Catatan Khotbah Opa : Sesal Kemudian Tak Berguna

image

Khotbah Minggu 19 Oktober 1980
Hakim-Hakim 11 : 29 – 40

“Jika tidak ingin menyesal, keputusan kita harus lahir dari pertimbangan yang matang dalam penyerahan pada pimpinan Tuhan”

Riwayat hidup Yefta luar biasa. Yefta anak Gilead dari seorang perempuan sundal. Ia diusir saudara tirinya yang menghendaki harta warisan mereka jatuh penuh ke tangan mereka. Yefta meninggalkan rumahnya dan di Tob bekerja sebagai pemimpin perampok. Dalam keadaan terdesak bangsa Israel mengutus para tua-tua untuk mengundang Yefta menjadi pemimpin Israel menghadapi bangsa Amon. Yefta menerima undangan tersebut sesudah terjadi perjanjian bahwa ia diakui tua-tua untuk memimpin bangsa Israel. Yefta tidak mendendam tidak juga membalas kejahatan dengan kejahatan. Yefta tahu dengan pasti bahwa Tuhanlah hakim yang berdaulat penuh. Yefta yang menurut penilaian manusia tersisih justru dipilih Allah. Tetapi pilihan Allah itu besar kuasa nya. Perubahan tajam terjadi pada diri Yefta. Jalan hidupnya berubah, sikap hidupnya berubah. Tujuan hidupnya pun berubah. Ditangan Tuhan dia menjadi alat pembebasan Tuhan yang ampuh.

Pertentangan Israel dengan Amon adalah tentang tanah yang diduduki Israel. Mereka menuduh Israel merampok tanah mereka. Tetapi menunjuk pada fakta sejarah, Yefta menyalahkan tuduhan tadi. Sebab bangsa- bangsa itu yang mudah menyerang Israel. Tuhan yang berkuasa menyerahkan ini ke bawah tangan Israel. Yefta berpegang pada kedaulatan dan kehendak Allah pemilik dunia ini. Serangan Israel sebenarnya adalah serangan terhadap rencana Tuhan yang memilih Israel untuk menyelamatkan dunia ini. Maka tindakan Tuhan memilih dan membela Israel sama sekali bukan pilih asih. Pertimbangan iman tentang kenyataan hidup ini jauh berbeda dengan pertimbangan yang dibuat dari posisi tidak beriman. Itu sebabnya logika yang bertitik tolak dari iman, tidak pernah bisa bertemu dengan logika ya menilai tanpa iman. Orang KRISTEN pun tidak luput dari kemungkinan salah menilai. Karena itu, penting selalu mulai berpikir dan melangkah dari Tuhan dan rencanaNya. Pertempuran Israel dengan Amon tak terhindarkan lagi. Tuhan mengirim Rohnya kepada Yefta. Sebelum maju berperang Yefta bernazar akan mempersembahkan sebagai korban bakaran apa saja yang keluar dari pintu rumahnya saat ia tiba kembali dari peperangan.

image

Yefta menang gemilang. Tetapi yang menyambutnya pertama adalah anak perempuan tunggalnya yang belum menikah. Walau kaget dan terpukau ia tidak dapat mundur dari nazar yang sudah terlontar. Anaknya menerima nasibnya dengan berani. Ia meratapi kegadisannya sebelum dipersembahkan kepada Tuhan.

Bukankah sering keputusan dan tindakan kita, kita sesali kemudian hari. Semuanya terjadi karena kita tidak mempertimbangkan masak-masak. Apa yang melandasi niat, ucapan, janji dan tindakan kita ? Pikiran, Perasaan. Penilaian, Kemauan dan Keputusan kita harus dilandasi oleh kebenaran. Jika tidak ingin menyesal, keputusan kita harus lahir dari pertimbangan yang matang. Dalam penyerahan pada pimpinan Tuhan Yang Maha Kuasa sumber dari kehidupan kita pribadi lepas pribadi.

Catatan Akhir :
1. Yefta menurut penilaian manusia tersisih, tapi justru dipilih Allah
2. Pertimbangan Iman
3. Bukankah sering keputusan kita, kita sesali dikemudian hari

Sumber :
Catatan Khotbah Pdt. F.S Katipana
Diketik ulang oleh Dkn W.Katipana
Jumat 27 Maret 2015

70 : 20 : 10

702010

Salah satu prinsipil dari NLP atau biasa disebut The Presuppositions of NLP mengatakan “Learning is Living, we can not not learn”. Asumsi yang dianggap benar ini ingin mengatakan bahwa banyak jutaan informasi masuk kedalam pikiran setiap detik setiap saat. Kita senantiasa belajar dan belajar selalu sepanjang kehidupan ini. Proses belajar takkan pernah terhindarkan oleh kita selama nafas masih dikandung badan.

Melalui ketikan ini mari mengingat kembali selama ini aktivitas yang menurut pengalaman diri kita selama ini apa yang memberikan suatu “perubahan” paling besar dari sisi peningkatan kemampuan dan kompetensi Pribadi ? Sebagian besar kita mungkin mengatakan ketika ia diberi penugasan baru. Sebagian lagi ketika terlibat dalam projek yang melibatkan orang-orang yang expert dalam bidangnya. Beberapa orang lain justru mengatakan mereka merasa dirinya berkembang setelah ia membaca buku yang inspiratif atau setelah mendapatkan “coaching” dari atasan bagaimana melaksanakan sebuah tugas agar lebih efektif. Fakta –fakta yang diangkat dari realitas tersebut membuktikan bahwa mengikuti training, baik di dalam maupun di luar negeri bukan merupakan satu-satunya cara untuk pengembangan diri.

Asumsi di atas memang tidaklah terlalu salah, mengapa demikian ? Hal ini sejalan dengan pemikiran Michael Lombardo dan Robert W. Eichinger dari Center for Creative Leadership. Keduanya menyatakan bahwa pengembangan diri seseorang untuk karir dan performansi yang lebih baik adalah mengikuti metode 70:20:10.

Apa yang dimaksud dengan metode 70 : 20 : 10?

