IM3 Ooredoo Pro Rakyat Maluku : Nelpon Rp. 1 / Detik ke Semua Operator


PT. INDOSAT Tbk yang selama ini hadir melayani masyarakat Maluku pada umumnya dan kota Ambon khususnya kini mulai menggebrak bumi Pattimura. Kehadiran Indosat yang kini didukung penuh oleh Grup Ooredoo Qatar (baca Ooredoo = Uridu, artinya Saya Ingin) menelurkan program unggulan bagi masyarakat Maluku yang menjadi pelanggan setianya. Sejak bulan Juni 2016 lalu Masyarakat Maluku dan Kota Ambon khususnya dapat menikmati kenyamanan dalam kebebasan yang diberikan oleh Indosat Ooredoo dalam melakukan panggilan telepon. Dengan menggunakan Kartu IM3 Ooredoo Rp. 1/ per detik* pelanggan dapat menghemat biaya komunikasi mereka. Betapa tidak, dengan IM3 Ooredoo pelanggan hanya akan merogoh koceknya sebesar 1 (satu) rupiah saja setiap detik ke semua operator dimana saja dan kapanpun hubungan telepon tersebut dilakukan. Indosat Ooredoo berani memberikan program Pro Rakyat ini kepada masyarakat karena memiliki dukungan dari ratusan Outlet yang menjual Kartu Perdana dan Pulsa dengan harga yang terjangkau. Indosat Ooredoo hadir di 5 Kecamatan Pulau Ambon dan juga dijumpai di Pulau Seram ; Kairatu, Piru, Masohi, lalu Pulau Buru, Pulau Saumlaki, Tual, dan Kepulauan Aru. Bagi pulau-pulau diluar Ambon, IM3 Ooredoo juga memberikan Tarif Nelpon yang Pro Rakyat, Rp.1 per detik*. Jadi mari tunggu apa lagi, raihlah kebebasan dalam berkomunikasi dengan produk IM3 Ooredoo yang seng ada lawang.

Apabila masyarakat membutuhkan informasi lebih jauh dapat datang ke Gedung Kuning di Jalan A.Y. Patty No. 79 Ambon.

Jayalah Indosat Ooredoo Maluku Yang Pro Rakyat !

Salam Berdaya !

* Rp. 1/detik berlaku untuk 5 menit pertama, selanjutnya Rp.3/detik.

Satu Lokasi Tiga Objek Wisata

Tepat di hari Kemerdekaan RI Ke-71 saya akhirnya dapat meluluskan niat dalam hati untuk mengunjungi lokasi wisata ini. Tempatnya cukup jauh dari tempat tinggal atau kota Ambon. Perjalanan menuju 3 lokasi wisata sejarah ini menempuh sekitar 42 KM jadi kalau pulang pergi 80km-an. Di satu negeri ini para pelancong bisa datang di Benteng Amsterdam, Gereja Imanuel dan terakhir Masjid tua Wapauwe. Sungguh luar biasa bila kita dapat mendatangi ketiga lokasi ini. Berkunjung ketiga tempat bersejarah ini tidak butuh biaya atau tiket masuk. Pengunjung hanya diminta menulis buku tamu lalu menyelipkan sejumlah uang di kotak yang sediakan.

Setelah melewati Hitu perjalanan kami sempat terhambat. Ini diakibatkan adanya lomba gerak jalan yang sedang berlangsung sehingga memakan badan jalan. Betapa meriah dan terasa sekali perayaan memperingati hari kemerdekaan di sepanjang negeri. Masyarakat antusias menyaksikan kegiatan gerak jalan dan juga panjat pinang di kantor Koramil.

Jarak 3 obyek wisata tersebut dari Kota Ambon adalah sekitar 42 km. Kita bisa menggunakan angkutan umum, sepeda motor dan kendaraan roda empat. Informasi terkait lokasi rawan banjir mesti di cari tahu agar kita bisa sampai dilokasi. Kerap banjir melanda sehingga memutus jalan menuju Hila Kaitetu. Ongkos pikul motor saja sekitar 30 ribu rupiah.

