Category Archives: Sabda Bina Umat

Sabda Bina Umat : Hormati Orang Tua

1 Raja-Raja 2: 13-21
Rabu, 28 Sep 2011

Sebagai anak, menghormati orangtua bukanlah hanya sekedar kewajiban belaka, tetapi merupakan hak istimewa.

Salomo, sekalipun telah duduk di takhta kerajaan memberikan teladan yang baik tentang hal itu. Dihadapan ibundanya ia adalah tetap berstatus anak. Anak dari ibu yang melahirkan, merawat dan membesarkannya. Salomo datang, tunduk menyembah ibundanya (ay.19). Sebagai seorang anak, ia wajib menghormati orangtuanya.

Pangkat tinggi dan kekayaan melimpah atau status hebat apapun yang kita miliki, yang mungkin jauh melebihi orang tua kita tidak bisa menjadi alasan bagi kita untuk berhenti menghormati mereka, ayah dan ibu kita. Anak perlu taat kepada orangtua karena ini merupakan sebuah perintah; suatu keharusan!

Ingatlah, TUHAN serius dalam hal pengajaran tentang menghormati orangtua. IA menempatkan hal itu sebagai bagian dari 10 Hukum-Nya: “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” (Kel. 20:12). Mereka layak menerima penghormatan. Sebagai anak, kita wajib selalu menghargai orangtua dengan hati yang tulus dan penuh hormat, bukan dengan hati yang merasa “lebih” lalu meremehkan bahkan menihilkan orangtua sendiri.

Jangan sampai kita kehilangan kesempatan untuk menunjukkan kasih dan penghormatan kepada mereka, karena kalau hal itu terjadi maka kelak kita akan sangat menyesalinya. Ingatlah pepatah yang mengatakan “sesal kemudian tak berguna”. Allah selalu memberikan ganjaran atas ketaatan kita mengasihi dan menghormati orangtua yang melahirkan, merawat dan membesarkan kita. Mari kita melakukannya dengan hati tulus dan penuh kasih.

KJ. 446: 2,3
Doa: TUHAN sadarkan terus untuk menghormati orang tua

Sabda Bina Umat : Komunikasi Dalam Keluarga

Samuel 20: 12-17

Selasa, 13 Sep 2011

Percakapan dari hati ke hati antar anggota keluarga sangat penting guna membangun saling pengertian dan hidup keluarga yang rukun. Yonatan mau memastikan keberadaan hati ayahnya, Saul. Dengan membangun komunikasi, Yonatan berharap memperoleh informasi berharga tentang niat dan rencana ayahnya kepada Daud. Yonatan sendiri mau menjadi komunikator yang jujur sehingga apapun kebenarannya dapat diteruskan tanpa ada sensor atau rekayasa.

Komunikasi pasti membutuhkan waktu dan kejujuran dari semua pihak.

 Pendapat dan penilaian pihak luar dapat menyimpang jika secara internal kita mengenali suami, istri dan anak-anak kita dengan baik. Keluarga selalu menjadi sasaran kuasa kegelapan guna menghancurkan lembaga yang diciptakan Allah. Serangan utama tentu ditujukan kepada imam dalam keluarga, yakni ayah atau bapak. Mengabaikan fungsi rohani itu berarti membiarkan hidup keluarga berada dalam jurang kehancuran. Keluarga yang mengambil keputusan bercerai, menjadi contoh buruk tentang mandulnya fungsi rohani seorang ayah sebagai imam keluarga.

Komunikasi dengan hati, dengan perasaan perlu dikembangkan dalam pola percakapan keluarga. Sikap otoriter dan masa bodoh, tidak menolong masa depan keluarga. Komunikasi satu arah hanya mendatangkan salah pengertian dan sakit hati. Satu mulut dan dua telinga, mengingatkan kita untuk banyak mendengar ketimbang berbicara. Baiklah perkataan-perkataan kita memberkati semua orang daripada mendatangkan kepahitan dan pertengkaran.

