Ular Tidak Takut Garam

image

Learning is Living, we can not not learn, satu lagi pengalaman saya peroleh melalui sebuah pelatihan. Kali ini ilmu atau pengetahuan yang diperoleh adalah terkait ular. Persis di hari Kartini Kamis, 21 April 2016 saya berkesempatan untuk mengikuti pelatihan dengan topik Pertolongan Pertama Pada Gigitan Ular atau P3GU. Melalui pelatihan ini saya jadi mengetahui Organ tubuh ular, Jenis-jenis ular, Cara Memangsa, Habitat Ular, Bisa Ular, Bahaya Ular, Perbedaan Ular Berbisa dan Tidak Berbisa. Fasilitator yang memberikan pelatihan ini adalah team dari Yayasan Sioux yang memang menghabiskan waktu mereka berkutat dalam hal perularan. Informasi penting yang didapat adalah ; rupanya selama ini saya keliru jika menganggap bahwa garam bisa digunakan untuk mengusir ular. Anggapan ini benar-benar salah apalagi saat pelatihan sekaligus dipraktekkan sehingga semakin paham. Ular yang dilepas di lapangan tetap menerobos meski rumput sudah ditaburi garam. Rupanya garam TIDAK membuat ular takut. Dalam pelatihan ini diungkapkan bahwa Ular akan menghindar jika disekeliling terdapat hewan berkuku panjang seperti Kucing atau Anjing. Binatang Melata ini akan menepi jika ada bau bauan menyengat seperti Minyak Tanah atau Bensin. Selain itu Ular juga akan menghindar bila suhu panas atau menyengat disekelilingnya.

image

Sore itu kepada peserta juga diajarkan bagaimana menghandle atau menangkap ular besar dan panjang serta ular kecil. Cara menangkap bisa menggunakan Alat atau Tanpa Alat. Hook dan Grab merupakan alat yang diperkenalkan kepada peserta. Untuk ular besar digunakan penangkapan dengan menggunakan media sarung. Sedangkan guna penanganan atas gigitan ular kepada peserta juga diberikan contoh alat-alat yang dibutuhkan.

image

Masih banyak lagi informasi lain yang bermanfaat diperoleh selama setengah hari pelatihan yang diadakan di Daan Mogot. Saya akan menuliskannya disini di kesempatan lain.

Sumber :
Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Gigitan Ular oleh
Yayasan Sioux Indonesia
Kamis 21 April 2016

Kalwedo ! Salam Berdaya

Biarkan Foto ini Berbicara

image

image

              3 Prajurit Pemecah Rekor

image

       Danjen memberikan Hari Libur

image

  

image

image

image

Kalwedo ! Salam Berdaya

Dirgahayu Ke- 64 : Kopassus Memang Beda

image

Hari ini Sabtu 16 April 2016 getaran hati menggelora setelah puluhan tahun absen dalam mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun Kopassus. Bersama isteri dan kedua anak terkasih, saya kembali menginjakkan kaki dilapangan upacara Kopassus untuk memperingati hari ulang tahun Korps Baret Merah kebanggaan Indonesia.

Seragam Loreng Darah Mengalir yang digunakan oleh para prajurit seolah menyihir pikiran yang membuat Jiwa saya bergetar. Semangat juang yang tinggi tetap saya saksikan  terpelihara sedari dahulu hingga kini. Itulah salah satu nilai plus yang menyebabkan Kopassus termasuk salah satu Pasukan Elite nomor 3 di dunia selain karena kemampuan prajuritnya.

Bangga ! Itulah satu kata pertama yang terucap saat menyaksikan peringatan hari ulang tahun ke 64 di Cijantung. Rasa Bangga muncul saat berada dilingkungan  Baret Merah pada siang itu.

Kata kedua yang pantas diberikan adalah Hebat, hebat karena 3 Rekor dipecahkan oleh 3 orang prajurit, Menembak, Beladiri dan Terjun Payung. Torehan prestasi terus dihasilkan mengikuti prestasi para sesepuh yang sudah senantiasa menorehkan kebanggaan yang hingga kini masih tertulis dalam tinta emas salah satunya yang fenomenal adalah operasi anti teror membebaskan sandera di Don Muang 1981 lalu.

image

Satu hal yang saya dapatkan siang hari itu selain Rasa Bangga yang menggelora di hati yakni tradisi yang masih sama dijunjung tinggi oleh setiap Komandan dilingkungan Kesatuan yang dibentuk pada16 April 1952. Dulu ayah saya pernah bercerita, ketika prajurit Grup 1 Kopassus di Taman Serang berhasil menjalankan latihan tingkat Grup dengan hasil baik, Komandan Grup saat itu Kolonel Wismoyo Arismunandar merasa bangga memiliki prajurit yang luar biasa  semangatnya. Pak Wismoyo seusai latihan dilaksanakan dalam rasa bangganya menanyakan kepada para prajuritnya apa yang diinginkan oleh mereka. Serentak para prajurit tersebut berteriak menyebutkan nama salah satu penyanyi dangdut terkenal di tahun itu. Mereka menginginkan hiburan dari penyanyi dangdut wanita. Kolonel Wismoyo pun akhirnya pada kesempatan berikutnya benar-benar mendatangkan penyanyi tersebut ke Kesatrian Gatot Subroto sebagai hadiah kepada prajurit Baladika yang telah menjalankan latihannya dengan baik. Itu terjadi sekitar tahun 1981an.