Dari Ambon kita mendapatkan Benteng Amsterdam lebih dahulu yang terletak di pinggiran pantai. Tak kurang dari 100 meter menuju lapangan Kaitetu di perempatan jalan disitulah letaknya Gereja Imanuel, gereja tua yang baru selesai direnovasi. Saat ini dijaga oleh Pak Syukur yang sudah bertugas 6 tahun belakangan ini. Melalui keramah tamahannya kita akan mendapatkan penjelasan mengenai keberadaan Gereja tersebut termasuk cerita tentang calon penganten wanita yang sedang foto pre wedding di dalam gereja. Di bawah mimbar menurutnya ada tempat peristirahatan terakhir pendeta dan keluarganya. Adem rasanya masuk dalam gereja ini. 

Tak jauh dari Gereja kami melanjutkan perjalanan kurang lebih 2 menit sudah tiba di lokasi Masjid Tua Maluku. Mesjid ini dibangun tanpa paku. Di dalamnya masih ada Al Quran yang ditulis tangan, Bedug dan tempat penerangan gantung biasanya dahulu diisi minyak kelapa. Meski sudah dilakukan pemugaran namun kayu hitam penyangga mesjid tetap asli. Atap sudah diganti hanya Kubah yang sudah diturunkan. Saat pemugaran Gereja dan Mesjid tertua dilakukan prosesi adat dahulu sehingga pemugaran berjalan lancar.

Usai bercakap dengan warga yang selesai sholat dan penjaga mesjid kami pun meluncur ke Benteng Amsterdam. Benteng yang terdiri dari 3 lantai ini banyak menyisakan sejarah bangsa. Lantai 1 agak gelap dan burung berterbangan. Ada ruang gelap sekali yang tak sempat saya masuki.Menurut penjaga, sebuah stasiun televisi kerap syuting acara uji nyali di dalam Benteng. Naik ke lantai dua dan tiga dihubungkan dengan tangga kayu hitam yang masih kokoh. Pada masing-masing lantai berlantaikan kayu yang luas dan terang. Ada balkon untuk melihat ke lautan lepas dan jendela tanpa daun jendelanya. Berdiri disitu kita akan melihat jauh ke lautan bebas.

Halaman luar ada sumur besar yang masih ada air didalamnya. Senang sekali bisa hadir di Benteng ini.

Satu hal yang kami rasakan saat mengunjungi ketiga lokasi tersebut, keramahtamahan penjaga atau petugas patut diberikan apresiasi. Mereka tak ragu atau dengan tulus menyampaikan informasi yang kita butuhkan termasuk cerita mistis yang ada.

Terima kasih Tuhan sudah diberikan kesempatan menyaksikan kebesaran bangsa Indonesia. Terima kasih juga telah diberikan waktu untuk berdoa pertama kali di kaki mimbar gereja tua.

Mari kawan kita datang ke Benteng Amsterdam, Gereja tua Imanuel dan Masjid tua di Hila.

Baku Pukul Manyapu Negeri Mamala ; IM3 OOREDOO Mantap !

Udara terik menyambut kedatangan kami di lokasi. Ratusan kendaraan roda empat dan dua beriringan memasuki pintu masuk desa atau negeri Mamala. Petugas kepolisian tampak sibuk mengarahkan masyarakat yang tumplek menuju tempat acara tahunan Baku Pukul Manyapu. Tampak hadir Pejabat Propinsi, Pangdam XVI Pattimura, Bupati Maluku Tengah. Acara tahunan yang diselenggarakan di Stadion Mini Hatusela Mamala ini sudah berlangsung ratusan tahun sebelumnya. Sebelum puncak acara Baku Pukul disuguhi tarian sejarah yang masih juga dipertahankan hingga kini. Ada 2 orang yang harus dikeluarkan dari arena acara karena kemasukan roh. Setelah mendengarkan kata sambutan mulai dari Ketua Pelaksana hingga para pejabat acara Baku Pukul Manyapu pun dimulai. Agak mengherankan memang acara seremonial lebih banyak memakan waktu dibandingkan dengan evennya itu sendiri yang hanya berlangsung selama kurang lebih 10 menit saja.Tujuan dilaksanakannya acara ini adalah sebagai ungkapan syukur atas kemenangan yang diraih oleh umat muslim setelah menjalankan ibadah puasa sebulan penuh. Baku Pukul Manyapu tahun ini juga diadakan di Negeri Morela yang bersebelahan lokasinya dengan Negeri Mamala.