KJ. 39: 3

Doa: Kami berdoa buat orang tua kami dalam fungsi sebagai imam keluarga agar kami beroleh teladan hidup dan berkatMu, ya Allah lewat perkataan-perkataan mereka yang membangun dan menghibur

Sabda Bina Umat : Kamu Adalah Sahabatku

1 Samuel 18: 1-5
Minggu, 11 Sep 2011
Bacaan ini berbicara tentang PERSAHABATAN. Sebuah ungkapan mengatakan: “A FRIEND IN NEED IS A FRIEND IN DEED”. Artinya “Teman sejati adalah ia yang hadir pada saat dibutuhkan”. Betapa berartinya sebuah persahabatan, sehingga seseorang dapat merasa kesepian dalam hidupnya jika ia tidak memiliki orang lain untuk menjadi teman atau sahabat. Dan seseorang rela melakukan apa saja demi mempertahankan persahabatan yang ia miliki. Pembacaaan kita mengangkat tiga hal yang menarik, terjadi di antara Daud dan Yonatan – anak tertua Saul, pewaris takhta kerajaan. Hal pertama, dalam kasihnya satu terhadap yang lain, Daud dan Yonathan dipersatukan bahkan jiwa keduanya terjalin erat; Kedua, kesatuan mereka diperkuat secara formal melalui “IKATAN PERJANJIAN”; Ketiga, wujud kesehatian dan perjanjian keduanya, membawa Yonathan pada keputusan untuk menyerahkan simbol kehormatan, mahkota, kekuatannya kepada Daud. Sesungguhnya apa yang terjadi di antara Daud dan Yonathan, merupakan gambaran persahabatan yang begitu lekat hingga mengalahkan segala sesuatu yang dimiliki seseorang; apakah itu kekayaan, kekuasaan, kedudukan bahkan kemuliaannya. Pernahkah anda memiliki seorang sahabat yang demikian? Atau kah anda sendiri merasa telah kehilangan persahabatan yang sejati? Yesus, pernah menyebut murid-murid-Nya sebagai SAHABAT-Nya. Persahabatan itu dilandasi oleh kesatuan hati yang diikat dengan CINTA, yang membuat diri-Nya telah menjadi satu-satunya dasar perjanjian keselamatan yang dilakukan oleh Bapa-Nya. Oleh cintaNya yang besar Ia mengaruniakan segala kemuliaanNya bagi para sahabat-Nya. Kita adalah SAHABAT-Nya. Sadarkah kita bahwa kesatuan kita dengan-Nya telah membuat Kristus berkorban untuk menyelamatkan dan mengaruniakan pada kita status sebagai ahli waris Kerajaan surga? Ia telah menjadi Sahabat sejati yang hadir ketika kita membutuhkannya. Namun demikian Kristus menghendaki agar kita pun mau meneruskan persahabatn itu dengan sesama.

KJ. 453: 3

Doa: Tuhan, mampukan kami menjadi sahabat sejati bagi orang lani

Sabda Bina Umat (malam) : Membangun Kehidupan Dengan Hikmat

Amsal 8: 32-36
Sabtu, 10 Sep 2011

Sepekan ini kita sudah merenungkan tentang hikmat Tuhan yang mendatangkan pengertian dan kebijaksanaan. Bagian ini menutup rangkaian nasihat yang diberikan kepada orang yang ingin memperolehnya. Di dalam setiap nasihat pasti ada janji, dan inilah janji Tuhan bahwa Ia berkenan akan siapa yang mendapat hikmat. Allah menyimpan orang seperti itu di hati-Nya. Inilah kebahagiaan yang tak terukur bagi orang yang meminta, mencari dan memelihara hikmat Allah. Sekali lagi mari kita simak, orang yang memelihara jalan hikmat, yang mendengar hikmat, yang setiap hari menunggu di pintu hikmat dan yang menjaga tiang pintu gerbangnya, kepadanya Tuhan berkenan.

