Rujak Natsepa Mama Merry Suitela 

Jangan pernah bilang sudah pernah ke Ambon jika belum mampir ke lokasi ini. Jarak tempuh yang tidak lama menjadikan Pantai Natsepa kerap sekali jadi buah bibir lapisan masyarakat. Keindahan pantai dengan pasir putih yang indah setidaknya mampu melepas penat bagi siapapun yang mengunjunginya. Selain menawarkan keindahan alam Pantai Natsepa juga memiliki sentra kuliner yang jauh lebih terkenal dari pantainya. Sayang sekali jika kita ke Ambon tak merasakan kuliner di Natsepa yaitu Rujak. Ya, Rujak Natsepa ini telah menggaung namanya ke seantero dunia. Rujak Kacang Natsepa ini enak sekali rasanya. Ada perbedaannya dengan rujak yang pernah dinikmati. Lalu apa ya yang membedakan Rujak Natsepa dengan rujak lain di wilayah lain. Adanya tambahan irisan Buah Pala dalam racikan atau ulekannya bisa jadi membuat Rujak Natsepa beda dengan rujak lainnya. Sebelum bumbu kacang di ulek, irisan buah pala sudah dimasukkan dalam ulekan. Tambahan 1-2 cabai membuat lidah rasanya tak ingin berhenti bergoyang. Pokoknya beda deh dengan rujak kacang lainnya. Sayang saya bukan seperti Pak Bondan yang bisa mengungkapkan rasa yang terkandung dalam Rujak Natsepa.
Rujak Natsepa selain nikmat juga harganya tidak mahal. Cukup merogoh kocek Rp. 15.000 sudah memperoleh kenikmatan yang tak terlupakan. Sambil makan Rujak para Mama di Natsepa kita bisa menikmati juga angin laut yang menghempas dari seberang teluk. Nun jauh di seberang tampak juga perahu atau kapal yang sedang berlayar. Sisi lain keriaan tawa canda pelancong yang sedang menyewa Banana Boat menambah keseruan hari-hari di Pantai Natsepa yang masuk wilayah Negeri Suli Kabupaten Maluku Tengah Propinsi Maluku.

Lalu dari 44 Kios Rujak yang ada kios mana yang paling enak. Secara umum semua rujak Natsep nikmat namun jika disuruh memilih, saya lebih memilih Rujak Natsepa Mama Merry Suitela karena rasanya lebih nikmat bumbu rujaknya. Keramah tamahannya juga patut diberikan jempol. Ia sudah berusia 62 tahun tapi masih terus berjualan hingga pukul 02.00 dinihari terlebih di hari Sabtu-Minggu atau hari libur lainnya. Sesekali ia ditemani oleh anak mantunya menggoyang pergelangan tangan mereka melayani pembeli. Entah alasannya kenapa ia buka lebih lama dibanding kios rujak mama lainnya yang sudah tutup mulai pukul 23.00. Jadi buat siapa saja yang ingin menikmati Rujak Natsepa mari nikmati di kuliner Mama Merry Suitela pasti deh akan kembali lagi. Beliau juga bisa meracik bumbunya supaya bisa dibawa keluar Ambon hingga paling tidak 3 hari masih bertahan tanpa mengurangi rasanya. Selain rujak di tempat Mama Merry Suitela juga menyediakan Es Kelapa bagi yang ingin melepas dahaganya. Dan bagi yang kehabisan pulsa bisa juga membeli disini. Cukup lengkap bukan ? Tak heran beberapa tahun lalu ia pernah diwawancarai oleh sebuah stasiun televisi karena kuliner rujaknya.Silahkan kontak beliau di 0858 2526 2016 untuk pemesanan Rujak Natsepa yang ingin dibawa pulang sebagai buah tangan kuliner asal Ambon Maluku. Awal tahun baru 2017 mendatang Mama Merry Suitela bersama 9 orang lainnya akan berangkat ke Makasar untuk hadir dalam sebuah Festival Wisata Kuliner.

Yuk ke Natsepa, Salam Berdaya

Family Gathering Indosat Ooredoo Ambon 2016

Cuaca pada hari Minggu 27 Nopember 2016 tidak terlampau terik. Tampak kesibukan di Gedung Kuning ditengah kota Ambon. Beberapa orang terlihat dari seberang kantor menggunakan Baju Kaos warna merah. Kaos bagian dada terlihat tulisan hitam merah dengan dasar putih. Ya itulah IM3 Ooredoo, kami akan mengadakan Family Gathering. Lokasi yang dipilih adalah Pantai Natsepa Maluku Tengah. 