Meski terjadi penurunan dalam jumlah kehadiran masyarakat namun acara ini berlangsung aman dan terkendali apalagi Pangdam XVI Pattimura dalam sambutannya mengajak semua yang hadir untuk berikrar Negeri Mamala Damai dan Aman. Usai kegiatan masyarakat yang menyaksikan mesti berjuang lagi menuju lokasi parkir dengan berjalan kaki atau bersiap diam sejenak dalam mobil karena lalu lintas keluar dari gerbang mamala sangat padat dan kemacetan terjadi di jalur satu-satunya yang tersedia. Antrean panjang kendaraan roda empat dan dua beriringan keluar dari Negeri Mamala menuju Negeri Hitu hingga akhirnya turun ke jalur utama menuju kota Ambon.

Terima kasih Tuhan saya boleh menyaksikan acara tahunan ini setelah sebelumnya hanya menyaksikan melalui siaran televisi. Capek, tapi tidak masalah karena bisa jadi saksi pertunjukkan Baku Pukul Manyapu. Apalagi melalui kesempatan ini kartu perdana IM3 Ooredoo dapat terjual cukup banyak dilokasi sepanjang acara berlangsung. Sinyal Indosat Ooredoo di Mamala ternyata masih lebih baik dibandingkan sinyal tetangga. Mantap ! 

IM3 OOREDOO UNJUK GIGI DI AMBON MALUKU

Sabtu 2 Juli 2016, Indosat mulai mempertunjukkan eksistensinya di kota Ambon Manise. Sebuah aktifitas di akhir minggu bulan Ramadhan diadakan untuk menunjukkan kepada masyarakat Maluku bahwa Indosat hadir di Ambon dan Maluku. Tujuan diadakannya Happening Art selama kurang lebih 2 jam di pusat kota merupakan sebuah pengungkapan jati diri perusahaan yang 65 % sahamnya dipegang oleh group Ooredoo Qatar. Selama hampir sebulan penuh Indosat Ambon gencar menggelontorkan Kartu Rp 1/detik kepada masyarakat. Kartu ini adalah produk IM3 Ooredoo yang super hemat. Bayangkan saja pelanggan dapat menelepon ke semua operator hanya dengan membayar 1 Rupiah setiap detiknya. Jadi pelanggan di kota Ambon dan Maluku seolah dimanjakan untuk melakukan komunikasi dengan kerabat kemana saja kapan saja.Jelas ini bukan merupakan promosi tapi memang program yang dijalankan oleh perusahaan yang berkantor pusat di Jalan Medan Merdeka Barat No. 21 Jakarta.
Kegiatan Happening Art pada sore itu mengambil start di depan Masjid Al Fatah menuju Gong Perdamaian. Saat lampu merah menyala, team Indosat Ambon langsung memberikan Tajil kepada pengendara. Pasukan Merah Kuning tampak bersahaja sekali menunjukkan spanàduk berisi testimoni pelanggan di Ambon. Inilah saatnya masyarakat Maluku mengetahui bahwa ada pilihan dalam berkomunikasi. Selain perusahaan plat merah kini hadir perusahaan yang identik dengan warna merah kuning yakni Indosat Ooredoo dengan diluncurkannya program Rp 1/detik untuk menelepon ke semua operator. Even pada bulan Ramadhan ini seolah ingin membangunkan masyarakat Maluku umumnya dan khususnya Ambon bahwa Indosat Ooredoo masih dan senantiasa setia buat pelanggannya.

Aktifitas Turun ke jalanan oleh Karyawan Indosat Ooredoo ini berakhir di Gong Perdamaian saat Lonceng Besar di Kantor Walikota Ambon berdentang enam kali menunjukkan waktu sudah pukul enam sore. Tiada kesan lelah dari raut wajah teman-teman Indosat Ambon. Semuanya menyambut baik kebangkitan Indosat Ambon untuk menjadikan masyarakat Ambon khususnya dan Maluku pada umumnya sebagai sahabat.
Terima Kasih Ambon ! Danke Banya Maluku.