Hikmat adalah pintu menuju kebahagiaan karena Tuhan ada di sana. Melalui hikmat dibukakan jalan menuju hidup karena Tuhan adalah sumber hidup.
Kalau kita tanyakan mengapa kita sering gagal, usaha kita hancur, pekerjaan kita berantakan, pelayanan kita bermasalah, hubungan kita dengan orang lian rusak, bisa jadi karena kita tidak berhikmat. Seperti kata ay. 36a,
“Tetapi siapa tidak mendapatkan aku, merugikan dirinya.” Mungkin kita merasa sudah berusaha sekuat tenaga, tapi usaha tanpa hikmat akan sia-sia. Mungkin kita sudah berdoa, tapi doa perlu disertai hikmat juga. Kalau kita sering berkata, ‘Tuhan belum berkenan’, mestinya kita mengevaluasi apa yang membuat Ia belum bahkan tidak berkenan. Mungkin kita tidak meminta hikmat supaya dengan itu kita bekerja, kita melayani, kita berelasi dengan baik. Mintalah hikmat Tuhan agar kita mampu merancang ulang dan menata kegagalan kita. Tidak ada kegagalan yang tidak bisa diperbaiki kalau hikmat diberikan pada kita. Demikian pula tidak ada keberhasilan yang sempurna kalau hikmat Tuhan tidak ada pada kita. Kepada semua orang yang merasa sudah berhikmat, tetaplah pelihara itu supaya Tuhan tetap berkenan atas kita. Jangan lepaskan itu dan jangan tertipu dengan pikiran kita sendiri yang jauh dari hikmat.
KJ. 281: 3

Doa: Mohon hikmat Tuhan untuk membangun hidup dengan hikmat

Sabda Bina Umat : Semakin Mengenal Tuhan

Amsal 8: 22-31
Sabtu, 10 Sep 2011

Mari mengenal lebih jauh jati diri hikmat. Pertama, Ia telah ada sebelum segala sesuatu diciptakan. Hikmat ada bersama-sama Allah sejak awal sampai kekal. Kedua, apapun yang diperbuat oleh Allah, hikmat memainkan perannya secara khusus. Dengan hikmat Allah merancang dan membentuk ciptaan-Nya, lalu lahirlah sebuah mahakarya yang sempurna. Ketiga, himmat mendekatkan anak-anak manusia dengan Allah.

Begitulah hikmat memperkenalkan dirinya. Siapa yang mau mengenal dan memperoleh hikmat Allah, ia harus lebih dulu mengenal Allah.
Hikmat tak dapat diberikan tanpa lebih dulu mengenal Allah, sebab hikmat tak lebih besar dari Allah. Apakah mengenal hikmat sama dengan mengenal Allah? Hati-hati, sebab ada hikmat duniawi yang amat berbeda dengan hikmat Allah. Ingatlah firman Tuhan ini: “Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah.” (I Kor 3:19a). Hikmat dunia adalah pikiran manusia yang bisa disusupi oleh kelicikan, sedangkan hikmat Allah itu tulus, murni dan kudus. Hikmat dunia hanya menjangkau ruang dan waktu tertentu, sedangkan hikmat Allah menjangkau kekekalan. Hikmat Allah mengerjakan sesuatu sampai tuntas, tidak setengah-setengah atau tidak berhenti di tengah jalan. Hikmat Allah mendekatkan kita pada diri-Nya, sebab itulah tujuan dan sasarannya. Kita menjadi pusat perhatian Allah oleh karena Ia melihat gambar-Nya sendiri di dalam diri kita. Dengan hikmat Allah merangkul kita untuk mengenal diri-Nya lebih dalam, untuk mengerti pikiran dan perasaan-Nya, dan untuk memahami perbuatan-Nya yang mahabesar.

Allah senang memberitahukan apa yang dipikirkan-Nya kepada kita, sekalipun kita tak dapat mengerti semuanya secara sempurna. Tidak ada seorangpun yang mampu masuk ke dalam rahasia ilahi tanpa dibimbing oleh hikmat Allah. Bila kita sudah dibawa ke sana, kita akan berkata: “O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah!” (Rom 11:33).

