Category Archives: MENWA

Pra Latihan Dasar Yudha XVI Yon 915 Tahun Anggaran 1992-1993

Satu lagi catatan dibuang sayang susunan acara Pra Latihan Dasar Yudha XVI Batalyon 915 mulai 27 Desember 1992 sampai dengan 30 Desember 1992.

Dalam sebuah kegiatan Kemenwaan Rangka Pelajaran bagi Camen atau Calon Anggota Resimen ketika itu masing-masing sbb :

1. PERMILDAS

Kependekan dari Peraturan Militer Dasar terdiri dari ; Peraturan Baris Berbaris (PBB), Peraturan Penghormatan Militer (PPM), Peraturan Disiplin Militer (PDM), Peraturan Dinas Garnisun (PDG), Peraturan Urusan Dinas Dalam (PUDD) dan Tata Upacara Militer atau TUM.

2. Pembinaan Mental berupa Santiaji dan santikarma, Pembinaan Tradisi/Bintra dan Pembinaan Rohani/Binroh.

3. Pengetahuan Tentang Perlindungan Masyarakat ;
Pengetahuan tentang SAR, TPTKP,
Long Ma Lap.

4. Ketrampilan Lapangan Pokok
Calon Resimen diberikan bekal berupa ; Pengetahuan tentang senjata, senam senjata, senam tanpa senjata, Ilmu Medan dan Kompas, Survival, Caraka, Penyamaran, Tali Temali, HTF, Pengetahuan Taktik, PHH atau Dakhura, Pung Dah Mah, Halang Rintang dan Mountainering.

5. Pelajaran Pelengkap
Selain beberapa materi inti yang disebutkan diatas para Camen juga akan memperoleh ; CMI atau Cara Memberi Instruksi, Kepemimpinan, Pengetahuan Umum Kemiliteran, Kemahasiswaan dan Jam Komandan.

6. Pembinaan Fisik

Untuk melakukan pembinaan fisik maka diberlakukan beberapa program pembinaan berupa ; Lari dengan Beban, Lari tanpa beban, Foot Mobility, Cross Country, Push Up, Skuter, Back Up, Sit Up, Jungkir, Guling dan Jalan Jongkok

Berikut disampaikan susunan acara Pra Latihan Dasar Yudha XVI :

Minggu 27 Desember 1992
06.30 Kumpul dikampus
07.15 Berangkat ke YONIF 401 Banteng Raiders
08.00 Materi Pengenalan Senjata
10.00 Mountainering
13.00 Makan Siang
14.00 Halang Rintang
16.00 Persiapan Menuju Penggaron
16.30 Menuju Penggaron rencana Long March tapi Batal
19.00 Makan Malam
20.00 Menuju Kuburan Tidur sekaligus Apel Malam

Senin 28 Desember 1992
05.00 Bangun
05.30 Pembayatan
07.30 Makan Pagi Lanjut Apel
08.30 Penyamaran Serangan Regu
12.00 Makan Siang
12.30 Dik Peror
14.45 Istirahat
15.00 Dakhura
17.30 MCK
18.00 Makan Malam
19.00 Persiapan Caraka Malam
20.00 Caraka Malam
23.00 Apel Malam Tidur di Kuburan

Selasa 29 Desember 1992
05.00 Bangun Lari Senam
06.00 MCK
07.00 Makan Lanjut Apel Pagi
08.00 HTF
14.00 Makan Siang
16.00 Jam Alumni
18.00 MCK
19.00 Makan Malam
20.00 Long March Menuju Kampus

Rabu 30 Desember 1992
03.00 PUNG DAH MAH
07.00 Perpisahan Dengan PelatihBR
08.30 Upacara Penutupan Pra Latihan Dasar

Iklan

AHCC dulu baru Mapala 17

Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam Akaba 17 Semarang adalah wadah dari Mahasiswa Pecinta Alam dalam upaya mengembangkan, melestarikan dan menghayati hakekat dari alam dengan berorientasi dan bertitik tolak pada Pola Ilmiah Pokok Akaba yakni untuk membentuk mental dan spritual mahasiswa sebagai generasi muda sebagai manusia yang seutuhnya dengan semangat kekeluargaan dan gotong royong berlandaskan Pancasila dan UUD 45.

Organisasi Mahasiswa Pecinta Alam yang ada di Akaba 17 adalah Mapala 17. Nama Mapala itu sendiri baru disahkan atau diresmikan oleh Direktur pada tanggal 3 Oktober 1980 di Kopeng pada acara Kemah Bakti. Adapun sebelum Mapala 17 berdiri nama sebelumnya adalah AHCC kependekan dari Akaba Hiking and Camping Club. Sedangkan nama-nama yang pernah menjabat sebagai Ketua Mapala 17 adalah sbb : 1) Dewantoro, 2) Candra, 3) Moelyono, 4) Adi Susetyo, 5) Soenaryo.

Asas, Sifat dan Tujuan :
1. Mapala 17 berazaskan rasa cinta alam
2. Bersifat kekeluargaan, gotong royong non politik dan golongan
3. Bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, ikut mendukung program-program pemerintah bdalam usaha pelestarian alam, mendidik anggota dalam membentuk watak pribadi masyarakat cinta alam dan menumbuhkan rasa percaya diri sendiri.

Status dan Fungsi
1. Merupakan bagian dari Senat Mahasiswa Akaba 17
2. Merupakan wadah dari Pecinta alam mahasiswa
3. Mewakili mahasiswa cinta alam secara organisasi dalam hubungannya keluar maupun kedalam.