Selamat Datang di Ambon 

Adalah sebuah ungkapan syukur yang patut disampaikan kepada Tuhan sebab belum lagi satu minggu kehadiran saya di kota Ambon Maluku seorang Direktur datang ke kota ini. Kota Ambon Maluku patut bersyukur sebab pada tanggal 8-9 Juni lalu kedatangan Director & Chief Technology Officer PT. INDOSAT, Tbk dan rombongan. Selain Direktur CTO tampak ikut serta dalam rombongan petinggi bagian Tehnik Indosat dimana mereka didampingi oleh team Regional Kalisumapa.

Kedatangan Direktur dan rombongan ini selain untuk mendengar langsung masukan dari lapangan juga melalukan kunjungan ke Outlet di Ambon Plaza dan mengunjungi Site yang ada di kota Ambon. Dalam kunjungan pertama kalinya ke Kota Ambon ini, Director & Chief Technology Officer juga berkesempatan tatap muka dengan Karyawan yang ada di Ambon. Hadir pada kesempatan ini tim Tehnisi, Customer Service, Property dan Canvasser.

Meski terlihat sedikit lelah, Direktur CTO senantiasa semangat dalam merespon sesi tanya jawab dengan karyawan. Hari pertama kunjungan di akhiri dengan acara Buka Bersama di salah satu rumah makan di Kota Ambon.

Keesokan harinya rombongan dalam perjalanan menuju ke Bandara Patimura rombongan menyempatkan diri untuk mengunjungi 3 Site di kota masing-masing Site Ambon Kota, Site Batu Merah dan Site Kebun Cengkeh. Tak tanggung-tanggung Direktur CTO Indosat ini sempat juga menaiki tower dan memeriksa kebersihan perangkat.

Terima kasih dari kami di Kota Ambon Manise, semoga harapan untuk paling tidak mengganggu kejumawaan operator pesaing di Ambon dapat terwujud dengan adanya peningkatan layanan jaringan seperti halnya harapan masyarakat kota Ambon. Dari dua menjadi Tiga, Amin !

Salam Berdaya !

Ular Tidak Takut Garam

image

Learning is Living, we can not not learn, satu lagi pengalaman saya peroleh melalui sebuah pelatihan. Kali ini ilmu atau pengetahuan yang diperoleh adalah terkait ular. Persis di hari Kartini Kamis, 21 April 2016 saya berkesempatan untuk mengikuti pelatihan dengan topik Pertolongan Pertama Pada Gigitan Ular atau P3GU. Melalui pelatihan ini saya jadi mengetahui Organ tubuh ular, Jenis-jenis ular, Cara Memangsa, Habitat Ular, Bisa Ular, Bahaya Ular, Perbedaan Ular Berbisa dan Tidak Berbisa. Fasilitator yang memberikan pelatihan ini adalah team dari Yayasan Sioux yang memang menghabiskan waktu mereka berkutat dalam hal perularan. Informasi penting yang didapat adalah ; rupanya selama ini saya keliru jika menganggap bahwa garam bisa digunakan untuk mengusir ular. Anggapan ini benar-benar salah apalagi saat pelatihan sekaligus dipraktekkan sehingga semakin paham. Ular yang dilepas di lapangan tetap menerobos meski rumput sudah ditaburi garam. Rupanya garam TIDAK membuat ular takut. Dalam pelatihan ini diungkapkan bahwa Ular akan menghindar jika disekeliling terdapat hewan berkuku panjang seperti Kucing atau Anjing. Binatang Melata ini akan menepi jika ada bau bauan menyengat seperti Minyak Tanah atau Bensin. Selain itu Ular juga akan menghindar bila suhu panas atau menyengat disekelilingnya.

image

Sore itu kepada peserta juga diajarkan bagaimana menghandle atau menangkap ular besar dan panjang serta ular kecil. Cara menangkap bisa menggunakan Alat atau Tanpa Alat. Hook dan Grab merupakan alat yang diperkenalkan kepada peserta. Untuk ular besar digunakan penangkapan dengan menggunakan media sarung. Sedangkan guna penanganan atas gigitan ular kepada peserta juga diberikan contoh alat-alat yang dibutuhkan.

image

Masih banyak lagi informasi lain yang bermanfaat diperoleh selama setengah hari pelatihan yang diadakan di Daan Mogot. Saya akan menuliskannya disini di kesempatan lain.