KJ. 361: 4
Doa: Mohon hikmat Tuhan untuk mengenal-Nya lebih dekat lagi

Sabda Bina Umat Terbeban Namun Tertopang (malam)

Mazmur 55: 23-24
Rabu, 31 Ags 2011

Kekuatiran adalah sebuah perasaan cemas yang menguasai seseorang, sehingga perasaan itu mengganggu orang yang mengalaminya sedemikian rupa dan membuat rasa tidak nyaman dan aman. Meskipun kekuatiran sering dihadapi oleh manusia, namun kekuatiran yang berlebihan dapat membuat seseorang menjadi sakit, stress dan terganggu hati dan pikirannya dalam waktu yang lama. Kekuatiran yang kita alami hendaknya tidak menguasai kita apalagi mengalahkan kita. Banyak orang yang hidupnya tidak bahagia karena terus hidup dan dikuasai oleh kekuatiran. Kekuatiran telah merusak seluruh hidupnya. Oleh karena itu Firman Tuhan mengajarkan supaya kekuatiran kita harus berpindah dari diri kita ke tempat yang lain. Dengan cara menyerahkan kekuatiran itu ke tempat yang tepat, maka dia tidak dapat menguasai dan merusak kita.

Pemazmur dalam keadaan hidupnya tertekan, tidak aman dan tidak nyaman, dia datang kepada Tuhan dengan permohonan yang disertai dengan keyakinan akan pertolongan Tuhan. Berbagai tekanan hidup yang dialami Pemazmur membuat Pemazmur menjadi kuatir. Namun Pemazmur tidak tinggal diam dalam kekuatirannya. Pemazmur datang dan menyerahkan kekuatirannya kepada Tuhan. Pemazmur begitu yakin bahwa Tuhan memeliharanya dan tidak akan membiarkan hidupnya goyah. Lewat pengalaman iman seperti itulah, Pemazmur mengajak kita yang sedang berada dalam kekuatiran untuk kita datang dan menyerahkan kekuatiran itu kepada Tuhan.

Banyak orang menyerahkan kekuatiran ke alamat yang salah. Mereka berpikir bahwa kekuatirannya dapat diselesaikan oleh uang, pangkat, dan orang-orang yang dianggapnya kuat. Namun dalam kenyataannya, seringkali hal-hal yang kita anggap dapat melepaskan kita dari kekuatiran justru membuat kita tetap kuatir. Oleh karena itu hanya dengan menyerahkan kekuatiran ke dalam tangan Tuhan, maka kita bebas dari kekuatiran.

KJ. 417: 2
Doa: Tuhan berilah kami kekuatan untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidup ini

Sabda Bina Umat : Manusia Tidak Setia, Hanya Tuhan Sahabat Yang Setia

Mazmur 55: 10 – 16
Selasa, 30 Ags 2011
Mencari teman, sahabat tidaklah sulit. Yang sulit adalah mencari teman atau sahabat yang setia. Orang yang mau berbagi, mau mengerti, mau peduli, mau menolong dan seterusnya. Banyak orang memiliki teman ataupun sahabat. Tetapi dalam hal kesetiaan, tidak berlangsung lama. Banyak faktor yang menyebabkan pertemanan atau persahabatan itu menjadi putus yaitu karena kecemburuan, iri, jabatan dan harta. Banyak orang mau menjadi teman atau sahabat karena mencari keuntungan sendiri lalu kemudian menjatuhkan. Tidak sedikit orang dikecewakan oleh teman atau sahabatnya sendiri. Padahal pertemanan atau persahabatan itu terjalin sudah belasan tahun. 
Pemazmur dalam hidupnya mengalami ketidakadilan. Seharusnya penjaga keamanan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat, tetapi yang terjadi ialah kekacauan dan kekerasan dibiarkan. Seharusnya pengadilan memberikan rasa keadilan tetapi yang terjadi sebaliknya ketidakadilan yang terjadi di dalam pengadilan. Dari semua yang dialami Pemazmur ada hal yang paling berat diterima oleh Pemazmur yaitu sikap dan tindakan orang yang dekat dengannya, orang kepercayaannya; mereka pergi ke Bait Allah bersama, tetapi perbuatannya menyakitkan. Pemazmur mengutuki semua perbuatan jahat orang yang dekat dengannya (ay 16).