Riset yang dilakukan menunjukan bahwa 70% peningkatan kompetensi diperoleh melalaui praktek mengerjakan secara langsung baik melalui on the job training seperti masa percobaan untuk jabatan/posisi lebih tinggi atau penyelesaian assignment setelah mengikuti sebuah training. Kesempatan melakukan sebuah pekerjaan secara langsung ternyata membuat seseorang mencoba dan merasakan langsung dimana hal tersebut akan menggiring pada proses pemecahan masalah terkait pekerjaan yang telah terbukti sebagai metode yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan dan kapabilitas seseorang.

Selanjutnya 20% efektivitas dalam proses pembelajaran diperoleh langsung dari proses coaching dari line manager. Melalui proses mentoring dengan role model yang dipilih, Benchmarking atau berinteraksi secara langsung dengan orang-orang yang ahli dalam bidangnya juga merupakan sebuah cara meningkatkan kemampuan seseorang. Sedangkan 10% lagi pembelajaran diperoleh melalui pelatihan atau training apakah in house atau public training, e-learning, seminar atau sharing knowledge.

Berdasarkan studi Lombardo di atas, sudah saatnya kita untuk memulai mengalokasikan strategi dan metode belajar kita. Belajar ternyata dapat menggunakan banyak cara dan metode yang bisa dipilih oleh masing-masing dari kita.

It is your Choice ! Ya, Pilihan tersebut tentu ada di tangan kita. Untuk mencapai peningkatan kompetensi yang kita inginkan ada baiknya kita dapat memilih proses belajar sesuai pilihan kita. Pilihan yang harus kita lakukan dengan sebaik-baiknya.

Salam Berdaya !
Diketik dari pelbagai sumber

Debangors Family Gathering 2015

image

Sabtu 7 Maret 2015, sehabis mengantarkan anak terkasih Obama mengikuti tes masuk penerimaan Sekolah Dasar, kami sekeluarga langsung menuju Sentul. Hari ini saya dan teman-teman yang menamakan diri Grup Debangors memiliki acara Family Gathering. Acara yang digagas oleh sekelompok karyawan yang memiliki frekuensi yang sama diadakan di sebuah lokasi yang tak jauh dari Jakarta,  Namanya Kampung Wisata Sentul. Lokasi Wisata Edukasi yang belum banyak dikenal ini sepertinya cocok buat hiburan keluarga. Acara Gathering ini juga merupakan kelanjutan dari kegiatan silaturahmi yang selama ini dilaksanakan. Tujuan kumpul-kumpul tiada lain hanya untuk mempererat silaturahmi yang selama ini telah dibina. Dalam pekerjaan sudah dibebani tugas masing-masing, diluar jam kerja saatnya melakukan  relaxation dengan kumpul-kumpul bersana. Jika selama ini hanya karyawannya saja, kini acara diikuti oleh isteri, suami dan anak-anak. Tidak tanggung tanggung, rekan dari Bandung juga hadir di acara ini padahal ia sedang cuti.

Perihal lokasi, kekhawatiran saya sebelumnya teman-teman kurang menyukai lokasinya namun ternyata dugaan saya salah. Semua anggota Debangors dan keluarganya justru merasa senang luar biasa. Mereka tidak hanya mengagumi lokasi dan acaranya bahkan semua sepakat melanjutkan apa yang sudah dilakukan hari ini pada kesempatan mendatang.

image

image

image

Semoga saja di kesempatan mendatang Debangors dapat berjumpa lagi bersama seluruh keluarga. Pertemuan di Kawasan Sentul yang penuh rasa bahagia ini paling tidak akan menjadi awal dari sebuah aktifitas yang bermanfaat bagi seluruh Debangors.

image

Terima kasih sudah makan bareng nasi liwet atau Cucurak, anak-anak mancing dan menangkap ikan dilokasi yang luar biasa asik punya. Tidak bosen bertandang ke sini jika ingin kesenangan bersama keluarga karena lahan wisata seharian seolah menjadi milik sendiri karena tidak ada kelompok lain yang menggunakan sebab memang begitulah kebijakannya. Kampung Wisata Sentul merupakan tempat yang luar biasa buat outdoor activity bagi keluarga. Edukasi menanam padi, menangkap ikan dan suguhan nasi liwet menjadi pelengkap setiap kunjungan ke lokasi ini. Tak kalah seru main di Sungai Cikeas menambah meriah acara bagi anak-anak yang sudah tak menjumpai sungai yang masih bersih di Jakarta dan Depok.

image

1a

image

Kegiatan setengah hari Debangors ditutup dengan kunjungan ke rumah salah seorang keluarga Debangors yang dituakan di lokasi yang tak jauh dari lokasi. Enam kendaraan beriringan menuju perumahan yang berdekatan dengan jalan tol Jagorawi. Sambutan ramah tamah khas Sunda membuat betah kami semua sehingga terasa berat untuk meninggalkan lokasi meski akhirnya kembali juga karena tuan rumah punya acara lain diluar kota. Foto Bersama seluruh keluarga besar Debangor mengakhiri kebersamaan hari ini.

Sampai Jumpa lagi Kawan,  KOMANDO !

Orang Tua-Isteri-Anak-Saudara-Tetangga # Mana Pilihan Kita ?

images

Niatnya memang ingin Ibadah pagi jam 06.00 jadi meski separuh hati masih bermalasan akhirnya jadi juga meluncur menuju Simpangan Depok guna beribadah Minggu di GPIB PANCARAN KASIH Depok hari ini 22 Februari 2015.

Pada Ibadah Minggu ke-VI Pra Paskah ini juga sekaligus diadakan Syukur Hari Ulang Tahun Ke-50 Pelayanan Kategori Persekutuan Kaum Perempuan atau biasa disebut Pelkat PKP. Pelkat PKP sebenarnya lahir pada tanggal 18 Februari 1965 dimana pembentukannya diawali oleh berkumpulnya 59 perutusan organisasi kaum ibu dari pelbagai Jemaat GPIB di Gedung Pertemuan Jemaat GPIB MARANATHA pada 22 April 1960. Sampai disini info tentang HUT Pelekat PKP selanjutnya saya ingin berbagi berkat lainnya.

Hari ini bagi saya menjadi sangat lengkap seusai meresapi khotbah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Pancaran Kasih yang baru yakni Pdt. Ny. Sonya A Medyarto S. Bacaan Alkitab yang dibawakan pada hari ini terambil dari Kitab Ester 1 : 1-22. Wow ! Cukup panjang juga yah bacaannya pada hari Minggu ini.

