Hari Pertama Sekolah Obama

image

Orang tua mana yang tidak ingin menyaksikan perkembangan anak-anak terkasih mereka. Setiap orang tua pasti ingin kebersamaan dengan anaknya terekam indah dalam ingatannya. Saya pun tak ingin moment penting dalam kehidupan anak terlewatkan begitu saja. Termasuk disini keberadaan dan kesempatan bagi saya mengantarkannya saat hari pertama anak saya bersekolah. Apa yang saya lakoni disini bukan ingin menerapkan imbauan sebuah kementrian yang menghimbau agar setiap orang tua dapat mengantarkan anaknya ke Sekolah pada  hari pertamanya. 

Aktifitas mengantarkan anak saya dihari Pertama Sekolahnya sudah merupakan janji iman pribadi. Saya ingat dua tahun lalu yaitu pada hari Senin 15 Juli 2013 saya pertama kalinya mengantarkan anak terkasih Obama masuk TK. Dan kini dua tahun berselang tepatnya pada hari Jumat 24 Juli 2015 saya kembali mengantarkan anak saya ke sekolah pada Hari pertama ia sekolah. Kesempatan kedua ini saya lakoni dengan mengantar Obama melangkahkan kakinua di Sekolah Dasar. Enam tahun lamanya ia akan bersekolah di Sekolah ini. Mengantar Obama ke Sekolah sepertinya klop dengan aktivitas bernuansa rohani yang digelar disekolah. Saya pun merasa bersyukur karena di sekolah ini sedari awal sudah di tanamkan nilai-nilai Iman Kristen. Semua murid berkumpul di lapangan tengah sesudah bel Sekolah berbunyi. Terdengar lagu rohani dinyanyikan Oleh para murid dan guru yang hadir. Tak hanya itu renungan singkat juga disampaikan pada pagi itu.

Nilai-nilai Keimanan sedari kecil mesti ditanamkan. Orang tua dan Sekolah sudah semestinya berkolaborasi dalam membentuk keimanan anak didik. Tujuannya hanya satu agar kelak anak didik teguh dalam mempertahankan keimanannya. Takkan mudah menjual dengan kepingan Perak apalagi menggadaikan Iman mereka dengan cinta duniawi yang beberapa kali sering saya jumpai. Aktif digereja sejak Sekolah Minggu hingga Pemuda tapi saat dewasa malah menjual Yesus hanya karena seorang pria atau wanita apalagi semalam saya pun baru mendengar  informasi seorang pemuda di Gereja kami yang menyeberang menjadi keluarga keturunan Ismael. Ampunilah mereka Tuhan sebab cinta nafsu sudah menutupi Iman mereka kepadaMu.

Satu acara yang membuat lega diri saya yakni sebelum meninggalkan kelas saya juga melihat dan mendengar Ibu guru mengajak anak murid Kelas 1 untuk Berdoa. Wow, senang rasanya anakku Sekolah disini. Saya jadi tambah yakin bahwa sekolah ini sudah berbeda dengan sekolah sebelumnya. Terima kasih dan ungkapan syukur saya sampaikan kepada Tuhan karenanya.

Selamat Menempuh Pendidikan Dasar Anakku Joe Terkasih, Jangan Takut akan masa depanmu karena Tuhan Yesus sudah ada disana menyiapkan segala sesuatu untuk anaknya yang setia sampai akhir.

Dari Treadmill ke ECHOcardiography Hingga MSCT

image

Rasa syukur kepada Tuhan patut saya panjatkan kepadaNya sebab IA masih memberikan Berkat berupa pelayanan Kesehatan yang diberikan melalui perusahaan tempat saya bekerja. Dengan menggunakan Fasilitas Administration Support Only atau dikenal dengan ASO karyawan ditempat saya bekerja dapat memanfaatkan benefit yang sudah ditetapkan tak hanya karyawan sendiri namun termasuk istri dan 4 anak yang terdaftar dalam data base Group Human Resources. Semua proses administrasi dapat dikatakan berjalan lancar meski sempat ada keraguan dari pihak Rumah Sakit atas benefit yang diberikan perusahaan kepada saya sebagai peserta ASO. Petugas Administrasi hanya melihat bahwa pelayanan yang mesti diberikan kepada saya sama adanya dengan peserta Asuransi sejenis padahal berbeda.