Kini di tahun 2016, ditempat yang berbeda tepatnya di Cijantung Jakarta  tepat dihari ulang tahun Korps Baret Merah ke 64  kembali saya mendengar sebuah rasa bangga dari seorang Komandan kepada prajuritnya. Siang hari yang panas terik itu saya menyaksikan bagaimana seorang Komandan langsung memberikan apresiasi kepada para prajuritnya. Danjen diatas panggung hiburan langsung memberikan 3 hari libur kepada segenap prajurit yang menjadi pasukan upacara di hari ulang tahun ke 64 hari ini. Alasannya mereka sudah membuat hatinya senang dan atas rasa senang dan kebanggaannya tersebut beliau mengapresiasi prajuritnya yang dengan semangat telah menunjukkan kebanggaannya sebagai Prajurit Kopassus. Menurut beliau para sesepuh Baret Merahpun mengatakan rasa bangganya kepada kegiatan upacara pada hari ini karena prajurit yang terlibat dalam upacara dinilainya baik dan membanggakan seluruh jajaran Kopassus dan masyarakat yang hadir.

Itulah jati diri Kopassus yang senantiasa terpelihara dari waktu ke waktu. Semangat juang yang sangat tinggi terus dipertahankan sejak mulai berdiri hingga saat ini. Maka tak heran kalau Kopassus adalah pasukan elite di bumi Nusantara. Siapapun yang hadir pada hari itu pastilah sangat bangga melihat dan merasakan semangat juang prajurit pilihan.

image

Bagi teman-teman yang ingin memiliki semangat juang tinggi atau yang sekarang lagi loyo, yuk datang dan saksikan, ikuti selalu jejak rekam prajurit kebanggaan bangsa ini, niscaya semangatnya akan selalu menyala nyala. Sama seperti saya hari ini menjadi semangat lagi, bangkit kembali semangat yang hampir padam.

Kopassus memang beda ! Dirgahayu Kopassus, namamu selalu membanggakan hati ini sampai akhir menutup mata, KOMANDO !

Kalwedo ! Salam Berdaya

TPU

Aksi ziarah ke makam orang tua, anak atau keluarga merupakan sebuah aktifitas yang rutin dilakukan manusia yang bersyukur termasuk saya. Tak terkecuali dalam rangka mengingat rayakan Paskah tahun ini. Selepas tugas pelayanan pada minggu pagi saya lantas bergegas mengajak keluarga pergi ke pekuburan.

image

Beruntung cuaca saat keberangkatan hari itu tidak terlampau panas jadi membuat tambah semangat. Dari kunjungan Ziarah saat ini ada beberapa hal yang mengganggu pikiran saya. 3 TPU yang dikunjungi meninggalkan kesan yang harus diungkapkan. Hal tersebut membuat saya merasa harus menuliskannya disini.

Pertama, betapa kaget saya ketika berkunjung ke pemakaman ayah ada sebuah tulisan dari kertas A4 diletakkan di sebuah batu nisan dari seseorang yang dimakamkan disana. Tulisannya begini ” Belum Bayar Kontrak”, sontak saja saya merasa kaget terharu. Betapa tidak, orang sudah meninggal saja masih dikejar dengan urusan sewa menyewa. Apakah pemilik pemakaman tidak lagi mempunyai data sehingga aksi seperti itu yang dilakukan. Alangkah baiknya jika pemilik cukup menghubungi keluarganya untuk segera menyelesaikan urusan pembayarannya. Bukan dengan cara seperti itu deh sepertinya. Pasti ada alasan dari pemilik namun jelas masih dapat ditempuh cara atau media lain untuk mengkomunikasikan. Mengelus dada saja yang saya lakukan seraya meninggalkan area pemakaman swasta ini.

Hujan turun dalam perjalanan lanjutan menuju pemakaman ibu terkasih. Namun itu tak membuat saya dan keluarga surut semangat. Meski sempat macet namun akhirnya tiba juga dengan selamat. Rupanya di lokasi sudah banyak keramaian. Kendaraan terlihat diparkiran tidak seperti biasanya. Mobil yang akan keluar dan masuk volumenya bertambah dari hari biasanya. Antrean panjang terjadi di dalam pemakaman disebabkan adanya mobil  yang parkir di pinggiran jalan utama pemakaman sehingga menghambat laju kendaraan. Pertanyaan saya untuk pengurus pemakaman disini adalah mengapa tidak dilakukan rekayasa lalu lintas pada hari besar dimana terdapat banyak nyekar dilakukan. Belum adanya pengaturan mobil yang akan masuk keluar ke area Blok atau Blad membuat hambatan terjadi. Seharusnya pengurus pemakaman menugaskan seseorang untuk mengatur lalu lintas. Jalan mana untuk kendaraan masuk dan jalur mana bagi kendaraan keluar. Bukan seperti saat ini hanya menugaskan seorang pengutip parkir saat di pintu keluar saja. Jika perlu di buatkan tanda atau sign lalu lintas agar tidak terjadi hambatan. Celakanya jika ada rombongan mobil jenasah yang akan memakamkan bisa jadi mereka terhambat sejenak sebelum menuju lokasi makam atau blad yang ditentukan karena berpapasan dengan kendaraan yang akan keluar plus ada kendaraan parkir disisi pemakaman. Belum saatnya mengharapkan peziarah untuk saling legowo dalam memberikan jalan mereka kepada mobil lain. Jadi pengurus makam kiranya dapat mengantisipasi hal tersebut karena tidak setiap hari lonjakan peziarah terjadi, hanya pada hari raya besar masing-masing agama saja. Lakukan pengaturan keluar masuk kendaraan sampai ke parkiran utama di bagian depan sehingga tidak ada hambatan atau bahkan kecelakaan karena mobil masuk ke parit atau selokan akibat sempitnya jalan yang dilalui.