Sumber :
Pelatihan Pertolongan Pertama Pada Gigitan Ular oleh
Yayasan Sioux Indonesia
Kamis 21 April 2016

Kalwedo ! Salam Berdaya

Biarkan Foto ini Berbicara

image

image

              3 Prajurit Pemecah Rekor

image

       Danjen memberikan Hari Libur

image

  

image

image

image

Kalwedo ! Salam Berdaya

Dirgahayu Ke- 64 : Kopassus Memang Beda

image

Hari ini Sabtu 16 April 2016 getaran hati menggelora setelah puluhan tahun absen dalam mengikuti upacara peringatan hari ulang tahun Kopassus. Bersama isteri dan kedua anak terkasih, saya kembali menginjakkan kaki dilapangan upacara Kopassus untuk memperingati hari ulang tahun Korps Baret Merah kebanggaan Indonesia.

Seragam Loreng Darah Mengalir yang digunakan oleh para prajurit seolah menyihir pikiran yang membuat Jiwa saya bergetar. Semangat juang yang tinggi tetap saya saksikan  terpelihara sedari dahulu hingga kini. Itulah salah satu nilai plus yang menyebabkan Kopassus termasuk salah satu Pasukan Elite nomor 3 di dunia selain karena kemampuan prajuritnya.

Bangga ! Itulah satu kata pertama yang terucap saat menyaksikan peringatan hari ulang tahun ke 64 di Cijantung. Rasa Bangga muncul saat berada dilingkungan  Baret Merah pada siang itu.

Kata kedua yang pantas diberikan adalah Hebat, hebat karena 3 Rekor dipecahkan oleh 3 orang prajurit, Menembak, Beladiri dan Terjun Payung. Torehan prestasi terus dihasilkan mengikuti prestasi para sesepuh yang sudah senantiasa menorehkan kebanggaan yang hingga kini masih tertulis dalam tinta emas salah satunya yang fenomenal adalah operasi anti teror membebaskan sandera di Don Muang 1981 lalu.

image

Satu hal yang saya dapatkan siang hari itu selain Rasa Bangga yang menggelora di hati yakni tradisi yang masih sama dijunjung tinggi oleh setiap Komandan dilingkungan Kesatuan yang dibentuk pada16 April 1952. Dulu ayah saya pernah bercerita, ketika prajurit Grup 1 Kopassus di Taman Serang berhasil menjalankan latihan tingkat Grup dengan hasil baik, Komandan Grup saat itu Kolonel Wismoyo Arismunandar merasa bangga memiliki prajurit yang luar biasa  semangatnya. Pak Wismoyo seusai latihan dilaksanakan dalam rasa bangganya menanyakan kepada para prajuritnya apa yang diinginkan oleh mereka. Serentak para prajurit tersebut berteriak menyebutkan nama salah satu penyanyi dangdut terkenal di tahun itu. Mereka menginginkan hiburan dari penyanyi dangdut wanita. Kolonel Wismoyo pun akhirnya pada kesempatan berikutnya benar-benar mendatangkan penyanyi tersebut ke Kesatrian Gatot Subroto sebagai hadiah kepada prajurit Baladika yang telah menjalankan latihannya dengan baik. Itu terjadi sekitar tahun 1981an.

