehatan bila tak terpenuhi.