image

Hal ketiga, buat pengurus makam. Ahli waris pastinya memiliki kewajiban untuk membayar uang sewa lahan makam. Biaya tersebut asumsinya sudah termasuk pemeliharaan makam. Namun ada daya, setiap ahli waris ternyata juga harus mengeluarkan dana tambahan supaya makam orang tua atau keluarganya dirawat dengan baik. Bila ingin makamnya berumput indah dan terawat ahli waris kudu merogoh kocek lagi diberikan kepada para tukang gali yang sekaligus berperan sebagai penjaga makam di bladnya. Coba tengok di makam keluarga yang tak terurus banyak tulisan nama seseorang dibatu nisan. Bukan nama almarhum atau almarhumah tetapi nama “penjaga atau perawat makam”. Satu penjaga makam bisa menjaga beberapa makam. Jika tidak ingin dirawat yah berbesar hatilah saat berziarah melihat rumput sudah tinggi diatas makam tak karuan. Pertanyaannya, apakah pengurus makam tidak memiliki petugas untuk melakukan perawatan dengan menyewa orang-orang mereka yang bertanggung jawab. Tak sedikit ahli waris ditagih, dihubungi untuk membayar lumpsum selama setahun dimuka. Sekali lagi ini bukan soal seperak dua perak tetapi lebih kepada penertiban biaya yang tak diharapkan. Bila memang dibutuhkan silahkan saja pengurusan biaya pemakaman melalui PERDA sehingga dapat menetapkan harga sewa yang lebih tinggi dibandingkan saat ini asalkan pemeliharaan dilakukan oleh mereka bukan karema hasil negosiasi antara ahli waris dengan para tukang gali yang berperan ganda juga sebagai penjaga atau pemelihara makam. Semoga saja akan ada perubahan.

image

Dari tiga Tempat Pemakaman Umum yang diziarahi pada hari itu, menurut pendapat saya TPU Kali Mulya 3, lokasi makam anak pertama saya termasuk pemakaman yang baik. Salah satu indikatornya adalah tidak ada kutipan lain sama sekali. Entah kalau orang lain yang pasti saya belum pernah mengalaminya. Pengurusnya juga senang melayani, makam dirawat sesuai dengan biaya yang setiap tahun di kenakan Pemda. Sedangkan bila kita bicara Tips saya masih punya hati yang luas untuk memberikannya.

Itulah pengalaman ziarah hari Paskah.
Terima kasih buat Tuhan aktifitas kami hari itu berjalan dengan lancar.

Komuterline 0754
Rabu 29032016
07.44

1 Hari 3 Pelayanan

image

Sabtu 5 Desember 2015 Sarana Kerohanian Kristen atau SKK Indosat Ooredoo kembali mengadakan sebuah kegiatan di luar kantor. Kali ini aktifitas yang djlakukan adalah mengunjungi sebuah Rumah Belajar. Dalam rangka Perayaan Natal Tahun ini, bekerja sama dengan Pelayanan Misi Ecclesia atau PME kerja bareng ini dilaksanakan di daerah Teluk Gong Jakarta Utara.

Pelayanan Bakti Sosial yang diadakan adalah memberikan bantuan bagi Pelayanan Misi yang dilakukan oleh PME dengan membuka Rumah Belajar Ecclesia, rumah bagi anak-anak di daerah RT 05 Kelurahan Pejagalan yang perlu dibimbing pelajaran Sekolah mereka. Sebanyak 25 orang anak dari usia PAUD hingga SMP sudah terdaftar dalam Pelayanan ini. Dengan dibantu oleh beberapa relawan, anak-anak dari kalangan tidak mampu ini akan menerima pelajaran-pelajaran yang dirasakan berat buat mereka. Meskipun ruangan yang disediakan hanya cukup menampung sebanyak 25 orang namun sukacita besar Dan kebahagiaan terpancar jelas dari raut wajah mereka yang senantiasa bersemangat selama acara pembukaan Rumah Belajar Ecclesia tersebut. Kehadiran SKK Indosat Ooredoo yang hadir bersama dengan PME menjadikan siang itu sangat sarat dengan kesukacitaan. Apalagi anak-anak tersebut juga menerima bingkisan Natal yang sudah disiapkan, isinya untuk menunjang proses belajar mereka. Matahari yang menyengat dan rasa panas yang terasa amat sangat di ruangan kecil di Lantai 1 membuat peluh yang keluar dari semua yang hadir tersapu oleh kegembiraan yang dirasakan siang itu.