Keanggotaan
Anggota Mapala 17 adalah semua mahasiswa Akaba 17 yang memenuhi syarat keanggotaan Mapala 17. Keanggotaan Mapala terdiri dari ; anggota biasa dan anggota luar biasa atau kehormatan.

Anggota Biasa adalah semua mahasiswa yang sudah terdaftar dan memenuhi persyaratan keanggotaan. Anggota Luar Biasa adalah mereka yang dapat diharapkan atau berjasa dalam menunjang kegiatan organisasi.

Kegiatan yang Pernah di Lakukan
1 Hiking Boja Bandungan sebagai acara rutin bagi calon anggota Mapala.
2. Aksi Sosial
Kemah Bakti di Kopeng, Kemah Bakti di Desa Tekelan yang terletak dikaki Gn. Merbabu
3. Latihan Panjat Tebing di Gua Kiskendo Boja Kendal
4. Mengikuti Lomba Tingkat Regional maupun Nasional
5. Pendakian ; Gn. Kerinci di Sumatera ; Gn.Slamet, Gn. Pangrayu, Gn.Gede. Gn. Ciremay, Gn. Semeru, Gn. Lawu, Gn. Rinjani, Gn. Lompo Batung, Gn Agung, Gn. Malabar dan Gn /Guntur.

Prestasi Yang Pernah di Peroleh :
1. Juara 1 Perorangan Putra lomba panjat tebing antar mahasiswa se Indonesia thn 1980,1981,1982.
2. Juara 1 Lomba Kebut Gunung tahun 1980 dan 1981
3. Juara 1 Lomba Lintas Lembah dan Bukit di Bandung 1983
4. Juara 1 Bandung Lautan Api 1984 dan 1985
5. Juara 1 Putri Lomba Linta Bukit Ungaran 1986 dan 1987.
6. Juara Umum Lomba Lintas Wisata Alama di Purwokerto Baturaden 1989.

Kepengurusan :
Pelindung : Direktur Akaba 17 Semarang
Pembina : Bp. Hendro S, BA
Bp. Dewantoro BA
Ketua : Adi Susetyo
Wakil Ketua : Nurul Hidayah
Sekretaris : Yuli Apolianti
Bendahara : Eny Arbaati
Humas : Eddy Hendaryani
Pembantu Umum : M. Yasin

Rencana Program Kegiatan Mapala 17 sampai dengan Desember 1990 :
September : Hiking Boja Bandungan
Oktober : Pendakian Gunung Merbabu
November : Diksar Mapala meliputi Hiking, Pioneer dan Climbing
Desember : Menyambut Tahun Baru di Puncak Gn. Sindoro

Catatan tambahan penulis anggota membayar Rp. 2000 dengan melampirkan data pribadi dan pas foto 3×3 dan 3×4 masing-masing 1 buah lebar

Informasi ini diketik ulang kembali berdasarkan bahan presentasi yang disampaikan kepada mahasiswa baru tahun ajaran 1990-1991 trims

Drill Commands

Satu lagi dokumen Kemenwaan saya dapati. Kali ini mengenai DRILL COMMANDS alias PBB atau Peraturan Baris Berbaris dalam Bahasa Inggris. Ceriteranya sewaktu kami dilatih menjadi Calon Resimen Mahasiswa pada masa Pra Pra Latsar, senior memberikan PBB dalam bahasa Inggris. Namun hal itu tak dilanjutkan karena sepertinya ada beberapa senior yang tak menyetujuinya ketika itu. Alasannya disebabkan oleh teguran Pelatih di Puslatpur ketika para senior tersebut menggunakan Bahasa Inggris dalam PBBnya.

Sumber tulisan diambil dari Buku PBB TNI, Field Manual 22-5 DRILL & CEREMONIES HQ, Training Manual US Corps Cadets West Point New York USA. Menurut ceritera juga Bahan Drill Commands ini diperoleh dari salah seorang dosen kami yakni Bapak Hartoyo. Kebetulan beliau adalah seorang Mayor TNI AU Purnawirawan yang berkesempatan sekolah di sana.

Semoga bermanfaat.

FALL IN = Kumpul Mulai
ATTENTION = Siap Gerak
AS YOU WERE = Ulangi
RIGHT/LEFT SHOULDER ARMS = Pundak Kanan/Kiri Senjata Gerak
DRES RIGHT/LEFT – DRESS = Lencang Kanan/Kiri Gerak

at close interval

DRESS RIGHT/LEFT – DRESS = Setengah Lencang Kanan/Kiri Gerak

COVER = Lencang Depan Gerak
READY FRONT = Tegak Gerak
ORDER ARMS = Tegak Senjata Gerak
COUNT OFF = Hitung Mulai
RIGHT/LEFT FACE = Hadap Kanan/Kiri Gerak
HALF RIGHT/LEFT FACE = Hadap Serong Kanan/Kiri Gerak
ABOUT FACE = Balik Kanan Gerak
…..STEPS FORWARD/BACKWARD MARCH = 1/2/3/4 Langkah Kedepan/Kebelakang Jalan
…..STEPS RIGHT/LEFT MARCH = 1/2/3/4 Langkah kekanan/kiri Jalan