Selain untuk lebih mengakrabkan pelaksanaan Family Gathering juga merupakan rangkaian HUT Ke-49 dari perusahaan tercinta.Tema Hari Ulang Tahun 2016 adalah Liberating Your World. Indosat Ooredoo hadir untuk memberikan kebebasan dan keleluasaan dalam berkomunikasi bagi masyarakat umum ďan khususnya Kota Ambon yang akan memperoleh jaringan 4G. Dengan kehadiran 4G IM3 Ooredoo di Kota Ambon maka masyarakat setidaknya memiliki pilihan lain dalam kebutuhan komunikasi. Kehadiran IM3 Ooredoo paling tidak akan memberikan peta persaingan yang lebih sehat.


Family Gathering tahun ini diadakan dengan aktifitas kebersamaan berupa doa syukur lalu makan bersama dan Fun Games ditutup dengan acara bebas. Semua yang hadir tampak bersukacita menikmati indahnya Pantai Natsepa. Permainan yang diberikan selama Fun Games diantaranya Elevator, Street Alley, Komuni Kata dan Indian Chief.

Sepulangnya dari pantai tak lupa kami sempatkan mampir ke Rujak Natsepa yang sudah terkenal yakni Mama Merry Suitela. Persediaan bumbu rujak dan buah hampir habis dengan kehadiran kami.

Terima kasih Tuhan atas pelaksanaan Family Gathering tahun 2016 ini.

Dirgahayu Indosat Ooredoo Ke-49


Betapa bersyukur kepada Tuhan karena saya boleh mengingat rayakan kelahiran perusahaan tempat saya bekerja. Meski jauh dari hiruk pikuk keramaian seperti tahun sebelumnya, kali ini saya merayakan HUT Indosat Ooredoo dalam sebuah kesederhanaan. Tanpa mengurangi makna Hari Kajadiang, saya bersama 18 orang lainnya dengan sukacita merayakan kelahiran perusahaan tercinta. Micro Cluster Indosat Ambon pada 21 Nopember 2016 lalu juga merayakan HUT Indosat Ooredoo ke-49. Hari lahir Indosat Ooredoo sebenarnya jatuh pada tanggal 20 Nopember namun karena tanggal tersebur hari Minggu maka dilaksanakakannya sehari sesudahnya. Perayaan yang dilaksanakan  di Gedung Kuning   Jalan AY Patty No. 79 Ambon dihadiri oleh seluruh karyawan yang bertugas di MC Ambon. Mulai bagian Property, Customer Service, Tehnikal dan anak-anak MPC atau Mitra Pengelola Cluster. Semua tumpah dalam keriaan dibungkus dengan kesederhanaan. Seluruh karyawan pada pagi itu berkumpul dilantai dasar untuk menyampaikan ungkapan syukur atas “Hari Kajadiang”. Acara HUT berlangsung  ditandai dengan pemotongan tumpeng yang diberikan kepada karyawan termuda. 

Dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun, ada 2 kegiatan yang dilaksanakan untuk memperingati hari kelahiran perusahaan tercinta ini. Setelah pemotongan tumpeng, MC Ambon memberikan kejutan kepada 10 orang pelanggan pertama yang datang ke Galeri di hari itu. Pelanggan yang datang memperoleh pulsa gratis dari Indosat Ooredoo atas transaksinya di Galeri. Mereka juga memberikan feedback kepada perusahaan yang di tuliskan pada secarik kertas. Kegiatan HUT tahun ini juga direncanakan oleh MC Ambon dengan memberikan kejutan kepada Outlet yang berada di kota Ambon.

Keseluruhan acara HUT MC Ambon akan ditutup dengan Family Gathering di Pantai Natsepa yang rencananya dihadiri oleh keluarga. Lengkap sudah aktifitas Perayaan HUT Indosat Ooredoo yang diselengarakan di Kota Ambon meski jauh dari kemeriahan seperti yang pernah saya rasakan selama bertugas di Ibukota..

“Harapan saya buat Indosat, semoga kedepan Indosat bisa lebih baik lagi dan bisa meningkatkan jaringannya ke 4G” Tulis Lila di kertas post it kuning warna khas Indosat Ooredoo.