image

Sebagai karyawan yang bertanggungjawab atas kesehatan pribadinya dan berbekal hal tersebut saya merapat ke sebuah Rumah Sakit khusus jantung di bilangan Pasar Rebo. Tujuannya hanya satu yakni ingin memastikan Hasil Treadmill yang menunjukkan Positive Ischemi Response. Kecurigaan dokter saat Medical Check Up dilaksanakan perlu ditindaklanjuti mengingat organ jantung merupakan yang teramat vital dalam tubuh manusia. Tak lengkap bila saya tak mencari informasi melalui mesin pencari yang tersedia sehingga info yang saya bawa cukup sebagai bahan pertanyaan kepada dokter nantinya.

Dokter yang memeriksa saya diawal menanyakan Riwayat Kesehatan diri. Paling tidak beberapa pertanyaan yang ada kaitannya dengan Resiko Penyakit Jantung dikonfirmasi olehnya. Apakah saya memiliki keluarga yang juga memiliki riwayat sakit jantung. Apakah memiliki Riwayat Darah Tinggi dan Kolesterol Tinggi. Selanjutnya ditanyakan juga apakah memiliki Riwayat Diabetes, Obesitas, Apakah saya Merokok dan Seberapa sering Berolah Raga. Semua pertanyaan tersebut saya jawab Tidak kecuali untuk pertanyaan Olah Raga, saya mengakui agak jarang berolah raga.

Seusai menanyakan beberapa hal tersebut diatas dokter kemudian menjelaskan bagaimana proses tindakan yang diperlukan untuk memastikan ada tidaknya gangguan pada Jantung. Dokter menyarankan saya melakukan MSCT atau Multi Slice Computerised Tomography. Kata dokter menambahkan bahwa mengingat Hasil Treadmill adanya kecurigaan maka diperlukan tindakan selanjutnya guna memastikan ada tidaknya sumbatan atau gangguan. Bila dokter menemu kenali saya memiliki resiko sakit jantung, pernah terkena serangan jantung sebelumnya maka dokter akan menyarankan saya langsung melakukan kateterisasi jantung. Puji Tuhan hal itu menurut dokter yang melayani saya tidak diperlukan.

Sebelum dilakukan Tindakan MSCT saya juga mendapatkan tindakan ECHOCHARDIOGRAPHY semacam USG untuk melihat bagaimana sistem pompa jantung, apakah masih normal atau tidak. Melalui ECHO juga dapat ditemukan beberapa gangguan pada Jantung itu sendiri, apakah ada kebocoran dan lainnya. Prosesnya sederhana, saya hanya dipasangi 3 buah alat di dada yang tersambung ke mesin ECHO. Suster kemudian meminta saya untuk berbaring miring ke kiri saat dokter melakukan pemeriksaan. Hasil dari ECHO dapat diketahui saat itu juga, dan dinyatakan semua aman dan normal.

Usai dilakukan tindakan ECHO, selanjutnya seperti diawal disampaikan tindakan penting lain guna memastikan hasil treadmill saya akan menjalani apa yang disebut MSCT Jantung atau lebih mudah dikatakan Pemeriksaan CT Scan Jantung. Pemeriksaan ini dilakukan dengan dan tanpa penyuntikan Zat Kontras, untuk saya hari itu diberikan Zat Kontras. Penyuntikan dengan Zat Kontras disebut juga Coronary Computerised Tomography Angiography atau CCTA atau CT Angiography. Hal ini dilakukan untuk melihat kondisi pembuluh darah dengan menggunakan Zat Kontras dan Sinar X.