Selain kegiatan pembukaan Rumah Belajar Ecclesia, SKK Indosat Ooredoo bersama Pelayanan Misi Ecclesia juga mengadakan satu aktifitas Sosial lainnya yakni pemberian sembako kepada warga yang tidak mampu. Sebanyak 250 kupon diberikan kepada warga dan pemberiannya dilakukan di Sekolah Permata Indah yang berdekatan dengan lokasi Rumah Belajar. Proses Penyerahan sembako ini pun berlangsung dengan cukup tertib. Tak ada sama sekali hambatan yang terjadi, meskipun ada usaha dari 1-2 warga yang berusaha mengelabui Panitia dengan menggunakan Kupon Salinan atau bukan kupon asli. Kesigapan yang kuat dari team panitia dan kordinasi yang baik dilapangan membuat pemberian Paket 250 pax berjalan aman dan lancar sebelum jarum jam menuju angka 12. Panitia pun dapat menikmati makan siang dengan nikmat.

Di sela-sela kegiatan Pembukaan Rumah Belajar Dan Pembagian Sembako, sebuah kegiatan atau aktifitas lain juga dijalankan. Bekerja sama dengan Cluster Sales Area Manager di Teluk Gong, warga sekitar juga menerima Kartu Perdana gratis. Selain kepada warga, team sales force juga melakukan attack ke Sekolah tempat Bakti Sosial pemberian sembako dilakukan. Penawaran program menarik dan menggiurkan yang diberikan, membuat team sales force akan hadir kembali di Sekolah pada hari Senin mendatang.

image

Klop sudah, satu hari tiga kegiatan. Semoga apa yang dilakukan oleh Sarana Kerohanian Kristen Indosat Ooredoo bersama Pelayanan Misi Ecclesia dapat memberikan kedamaian hati masing-masing anak-anak anggota Rumah Belajar Ecclesia dan masyarakat sekitar yang sudah menerima bingkisan Natal melalui Baksos yang dilakukan. Atas Attack yang dilakukan oleh team Sales Force diharapkan pemakaian produk Indosat Ooredoo di seputar Teluk Gong, Kampung Gusti juga akan meningkat pada akhirnya.

Ucap syukur kepada Tuhan atas penyertaanMu sehingga 3 acara dapat berlangsung sekaligus. Terima kasih bagi para donatur yang sudah memberikan bantuannya.

Salam Berdaya

Saya Bangga Padamu

image

Betapa saya sangat bersyukur saat ini masih bekerja di perusahaan yang telah ditetapkan Tuhan bagi saya dan keluarga. Ungkapan syukur ini rasanya pas ditebarkan sebab 1 Oktober 2015 lalu genap 15 tahun bakti saya di perusahaan yang tercinta ini. Begitu banyak hal yang patut disyukuri sepanjang tahun kerja yang telah dan akan saya lalui. Sungguh luar biasa para Founding Fathers perusahaan tercinta membangun dasar-dasar insani bagi setiap karyawan. Tak hanya fasilitas kesehatan yang tak ada duanya di antara perusahaan sejenis, pengembangan karyawan khususnya Pelatihan benar-benar diperhatikan. Mulai karyawan bergabung hingga purna bakti masa kerja, karyawan di perusahaan ini sama sekali tak luput dari perhatian manajemen. Salah satu bukti nyata, perusahaan menyelenggarakan Pelatihan yang bertajuk Preparing The Better Future dilaksanakan mulai tanggal 6 Oktober sampai dengan 8 Oktober 2015 di Bandung. Ini adakah sebuah bukti konkrit bahwa perusahaan sangat memperhatikan karyawannya. Tak banyak perusahaan yang mempersiapkan karyawannya untuk memasuki masa pensiun lima tahun sebelumnya. Bukan hanya itu saja, perusahaan pun memberikan kesempatan karyawan yang lima tahun akan memasuki masa pensiun mengajak istri atau suaminya guna mengikuti pelatihan persiapan masa pensiun ini dengan biaya menjadi tanggungan perusahaan.

Pelatihan masa persiapan pensiun atau pra purna bakti atau di perusahaan kami pendekatannya diperhalus penulisannya menjadi Preparing The Better Future benar benar sangat bermanfaat bagi karyawan yang mengikutinya. Melalui pelatihan ini karyawan dapat memindahkan mental sebagai pekerja menjadi mental seorang self employed, usahawan, atau investor. Karyawan disini dapat memahami bahwa uang penghargaan dan uang pesangon yang akan diperolehnya perlu di manage dengan bijaksana. Tak sedikit karyawan yang gagal dalam mengelola keuangannya hingga kurang dari 3 tahun dana yang diterima menguap entah kemana. Pelatihan yang diselenggarakan kali ini bekerja sama dengan PT Duta Transformasi Insani dimana kepada peserta diberikan materi diantaranya ; Financial Planning, Pengelolaan Keuangan Bisnis, Peluang Usaha Yang Menguntungkan, Kecerdasan Finansial, Cash Flow Quadrant Games. Selain pengkayaan dalam hal pengelolaan keuangan karyawan juga memperoleh materi terkait mental karyawan yang akan menjalankan masa pensiun. Materi Indahnya Hidup Bening Hati, Pola Hidup Sehat dan Swicth Mental juga disampaikan kepada semua peserta. Sesudah mengikuti pelatihan ini paling tidak karyawan sudah dapat memutuskan untuk memilih memulai kegiatan apa yang harus mereka lakukan. Apa yang diperoleh selama pelatihan mesti dieksekusi. apakah menjadi Self Employed, Investor atau usahawan.