Kisah Raja Ahasyweros yang menyelenggarakan Pesta atau Perjamuan selama 180 hari plus 7 hari lagi perjamuan bagi rakyatnya. Bacaan dengan perikop Ratu Wasti Dibuang dipagi hari ini sangat menyentuh hati saya dan jemaat yang hadir. Bukan hanya soal gaya khotbah yang dibawakan oleh Pendeta Sonya saja namun Firman yang ditaburkan juga menyentuh hati saya pribadi.

Seperti yang diungkapkan oleh Pelayan Firman, melalui perumpamaan, ketika seorang mahasiswa yang sudah menikah di tanya oleh seorang dosen teologi dalam salah satu pertemuannya, “Siapakah orang-orang yang menurut saudara orang yang paling berpengaruh dalam masa depan saudara ?” . Maka mahasiswa yang ditanya mulai menjawab dengan mengurutkan seperti berikut :

1. Orang Tua
2. Istri
3. Anak
4. Saudara
5. Tetangga

Sang Dosen tidak berhenti sampai disitu saja. Ia kemudian melanjutkan dengan pertanyaan berikutnya “Dari kelima orang tadi, jika saudara diminta untuk menghapus, menghilangkan 2 orang yang sangat berpengaruh dalam masa depan saudara, mana yang akan saudara pilih ?”.

Pertanyaan sang Dosen inipun masih dengan setengah mata dijawab dengan mudah, maka dicoretlah 2 orang terakhir nomor urut 4 dan 5, yaitu Saudara dan Tetangga sehingga susunannya menjadi seperti ini :

1. Orang Tua
2. Istri
3. Anak

Rupanya Si Dosen ini belum juga selesai dengan pertanyaannya, dia kembali mengajukan pertanyaan yang sama menjadi, “Siapakah diantara ketiga orang yang telah saudara pilih dari 5 orang pilihan saudara merupakan orang yang akan sangat berpengaruh dalam masa depan saudara, Coretlah 2 (dua) orang dari 3 orang pilihan yang tersedia ?”.

Sampai disini sang mahasiswa mulai berpikir keras. Bagaimana mungkin ia mencoret orang tua yang telah melahirkan, membesarkan, membiayai hidupnya hingga sekarang. Juga ia berpikir manalah tega ia menghapus anaknya yang merupakan darah dagingnya sendiri. Waktu pun hampir habis, dengan berkeringat dingin, mahasiswa inipun dengan menangis dan gemetar mulai mengambil spidol. Ia kemudian mencoret Nomor urut 1 dan Nomor Urut 3. Betapa berat dirasakan namun itulah keputusan yang dia tempuh.

Sang Dosen pun menanggapi bagaimana mungkin saudara melupakan jasa-jasa orang tua yang selama ini sudah memberikan hidup mereka untuk anak-anaknya termasuk saudara. Apa yang akan dikatakan orang bahwa seorang anak sudah melupakan orang tuanya. Lalu terkait pilihannya yang kedua, sang dosen mengatakan, sungguh teganya saudara membuang anak kandung sendiri, darah daging sendiri dari kehidupan masa depanmu.

Dengan terisak-isak, sang Mahasiswa teologi ini mulai mengungkapkan salah satu alasannya yakni karena Firman Tuhan sudah menyatakan bahwa ” Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya sehingga keduanya itu menjadi satu daging”.

Dalam konteks bacaan ini, pelayan firman ingin mengajak seluruh jemaat untuk menghormati Kaum Perempuan yang “dibuat” dari tulang rusuk lak-laki. Perempuan dibuat bukan dari Kepala untuk memimpin laki-laki, bukan pula dari kaki sehingga diinjak-injak. Perempuan dibuat dari rusuk laki-laki sehingga perempuan menjadi bagian hidup keduanya.

Selamat Hari Jadi Bagi Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Perempuan GPIB ke-50. Tuhan Kiranya Memberkati Pelayanan dan Seluruh Kaum Perempuan di GPIB khususnya dan Indonesia umumnya.

Sumber : Catatan Pribadi Khotbah Minggu 22 Februari 2015
Pelayan Firman : Pdt. Sonya Medyarto

Cucurak : Nasi Liwet Sambal Goreng

wpid-p_20150219_124424.jpg

Kamis 19 Februari 2015 dua buah kendaraan membawa kami menuju Kampung Wisata Sentul. Perjalanan ditengah suasana mendung sesekali ditemani hujan rintik ini memakan waktu sekitar 1 jam, kami sudah tiba dilokasi eks Perumahan Mentari Resort Sentul. Bau kotoran sapi memang sempat tercium namun semua itu seolah hilang sekejap dengan suasana pedesaan yang kental. Rombongan disambut dengan makanan minuman khas pedesaan seperti Wedang Jahe dan Rebusan Kacang, Pisang Rebus serta Jagung Rebus. Tanaman buah-buahan terhampar di dalam lokasi, dedaunannya bergerak seolah melambai menyambut kedatangan saya dan rekan-rekan sepelayanan. Sejauh mata memandang pada setiap pepohonan organik terdapat nama pohon yang ditanam. Beberapa terlihat sudah menghasilkan buah. Selain itu di lokasi memiliki 2 buah kolam ; kolam pertama dekat dengan bangunan induk dipakai untuk pemancingan. Kolam kedua dipergunakan untuk melepaskan ikan. Kolam kedua kedalamannya hanya selutut orang dewasa. Menurut Pak Pian dan Kang Jain yang mendampingi rombongan, kolam tersebut dipakai untuk lomba menangkap ikan mas bagi anak-anak. Berdampingan dengan kolam anak-anak pada bagian atas ada sawah untuk menanam padi sedangkan di bagian bawah adalah hamparan puluhan pohon pepaya setinggi orang dewasa, terlihat berbuah cukup lebat. Suara aliran Sungai Cikeas terdengar cukup keras dari jalan setapak yang dilalui menambah kedamaian bagi hato. Di ujung lahan terdapat sebuah saung yang berdampingan dengan tanaman Sayur Buncis dan Jagung siap panen.