EXTEND MARCH = Buka Barisan Jalan
CLOSE MARCH = Tutup Barisan Jalan
INSPECTION ARMS = Periksa Senjata Gerak
OPEN CHAMBER = Periksa Kamar Gerak
FIX BAYONETS = Pasang Sangkur Gerak
UNFIX BAYONETS = Lepas Sangkur Gerak
PRESENT ARMS = Hormat Senjata Gerak
HAND SALUTE = Hormat Gerak
FORWARD MARCH = Maju Jalan
REAR MARCH = Balik Kanan Jalan
PORT ARMS = Depan Senjata Gerak
DOUBLE TIME MARCH = Lari Jalan
QUICK TIME MARCH = Langkah Biasa Jalan
CHANGER STEP MARCH = Ganti Langkah Jalan
COLOMN RIGHT/LEFT = Belok Kanan/Kiri Jalan
EYES RIGHT/LEFT = Hormat Kanan/Kiri Gerak
MARK TIME MARCH = Jalan di Tempat Gerak
HALT = Henti Gerak
PARADE REST = Parade Istirahat Ditempat Gerak
STANDA AT EASE = Istirahat ditempat Gerak
AT EASE MARCH = Langkah Merdeka Jalan
FALL OUT = Bubar Jalan
DISMISSED = Bubar Jalan
SLING ARMS = Sandang Senjata Gerak
UNSLING ARMS = Tegak senjata gerak

Tata Cara Pelaporan

BEGINNING OF THE CLASS :

Section Marcher mengambil ;

CLASS ATTENTION

COUNT OFF, Sir 17 AKB New Regiment Total Students
…..
Explanation
Interior duty
Sick Call
Other
HAVE THE CLASS SIT AT EASE ?

Sit At Ease

Terimination of Class Section Marcher
Section Marcher Report
Class Attention !

Section Marcher resumes his Post ” Sir the Class is Over”?
Instructur directs the Section Marcher.
Take charge of your class/men or Dismis the class

Lagu-Lagu Mars MENWA Batalyon 915

19 Lagu yang diketik ini saya peroleh dari dokumen pribadi selama menjadi anggota Resimen Mahasiswa Batalyon 915. Selain untuk mengikuti Pra Latihan Dasar di Hutan Penggaron pada hari Minggu-Jumat/ 15 Desember – 20 Desember 1991 tentunya juga sebagai penyemangat ketika saya bersama 6 orang teman lain mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran di Sekolah Calon Tamtama Gombong.

Kebanyakan lagu memang diajarkan oleh senior-senior saat mengikuti Pra Pra Latihan Dasar di Kampus yang puncaknya di adakan di Hutan Penggaron Ungaran Jawa Tengah. Namun ada sebuah lagu yang merupakan asli lagu itu merupakan Kenang-Kenangan waktu Pelatih di SECATA GOMBONG menggembleng kami saat Latihan Dasar Resimen Mahasiswa Mahadipa yang berlangsung mulai 25 Januari 1992 – 11 Februari 1992 (*). Memang tidak seperti biasanya waktu tahun ajaran 1991-1992 itu pendidikan dasar Menwa dilaksanakan di Sekolah Calon Tamtama Gombong. Tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan di Pusat Latihan Pertempuran/PUSLATPUR Kodam IV Diponegoro Klaten Jawa Tengah. Diksar Menwa tersebut diikuti oleh 381 orang mahasiswa dari berbagai Perguruan Tinggi di Jawa Tengah. Saya ketika itu tergabung di Kompi III Nomor Siswa 919 530 (tiga nomor terakhir sama dengan nomor Helm). Dan sesuai SKEP Komandan Resimen Induk Kodam IV Diponegoro tertanggal 11 Februari 1992 yang ditanda tangani oleh Wakil Komandan Letkol Inf. Sutarto NRP 22431, semua anggota Menwa yang mengikuti pendidikan di Gombong dinyatakan lulus.

Berikut 19 Lagu MARS MENWA kenang-kenangan

MARS GANDA MAYI *
Ganda Mayi Tempat Menempa kami
Selalu siap membela sumpah dan panji
Memegang teguh sumpah dan janji
Ganda Mayi Prajurit Sejati

Sekali Maju tak akan mundur
Walau didepan pluru berhambur
Jangan kembali sebelum sasaran diduduki
Walau harus gugur di bumi pertiwi

Hutan Rimba gunung menjulang tinggi
Bukan halangan dengan tekad yang pasti
Jayalah Ganda Mayi tempat menempa kami
Namamu akan kujaga diri

Tak Ada Judul

    Tak Ada Penghalang Bagi Kami
    Pasukan Resimen Mahasiswa
    Majulah Ayo Maju Pantang Mundur
    Musuh Kita Serang Pasti Hancur
    Hutan Gunung Rimba Belantara
    Itulah Istana Tempat Kita
    Hujan Petir Tetap Bergembira
    Itulah Resimen Mahasiswa

    MARS AKABA
    Akaba tak akan kulupa (tak kulupa)
    tempat kita berlatih bersama (bersama)
    Siang malam selalu ditempa (ditempa)
    Tuk Menjadi MENWA yang Jaya
    Menjadi MENWA yang jaya

    OTO BEMO
    Oto Bemo oto bemo
    beroda tiga, beroda tiga beroda tiga
    Tempat berhenti, Tempat Berhenti
    Ditengah-tengah kota, ditengah-tengah kota
    Panggil Nona Panggil Nona
    Naik kereta, naik kereta
    Nona bilang, Nona bilang
    Tidak punya uang, Tidak punya uang
    Jalan kaki saja