Jika melihat dan merasakan apa yang ditulis diatas, Rasa Bangga serta Haru muncul dalam hati dan pikiran. Bangga Bekerja di perusahaan yang memiliki program bagi pengembangan karyawannya. Terharu karena pada suatu kesempatan mendatang pelatihan ini akan diikuti oleh saya lagi bukan sebagai observer tetapi sebagai peserta. Itu artinya saya mesti bersiap untuk berpindah kuadran dari pekerja atau karyawan ke Self Employeed atau usahawan atau Investor. Segalanya akan Indah pada waktunya.

Terima kasih Tuhan atas BerkatMu sepanjang masa kerja 15 Tahun saya diperusahaan ini. Saya Bangga Padamu Indosatku ! KALWEDO !

Cara Pencairan Manfaat JHT

Gonjang ganjing terkait pengambilan manfaat Jaminan Hari Tua atau biasa disebut JHT telah berakhir. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua. Peraturan ini ditindak lanjuti dengan menetapkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 19 Tahun 2015 tentang Tata Cara Dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua. Peraturan Pemerintah dan Permenaker itu setidaknya dapat meredam gejolak yang terjadi di masyarakat Indonesia.

Kabar gembira lain, kini peserta dapat dengan mudah mengetahui jumlah Saldo JHT mereka masing-masing melalui smartphone masing-masing caranya dengan mengunduh melalui Apps Store BPJS TK. Data yang dikeluarkan Real Time sampai dengan bulan terakhir penyetoran.

Dibawah ini saya ketik pelbagai ketentuan atau persyaratan yang diatur oleh Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan.

Menurut Pasal 1 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 19 disampaikan bahwa Jaminan Hari Tua yang selanjutnya disingkat JHT adalah manfaat uang tunai yang dibayarkan sekaligus pada saat peserta memasuki usia pensiun, meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap. Manfaat Jaminan Hari Tua dibayar kepada peserta apabila ;

a. Peserta Mencapai Usia Pensiun
b. Peserta Mengalami Cacat Total Tetap atau
c. Peserta Meninggal Dunia

Manfaat JHT bagi peserta mencapai usia pensiun termasuk juga peserta yang berhenti bekerja. Peserta yang berhenti bekerja itu meliputi :

a. Peserta Mengundurkan Diri
b. Peserta Terkena Pemutusan Hubungan Kerja
c. Peserta Yang Meninggalkan Indonesia Untuk selama-lamanya

Perubahan aturan atau manfaat program JHT secara garis besar terjadi dalam ;

1. Batas Usia
2. Jenis Pekerjaan
3. Klaim Manfaat

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 14/1993
a. Mencapai Usia Pensiun 55 tahun
b. Menjadi PNS, TNI/Polri
c. Kepersertaan 5 tahun dengan masa tunggu 1 bulan

Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015
a. Mencapai usia pensiun 56 tahun
b. Tenaga Kerja yang menjadi PNS, TNI/Polri tidak bisa mengajukan klaim
c. Minimal kepesertaan 10 tahun dapat mengambil JHT sebagian:
– Pengambilan JHT maksimal 10% untuk persiapan hari tua; atau
– Pengambilan JHT maksimal 30% untuk membantu biaya perumahan.
d. Peserta PHK dan Resign dengan masa tunggu 1 bulan

Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan, pemberian manfaat JHT bagi peserta yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri harus memenuhi persyaratan :

a. Berhenti bekerja dan sedang tidak bekerja kembali
b. Masa tunggu 1 bulan sejak non aktif kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan
Membawa dokumen :

– Kartu peserta asli
– Surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan yang
ditujukan dan diketahui Dinas Ketenagakerjaan setempat
dengan tembusan ke BPJS Ketenagakerjaan
– Foto Kopi KTP dan kartu keluarga
– Foto Kopi Rekening tabungan jika ingin ditransfer

Sedangkan pemberian manfaat JHT bagi peserta yang mencapai usia pensiun harus memenuhi persyaratan ;

– Kartu peserta asli
– Surat keterangan berhenti bekerja karena usia pensiun dari
perusahaan
– Foto Kopi KTP dan kartu keluarga yang masih berlaku
– Foto Kopi Rekening tabungan jika ingin ditransfer

Pemberian manfaat JHT bagi peserta yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja melalui Lembaga Pengadilan Hubungan Industrial harus memenuhi persyaratan :

a. Terkena PHK dan sedang tidak bekerja kembali
b. Masa tunggu 1 bulan sejak non aktif kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan
c. Membawa dokumen :
– Kartu Peserta asli
– Bukti penetapan phk dari pengadilan Hubungan Industrial
tempat peserta bekerja
– Foto Kopi KTP dan Kartu Keluarga
– Foto Kopi Rekening tabungan jika ingin ditransfer
d. Jika ternyata peserta terbukti masih bekerja dikenakan sanksi sesuai
dengan peraturan yang berlaku