Itulah salah satu harapan masyarakat Ambon yang akan segera terwujud sebelum Natal 2016. Tanpa pelanggan apalah artinya Indosat Ooredoo. IM3 Ooredoo akan hadir dengan Jaringan 4G dalam kota Ambon yang lebih murah dan pro rakyat dibandingkan dengan operator lainnya yang saat ini beroperasi di Ambon. Outlet di kota Ambon juga sudah siap menyambut 4G Plus Indosat Ooredoo apalagi mereka akan memperoleh keuntungan yang lebih besar lagi dibandingkan menjual produk tetangga.

Dirgahayu Indosat Ooredoo ! Jayalah Selalu Di Negeri.

Salam Berdaya !

IM3 Ooredoo Pro Rakyat Maluku : Nelpon Rp. 1 / Detik ke Semua Operator


PT. INDOSAT Tbk yang selama ini hadir melayani masyarakat Maluku pada umumnya dan kota Ambon khususnya kini mulai menggebrak bumi Pattimura. Kehadiran Indosat yang kini didukung penuh oleh Grup Ooredoo Qatar (baca Ooredoo = Uridu, artinya Saya Ingin) menelurkan program unggulan bagi masyarakat Maluku yang menjadi pelanggan setianya. Sejak bulan Juni 2016 lalu Masyarakat Maluku dan Kota Ambon khususnya dapat menikmati kenyamanan dalam kebebasan yang diberikan oleh Indosat Ooredoo dalam melakukan panggilan telepon. Dengan menggunakan Kartu IM3 Ooredoo Rp. 1/ per detik* pelanggan dapat menghemat biaya komunikasi mereka. Betapa tidak, dengan IM3 Ooredoo pelanggan hanya akan merogoh koceknya sebesar 1 (satu) rupiah saja setiap detik ke semua operator dimana saja dan kapanpun hubungan telepon tersebut dilakukan. Indosat Ooredoo berani memberikan program Pro Rakyat ini kepada masyarakat karena memiliki dukungan dari ratusan Outlet yang menjual Kartu Perdana dan Pulsa dengan harga yang terjangkau. Indosat Ooredoo hadir di 5 Kecamatan Pulau Ambon dan juga dijumpai di Pulau Seram ; Kairatu, Piru, Masohi, lalu Pulau Buru, Pulau Saumlaki, Tual, dan Kepulauan Aru. Bagi pulau-pulau diluar Ambon, IM3 Ooredoo juga memberikan Tarif Nelpon yang Pro Rakyat, Rp.1 per detik*. Jadi mari tunggu apa lagi, raihlah kebebasan dalam berkomunikasi dengan produk IM3 Ooredoo yang seng ada lawang.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih jauh dapat datang ke Gedung Kuning di Jalan A.Y. Patty No. 79 Ambon.

Jayalah Indosat Ooredoo Maluku Yang Pro Rakyat !

Salam Berdaya !

* Rp. 1/detik berlaku untuk 5 menit pertama, selanjutnya Rp.3/detik.

Satu Lokasi Tiga Objek Wisata

Tepat di hari Kemerdekaan RI Ke-71 saya akhirnya dapat meluluskan niat dalam hati untuk mengunjungi lokasi wisata ini. Tempatnya cukup jauh dari tempat tinggal atau kota Ambon. Perjalanan menuju 3 lokasi wisata sejarah ini menempuh sekitar 42 KM jadi kalau pulang pergi 80km-an. Di satu negeri ini para pelancong bisa datang di Benteng Amsterdam, Gereja Imanuel dan terakhir Masjid tua Wapauwe. Sungguh luar biasa bila kita dapat mendatangi ketiga lokasi ini. Berkunjung ketiga tempat bersejarah ini tidak butuh biaya atau tiket masuk. Pengunjung hanya diminta menulis buku tamu lalu menyelipkan sejumlah uang di kotak yang sediakan.

Setelah melewati Hitu perjalanan kami sempat terhambat. Ini diakibatkan adanya lomba gerak jalan yang sedang berlangsung sehingga memakan badan jalan. Betapa meriah dan terasa sekali perayaan memperingati hari kemerdekaan di sepanjang negeri. Masyarakat antusias menyaksikan kegiatan gerak jalan dan juga panjat pinang di kantor Koramil.

Jarak 3 obyek wisata tersebut dari Kota Ambon adalah sekitar 42 km. Kita bisa menggunakan angkutan umum, sepeda motor dan kendaraan roda empat. Informasi terkait lokasi rawan banjir mesti di cari tahu agar kita bisa sampai dilokasi. Kerap banjir melanda sehingga memutus jalan menuju Hila Kaitetu. Ongkos pikul motor saja sekitar 30 ribu rupiah.