    Baret Ungu Baret Ungu
    Pasukan Menwa, Pasukan Menwa
    Bagaikan Setan, Bagaikan Setan
    Diwaktu siang, diwaktu siang
    Bagai Hantu, Bagai Hantu
    Diwaktu malam, diwaktu malam
    Musuh hancur, Musuh hancur
    Dalam pendadakan, Dalam Pendadakan

    MARS MENWA

    Tinggalkan ayah tinggal ibu
    Relakanlah kami berjuang
    Dibawah kibaran sang Merah Putih
    Majulah ayo maju menyerbu
    Tidak kembali pulang
    Sebelum kita yang menang
    Walau mayat terdampar dimedan perang
    Untuk Bangsa akulah berjuang

    Maju ayo maju ayo terus maju
    Singkirkanlah dia Ha ha
    Kikis habislah mereka demi negara
    Wahai semua Resimen Mahasiswa
    Dimana pun engkau berada
    Teruskan perjuangan Para Pahlawan
    Untuk bangsa Akulah berjuang

    PENYAMARAN

    Kuambil rumput diladang, kujadikan penyamaran
    Wajah cantik diubah menjadi setan
    untuk menyesuaikan medan

    Berlatih Bertempur
    Menwa pantang mundur
    Tak perlu banyak pluru berhambur
    Cukup dengan pisau dapur

    LONG MARS

    Long Mars Long Mars adalah jalan jauh
    Yang harus kita tempuh dengan semangat satria
    Naik gunung turun gunung tiada mengenal lelah
    Kaki bengkak sepatu dipundak
    Kerongkongan haus dahaga, perut lapar badan gemetar
    Tetapi tetap kutahan, siap tunggu perintah

    LANGKAH PANJANG

    Hei….langkah panjang
    Hari ini hari luar biasa
    Hei … langkah panjang
    Suara kami mengalun diudara

    TANAMKAN JIWA 45

    Marilah hai kawan, angkatlah senjata
    Tanamkan didadamu Perjuangan tahun 45
    Didalam pertempuran tidak pernah masuk koran
    Mati dalam perang kuliah keteteran

    SELAMAT DATANG

    Selamat datang hai Yudha baru
    Lama nian kami rindukan kamu
    Bertahun-tahun bercerai mata
    Kini kita dapat berjumpa pula
    Dengarlah dengar suara gegap gempita
    Mengiringi derap langkah Resimen
    Hilangkan rindu pada ibumu
    Selamat Datang Hai Yudha Baru

    CITA-CITAKU

    Dulu aku bercita-cita menjadi Resimen Mahasiswa
    Berdiri tegak gagah perkasa tunaikan tugas yang mulia
    Tegak tegas penuh wibawa semangat yang tak kunjung padam
    Tunaikan tugas para pembina tunaikan dengan penuh rasa bangga

    Kini aku sedang ditempa dalam gemblengan Korps Mahasiswa
    Lupa sanak lupa saudara lupakan saja semuanya
    Saya tahan sakit-sakit sampai masuk rumah sakit
    Saya tahan menderita siang malam ku ditempa
    Walau diriku ditempa hatiku selalu gembira
    Gembira gembira selamanya
    Bergembira senantiasa selalu gembira
    Hilangkanlah rasa sedih sejauh-jauhnya
    Rasa sedih rasa susah tak ada gunanya
    Berlatih dengan gembira menwa yang jaya

    LIKU-LIKU LAKI-LAKI

    Liku liku liku liku laki laki
    Jalan yang dilalui
    Pahlawanku Pahlawanku Pahlawanku
    Dikau gagah berani

    Walau sakit tak dirasakan
    Hutan dan gunung bukan rintangan
    Teris maju demi satu tujuan
    Kemerdekaan

    PENERJUN PERTAMA

    Bila apel malam telah tiba
    Segera adakan persiapan
    Hatiku dag dig dug tak karuan
    Memikirkan nasib seseorang

    Bila aku penerjun pertama
    Segera berdiri depan pintu
    Pandangan tetap lurus kedepan
    Sikap exit jangan dilupakan

    Bila payung sudah mengembang
    Segera tengok kiri dan kanan
    Jangan lupa depan belakang
    Hindarkan tabrakan sama kawan

    Bila payung tidak mengembang
    Segera cabut payung cadangan
    Bila juga tidak mengembang
    Serahkan nyawamu pada Tuhan

    Bila Pacar tidak perawan
    Segera cari pacar cadangan
    Bila juga tidak perawan
    Serahkan pacarmu pada saya

    SEMERAH DARAH

    Semerah darah sebening air mata
    Itu semboyan kita
    Majulah ayo maju dalam pembangunan
    Nusa dan Bangsa
    Ingatlah selalu akan tugas wajibmu
    Tetap Insyaf dan sadar
    Junjunglah selalu nama korps kita
    Itulah Resimen Mahasiswa

    MARS DIPONEGORO

    Kita tentara pembela nusa bangsa nan jaya
    Bersama menjunjung nama pahlawan Diponegoro kita
    Rela kita mengorbankan jiwa watak satria
    Dengan Sang Saka Dwi Warna Berani Suci Tekadnya

    KAPAL SELAM

    Kapal selam tengkinya waja
    Timbul tenggelam diperbatasan
    Kapal selam tengkinya waja
    Timbul tenggelam diperbatasan
    Buat apa susah hati
    Buat apa susah hati
    Resimen Mahasiswa tidak pernah susah hati