Di Kampung Wisata Sentul yang mulai beroperasi pada tahun 2013 ini terdapat bangunan berdinding bambu yang dipakai sebagai kantor. Dibagian bawah selain kantor ada juga balai-balai berbahan baku dari bambu yang dapat digunakan untuk tempat tidur. Di sisi bagian atas terdapat 2 buah kamar juga berdinding dan berlantai bambu. Sebagai pusat kegiatan, pengunjung dapat memanfaatkan sejenis Hall atau Aula terbuka, cukup untuk sekitar 50 orang. Di ruang terbuka ini kami menggelar pertemuan. Cuaca gerimis, tubuh terasa dingin, pisang rebus dan wedang jahe menjadi kawan sepanjang pertemuan berlangsung

wpid-p_20150219_135151.jpg

Pengelola Kampung Wisata Sentul memiliki program andalan yakni Wisata Edukasi Pertanian khususnya bagi anak-anak. Disini pengunjung dapat mengambil Paket Edukasi Pertanian minimal 10 orang. Anak-anak diajari Cara Menanam Padi, Memetik Sayur, Memberikan Makan Sapi, Membajak Sawah juga termasuk menangkap ikan emas dikolam. Saya sudah dapat membayangkan betapa serunya bila aktifitas yang disebutkan dijalankan oleh sekelompok anak-anak. Mereka akan memperoleh pengalaman nyata baru. Bila selama ini games atau permainannya dipakai menggunakan gadget, hari ini kedua anak saya boleh belajar memberikan makan sapi dan menangkap ikan.

Selain aktifitas edukasi ada satu hal yang sangat menarik hati saya saat berkunjung adalah ketika tiba waktu makan siang. Saya dan rombongan makan nasi liwet diatas daun pisang. Katanya cara penyajian makan ini di lingkungan masyarakat Sunda biasa disebut Cucurak atau makan bersama diatas daun pisang yang diletakkan dimeja makan. Wow luar biasa, nikmatnya kebersamaan.

Satu lagi perbendaharaan budaya saya peroleh. Betapa kaya sekali Persada Bumi Pertiwi ini. Aneka keragaman kemiripan budaya dimiliki oleh Bangsa ini. Salah satunya ya Cucurak ini, padanannya mungkin dijumpai salah satunya di daerah Maluku biasa disebut Makan Patita, ada juga yang diistilahkan Potlak, makan ramai-ramai. Cucurak, menurut saya agak unik karena kita makan bersama diatas daun pisang. Kemudian menyantap nasi liwetnya dengan tangan. Kalau pakai sendok sepertinya kenikmatan akan sedikit berkurang. Sambalnya yang mantap menghangatkan tubuh disaat hujan mengguyur siang menjelang sore hari itu.

Suasana hari yang dijadikan sebagai waktu pertemuan sangat mendukung sekali untuk menikmati alam pedesaan yang hampir hilang dalam keseharian hidup, namun hari ini tergambar kembali. Kenikmatan semakin bertambah dengan bermain di kolam anak-anak sesudah menghabiskan nasi liwet dengan cara Cucurak.

Mengucap syukur pada Tuhan karena saya menikmati suasana pedesaan pada hari perayaan tahun baru saudara-saudara saya asal Tionghoa. Melihat sawah, pohon-pohon organik, memberi makan sapi, menaiki kerbau, Spot Pembibitan Tanaman diselingi suara air sungai semuanya menjadi lengkap sehinggga menambah kebahagiaan dalam hidup. Kunjungan kedua ke tempat ini sepertinya akan berlangsung pada kunjungan ketiga, keempat dan seterusnya.

Selamat Tahun Baru China Tuhan Memberkati kita semua. Damai Dihati Damai Di bumi.
Salam Berdaya

Parkir dan Warna

image

Matahari di atas langit TPU Pondok Rangon sepertinya tersipu malu bersembunyi di balik kumpulan awan yang terus bergerak melayang di udara. Hujan turun rintik membasahi tanah pemakaman tepat di hari Ibu ke 86 yang diperingati pada Senin 22 Desember 2014 ini.

image

Menurut catatan petugas parkir yang seolah bertugas layaknya Customer Service Officer, fungsi Meet and Greet disebuah Galeri. Pria ini yang menyapa setiap rombongan kereta jenasah yang masuk. Setidaknya 8 jenasah yang akan dimakamkan termasuk seorang bayi pada pagi hingga siang. Saya mengetahui hal ini setelah bercakap-cakap dengan sebut saja pak Amir sembari menunggu kedatangan rombongan pengantar jenasah ibunda dari seorang jemaat Sektor Betel GPIB Pancaran Kasih yang dalam catatan pak Amir tertulis di urutan kedua yang akan dimakamkan di Pondok Rangon. Secarik potongan kertas bertuliskan data jenasah seperti nama, agama, dari Yayasan mana ada dalam genggamannya. Obrolan saya dengan beliau tak hanya sampai disitu. Saya juga jadi mengetahui kalau dalam satu hari ia dapat mengumpulkan sekitar 300 sampai 400 ribu rupiah dari kendaraan yang membayar ongkos parkir saat akan keluar area pemakamanan. Meskipun kalau ada yang bertanya berapa ongkos parkirnya, ia dengan enteng akan menjawab berapa saja. Lelaki paruh baya ini mengaku memperoleh 20% dari hasil tersebut. Pendapatan harian dapat diambil olehnya untuk makan siangnya baru kemudian ia akan setorkan ke kantor pengelola. “Mobil bagus tapi ngasih cuma srebu” begitulah salah satu keluhnya sewaktu sebuah kendaraan mewah keluar dan pengemudinya memberinya dua koin pecahan lima ratus rupiah. Sukanya pria yang tinggal di daerah Pasar Rebo ini adalah saat hari-hari raya tiba. Menurut pengalamannya selama ini pasti ada yang memberi lebih dari dua ribu rupiah. “Ada yang suka  ngasih goceng ato ceban” akunya pada saya yang sedang menenggak minuman dingin disebelahnya. Percakapan dengan saya pun terputus karena rombongan yang saya tunggu telah sampai. Saya pun mendahului kereta jenasah menuju ke Blad 7 diikuti kendaraan lainnya.