Dari Ambon kita mendapatkan Benteng Amsterdam lebih dahulu yang terletak di pinggiran pantai. Tak kurang dari 100 meter menuju lapangan Kaitetu di perempatan jalan disitulah letaknya Gereja Imanuel, gereja tua yang baru selesai direnovasi. Saat ini dijaga oleh Pak Syukur yang sudah bertugas 6 tahun belakangan ini. Melalui keramah tamahannya kita akan mendapatkan penjelasan mengenai keberadaan Gereja tersebut termasuk cerita tentang calon penganten wanita yang sedang foto pre wedding di dalam gereja. Di bawah mimbar menurutnya ada tempat peristirahatan terakhir pendeta dan keluarganya. Adem rasanya masuk dalam gereja ini. 

Tak jauh dari Gereja kami melanjutkan perjalanan kurang lebih 2 menit sudah tiba di lokasi Masjid Tua Maluku. Mesjid ini dibangun tanpa paku. Di dalamnya masih ada Al Quran yang ditulis tangan, Bedug dan tempat penerangan gantung biasanya dahulu diisi minyak kelapa. Meski sudah dilakukan pemugaran namun kayu hitam penyangga mesjid tetap asli. Atap sudah diganti hanya Kubah yang sudah diturunkan. Saat pemugaran Gereja dan Mesjid tertua dilakukan prosesi adat dahulu sehingga pemugaran berjalan lancar.

Usai bercakap dengan warga yang selesai sholat dan penjaga mesjid kami pun meluncur ke Benteng Amsterdam. Benteng yang terdiri dari 3 lantai ini banyak menyisakan sejarah bangsa. Lantai 1 agak gelap dan burung berterbangan. Ada ruang gelap sekali yang tak sempat saya masuki.Menurut penjaga, sebuah stasiun televisi kerap syuting acara uji nyali di dalam Benteng. Naik ke lantai dua dan tiga dihubungkan dengan tangga kayu hitam yang masih kokoh. Pada masing-masing lantai berlantaikan kayu yang luas dan terang. Ada balkon untuk melihat ke lautan lepas dan jendela tanpa daun jendelanya. Berdiri disitu kita akan melihat jauh ke lautan bebas.

Halaman luar ada sumur besar yang masih ada air didalamnya. Senang sekali bisa hadir di Benteng ini.

Satu hal yang kami rasakan saat mengunjungi ketiga lokasi tersebut, keramahtamahan penjaga atau petugas patut diberikan apresiasi. Mereka tak ragu atau dengan tulus menyampaikan informasi yang kita butuhkan termasuk cerita mistis yang ada.

Terima kasih Tuhan sudah diberikan kesempatan menyaksikan kebesaran bangsa Indonesia. Terima kasih juga telah diberikan waktu untuk berdoa pertama kali di kaki mimbar gereja tua.

Mari kawan kita datang ke Benteng Amsterdam, Gereja tua Imanuel dan Masjid tua di Hila.

Baku Pukul Manyapu Negeri Mamala ; IM3 OOREDOO Mantap !

Udara terik menyambut kedatangan kami di lokasi. Ratusan kendaraan roda empat dan dua beriringan memasuki pintu masuk desa atau negeri Mamala. Petugas kepolisian tampak sibuk mengarahkan masyarakat yang tumplek menuju tempat acara tahunan Baku Pukul Manyapu. Tampak hadir Pejabat Propinsi, Pangdam XVI Pattimura, Bupati Maluku Tengah. Acara tahunan yang diselenggarakan di Stadion Mini Hatusela Mamala ini sudah berlangsung ratusan tahun sebelumnya. Sebelum puncak acara Baku Pukul disuguhi tarian sejarah yang masih juga dipertahankan hingga kini. Ada 2 orang yang harus dikeluarkan dari arena acara karena kemasukan roh. Setelah mendengarkan kata sambutan mulai dari Ketua Pelaksana hingga para pejabat acara Baku Pukul Manyapu pun dimulai. Agak mengherankan memang acara seremonial lebih banyak memakan waktu dibandingkan dengan evennya itu sendiri yang hanya berlangsung selama kurang lebih 10 menit saja.Tujuan dilaksanakannya acara ini adalah sebagai ungkapan syukur atas kemenangan yang diraih oleh umat muslim setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Baku Pukul Manyapu tahun ini juga diadakan di Negeri Morela yang bersebelahan lokasinya dengan Negeri Mamala.