image

Sebelum dilakukan penyuntikan, suster akan menjelaskan bagaimana proses CT Angiography akan dilakukan. Saya pun menyimak dan sesekali menanyakan hal yang kurang jelas. Perawat kemudian menyuntikkan dibawah kulit untuk mencek terlebih dahulu apakah tubuh saya alergi atau tidak terhadap Zat yang akan disuntikkan tersebut. Waktu yang dibutuhkan sekitar 10 menit guna melihat ada tiadanya resistensi terhadap obat. Karena hasilnya negatif, maka proses selanjutnya saya diminta untuk berbaring disebuah tempat sejenis tempat tidur yang akan membawa tubuh saya mulai kaki hingga bagian dada. Disini suster juga memasangkan beberapa alat untuk merekam jantung dan juga menyiapkan jalur infus yang digunakan untuk menyuntikkan Zat Kontras masuk kedalam tubuh yang akan diambil fotonya, yakni Jantung. Ada dua orang perawat yang melayani di ruangan ini. Setelah semuanya siap, Perawat langsung pindah ke bagian lain ruangan MSCT untuk memulai proses pemotretan sambil sekitar 3 kali menginstruksikan kepada saya untuk tarik nafas, tahan nafas dan nafas normal kembali. Proses diatas tempat tidur MSCT ini berlangsung tidak lama, hanya sekitar 10 menit saja.

Kemudian suster akan mencabut jarum infus yang dipasang ditangan kanan  dan beberapa alat lain dari dada. Salah seorang diantaranya lantas meminta saya untuk mengambil minuman air mineral yang telah disediakan. Ia menyarankan agar saya minum sebanyak-banyaknya sebelum kembali ke rumah. Saya sempat bertanya apakah masih dapat mengendarai mobil jika sudah dilakukan tindakan ini dan yang saya rasakan masih bisa membawa mobil sendiri karena saya hanya butuh istirahat sebentar dan minum sebanyak-banyaknya.

Itulah proses lanjutan pemeriksaan terkait Jantung bila ditemukan adanya kecurigaan awal saat melakukan Treadmill. Pemeriksaan ini perlu dijalankan agar terdapat kepastian ada tidaknya gangguan berupa pengapuran.
Saya menyarankan kita tidak anggap enteng gangguan di Jantung karena seperti dikatakan dokter dan beberapa informasi yang saya dapatkan ada beberapa kasus yang sama sekali orang tersebut tidak merasakan adanya gejala sakit jantung. Jika ada yang merasakan gejalanya maka segeralah periksakan ke dokter dimulai pemeriksaan Treadmill sebagai deteksi awal, kemudian dapat dilakukan pemeriksaan melalui Multi Slide Computerised Tomography atau CT Scan Angiography hingga tindakan Katerisasi.

Kita juga mesti Berdoa agar dijauhkan dari penyakit mematikan ini dengan menjaga keseimbangan asupan dan aktifitas dan menghindari Resiko Penyakit Jantung.

Akhirnya seperti kata salah satu Presupposition NLP yang mengatakan Learning is Living, we can not not Learn bahwa dari sebuah peristiwa kehidupan kita akan senantiasa belajar dan belajar tanpa dapat menghindarinya. Oleh karena itu teruslah belajar dan belajar hingga akhir hayat.

Dibawah ini ada beberapa tindakan/alat yang biasa dilakukan bagi penderita sakit jantung yang saya ambil dari rumah sakit yang saya kunjungi dan mari kita doakan agar semua alat ini takkan hinggap di tubuh kita masing-masing, Amin.