Saat semua keluarga turun dari kendaraan, saya melihat semuanya mengenakan pakaian warna putih. Ada yang berupa kemeja, kaos berkerah dan ada juga kaos oblong, laki-laki ataupun perempuan. Saya pun jadi teringat sekitar dua tahun lalu menghadiri prosesi pemakaman di sebuah Krematorium di Karawang. Ketika itu seluruh anggota keluarga pun  mengenakan pakaian warna putih. Suasananya kayak film-film Triad Mandarin. Baju putih, kaca mata hitam. Siang tadi juga demikian, semua keluarga mengenakan pakaian warna putih. Saya pun mulai kasak kusuk bahkan ketika Prodiakon (maaf kalo salah ketik) sudah memimpin prosesi ibadah pemakaman. Jawaban akan keingintahuan saya kenapa keluarga yang berduka kok pada mengenakan pakaian  warna putih baru terjawab lengkap setelah dirumah.

Saya kagum sekali dengan satu dari ratusan kebhinnekaan adat istiadat di Indonesia. Sebagian besar masyarakat ketika sedang berkabung kebanyakan akan memilih pakaian warna hitam sebagai tanda turut sepenanggungan atau turut berduka cita. Warna hitam ini juga dipakai oleh keluarga saya saat mengantarkan kedua orang tua kami ke tempat peristirahatan. Kenapa warna hitam, karena hitam warna keabadian, warna duka cita.

Sedangkan bagi sebagian masyarakat Tionghoa mereka lebih memilih warna putih sebagai simbol perkabungan. Warna Putih dipakai oleh masyarakat Tionghoa kuno sebagai lambang kemurnian dilanjutkan hingga kini.

Jadi hari ini ada dua pelajaran hidup saya peroleh. Pertama bagaimana kisah pak Amir menyambung hidup dari uang parkir pengasihan dan kedua saya belajar memahami kebhinnekaan dalam kehidupan. Tak soal Hitam atau Putih, karena lebih penting pemaknaan dari Simbol yang terkandung dan yang dipahami oleh hati masing-masing.

Terima Kasih Tuhan atas hari ini.

Anti Pencucian Uang

image

image

Pada tanggal 8-9 Desember 2014 lalu, saya mengikuti sebuah kegiatan sharing session yang diselenggarakan oleh Divisi Talent Development bekerja sama dengan sebuah Bank Asing. Sharing Session kali ini membahas terkait dengan materi Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme.

Banyak sekali informasi bermanfaat diperoleh selama pelaksanaan sharing session yang diadakan di gedung Wisma Antara lantai 15. Saya menjadi paham dengan apa yang biasa disebut RED FLAG. Perbedaan antara pencucian uang dan pendanaan terorisme juga dapat diketahui dengan mengikuti sharing session yang diikuti oleh rekan-rekan dari team back office dan front office. Knowing Your Customer juga menjadi bagian penting yang terserap melalui sharing session ini. Mengingat betapa pentingnya informasi ini rasanya akan menjadi sebuah informasi yang menarik bila dituliskan juga disini. Saya sampaikan beberapa informasi yang diperoleh selama dua hari kegiatan dengan pola Q &A, sehingga lebih mudah dipahami.

Apakah yang dimaksudkan dengan Pencucian Uang ?

Pencucian uang adalah pergerakan dana untuk tujuan menyembunyikan sumber yang sebenarnya, kepemilikan atau penggunaan dana. Proses ini terjadi pada saat pelaku kejahatan berusaha untuk menyamarkan asal muasal dana dan kepemilikan yang kegiatan kriminal.

Bagaimana Proses Pencucian Uang Itu dilakukan ?

Placement :
Menempatkan dana hasil kejahatan ke dalam sistem keuangan.

Layering
Memisahkan hasil kejahatan dari sumbernya yaitu kejahatan nya melalui beberapa tahap transaksi keuangan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul dana.

Integration
Menggunakan harta kekayaan yang telah tampak sah, baik untuk dinikmati langsung, diinvestasikan ke dalam berbagai bentuk kekayaan materi maupun keuangan, dipergunakan untuk membiayai kegiatan bisnis yang sah ataupun untuk membiayai kembali tindak pidana.

MODUS PENCUCIAN UANG

Structuring/Smurfing
Upaya untuk menghindari pelaporan dengan memecah-mecah penyetoran tunai sehingga nilai transaksi menjadi lebih kecil. Ini dilakukan untuk menghindari pelaporan.

U Turn
Upaya untuk mengaburkan asal usul hasil kejahatan dengan memutarbalikkan transaksi untuk kemudian dikembalikan ke rekening asalnya.

Penggunaan Pihak Ketiga
Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan identitas pihak ketiga dengan tujuan menghindari terdeteksinya identitas dari pihak yang sebenarnya merupakan pemilik dana hasil tindak pidana.

Penggunaan Identitas Palsu
Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan identitas palsu sebagai upaya untuk mempersulit terlacaknya identitas dan pendeteksian keberadaan pelaku pencucian uang.

Semoga informasi ini bermanfaat buat kita semua terlebih untuk memperingati Hari Anti Korupsi yang jatuh pada setiap tanggal 9 Desember. Hari Anti Korupsi Internasional ditetapkan oleh PBB pada 31 Oktober 2003 dan diingat rayakan pertama kali di Merida Meksiko pada 9 Desember 2004.

Buat yang kerap mendapatkan durian runtuh di rekeningnya kemudian ditarik lagi, harap berhati-hati. Bagi yang pernah mendapatkan email dari seseorang yang ingin memberikan sejumlah dana warisan dari luar negeri, juga perlu waspada untuk tidak masuk dalam perangkapnya. Apalagi bila tanpa alasan yang jelas menerima barang-barang mewah dari seseorang patut juga dicurigai. Ingatlah pesan Bang Napi, Waspadalah ! Waspadalah !

Salam Berdaya !