    TUKANG KAYU

    Katakan padaku hai ayah ibu
    Bagaimana caranya membuat aku
    Lihat-lihat anakku beginilah caranya
    Membuat kamu

    Goyang kiri Goyang kiri
    Goyang kanan Goyang Kanan
    Putar kekiri putar kekanan
    Goyang kiri Goyang Kanan
    Puta kekiri masuk kedalam

    AKU TUNGGU ENGKAU

    Aku Tunggu engkau aku tunggu engkau rupanya engkau forget to me 2x
    Bada sakit-sakit jungkir balik dalam lumpur
    Ternyata engkau forget to me

    Rambate ratahayo tarik tambang reketek
    Disini aku jadi tambah senang reketek
    Andaikan aku burung aku akan terbang
    Sebentar lagi aku menjadi MENWA

    Bangun pagi-pagi menuju tempat latihan
    Untuk mengikuti latihan kemiliteran
    Tak tahan rasanya ingin segera pulang
    Pendidikan belum usai

    Mau makan jalan jongkok
    Habis makan lompat kodok
    Dicaci maki dan dibentak-bentak

    Duhai pelatihku dikau kejau sekali
    Duhai pelatihku betapa sedih hatiku
    Tak tahan rasanya ingin kuhajar kamu
    Tapi Aku I Love You

    PAK GENDUT

    Pak Gendut Latihan Menwa
    Pak Gendut Latihan Menwa
    Lari lari tiap pagi
    Jalan jongkok setengah mati
    Pak Gendut jadi kurus lagi (Bu Gendut)

Selamat Jalan Mas Adi

Dia adalah seorang pria yang sabar, sederhana dan penuh perhatian. Sosoknya saya lihat pertama kali tahun 1990 ketika masa Orientasi Pengenalan Kampus atau Ospek masih dijalankan. Membawa tas ransel dan perlengkapan mendaki gunung sepeti karabiner, webbing, dan lain-lain. Saat masuk ruang kelas ia menempatkan semuanya diatas meja yang sudah disediakan. Selanjutnya dia menerangkan segala hal mengenai Organisasi yang dipimpinnya. Senyum tipis dari raut wajahnya diberikan kepada setiap penanya yang nota bene adalah para mahasiswa baru. Saya adalah salah satu diantara mahasiswa yang dengan seksama mendengarkan penjelasannya. Kalau tidak salah ingat ia juga hadir bersama mas Dewantoro juara Kebut Gunung pada masanya ditahun itu. Hingga saat ini saya masih menyimpan lembaran sosialisasi Mapala 17 yang dibagikan ketika itu. Saat itu juga saya menulis formulir pendaftaran menjadi anggota Mapala. Harapannya agar bisa menjadi seperti mas-mas yang sudah merepresentasikan apa dan bagaimana UKM Mapala.

Itulah masa dimana saya pertama kali mengenal dirinya. Sosok yang penuh keramahan dan mau membantu siapa saja yang mengalami kesulitan. Saya seringkali menginap dirumahnya di Jalan Barito Cimanuk V No. 1. Berbagai kegiatan saya lakoni bersamanya mulai dari Hiking Boja-Bandungan yang merupakan kegiatan wajib untuk menjadi anggota Mapala. Setelah itu berbagai pendakian saya ikuti bersamanya dibawah kepemimpinannya. Mulai Gunung Merbabu, Gunung Merapi, Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro, Gunung Lawu. Semua dilakukan bersama dirinya yang selalu membawakan tas ransel milik rekan wanita.

Aura dalam dirinya seolah mampu menyihir semua orang yang mengenalinya. Dia adalah figur panutan bagi siapa saja yang menjadi anggota Mapala. Tak hanya di Mapala, kiprahnya di UKM Menwa juga tertoreh dengan tinta emas. Keterlibatannya dalam kedua UKM itu sungguh tak ternilai meskipun statusnya sudah bukan mahasiswa lagi ia tetap dengan sukacita memberi bantuan tenaga dan pikiran. Saya masuk Menwa juga salah satunya diinspirasi oleh dia yang kini sudah tak bersama dengan kita lagi. Kebaikannya pada semua orang takkan pernah terbalaskan hanya dengan sebuah ungkapan terima kasih dari kita yang pernah bersamanya. Doa kita semua baginya kiranya dikabulkan oleh yang Maha Kuasa. Biarlah Tuhan menyambutnya di Taman Firdaus karena perbuatan dan kebaikannya selama hidup di dunia ini.

Kepergian dirimu cukup mendadak mas. Kabar kami terima hari Kamis pagi hari yang menginformasikan kalau dirimu mengalami koma karena kecelakaan. Sedang kami mencari berita lanjutan rupanya Tuhan mempunyai rencana lain. Ia memanggilmu dalam ketidaksadaran dirimu sejak sehari sebelumnya.

Buat saya inilah sebuah cara mengenang budi baikmu pada saya dan teman-teman baik di Mapala maupun Menwa.

Meskipun tak sempat saya mengantarkanmu ke tempat peristirahatanmu yang terakhir di Demak karena waktu dan jarak namun kenangan bersamamu akan selalu ada dalam hati ini.

Maafkan saya jika belum dapat maksimal membantu permintaanmu kepada saya memberikan salah seorang saudaramu sebuah pekerjaan.

Selamat Jalan Mas Adi Susetyo doa kami untukmu selalu.