Apa yang Pemazmur alami juga kita alami dalam kehidupan saat ini. Hal yang paling sulit diterima adalah apabila orang yang sudah kita anggap sebagai keluarga atau yang sudah dipercaya lalu mengecewakan, memfitnah, menuduh dan menjatuhkan kita. Semua itu mengajar kita supaya ktia harus lebih percaya dan dekat kepada Allah daripada kepada manusia. Allah adalah setia. Manusia tidak setia. Dalam keadaan apapun, Allah tetap mengasihi kita. Bila kita tetap percaya dan dekat pada Allah, kita tidak akan dikecewakan. Allah pasti memberikan kebahagiaan.

KJ. 453: 2
Doa: Tuhan buatlah kami untuk selalu dekat padaMu

Sabda Bina Umat (pagi) Allah Tempat Perlindungan

Mazmur 55: 2 – 9
Selasa, 30 Ags 2011

Dengan berbagai cara manusia melindungi dirinya. Misalnya, melindungi diri dari serangan penyakit dengan cara mengkonsumsi berbagai vitamin, istirahat dan sebagainya. Melindungi diri dari para perampok dengan membuat pagar berduri, menghadirkan security ataupun seekor anjing. Selama manusia (hidup), bencana akan tetap mendatanginya. Ketika bencana gempa bumi ataupun banjir terjadi manusia berusaha mencari tempat perlindungan, mencari tempat yang aman.
Saat pemazmur mengalami kehidupan yang tidak aman dan tenang, hatiku gelisah, kengerian maut telah menimpa aku (ay.5),dia datang kepada Allah dan memohon agar Allah melindunginya. Dalam ketidakamanan dan ketidaktenangan Pemazmur memohon agar Allah tidak bersembunyi. Permohonan ini merupakan gambaran tentang keadaan hidup Pemazmur yang begitu membutuhkan perlindungan Allah dari orang jahat. Kita semua menghendaki hidup ini aman dan tenang. Kita ingin rumah tangga kita bahagia, penuh dengan tawa dan canda. Semua yang kita rindukan dan harapkan dalam kehidupan ini tidak akan kita peroleh di luar Tuhan. Harta, jabatan, tidak akan dapat melindungi kita dari segala kejatahan. Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, perlindungan bagi hidup kita hanya satu, yaitu Allah. Hanya Allah tempat perlindungan kita. Keamanan, ketenangan, kenyamanan dan sebagainya adalah milik Allah. Hanya Allah yang dapat memberikan semua itu kepada kita. Di luar Allah kita tidak akan mendapatkannya. Allah mengetahui semua yang terjadi dalam kehidupan umatNya. Allah tidak bersembunyi melainkan Allah melihat, memperhatikan dan menjaga kita. Karena itu jangan pernah bosan dan berhenti untuk terus datang kepada Allah, sebab Dialah satu-satunya yang dapat melindungi kita dari perbuatan orang jahat.

KJ. 66: 2

Doa: Tuhan mampukan kami untuk selalu percaya bahwa Engkau selalu ada bersama dengan kami

Sabda Bina Umat (malam) Keadilan Allah

Mazmur 54: 3 – 9
Senin, 29 Ags 2011

Setiap manusia memiliki hak, hak untuk hidup. Hak itu bukan diberikan manusia tetapi Tuhanlah yang memberikannya. Berbagai pelanggaran Hak Azasi, seperti ketidakadilan dan penindasan yang dilakukan penguasa kepada yang lemah. Mereka yang diperlakukan tidak adil dan ditindas tidak berdaya menghadapi para penguasa. Satu-satunya penolong mereka adalah Allah.

Pemazmur dalam hidupnya mengalami ketidakadilan dari penguasa yang disebutnya sebagai orang sombong, angkuh dan orang yang tidak mempedulikan Tuhan.