Meski terjadi penurunan dalam jumlah kehadiran masyarakat namun acara ini berlangsung aman dan terkendali apalagi Pangdam XVI Pattimura dalam sambutannya mengajak semua yang hadir untuk berikrar Negeri Mamala Damai dan Aman. Usai kegiatan masyarakat yang menyaksikan mesti berjuang lagi menuju lokasi parkir dengan berjalan kaki atau bersiap diam sejenak dalam mobil karena lalu lintas keluar dari gerbang mamala sangat padat dan kemacetan terjadi di jalur satu-satunya yang tersedia. Antrean panjang kendaraan roda empat dan dua beriringan keluar dari Negeri Mamala menuju Negeri Hitu hingga akhirnya turun ke jalur utama menuju kota Ambon.

Terima kasih Tuhan saya boleh menyaksikan acara tahunan ini setelah sebelumnya hanya menyaksikan melalui siaran televisi. Capek, tapi tidak masalah karena bisa jadi saksi pertunjukkan Baku Pukul Manyapu. Apalagi melalui kesempatan ini kartu perdana IM3 Ooredoo dapat terjual cukup banyak dilokasi sepanjang acara berlangsung. Sinyal Indosat Ooredoo di Mamala ternyata masih lebih baik dibandingkan sinyal tetangga. Mantap ! 

IM3 OOREDOO UNJUK GIGI DI AMBON MALUKU

Sabtu 2 Juli 2016, Indosat mulai mempertunjukkan eksistensinya di kota Ambon Manise. Sebuah aktifitas di akhir minggu bulan Ramadhan diadakan untuk menunjukkan kepada masyarakat Maluku bahwa Indosat hadir di Ambon dan Maluku. Tujuan diadakannya Happening Art selama kurang lebih 2 jam di pusat kota merupakan sebuah pengungkapan jati diri perusahaan yang 65 % sahamnya dipegang oleh group Ooredoo Qatar. Selama hampir sebulan penuh Indosat Ambon gencar menggelontorkan Kartu Rp 1/detik kepada masyarakat. Kartu ini adalah produk IM3 Ooredoo yang super hemat. Bayangkan saja pelanggan dapat menelepon ke semua operator hanya dengan membayar 1 Rupiah setiap detiknya. Jadi pelanggan di kota Ambon dan Maluku seolah dimanjakan untuk melakukan komunikasi dengan kerabat kemana saja kapan saja.Jelas ini bukan merupakan promosi tapi memang program yang dijalankan oleh perusahaan yang berkantor pusat di Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 Jakarta.
Kegiatan Happening Art pada sore itu mengambil start di depan Masjid Al Fatah menuju Gong Perdamaian. Saat lampu merah menyala, team Indosat Ambon langsung memberikan Tajil kepada pengendara. Pasukan Merah Kuning tampak bersahaja sekali menunjukkan spanàduk berisi testimoni pelanggan di Ambon. Inilah saatnya masyarakat Maluku mengetahui bahwa ada pilihan dalam berkomunikasi. Selain perusahaan plat merah kini hadir perusahaan yang identik dengan warna merah kuning yakni Indosat Ooredoo dengan diluncurkannya program Rp 1/detik untuk menelepon ke semua operator. Even pada bulan Ramadhan ini seolah ingin membangunkan masyarakat Maluku umumnya dan khususnya Ambon bahwa Indosat Ooredoo masih dan senantiasa setia buat pelanggannya.

Aktifitas Turun ke jalanan oleh Karyawan Indosat Ooredoo ini berakhir di Gong Perdamaian saat Lonceng Besar di Kantor Walikota Ambon berdentang enam kali menunjukkan waktu sudah pukul enam sore. Tiada kesan lelah dari raut wajah teman-teman Indosat Ambon. Semuanya menyambut baik kebangkitan Indosat Ambon untuk menjadikan masyarakat Ambon khususnya dan Maluku pada umumnya sebagai sahabat.
Terima Kasih Ambon ! Danke Banya Maluku.

Selamat Datang di Ambon 

Adalah sebuah ungkapan syukur yang patut disampaikan kepada Tuhan sebab belum lagi satu minggu kehadiran saya di kota Ambon Maluku seorang Direktur datang ke kota ini. Kota Ambon Maluku patut bersyukur sebab pada tanggal 8-9 Juni lalu kedatangan Director & Chief Technology Officer PT. INDOSAT, Tbk dan rombongan. Selain Direktur CTO tampak ikut serta dalam rombongan petinggi bagian Tehnik Indosat dimana mereka didampingi oleh team Regional Kalisumapa.