Pemberian manfaat JHT bagi peserta yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja melalui Lembaga BIPARTIT harus memenuhi persyaratan :

a. Terkena PHK dan sedang tidak bekerja kembali
b. Masa tunggu 1 bulan sejak non aktif kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan
c. Membawa dokumen :
– Kartu peserta asli
– Foto Kopi Perjanjian Bersama
– Bukti pendaftaran perjanjian bersama Pengadilan Hubungan
Industrial tempat Peserta bekerja
– Foto Kopi KTP dan Kartu keluarga
– Foto Kopi Rekening tabungan jika ingin ditransfer
d. Jika ternyata peserta terbukti masih bekerja dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku

Bagi karyawan yang akan mengambil manfaat JHT pencairan 10 % dan 30 % dari total Saldo akan dikenakan Pajak Final sedangkan Sisa Saldo sebesar 90 % atau 70 % akan dikenakan Pajak Progresif dimana masing-masing besarnya Pajak Progresif adalah :

a. Rp. 0,- s/d Rp. 50.000.000,- sebesar 5 %
b. Rp. 50.000.001,- s/d Rp. 250.000.000,- sebesar 15 %
c. Rp. 250.000.000,- s/d Rp. 500.000.000,- sebesar 25 %
d. Rp. 500.000.000,- keatas akan dikenakan sebesar 30 %

Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 atas penghasilan berupa Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua ditentukan sebagai berikut :

a. Sebesar 0 % atas penghasilan bruto sampai dengan Rp. 50.000.000,-
b. Sebesar 5 % atas penghasilan bruto diatas Rp. 50.000.000,-

Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 sebagaimana dimaksud diberlakukan atas jumlah kumulatif Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun kalender.

Untuk Karyawan yang akan mengambil atau mencairkan Jaminan Hari Tua 10 % atau 30 % perlu mempertimbangkan ulang rencananya tersebut bila tidak ada kebutuhan mendesak sama sekali.

Proses pencairan JHT dalam masa aktif bekerja selain persyaratan yang telah disebutkan diatas diperlukan juga Surat Keterangan Aktif Bekerja, Mengisi Surat Pernyataan, Mengisi Formulir BPJS Ketenagakerjaan 5 (tersedia di kantor BPJSTK).

Itulah informasi terkait Manfaat Jaminan Hari Tua, bahan dari ketikan ini diambil dari materi sosialisasi salah satu kantor BPJS Ketenagakerjaan yang disampaikan 2 September 2015, semoga bermanfaat.

Salam Berdaya !

Daan Mogot KM 11

image

Terik Matahari cukup menyengat. Debu  jalanan terlihat melayang di udara. Tanah yang ditanami bunga-bunga semua kering. Sejenak pikiran melayang kepada suatu masa duduk diatas bus jemputan memasuki jalan konblok melewati pagar dan pos Security hingga turun dari bus dilapangan parkir sisi lapangan sepak bola sebelum masuk area ring 1 dengan menggunakan akses di Pintu Putar. Hari ini Kamis 10 September 2015, saya kembali lagi masuk ke area Jalan Daan Mogot secara khusus ke KM 11. Disini pada tahun 1996 lalu saya menginjakkan kaki pertama kali untuk memulai bekerja disebuah perusahaan besar yang ditahun itu biasa disebut SATELINDO. Begitu banyak perubahan yang terlihat, semuanya tak dapat menahan kenangan lama yang kembali di recall saat mulai memasuki area Ring 1 menuju Gedung C. Memang sudah banyak penambahan dan pengurangan gedung serta area. Awal 1996 KM 11 hanya memiliki 4 Gedung utama yakni Gedung A – Gedung B – Gedung C Dan Gedung D ditambah Gedung Mechanical Engineering yang terpisah dari keempat Gedung utama tersebut. Tetapi kini di 2015 Semua sudah berganti. Gedung atau Bangunan bertambah. Area Parkir ada yang dikurangi atau ditutup termasuk tak ada lagi Lapangan Sepak Bola yang penuh kenangan dunia Sepak Bola SATELINDO. Tempo dulu aktifitas Olah Raga Dan Seni karyawan itu masuk dalam naungan BPPKS Sejenis BAPOR atau ISAC dimasa kini. Melalui wadah tersebut perusahaan berusaha untuk memasyarakatkan Olah Raga Dan mengolahragakan seluruh karyawan. Lapangan Sepak Bola yang selalu ramai dan penuh cerita kesuksesan dan kesedihan bahkan sempat ada kericuhan. Apalagi pada bulan menjelang HUT Proklamasi Kemerdekaan RI. Lahan Parkir di sisi Lapangan Sepak Bola dahulu bak terminal bayangan di sebuah tempat sebab waktu pagi bus-bus jemputan semua menurunkan karyawan disana Dan saat sore Hari sekitar jam 5 sore bus-bus bersiap kembali mengantarkan karyawan SATELINDO menuju titik-titik terdekat kediaman karyawan. Ada bus Jurusan UKI, bus Jurusan Depok, Rawamangun, Bus mengarah ke Blok M sampai Bus jemputan ke Kota Bogor.