In memory of Mas Adi Susetyo my brother in Mapala 17 & Menwa Batalyon 915

Hutan Penggaron (2) : Camen Saya “KENA”

Peristiwa kedua yang saya alami terjadi pada waktu saya telah menjadi Komandan Peleton untuk mendidik yunior kami di Batalyon 915 atau Satuan 915. Tidak hanya lokasi kejadiannya sama, kegiatan yang dilakukan juga serupa yakni Caraka Malam.

Pada malam itu ditahun 1992 sesuai dengan rencana kami akan melakukan kegiatan Caraka Malam. Setelah para senior dibagi menjaga beberapa pos yang ditetapkan maka kamipun menyebar menuju pos yang telah ditetapkan.

Saya lupa kebagian di pos ke berapa yang pasti lokasi pos saya tidak jauh dari tempat kejadian kesasarnya saya setahun sebelumnya manakala saya masih menjadi CAMEN alias Calon Resimen. Ditemani Kaset atau Kepala Sekretariat, mbak Tisna, saya berdua mulai menduduki pos kami sambil berdiri bercakap-cakap. Satu orang datang lanjut terus belum terjadi apa-apa. Camen ke-2 hingga ke-3 tak ada hambatan apapun, memasuki Camen ke-4 kalau tidak salah, datanglah seorang Camen dipos saya.

Ketika saya menanyakan apa sandi malam itu, anak ini tak menjawab, diam saja. Saya pun penasaran. Saya pegang tubuhnya sambil melihat matanya yang kosong. Sayapun menyuruhnya “nyebut” tapi dia tak bergeming. Saya tempeleng, dia masih diam saja. Akhirnya setelah kami berdua menggoyang-goyang tubuhnya, saya yang sudah tak sabaran lantas mengambil air dari Velples Camen dan saya siramkan ke kepalanya. Disitu baru dia sadar. Dia bisa menyebut nama TUHANnya. Dia bisa membaca surat Al fateha. Padahal 3-5 menit dia sempat hilang kesadarannya karena kemasukan Roh Jahat penghuni Hutan Penggaron. Dan diajukan pertanyaan yang serupa, dia tak dapat menjawabnya kembali. Untung saja cepat saya siram air ke kepalanya sehingga mahluk yang ingin menguasainya “kabur” lagi.

Hutan Penggaron, tempat kita berlatih bersama
Siang Malam selalu ditempa

Hutan Penggaron (1) : Senior Jadi-Jadian di Pos Caraka

Sewaktu saya mengikuti Unit Kegiatan Kemahasiswaan, Resimen Mahasiswa Batalyon 915 (kini Satuan 915), ada sedikitnya dua buah peristiwa yang saya alami. Ketika itu kejadiannya terjadi ditempat yang sama yakni Hutan Penggaron Ungaran. Peristiwa pertama terjadi pada saat saya masih menjadi CAMEN, sebutan bagi Calon Anggota Resimen Mahasiswa. Kami yang menjadi CAMEN berjumlah 7 orang saja. 5 orang wanita, 2 orang lainnya laki-laki termasuk diri saya.

Latihan yang berlangsung selama 5 hari ini memasuki hari keempat maka terjadilah sebuah kejadian yang takkan pernah saya lupakan. Pengalaman itu berlangsung pada waktu kegiatan Caraka Malam. Saya sebagai CAMEN yang dituakan sepertinya memang di plot untuk diberangkatkan paling akhir.

Setelah lepas dari pos pemberangkatan, saya ingin menyusul Tri Sakti Djoko Lelono yang sedari tadi saya dengar dia berteriak terus menerus menyebutkan sandi kami malam itu. Sandi itu diucapkan manakala menjumpai senior. Kata sandi yang diberikan oleh senior adalah GAGAK HITAM. Apabila dikatakan GAGAK maka jawabannya adalah HITAM.

Sayapun berlari terus ingin mengejar Tri Sakti. Tiba di sebuah persimpangan, satu mengarah lurus kekiri sementara yang lain mengarah sedikit kekanan. Karena tak melihat tanda dedaunan seperti yang disampaikan senior di Pos Pemberangkatan, saya berhenti sejenak di dekat sesosok orang yang sedang tidur-tiduran di persimpangan jalan itu. Melihat ada senior didepan saya, lantas dengan lantang sayapun berteriak SENIOR, lewat arah mana nih, kata saya memecah suasana malam. Sang SENIOR yang saya lihat sedang tidur-tiduran itu menjawab, “LURUS”. Tanpa pikir panjang, saya langsung berlari lagi mengambil jalan setapak yang telah disampaikan SENIOR itu. Setelah kira-kira 100 meter dari lokasi itu, saya tiba dialiran sungai kecil di Hutan Penggaron. Sebelum menyeberang, keraguan sempat muncul. Dalam pikiran saya, mengapa di lumpur sungai di depan saya tak ada bekas tapak sepak PDL. Bukankah saya adalah CAMEN terakhir yang melewatinya apabila memang melewati sungai tersebut. Dengan rasa penasaran saya masih saja mencoba meneruskan. Baru 3-5 langkah saya langsung berhenti dan berbalik arah lagi. Dari situ saya berteriak memanggil SENIOR.

Rupanya saya telah salah jalan alias nyasar. Rutenya seharusnya tidak mengambil arah kekiri tetapi mestinya ke kanan. Jadilah saya masuk pos terlambat. Disana saya menerima hukuman dari Danlat yang menunggu di Pos terakhir.