Panti Rehabilitasi Mental Gerasa

image

image

Bila suatu hari kita sedang berada di jalanan melihat ada dua tiga orang  mengangkut seorang wanita yang memiliki gangguan mental, baiklah kita tidak terburu-buru menganggap peristiwa itu adalah Operasi Yustisi yang kerap dilakukan instansi Pemerintah. Tahukah kita bahwa ternyata ada sebuah yayasan yang peduli atas keberadaan orang yang mempunyai gangguan mental ditempat-tempat umum disekitar kita ?. Yayasan ini membawa perempuan-perempuan tersebut untuk di pelihara, dirawat dan diperhatikan kebutuhannya. Ada yang diambil dari kolong jembatan, beberapa dibawa dari emperan toko di Pasar dan sebagian di”jemput” di lokasi pembuangan sampah sedang menikmati sisa-sisa makanan.

Rupanya di tengah kesulitan perekonomian yang terjadi dewasa ini ternyata masih ada sepasang manusia modern yang sangat peduli terhadap keberadaan mereka yang terbuang di jalanan. Sekitar bulan Oktober 2011, Pdt. Lukas dan Bunda Ferra beserta keluarga memutuskan sebuah perubahan kehidupan mereka, revolusi mental, mungkin itu bahasa terkininya. Sepasang suami istri ini bertekad untuk melayani Tuhan terutama dalam hal merawat orang-orang “terbuang” yang memiliki gangguan mental. Satu per satu perempuan-perempuan dari pelbagai usia dijemput, diangkut dan dibebaskan dari kehidupan jalanan. Sejak mulai berkecimpung dalam pelayanan terhadap orang yang memiliki gangguan mental, pasangan Sunda Chinese – Manado ini, telah menampung sekitar 47 orang termasuk dua orang yang sedang mengandung dan seorang yang berpenyakit paru. Pak Lukas, demikian panggilan akrab Orang tua bagi Ibu-ibu binaan di Panti Rehabilitasi Mental Gerakan Asih Abadi atau Yayasan GERASA, mengaku total memberikan pelayanan bagi orang terbuang. Ia merasa terpanggil karena banyak keluarga yang tetap saja belum ingin menerima anggota keluarganya padahal sebagian sudah sembuh. Dalam kesaksiannya, sebagai seorang pengasuh Pak Lukas pernah suatu kali dirinya membantu persalinan salah seorang penghuni Panti, ia yang memotong tali pusat dan lain-lain sebelum dibawa ke rumah sakit. Pdt Lukas juga seorang Gembala di sebuah Gereja yang dekat Panti Rehabilitasi. Dia memiliki pengharapan bahwa suatu saat nanti ketika dirinya sudah tak ada didunia ini, para ibu-ibu yang ia percayai untuk memimpin kelompok kecil, seperti Cathrine, salah seorang penghuni dapat melanjutkan pelayanannya ini.  

image

image

SKK INDOSAT pada hari Sabtu 6 Desember 2014 berkunjung ke Panti Rehabilitasi Gerasa yang terletak di Jl. AC Lengkeng No. 13 Kelurahan Bojong Menteng Rawa Lumbu Bekasi, untuk mengingat rayakan kelahiran Yesus Kristus. Tiga kendaraan membawa anggota SKK yang tergabung dalam panitia natal 2014 termasuk ibu Ketua Panitia. Mereka cukup takjub dengan persembahan yang disajikan saat ibadah yang berlangsung dengan penuh sukacita. Para penghuni yang katanya mengidap “gangguan mental” rupanya hafal betul ayat-ayat Alkitab yang diberikan oleh para ibu asuhnya. Siang hari itu dalam ruang pertemuan berhiaskan pohon terang dipojok kanan panggung, satu per satu penghuni dipanggil tampil untuk melafalkan ayat Alkitab dalam pelbagai bahasa, mulai dari bahasa Batak, bahasa Sunda hingga bahasa Mandarin berkaitan dengan peristiwa Natal. Kesaksian pujian oleh seluruh penghuni panti yang didampingi oleh beberapa pengasuh berkaos warna kuningnya Indosat mengakhiri persembahan ibu-ibu Gerasa pada siang hari itu.

Dalam kesempatan tersebut secara simbolis juga disampaikan bantuan kasih dari karyawan Kristen Katolik Indosat, diwakili oleh Ibu Irma Aurora selaku Ketua Panitia Natal. Anggota SKK diberikan penjelasan oleh Pak Lukas, sambil diperlihatkan foto-foto penghuni sewaktu mereka diambil dari jalanan. Bukan untuk mengingat namun sebagai suatu pembelajaran masa lalu yang tak boleh terulang kembali.

Panitia Natal dan Ibu-Ibu Gerasa tak melupakan untuk foto bersama dipenghujung acara dengan sebuah pengharapan bahwa para ibu-ibu ini suatu saat nanti boleh merasakan damai sejahtera Natal bersama keluarganya kembali.

Selamat Natal Catherine, yang tak lagi diterima keluarganya padahal ia sudah sembuh dan menjadi asisten dari pak Lukas. Tugas utama Christine seperti dituturkan oleh Pak Lukas adalah memegang kunci pagar bagian depan hingga belakang. Perempuan asal Ende ini juga dipercaya menjadi “kepala suku” bagi ibu-ibu penghuni Gerasa.

Selamat Natal juga bagi para penghuni Panti Gerasa lainnya, Tuhan Yesus Memberkati dan tentunya senantiasa semangat dalam menjalani kehidupan ditahun yang baru mendatang.

Terima kasih kepada Tuhan atas hari ini dimana saya dan teman-teman boleh menjadi saksi sebuah pelayanan luar biasa dari satu keluarga yang dipakai Tuhan untuk melayani orang-orang terbuang.

image

Diketik di dalam
Komuter Line
Tanah Abang-Depok
17.05

New Office New Spirit New Hope

image

image

image

Cuaca berawan. Mentari kerap tersipu malu bersembunyi dibalik mega. Ah bahagianya hati ini, betapa tidak, hari ini catatan sejarah kembali ditorehkan ke dalam buku besar perjalanan perusahaan tercinta. Sebuah event berlangsung di lantai 18 Kantor Pusat dalam saturangkaian acara peluncuran ruangan baru.

image

Ruang Kerja yang akan ditempati mulai 8 Desember 2014 ini sangat  berbeda sekali dari bentuk ruangan sebelumnya ketika dibangun tahun 1989. Dulu ruangan didominasi oleh partisi, kursi, meja berbahan baku perkayuan dengan sekat, kini ruangan Group Human Resources tampil dengan konsep Open Space Environment. Tak ada lagi sekat pemisah diantara karyawan satu dengan rekan kerja lainnya. Itulah satu perbedaan mencolok antara old office dengan new office. Setidaknya ada dua perbedaan lain yang dihadirkan oleh konsep new open office environment. Perbedaan kedua, Flexi Seating, setiap karyawan diperbolehkan duduk tidak pada tempat biasanya. Mereka boleh bekerja di meja atau tempat yang masih available atau istilahnya work anywhere dimana seseorang dapat berpindah dan berganti tempat duduk setiap hari. Dan yang lebih fantastis ternyata pada konsep Open Environment ini tidak tersedia ruang kerja khusus bagi Group Head dan Division Head, semua bergabung dalam satu area terbuka tanpa sekat pemisah apapun.