image

Tiba di gedung C, tampak sepi sekarang. Padahal waktu itu disini kadang dijadikan meeting point sebab pusat aktifitas karyawan yang baru datang, akan pergi menunggu mobil operasional termasuk yang ingin ke Bank, semua kumpul dilokasi lobby Gedung C. Tadinya di Gedung C bisa dikatakan pusat kegiatan karyawan karena para Direksi semua berkantor di Gedung C. Kini ruangan kantor di Gedung C hampir semua sudah tak diisi oleh karyawan administrasi terutama di Lantai 1 sebab sudah berganti fungsi. Hanya ada aktifitas karyawan di Ruang Kerja Lantai 2. Layanan Contact Center yang tadinya dipusatkan di B1 dipindahkan ke Gedung C lantai 2. Beberapa tahun lalu di lantai 2 inilah merupakan Ruang HR atau SDM, Ruang Divisi Internasional, Ruang Treasury tersedia disini termasuk ruang Foto ID Karyawan.

Saya sendiri awal Bekerja menempati ruangan di Gedung D Lantai 1 yang tempo itu termasuk Gedung baru karena baru selesai dibangun. Sekarang diisi oleh bagian Fungsi Kartu. Di salah satu sudut Gedung D bagian atas koridor menuju Gedung A saya mencari sebuah Alat yang tempo dulu dipakai untuk mengusir energy negatif. Ternyata masih terpasang meski sudah usang dan tak berfungsi lagi. Kenapa Alat kincir itu dipasang konon katanya bisa mengusir roh jahat sebab beberapa kali ada karyawan mengalami keadaan mistis.

image

image

Ah senangnya berkunjung ke KM 11 Hari ini. Begitu banyak kenangan yang terjadi di lokasi. Cerita tentang ular, Kisah berbau mistis semuanya ada. Gedung tersebut bersama tanaman, pagar adalah saksi hidup. Bagaimana sorak sorai penonton Sepak Bola terdengar sayup sayup dalam ingatan. Teringat pula waktu ada peristiwa keracunan makanan dialami oleh karyawan saat menyantap makan siang di Gedung C Lantai 1. Kantin tempo dulu sudah dipindah ke lokasi lain dekat Gedung C1 Dan Gedung D. Bangunannya bernuansa Bali tetap Kokoh berdiri.

KM 11, namamu Selalu tetap dihati. Meskipun roda jaman akan melindas engkau. Perumahan boleh kokoh berdiri mengelilingimu tetapi kenangan Indah bersamamu lebih Kokoh lagi terekam dalam pikiran Dan kehidupan saya pribadi. Begitu banyak memori Indah dialami.

Terima kasih KM 11, saya takkan melupakanmu

Salam Berdaya

Yuk Jaga Pola Makan : In Memoriam Brian Katipana

image

Baru saja sandarkan badan ke salah satu Pintu yang tertutup di Komuter Line, sebuah pesan melalui what’s app masuk seraya menyapa saya. Oh rupanya dari seorang ponakan yang sedang jaga adiknya di Rumah Sakit di bilangan Pasar Rebo. Dua sampai tiga kali saling berbalas lha kok Infonya malah adiknya yang dirawat sudah tidak ada nadinya. Dokter dan perawat sedang menangani Roberto Brian Katipana,  biasa dipanggil Brian. Upaya mereka untuk membangkitkan denyut Jantung rupanya gagal. Pesan terakhir masuk, “Brian uda gak ada Om”.

Membaca pesan tersebut saya pun langsung Keluar dari kereta dan meluncur menuju Rumah Sakit. Kenapa bisa secepat itu yah ? Hari Minggu lalu baru saja nengok Brian 3 Hari kemudian kok bisa langsung kambuh dan dipanggil oleh Tuhan. Isteri dan seluruh kerabat saya info kan. Semua kaget Dan heran, kok secepat itu Brian pergi. Dalam usia 32 Tahun, Tuhan lebih Sayang dirinya sehingga DIA memanggil pulang ponakan saya ini. Selamat Jalan ya Brian, Tuhan Yesus senantiasa menyertaimu di Taman Firdaus.

Peristiwa kepergian Brian yang begitu cepat dan proses mengapa ia jatuh Sakit perlu jadi pelajaran buat kita semua. Sekali lagi Pola Hidup yang seimbang kudu dijalankan. Antara makan dan Istirahat perlu dijaga secara utuh. Ponakan saya ini paling suka sekali makan mie instant, jarang sekali makan nasi. Almarhum juga merokok yang cukup berat namun sepertinya bukan itu saja yang menjadi sebab. Kegemarannya menikmati minuman penambah kekuatan yang ada sepertinya merupakan salah satu pemicu penyebab kesehatan nya terganggu. Selain itu minum kopi juga menjadi salah satu alasan kesehatannya menjadi tak baik termasuk hanya menikmati kesukaannya tanpa makan. Jadilah Lambung almarhum Brian termakan oleh hal yang tidak sehat tersebut sebab ini dilakukan bukan satu atau dua kali saja tetapi sudah menjadi kebiasaan. Sewaktu masih hidup kan sering main kerumah, yang dicari ke tantenya, ada mie gak, kopi dimana ya tan. Jika sedang keluar kota menyetir mobil sementara saya makan almarhum mintanya cukup kopi atau minuman penambah kekuatan. Akhirnya tak heran jika lambungnua bermasalah seperti pengakuannya ke papinya. Sampai Tuhan memanggilnya dokter sedang melakukan Perawatan Lambung dengan memasukkan selang melalui hidungnya. Bantuan oksigen pada lubang hidung sebelahnya. Tetapi tindakan tersebut sudah terlambat sebab Lambung nya mungkin sudah Akut sakitnya. Akhirnya perawatan selama dua minggu berakhir. Sekali lagi yuk kita sama-sama jaga Kesehatan, pikirkanlah dengan bijak makanan dan minuman yang kita asup. Emang enak sih semuanya cuma pikir lagi deh.