Kini di tahun 2016, ditempat yang berbeda tepatnya di Cijantung Jakarta  tepat dihari ulang tahun Korps Baret Merah ke 64  kembali saya mendengar sebuah rasa bangga dari seorang Komandan kepada prajuritnya. Siang hari yang panas terik itu saya menyaksikan bagaimana seorang Komandan langsung memberikan apresiasi kepada para prajuritnya. Danjen diatas panggung hiburan langsung memberikan 3 hari libur kepada segenap prajurit yang menjadi pasukan upacara di hari ulang tahun ke 64 hari ini. Alasannya mereka sudah membuat hatinya senang dan atas rasa senang dan kebanggaannya tersebut beliau mengapresiasi prajuritnya yang dengan semangat telah menunjukkan kebanggaannya sebagai Prajurit Kopassus. Menurut beliau para sesepuh Baret Merahpun mengatakan rasa bangganya kepada kegiatan upacara pada hari ini karena prajurit yang terlibat dalam upacara dinilainya baik dan membanggakan seluruh jajaran Kopassus dan masyarakat yang hadir.

Itulah jati diri Kopassus yang senantiasa terpelihara dari waktu ke waktu. Semangat juang yang sangat tinggi terus dipertahankan sejak mulai berdiri hingga saat ini. Maka tak heran kalau Kopassus adalah pasukan elite di bumi Nusantara. Siapapun yang hadir pada hari itu pastilah sangat bangga melihat dan merasakan semangat juang prajurit pilihan.

image

Bagi teman-teman yang ingin memiliki semangat juang tinggi atau yang sekarang lagi loyo, yuk datang dan saksikan, ikuti selalu jejak rekam prajurit kebanggaan bangsa ini, niscaya semangatnya akan selalu menyala nyala. Sama seperti saya hari ini menjadi semangat lagi, bangkit kembali semangat yang hampir padam.

Kopassus memang beda ! Dirgahayu Kopassus, namamu selalu membanggakan hati ini sampai akhir menutup mata, KOMANDO !

Kalwedo ! Salam Berdaya

TPU

Aksi ziarah ke makam orang tua, anak atau keluarga merupakan sebuah aktifitas yang rutin dilakukan manusia yang bersyukur termasuk saya. Tak terkecuali dalam rangka mengingat rayakan Paskah tahun ini. Selepas tugas pelayanan pada minggu pagi saya lantas bergegas mengajak keluarga pergi ke pekuburan.

image

Beruntung cuaca saat keberangkatan hari itu tidak terlampau panas jadi membuat tambah semangat. Dari kunjungan Ziarah saat ini ada beberapa hal yang mengganggu pikiran saya. 3 TPU yang dikunjungi meninggalkan kesan yang harus diungkapkan. Hal tersebut membuat saya merasa harus menuliskannya disini.

Pertama, betapa kaget saya ketika berkunjung ke pemakaman ayah ada sebuah tulisan dari kertas A4 diletakkan di sebuah batu nisan dari seseorang yang dimakamkan disana. Tulisannya begini ” Belum Bayar Kontrak”, sontak saja saya merasa kaget terharu. Betapa tidak, orang sudah meninggal saja masih dikejar dengan urusan sewa menyewa. Apakah pemilik pemakaman tidak lagi mempunyai data sehingga aksi seperti itu yang dilakukan. Alangkah baiknya jika pemilik cukup menghubungi keluarganya untuk segera menyelesaikan urusan pembayarannya. Bukan dengan cara seperti itu deh sepertinya. Pasti ada alasan dari pemilik namun jelas masih dapat ditempuh cara atau media lain untuk mengkomunikasikan. Mengelus dada saja yang saya lakukan seraya meninggalkan area pemakaman swasta ini.