Satu-satunya bagian yang memiliki ruang tersendiri hanyalah Departemen payroll dimana disini memang memerlukan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi terutama dalam proses penggajian. Karyawan yang bertugas pada unit ini duduk dalam sebuah ruangan kaca polos terlihat dari 4 sudut yang ada dan terpisah dari bagian lain. Meskipun demikian tetap tanpa sekat pemisah antara karyawan satu dengan lainnya diruang khusus tersebut.

image

image

Open Office Environment yang menjadi konsep andalan ini setidaknya memiliki tiga makna utama. Pertama hal ini merupakan simbol of new culture, simbol sebuah perubahan budaya. Konsep ini juga merefleksikan dua corporate values perusahaan terutama Trust dan Care. Kepercayaan dan Kepedulian di yakini akan semakin bertumbuh diantara sesama karyawan dan pimpinannya dalam sebuah kesatuan solid. Selain itu nuansa keterbukaan terasa kental sekali pada ruangan baru dimana keterbukaan dalam ruang ini diharapkan akan memberikan dorongan setiap karyawan untuk lebih engaged dan bersemangat memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan perusahaan tercinta.

Ruang kerja lantai 18 yang kini memiliki Wall of Fame pada satu sisi ini menyediakan juga 2 tempat yang akan menjadi lokasi favorit karyawan. Break Out Area dan Common Area, area ini dibuat untuk memberikan tempat yang nyaman bagi karyawan saat berinteraksi secara informal. Disini juga dijadikan sebagai ruangan makan khusus bagi karyawan. Jadi takkan lagi dijumpai sejumlah karyawan makan di meja kerjanya apalagi kedepan Clean Desk Policy akan ketat diterapkan tentunya dalam pengawasannya akan ada Sherrif yang senantiasa mengingatkan karyawan.

image

image

Sebuah ruang lain yang gres adalah Cocoon, ruang kaca transparan ini disediakan diantaranya untuk keperluan one on one meeting dan tempat untuk melakukan pembicaraan telepon sehingga tidak mengganggu rekan lain yang sedang bekerja termasuk juga dipakai sebagai ruangan overseas conference call bila dibutuhkan. Karyawan kini tidak lagi menggunakan laci tapi telah tersedia loker bagi setiap karyawan untuk menyimpan dokumen dan peralatan kantor seperti laptop serta barang milik pribadi. Seusai Office Hour maka setiap karyawan berkewajiban menyimpan peralatan kantor dan pribadi di dalam loker yang disediakan.

image

Suasana ruang kerja lantai 18 kini serasa lebih memanjakan karyawan. Karyawan dibuat betah berlama-lama di kantor. Ruang kerja yang dibangun sejak tahun 1989 saat ini telah mengeluarkan atmosfir optimisme yang tinggi. Perubahan fisik lokasi kerja diharapkan akan menumbuhsuburkan semangat berbuat yang terbaik, untuk diri pribadi dan perusahaan. Tak hanya values Trust dan Care yang terefleksikan dalam ruangan baru ini, nilai budaya Passion to be the best kental muncul dari atmosfir seantero ruangan di lantai 18 ini. Alam semesta kiranya mendukung semua pengharapan yang bakal terkuak.

Melalui ruangan kantor yang baru kiranya akan melahirkan ide-ide brilyan yang akan memberikan pengharapan demi kesuksesan perusahaan ditengah tingkat kompetisi yang teramat ketat.

Alam semesta kiranya mendukung dan membawa pengharapan kita sekalian kepada Tuhan semesta alam. Karena Tuhanlah Pencipta Semesta yang akan mengabulkan pengharapan.

Selamat Datang NEW OFFICE, NEW SPIRIT dan NEW HOPE

Orang Padang Peduli Indonesia Timur

image

image

Hari Kamis 20 Nopember 2014 adalah Hari Ulang Tahun Perusahaan dimana hampir 15 tahun saya bekerja. Seperti biasa pada tahun ini perusahaan juga mengingat rayakan hari bahagia dengan membuat sebuah acara. Namun dari satu kebiasaan yang pernah terjadi, apa yang saya lihat dan dengar pada hari ulang tahun ke-47 kali ini sungguh berbeda dengan perayaan Hari Jadi sebelum-sebelumnya. Acara untuk mengingat rayakan hari lahir Indosat yang berdiri sejak 20 Nopember 1967 memberikan sebuah inspirasi baru kepada saya dan seluruh karyawan terutama yang menghadiri puncak acara di kantor pusat Indosat pada siang menjelang sore hari itu. Dari 3 tamu yang diundang, semua berdecak kagum penuh Rasa bahagia adalah saat Masril Koto tampil dimuka. Ia adalah seorang pendiri Bank Petani atau Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis disingkat LKMA Prima Tani di Nagari Kabupaten Agam Sumatera Barat. LKMA ini merupakan cikal bakal Program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan atau PPUAP Nasional. Selain simpan pinjam beberapa produk unggulan juga dihasilkan seperti Tabungan Ibu Hamil, Tabungan Kepemilikan gadget juga tersedia.Penampilan yang sederhana dengan mengenakan jaket dan celana berbahan jeans dia begitu menginspirasi semua karyawan yang hadir.Bincang Orang Maju atau BOM yang di gagas oleh Human Resources edisi kali ini terekam memukau apalagi tampil sebagai host Bung Andy F Noya yang memandu acara yang luar biasa ini.