Dalam sebuah permohonannya kepada Allah, Pemazmur meminta agar Tuhan menyatakan keadilanNya dengan mengadili orang yang berbuat kejahatan. Sikap Pemazmur ini menunjukkan bahwa harapannya hanya kepada Tuhan saja. Tuhanlah satu-satunya yang dapat memberikan keadilan. Apa yang dinyatakan Pemazmur ini dihubungkan dengan kehidupan Daud yang terus dikejar oleh raja Saul (penguasa). Daud tidak berdaya menghadapi Saul. Oleh karena itu Daud mempercayakan dirinya kepada Tuhan sebagai Penolong.

Ketidakadilan dan penindasan adalah perbuatan jahat yang dibenci Allah, karena Allah menyukai dan menghendaki keadilan dan kedamaian. Sang keadilan tidak akan berdiam diri, tidak akan tinggal diam dan menutup mata terhadap pelaku ketidak-adilan. Allah pasti akan menyatakan keadilanNya bagi manusia. Karena itu iman dan harapan kita kepada Tuhan Yesus jangan pernah hilang dalam kehidupan kita. Mengapa? Kita harus mengakui dengan jujur bahwa kita tidak mempunyai daya menghadapi dan menjalani kehidupan yang penuh dengan ketidakadilan dan penindasan. Hanya bersama Tuhan saja kita memiliki kekuatan, harapan dan kesabaran menjalani kehidupan ini. Jangan pernah berhenti memohon pertolongan Tuhan.

KJ. 64: 2
Doa: Tuhan buatlah kami untuk selalu percaya akan Kuasa dan JanjiMu kepada kami

Sabda Bina Umat (malam) Orang Benar Memasyurkan Allah

Mazmur 52: 10 – 11
Minggu, 28 Ags 2011

Orang jahat selalu ada di mana-mana; baik di dalam persekutuan maupun di masyarakat. Orang jahat tidak pernah berhenti melakukan kejahatan dengan dengan berbagai cara. Misalnya, dengan menipu, berkata dusta, bersilat lidah, bermain kata-kata. Tidak sedikit orang jatuh ke dalam tipu dayanya. Kemajuan di bidang teknologi dimanfaatkan oleh orang jahat, seperti handphone dan Komputer. Kejahatan lewat komputer maupun handphone berupa informasi yang tidak benar. Seperti: pengiriman sms nomor anda setelah diundi mendapatkan hadiah 5 juta rupiah, kirimkan nomor rekening anda secepatnya atau juta lewat facebook. Banyak anak-anak remaja pergi dari rumahnya karena ditawarkan hal-hal yang menggiurkan. Lewat cara seperti itu banyak orang dirugikan.

Orang jahat tidak akan dibiarkan Allah. Allah akan menghukum mereka dengan cara Allah sendiri untuk melindungi dan menyelamatkan orang benar, orang yang dikasihi Allah. Orang benar dikatakan Pemazmur seperti pohon zaitun yang menghijau di dalam rumah Allah, di dalam Bait Allah. Pohon Zaitun salah satu pohon yang berharga bagi orang Ibrani dan menggambarkan orang benar. Perlindungan Allah itu membuat orang benar semakin percaya akan kasih setia Allah dan memahsyurkanNya di depan banyak orang.

Orang benar tidak akan dibiarkan Allah ditindas, ditekan terus menerus oleh orang jahat. Orang benar adalah orang yang tetap percaya kepada Allah dan melakukan kehendakNya. Terhadap orang benar itulah Allah melindunginya. Tantangan dan persoalan apapun yang kita hadapi sebagai orang percaya seharusnya kita tetap memahsyurkan namaNya lewat kehidupan setiap hari. Kasih Tuhan dalam kehidupan kita hendaknya mendorong kita untuk selalu bersyukur kepadaNya. Hidup yang memahsyurkan namaNya dan bersyukur akan membuat kita selalu bersemangat dan bersukacita menjalani kehidupan ini.

KJ. 358: 3

Doa: Tuhan mampukan kami untuk tetap memahsyurkan namaMu