Di Pos Terakhir, saya ditanya, “mengapa bisa sampai salah jalan, kan sudah diberitahu tanda-tandanya, kata senior itu”. Sambil memegang senjata kayu sayapun menjelaskan bahwa di persimpangan saya menanyakan kepada senior yang sedang berjaga disalah satu sisi. Senior itu yang menyuruh saya, lurus sehingga saya mengikutinya, kilah saya kepadanya.

Ceritera punya ceritera, ternyata Danlat alias Komandan Latihan tidak pernah menempatkan seorang senior pada persimpangan itu. Malam itu di sesi Caraka Malam, tak ada Pos disana. Waduh, saya jadi heran dibuatnya. Padahal dengan sangat jelas saya melihat ada seseorang disitu. Wajahnya persis seperti Wadan Yon kami. Makanya saya menuruti petunjuknya ketika sambil tiduran dia menyuruh saya LURUS. Jika bukan dia, lantas siapa ya yang saya lihat disitu.

Saya semakin yakin bahwa betul tidak ada pos di persimpangan itu mengingat, Wadan Yon kami tersebut tak pernah masuk pos pada setiap kegiatan caraka malam alias salah satu lelaki takut roh halus. Ini saya ketahui ketika saya telah resmi menjadi anggota MENWA dan mendidik angkatan junior.

Pantas saja saya jadinya nyasar rupanya ada yang menyelinap membuat pos bayangan dan ingin mengikuti Pra Latsar. Untung saja saya masih tetap sadar sehingga tak sempat lebih dari sekedar “disasarkan”.

Penggaron Penggaron…namamu tetap kukenang dihati

Dari Pra Pra Latsar-Pra Latsar menuju LATSAR di Gombong

Ganda mayi tempat menempa kami
Selalu siap memegang sumpah dan janji
Percayalah Ganda Mayi
Tempat menempa kami namamu akan tetap di hati

Sekali maju tak akan mundur
Walau di depan pluru berhambur
Jangan kembali sebelum sasaran diduduki
Walau harus gugur di bumi pertiwi

Penggalan dua bait lagu diatas seolah membawa kembali saya kepada masa ketika mengikuti Pelatihan Dasar Resimen Mahasiswa alias MENWA.
Saya ikutan bergabung dengan MENWA di Batalyon 915 di Semarang. Pendidikan Dasar MENWA saya tempuh mulai 28 Januari 1992 hingga 12 Februari 1992 di Sekolah Calon Tamtama Resimen Induk KODAM IV Diponegoro Gombong Jawa Tengah. Sertifikat kelulusan saat itu di tanda tangani oleh Kolonel Inf. HA. Rivai, entah sudah dimana beliau. Apakah masih dinas atau sudah pensiun tak ada informasi mengenai hal itu.

Sebelum saya diberangkatkan ke Latihan Dasar Menwa, kami terlebih dahulu di didik oleh para senior kami di Mako Batalyon 915. Tempo hari karena kampus kami sempat pindah dari Seteran Dalam ke Jalan Imam Bonjol maka lokasi latihan di basis juga sempat berpindah-pindah. Yang pasti apel pemberangkatan angkatan saya menuju Gombong dilakukan di Kampus Fakultas Ekonomi Jalan Imam Bonjol Semarang. Saat itu ke-7 orang CAMEN (Calon Anggota Resimen) dilepas oleh Ibu Ishari Moores selaku Direktur. Ke-7 CAMEN yang diberangkatkan adalah Woro Setiawati, Fitri, Nurhidayati, Nanik, Hasta,Tri Sakti Joko Lelono dan saya sendiri. Saya mengikuti MENWA pada saat memasuki semester 3, jadi oleh para senior saya dituakan diangkatan ini. Dari ke-7 angkatan saya ini nantinya yang aktif hanya beberapa saja. Komandan Batalyon 915 saat itu dijabat oleh mas Sena Purwata dengan Wakil Komandan adalah mas Skimina.

Sebelum kami diberangkatkan ke Latsar, sudah menjadi kewajiban bagi para Camen mesti mengikuti beberapa tahapan latihan. Sejak tahun ajaran baru, setiap calon anggota resimen kudu mengikuti Tes Seleksi. Usai mendaftarkan diri, masing-masing calon akan mengikuti apa yang biasa disebut Tes Mental Idiologi. Disini para calon akan dites keseriusan, kecepatan, kehandalannya dalam menjawab pertanyaan, tantangan dari para senior di setiap posnya. Tidak mudah melalui tes ini karena mental mesti kuat. Tidak boleh lengah, penuh konsentrasi karena kelelahan pasti akan menimpa mengingat banyaknya tantangan fisik yang dijumpai. Setelah melampaui Tes Mental Idiologi, para calon yang lulus akan dilantik menjadi CAMEN. Selama kurang lebih 2-3 bulan kami ditempa berbagai latihan mulai dari PBB, PPM, Survival, PUDD, pokoknya P5 deh. Masa latihan ini biasa disebut PRA PRA LATSAR. Sehabis menjalani tahapan ini semua CAMEN diharuskan mengikuti PRA LATSAR atau Pra Latihan Dasar. Pada periode ini biasanya latihan semakin berat karena memang benar-benar latihan dilakukan di luar. Tempat yang biasanya menjadi lokasi latihan Batalyon 915 adalah Hutan Penggaron di Ungaran. Kabarnya kini sudah terbelah untuk keperluan Jalan Tol Semarang-Solo. Disanalah kami ketujuh orang satu angkatan ditempa fisik dan mental selama lima hari. Latihan Stealing alias Pendadakan dengan menggunakan “Bom” Karbit, balon yang diisi karbit. Suaranya cukup memekikkan telinga. Ada juga latihan Caraka Malam, HTF dan Meluncur atau bahasa outbound sekarang Flying Fox. Bedanya Meluncur dengan Flying Fox, kalau Meluncur cukup menggunakan Tali Jiwa, meluncur dititian tali yang terbuat dari jerami. Tanpa peralatan seperti outbound saat ini. Kami juga dilatih merayap satu tali, turun hesti. Pokoknya lengkap sekali ditambah bumbu bumbu merayap, jungkir serta push up yang tak terhitung lagi. Para CAMEN juga diperkenalkan pada Senjata Garrand, Pistol FN 46. Prinsip 5 langkah lari betul-betul dipraktekkan disana. Sama sekali tidak ada aktifitas jalan. Yang paling seru diantara semua adalah, kami bertujuh dibawa oleh para senior ke sebuah pekuburan di Penggaron. Disini kami diminta untuk menghabiskan satu malam tidur berteman dengan batu nisan dan kuburan lainnya. Masing-masing ditempatkan disebuah kuburan. Untungnya semua berjalan baik dan aman.