Kedatangan Direktur dan rombongan ini selain untuk mendengar langsung masukan dari lapangan juga melalukan kunjungan ke Outlet di Ambon Plaza dan mengunjungi Site yang ada di kota Ambon. Dalam kunjungan pertama kalinya ke Kota Ambon ini, Director & Chief Technology Officer juga berkesempatan tatap muka dengan Karyawan yang ada di Ambon. Hadir pada kesempatan ini tim Tehnisi, Customer Service, Property dan Canvasser.

Meski terlihat sedikit lelah, Direktur CTO senantiasa semangat dalam merespon sesi tanya jawab dengan karyawan. Hari pertama kunjungan di akhiri dengan acara Buka Bersama di salah satu rumah makan di Kota Ambon.

Keesokan harinya rombongan dalam perjalanan menuju ke Bandara Patimura rombongan menyempatkan diri untuk mengunjungi 3 Site di kota masing-masing Site Ambon Kota, Site Batu Merah dan Site Kebun Cengkeh. Tak tanggung-tanggung Direktur CTO Indosat ini sempat juga menaiki tower dan memeriksa kebersihan perangkat.

Terima kasih dari kami di Kota Ambon Manise, semoga harapan untuk paling tidak mengganggu kejumawaan operator pesaing di Ambon dapat terwujud dengan adanya peningkatan layanan jaringan seperti halnya harapan masyarakat kota Ambon. Dari dua menjadi Tiga, Amin !

Salam Berdaya !

Ular Tidak Takut Garam

image

Learning is Living, we can not not learn, satu lagi pengalaman saya peroleh melalui sebuah pelatihan. Kali ini ilmu atau pengetahuan yang diperoleh adalah terkait ular. Persis di hari Kartini Kamis, 21 April 2016 saya berkesempatan untuk mengikuti pelatihan dengan topik Pertolongan Pertama Pada Gigitan Ular atau P3GU. Melalui pelatihan ini saya jadi mengetahui Organ tubuh ular, Jenis-jenis ular, Cara Memangsa, Habitat Ular, Bisa Ular, Bahaya Ular, Perbedaan Ular Berbisa dan Tidak Berbisa. Fasilitator yang memberikan pelatihan ini adalah team dari Yayasan Sioux yang memang menghabiskan waktu mereka berkutat dalam hal perularan. Informasi penting yang didapat adalah ; rupanya selama ini saya keliru jika menganggap bahwa garam bisa digunakan untuk mengusir ular. Anggapan ini benar-benar salah apalagi saat pelatihan sekaligus dipraktekkan sehingga semakin paham. Ular yang dilepas di lapangan tetap menerobos meski rumput sudah ditaburi garam. Rupanya garam TIDAK membuat ular takut. Dalam pelatihan ini diungkapkan bahwa Ular akan menghindar jika disekeliling terdapat hewan berkuku panjang seperti Kucing atau Anjing. Binatang Melata ini akan menepi jika ada bau bauan menyengat seperti Minyak Tanah atau Bensin. Selain itu Ular juga akan menghindar bila suhu panas atau menyengat disekelilingnya.

image

Sore itu kepada peserta juga diajarkan bagaimana menghandle atau menangkap ular besar dan panjang serta ular kecil. Cara menangkap bisa menggunakan Alat atau Tanpa Alat. Hook dan Grab merupakan alat yang diperkenalkan kepada peserta. Untuk ular besar digunakan penangkapan dengan menggunakan media sarung. Sedangkan guna penanganan atas gigitan ular kepada peserta juga diberikan contoh alat-alat yang dibutuhkan.

image

Masih banyak lagi informasi lain yang bermanfaat diperoleh selama setengah hari pelatihan yang diadakan di Daan Mogot. Saya akan menuliskannya disini di kesempatan lain.

Sumber :
Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Gigitan Ular oleh
Yayasan Sioux Indonesia
Kamis 21 April 2016

Kalwedo ! Salam Berdaya

Biarkan Foto ini Berbicara

image

image

              3 Prajurit Pemecah Rekor

image

       Danjen memberikan Hari Libur

image

  

image

image

image

Kalwedo ! Salam Berdaya