Semua yang hadir tertawa geli setiap mendengar ungkapan, cerita dari Masril Koto yang begitu polos, lugu namun sangat tepat sasaran serta benar adanya. Ia begitu piawai menceritakan bagaimana waktu pertama kali merintis pembentukan Bank Petani atau LKMA ini. Keluguan, ketulusan serta perjuangan yang pantang menyerah selama awal pembentukan inilah yang pada akhirnya membawa dirinya kepada kesuksesan dalam mendorong petani mendirikan tidak kurang dari 300 Bank Petani atau LKMA di seantero daerah Sumatera Barat. Pria yang tak lulus Sekolah Dasar ini pernah diawal pembentukan Bank Petani datang ke instansi keuangan di Jakarta dimana ia pun merasakan betapa sulitnya masuk ke instansi tersebut untuk menjumpai seseorang yang akan ia temui untuk dimintai pendapatnya bagaimana membuat Bank. Ia berkisah betapa sulitnya bertamu ke kantor Pusat Perbankan, dimana menurutnya lebih sulit masuk ke kantor tersebut dibandingkan masuk ke kantor kecamatan daerah kelahirannya. Setiba di halaman di tanya ini itu, lolos dari sini saat dibagian dalam ditanyakan lagi. Langsung saja hadirin tertawa geli mendengar kisahnya itu. Segala cibiran mesti dihadapi termasuk dari keluarganya sendiri. Ia juga di sore hari dalam ruangan yang dingin itu menceritakan bagaimana sepulangnya dari Jakarta ia dan empat rekan rekannya sempat mengikuti semacam kursus Akuntansi yang membuat mereka malah sama sekali menjadi pusing dan tidak mengerti sama sekali. Namun hal itu bukan menyurutkan cita-citanya membuat Bank malahan ia terus mencari tahu bagaimana dia bisa membuat Bank meskipun tantangan demi tantangan ia hadapi. Brosur yang ada kaitannya dengan pembentukan Bank ia ambil dan pelajari. Manakala ia menemukan informasi tentang Bank ia meminjam lantas di foto kopi. Semua sumber, cara ia tempuh demi terbentuknya sebuah Bank. Termasuk juga saat ia dan kawan-kawan menghadapi persoalan kredit macet. Dana awal yang nilainya 15 juta tidak tahu bagaimana caranya supaya dapat kembali. Tak kurang akal, ia pun membuat aturan yang disepakati bersama jika ada nasabah yang menunggak maka dilakukan sanksi sosial yakni nama penunggak diumumkan di Masjid didesanya saat sholat Jumat, celakanya yang diumumkan tidak hanya orang yang menunggak akan tetapi bisa jadi mertuanya juga. Cara ini menurutnya ternyata ampuh mandraguna sekali karena sejak saat itu tak ada lagi nasabah yang menunggak.

Andy F Noya, host acara Kick Andy, kerap nyeletuk nakal membuat suasana menjadi menyenangkan sekali. Jadi klop acara BOM alias Bincang Orang Maju edisi kelima kali ini menampilkan pembicara yang sangat inspiratif sekali buat karyawan yang hadir terlebih buat saya di hari ulang tahun anak perusahaan Ooredoo ini.

image

Ada setidaknya dua hal yang dapat saya petik dari apa yang diceritakan Pak Masril. Pertama adalah semangat pantang menyerah yang dianut oleh diri pak Masril Koto mesti ditiru. Ia tak peduli dengan pendidikannya, dia tidak mengindahkan cibiran dari orang lain termasuk keluarga dekatnya. Satu tekad dia, bagaimana membuat Bank yang dapat mensejahterakan para petani didaerahnya. Itu saja cita-citanya yang ia perjuangkan hingga ia pun pergi ke Jepang bahkan berencana membawa jalan-jalan sekitar 30 orang anak ke negeri Sakura. Saat ditanya tujuannya apa oleh Andy F Noya ia hanya menjawab, “Yah biar mereka tahu luar negeri aja” langsung disambut tawa hadirin.! Semangat seperti ini sepertinya dapat diinternalisasikan dengan values satu diantara 5 Nilai Budaya perusahaan yakni Passion to be the Best.

Kedua, baru kali ini ada seorang pembicara di kantor saya yang mengajak Pimpinan agar turut membangun Indonesia Bagian Timur. Ketika ditanya  Bung Andy, apa harapan dirinya untuk Indosat pada penghujung acara maka dengan tanpa tedeng aling aling dia mengatakan pindahkan saja tower-tower yang ada di Padang sebagian ke daerah Indonesia Timur, agar daerah di Indonesia Timur {salah satunya Pulau Buru yang ia kunjungi} lebih dapat mengembangkan potensi daerahnya, kontan saja pernyataannya ini membuat gelak tawa hadirin membahana. Ia melanjutkan bahwa tujuannya supaya daerah tersebut bertumbuh mengingat ada peluang atau potensi besar yang belum tergarap disana.

Semoga saja harapan Masril Koto didengar dan ditangkap oleh pimpinan yang hadir untuk mempertimbangkan besarnya potensi wilayah Indonesia Timur. Apa yang diutarakan beliau sungguh membanggakan saya pribadi. Harapannya para pemimpin perlu melihat seperti yang dilihat oleh seorang Masril Koto yang mampu melihat potensi wilayah Indonesia Timur. Secara Business Case bisa jadi masih jauh untuk investasi pembangunan jaringan telekomunikasi disana namun mengapa mesti tidak berani menggarap padahal pihak lain sudah menjangkaunya lebih dahulu.

Terima kasih pak Masril Koto, biarlah saya juga memiliki impian, harapan seperti Bapak dan kawan kawan  yang meletakkan miniatur pesawat di kantor Bank-Bank Petani binaan Bapak untuk memotivasi berbuat yang terbaik, Passion to be the best, terbang setinggi pesawat-pesawat yang mengangkasa dilangit biru yang tinggi. Ini juga bisa dikatakan sejalan dengan cita-cita perusahaan, seperti terkandung dalam arti OOREDOO yang memiliki arti “Saya Ingin”.

Pak Masril anda adalah orang Padang Yang memiliki perhatian untuk daerah Indonesia Timur. Anda sudah membuka mata hadirin bahwa Indonesia Timur punya potensi besar untuk digarap, terima kasih

Salam BERDAYA

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.734 pengikut lainnya.