Hujan turun dalam perjalanan lanjutan menuju pemakaman ibu terkasih. Namun itu tak membuat saya dan keluarga surut semangat. Meski sempat macet namun akhirnya tiba juga dengan selamat. Rupanya di lokasi sudah banyak keramaian. Kendaraan terlihat diparkiran tidak seperti biasanya. Mobil yang akan keluar dan masuk volumenya bertambah dari hari biasanya. Antrean panjang terjadi di dalam pemakaman disebabkan adanya mobil  yang parkir di pinggiran jalan utama pemakaman sehingga menghambat laju kendaraan. Pertanyaan saya untuk pengurus pemakaman disini adalah mengapa tidak dilakukan rekayasa lalu lintas pada hari besar dimana terdapat banyak nyekar dilakukan. Belum adanya pengaturan mobil yang akan masuk keluar ke area Blok atau Blad membuat hambatan terjadi. Seharusnya pengurus pemakaman menugaskan seseorang untuk mengatur lalu lintas. Jalan mana untuk kendaraan masuk dan jalur mana bagi kendaraan keluar. Bukan seperti saat ini hanya menugaskan seorang pengutip parkir saat di pintu keluar saja. Jika perlu di buatkan tanda atau sign lalu lintas agar tidak terjadi hambatan. Celakanya jika ada rombongan mobil jenasah yang akan memakamkan bisa jadi mereka terhambat sejenak sebelum menuju lokasi makam atau blad yang ditentukan karena berpapasan dengan kendaraan yang akan keluar plus ada kendaraan parkir disisi pemakaman. Belum saatnya mengharapkan peziarah untuk saling legowo dalam memberikan jalan mereka kepada mobil lain. Jadi pengurus makam kiranya dapat mengantisipasi hal tersebut karena tidak setiap hari lonjakan peziarah terjadi, hanya pada hari raya besar masing-masing agama saja. Lakukan pengaturan keluar masuk kendaraan sampai ke parkiran utama di bagian depan sehingga tidak ada hambatan atau bahkan kecelakaan karena mobil masuk ke parit atau selokan akibat sempitnya jalan yang dilalui.

image

Hal ketiga, buat pengurus makam. Ahli waris pastinya memiliki kewajiban untuk membayar uang sewa lahan makam. Biaya tersebut asumsinya sudah termasuk pemeliharaan makam. Namun ada daya, setiap ahli waris ternyata juga harus mengeluarkan dana tambahan supaya makam orang tua atau keluarganya dirawat dengan baik. Bila ingin makamnya berumput indah dan terawat ahli waris kudu merogoh kocek lagi diberikan kepada para tukang gali yang sekaligus berperan sebagai penjaga makam di bladnya. Coba tengok di makam keluarga yang tak terurus banyak tulisan nama seseorang dibatu nisan. Bukan nama almarhum atau almarhumah tetapi nama “penjaga atau perawat makam”. Satu penjaga makam bisa menjaga beberapa makam. Jika tidak ingin dirawat yah berbesar hatilah saat berziarah melihat rumput sudah tinggi diatas makam tak karuan. Pertanyaannya, apakah pengurus makam tidak memiliki petugas untuk melakukan perawatan dengan menyewa orang-orang mereka yang bertanggung jawab. Tak sedikit ahli waris ditagih, dihubungi untuk membayar lumpsum selama setahun dimuka. Sekali lagi ini bukan soal seperak dua perak tetapi lebih kepada penertiban biaya yang tak diharapkan. Bila memang dibutuhkan silahkan saja pengurusan biaya pemakaman melalui PERDA sehingga dapat menetapkan harga sewa yang lebih tinggi dibandingkan saat ini asalkan pemeliharaan dilakukan oleh mereka bukan karema hasil negosiasi antara ahli waris dengan para tukang gali yang berperan ganda juga sebagai penjaga atau pemelihara makam. Semoga saja akan ada perubahan.

image

Dari tiga Tempat Pemakaman Umum yang diziarahi pada hari itu, menurut pendapat saya TPU Kali Mulya 3, lokasi makam anak pertama saya termasuk pemakaman yang baik. Salah satu indikatornya adalah tidak ada kutipan lain sama sekali. Entah kalau orang lain yang pasti saya belum pernah mengalaminya. Pengurusnya juga senang melayani, makam dirawat sesuai dengan biaya yang setiap tahun di kenakan Pemda. Sedangkan bila kita bicara Tips saya masih punya hati yang luas untuk memberikannya.

Itulah pengalaman ziarah hari Paskah.
Terima kasih buat Tuhan aktifitas kami hari itu berjalan dengan lancar.