Pada akhir Pra Latihan Dasar, kami masih harus menjalani apa yang biasa disebut “Long March”. Ini merupakan kegiatan terakhir. Rutenya start dari Hutan Penggaron menuju Kampus di Seteran Dalam. Bawaan kami sepanjang longmarch adalah sebuah ransel dan sebuah replika senjata M16. Membutuhkan mental yang kuat dalam menjalani aktifitas ini.

Latihan PRA LATSAR dinyatakan selesai ketika kami tiba di kampus seusai melaksanakan Long March. Tak lama kemudian, kira-kira sebulan kemudian barulah ke-7 orang CAMEN angkatan 1991/1992 dikirimkan ke LATSAR yang sesungguhnya di SECATA Gombong. Tidak seperti biasanya kala itu LATSAR angkatan saya diadakan di sana. Padahal tahun-tahun sebelumnya dilaksanakan di PUSLTAPUR-Pusat Latihan Pertempuran Klaten Jawa Tengah. Apa yang diajarkan senior mengenai kebiasaan-kebiasaan di Puslatpur akan berbeda sama sekali karena lokasinya juga tidak sama. Saya pribadi merasa terbebani sebab angkatan sebelum-sebelumnya selalu meraih prestasi menjadi MENWA terbaik. Mulai dari rangking 1, 3,7, pokoknya sepuluh besar. Namun untungnya ketika itu tidak ada lagi perangkingan pada setiap angkatan. Sepertinya hal itu dihapus karena penuh dengan nuansa persaingan yang dapat memicu ketidak kompakan sesama MENWA. Meski demikian karena dari awal para senior sudah menanamkan untuk meraih yang terbaik maka saya bersama enam rekan lainnya bertekad mempertahankan tradisi para senior. Hal itu mulai dilakukan ketika saya mengambil alih satu regu pasukan MENWA lain. Saya langsung mengambil sesudah turun dari truk kampus yang membawa kami. Mereka saya pimpin berlari menuju ke lokasi Secata. Selanjutnya saya berusaha yang terbaik ketika mengikuti latsar disana. Dengan tekad menjadi yang terbaik, maka pada saat penutupan, ada dua orang angkatan kami yakni saya dan Nurhidayati yang mengikuti atraksi dalam rangka penutupan. Saya mengikuti atraksi PUNGDAHMAH, sedangkan Nur ikutan dalam atraksi Bongkar Pasang Senjata. Itulah karya terbaik kami di Latsar Menwa Tahun Ajaran 1991/1992 di Secata Gombong. Pada saat penutupan setidaknya, Pudek kami yang hadir bersama Komandan Batalyon dan senior lain dengan para undangan dapat melihat ada anggota yuniornya yang sedang mengikuti Atraksi.

Menjadi anggota Resimen Mahasiswa bagi saya saat itu cukup membanggakan. Selain itu saya semakin lebih mengerti lagi akan pentingnya Pendidikan Bela Negara. Hingga kini di dalam melaksanakan pekerjaan, apa yang saya peroleh selama menjadi anggota MENWA setidaknya sempat dipakai. Berorganisasi di MENWA sarat sekali dengan pengalaman suka dukanya. Seperti lagu diawal ketikan ini, Batalyon 915, namamu akan selalu dihati. Meskipun cita-cita melanjutkan menjadi Prajurit tak kesampaian, cukuplah pengetahuan yang diperoleh manakala masih aktif di kemenwaan. Jabatan Komandan Peleton hingga Kasi Operasional pernah disandang. Ditambah lagi mengikuti Pelatihan Dasar “Search and Rescue” yang diselenggarakan di Brimob Polda Jateng 22 Agustus 1992 hingga 31 Agustus 1992. Cukuplah sudah semuanya, sekali lagi menjadi bagian dari MENWA adalah kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri.

Long march adalah jalan jauh
Yang harus kita tempuh dengan semangat satria
Naik gunung turun gunung
Tiada mengenal lelah, kaki bengkak sepatu dipundak
Kerongkogan haus dahaga, siap tunggu perintah