Buat Brian selamat beristirahat dirumah Bapa kita yang senantiasa kau panggil namanya sebelum malaikat maut menjemputmu dipagi hari nan cerah. Adikmu yang tak hentinya menangisi kepergian  kakaknya sedari pulang sekolah turut mendoakan dirimu. Ia begitu kehilangan dirimu Brian, Kebersamaan dirimu dengan dirinya sangat terpatri dalam Loh Hatinya. Namun itulah jalan terbaik bagi Brian daripada derita, erangan sakit di Bangsal Flamboyan terus dirasakan setiap saat.

Takkan ada lagi yang Omwelly bisa mintakan tolong bila akan Keluar kota. Tiada akan pernah juga Mendengar panggilan dari Obama Dan Obaja “Kakak Brian” dirumah kami sebab Tuhan Yesus sudah memanggilmu seperti yang Brian katakan ke papi dalam alam bawah sadarmu yang mengutarakan “Pi, aku kan udah gak ada, udah ketemu Tuhan Yesus” igau dirimu yang didengar papimu sehari  sebelum Brian benar-benar meninggalkan segalanya didunia ini pada hari Rabu 9 September 2015 Pukul 07.17 WIB.

Selamat Jalan Brian, Selamat Jalan
Kakak Brian Tuhan Yesus Memberkati dan sampai bakudapa kombali.

Hari Pertama Sekolah Obama

image

Orang tua mana yang tidak ingin menyaksikan perkembangan anak-anak terkasih mereka. Setiap orang tua pasti ingin kebersamaan dengan anaknya terekam indah dalam ingatannya. Saya pun tak ingin moment penting dalam kehidupan anak terlewatkan begitu saja. Termasuk disini keberadaan dan kesempatan bagi saya mengantarkannya saat hari pertama anak saya bersekolah. Apa yang saya lakoni disini bukan ingin menerapkan imbauan sebuah kementrian yang menghimbau agar setiap orang tua dapat mengantarkan anaknya ke Sekolah pada  hari pertamanya. 

Aktifitas mengantarkan anak saya dihari Pertama Sekolahnya sudah merupakan janji iman pribadi. Saya ingat dua tahun lalu yaitu pada hari Senin 15 Juli 2013 saya pertama kalinya mengantarkan anak terkasih Obama masuk TK. Dan kini dua tahun berselang tepatnya pada hari Jumat 24 Juli 2015 saya kembali mengantarkan anak saya ke sekolah pada Hari pertama ia sekolah. Kesempatan kedua ini saya lakoni dengan mengantar Obama melangkahkan kakinua di Sekolah Dasar. Enam tahun lamanya ia akan bersekolah di Sekolah ini. Mengantar Obama ke Sekolah sepertinya klop dengan aktivitas bernuansa rohani yang digelar disekolah. Saya pun merasa bersyukur karena di sekolah ini sedari awal sudah di tanamkan nilai-nilai Iman Kristen. Semua murid berkumpul di lapangan tengah sesudah bel Sekolah berbunyi. Terdengar lagu rohani dinyanyikan Oleh para murid dan guru yang hadir. Tak hanya itu renungan singkat juga disampaikan pada pagi itu.

Nilai-nilai Keimanan sedari kecil mesti ditanamkan. Orang tua dan Sekolah sudah semestinya berkolaborasi dalam membentuk keimanan anak didik. Tujuannya hanya satu agar kelak anak didik teguh dalam mempertahankan keimanannya. Takkan mudah menjual dengan kepingan Perak apalagi menggadaikan Iman mereka dengan cinta duniawi yang beberapa kali sering saya jumpai. Aktif digereja sejak Sekolah Minggu hingga Pemuda tapi saat dewasa malah menjual Yesus hanya karena seorang pria atau wanita apalagi semalam saya pun baru mendengar  informasi seorang pemuda di Gereja kami yang menyeberang menjadi keluarga keturunan Ismael. Ampunilah mereka Tuhan sebab cinta nafsu sudah menutupi Iman mereka kepadaMu.

Satu acara yang membuat lega diri saya yakni sebelum meninggalkan kelas saya juga melihat dan mendengar Ibu guru mengajak anak murid Kelas 1 untuk Berdoa. Wow, senang rasanya anakku Sekolah disini. Saya jadi tambah yakin bahwa sekolah ini sudah berbeda dengan sekolah sebelumnya. Terima kasih dan ungkapan syukur saya sampaikan kepada Tuhan karenanya.

Selamat Menempuh Pendidikan Dasar Anakku Joe Terkasih, Jangan Takut akan masa depanmu karena Tuhan Yesus sudah ada disana menyiapkan segala sesuatu untuk anaknya yang setia sampai akhir.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.756 pengikut lainnya