Komuterline 0754
Rabu 29032016
07.44

1 Hari 3 Pelayanan

image

Sabtu 5 Desember 2015 Sarana Kerohanian Kristen atau SKK Indosat Ooredoo kembali mengadakan sebuah kegiatan di luar kantor. Kali ini aktifitas yang djlakukan adalah mengunjungi sebuah Rumah Belajar. Dalam rangka Perayaan Natal Tahun ini, bekerja sama dengan Pelayanan Misi Ecclesia atau PME kerja bareng ini dilaksanakan di daerah Teluk Gong Jakarta Utara.

Pelayanan Bakti Sosial yang diadakan adalah memberikan bantuan bagi Pelayanan Misi yang dilakukan oleh PME dengan membuka Rumah Belajar Ecclesia, rumah bagi anak-anak di daerah RT 05 Kelurahan Pejagalan yang perlu dibimbing pelajaran Sekolah mereka. Sebanyak 25 orang anak dari usia PAUD hingga SMP sudah terdaftar dalam Pelayanan ini. Dengan dibantu oleh beberapa relawan, anak-anak dari kalangan tidak mampu ini akan menerima pelajaran-pelajaran yang dirasakan berat buat mereka. Meskipun ruangan yang disediakan hanya cukup menampung sebanyak 25 orang namun sukacita besar Dan kebahagiaan terpancar jelas dari raut wajah mereka yang senantiasa bersemangat selama acara pembukaan Rumah Belajar Ecclesia tersebut. Kehadiran SKK Indosat Ooredoo yang hadir bersama dengan PME menjadikan siang itu sangat sarat dengan kesukacitaan. Apalagi anak-anak tersebut juga menerima bingkisan Natal yang sudah disiapkan, isinya untuk menunjang proses belajar mereka. Matahari yang menyengat dan rasa panas yang terasa amat sangat di ruangan kecil di Lantai 1 membuat peluh yang keluar dari semua yang hadir tersapu oleh kegembiraan yang dirasakan siang itu.

Selain kegiatan pembukaan Rumah Belajar Ecclesia, SKK Indosat Ooredoo bersama Pelayanan Misi Ecclesia juga mengadakan satu aktifitas Sosial lainnya yakni pemberian sembako kepada warga yang tidak mampu. Sebanyak 250 kupon diberikan kepada warga dan pemberiannya dilakukan di Sekolah Permata Indah yang berdekatan dengan lokasi Rumah Belajar. Proses Penyerahan sembako ini pun berlangsung dengan cukup tertib. Tak ada sama sekali hambatan yang terjadi, meskipun ada usaha dari 1-2 warga yang berusaha mengelabui Panitia dengan menggunakan Kupon Salinan atau bukan kupon asli. Kesigapan yang kuat dari team panitia dan kordinasi yang baik dilapangan membuat pemberian Paket 250 pax berjalan aman dan lancar sebelum jarum jam menuju angka 12. Panitia pun dapat menikmati makan siang dengan nikmat.

Di sela-sela kegiatan Pembukaan Rumah Belajar Dan Pembagian Sembako, sebuah kegiatan atau aktifitas lain juga dijalankan. Bekerja sama dengan Cluster Sales Area Manager di Teluk Gong, warga sekitar juga menerima Kartu Perdana gratis. Selain kepada warga, team sales force juga melakukan attack ke Sekolah tempat Bakti Sosial pemberian sembako dilakukan. Penawaran program menarik dan menggiurkan yang diberikan, membuat team sales force akan hadir kembali di Sekolah pada hari Senin mendatang.

image

Klop sudah, satu hari tiga kegiatan. Semoga apa yang dilakukan oleh Sarana Kerohanian Kristen Indosat Ooredoo bersama Pelayanan Misi Ecclesia dapat memberikan kedamaian hati masing-masing anak-anak anggota Rumah Belajar Ecclesia dan masyarakat sekitar yang sudah menerima bingkisan Natal melalui Baksos yang dilakukan. Atas Attack yang dilakukan oleh team Sales Force diharapkan pemakaian produk Indosat Ooredoo di seputar Teluk Gong, Kampung Gusti juga akan meningkat pada akhirnya.

Ucap syukur kepada Tuhan atas penyertaanMu sehingga 3 acara dapat berlangsung sekaligus. Terima kasih bagi para donatur yang sudah memberikan bantuannya.

Salam Berdaya