image

image

Salam Sehat Berdaya

Bukti Kekuatan Doa

image

Pertama sekali yang saya tulis disini adalah ungkapan syukur terima kasih hanya bagi Tuhan Yesus Kristus yang sudah menjawab Doa Pergumulan dan Harapan saya selama sebulan ke belakang. Asal muasal semuanya itu adalah komentar dari seorang dokter Jantung di sebuah Rumah Sakit di Cibubur yang setelah melaksanakan Treadmill, saya lantas di cekoki dengan informasi yang membuat ciut manusia apapun seperti saya. Betapa tidak, belum habis keringat sang dokter sudah mengatakan sepertinya ada kecurigaan gangguan penyambutan di Jantung saya. Ia mengatakan bahwa ada 3 cara mengetahui adanya gangguan jantung atau tidak di tubuh manusia. Yang pertama melalui Treadmill yang menurutnya keakuratannya mencapai 50%. Cara kedua yakni dengan menggunakan CT Scan yang keakuratannya melebihi 70 %. Dan yang ketiga tentunya melalui metode bedah non invasif yakni Katerisasi. Setelah mencari informasi kesana kemari, akhirnya Tuhan membawa saya bertemu dengan dua orang jemaat yang saat itu akan menghadiri Ibadah Keluarga di Sektor Sion Perumahan Tirta Mandala. Kami bertiga bercakap-cakap terkait penyakit jantung. Orang pertama bercerita bagaimana dulu ia kehilangan istrinya akibat serangan jantung. Dia sama sekali tak menyangka akan berakibat fatal, tanya punya tanya ketika itu rupanya istrinya kena penyumbatan di pangkal koroner jantung seperti keterangan dokter. Jemaat kedua yang bercerita kepada saya malam itu menjelaskan, ia sama sekali tak merasakan gejala apapun namun sempat tak percaya juga saat melaksanakan Treadmill di rumah sakit hasilnya ada Positive Response Ischemi. Ia sama sekali tiada merasakan sakit didada atau gejala lainnya dan sangat menjaga asupan makanan. Setelah konsultasi dokter perusahaan tempatnya bekerja ia pun mengikuti sarannya konsul dengan dokter jantung. Hasilnya 1 Stent atau Ring harus dipasang ke jantungnya hingga saat ini.

Berbekal sharing Jemaat tersebut, saya memberanikan diri menindaklanjuti hasil Medical Check Up menuju sebuah Rumah Sakit khusus Jantung di daerah Pasar Rebo.

Setelah melakukan proses administrasi, saya beranjak ke lantai 2 untuk menunggu panggilan suster. Disini saya diminta menimbang badan, tensi dan mengisi sebuah form persetujuan tindakan. Dokter lantas melayani saya diruang konsultasi. Seorang dokter muda berkaca mata terlihat antusias menyapa saya. Ia kemudian menjelaskan perihal penyakit jantung kepada saya. Pertama menggunakan gambar yang dibuat sendiri di selembar kertas. Kedua ia pun menjelaskan memakai Hasil Scan Pasien dengan Jantung terdapat sumbatan dan satu lagi yang tanpa sumbatan. Dengan detil ia memberikan pemahaman sebelum masuk kepada hasil medical check up saya. Terakhir kali dokter muda ini menjelaskan dengan memutarkan sebuah video bagaimana proses penyumbatan dapat terjadi dalam pembuluh darah jantung. Sesudah semua disampaikan dokter ini melihat hasil Treadmill dan hasil cek darah. Beberapa pertanyaan mengenai riwayat kesehatan pribadi ditanyakan juga kepada saya. Apakah merokok, apakah memiliki keluarga yang sakit jantung, adakah riwayat darah tinggi, diabetes, jenis olah raga yang ditekuni, kolesterol totalnya apakah pernah tinggi. Rupanya semua itu adalah hal resiko seseorang dapat terkena serangan jantung. Sesudah membaca hasil treadmill ia memberikan penjelasan bahwa hasilnya ada hal mencurigakan akan adanya sumbatan jadi untuk meyakinkannya dokter menyarankan untuk dilakukan MSCT Scan atau Scan Jantung. Tingkat keakuratannya lebih tinggi dibandingkan dengan Treadmill. Sebelum menuliskan instruksi tindakan di form yang tadi saya isi, ia menjelaskan perihal manfaat, proses MSCT Scan dilakukan. Sayapun mengangguk setuju dan sang dokter lantas meminta saya mengikuti susternya, “Silahkan ikut suster saya pak” ucapnya.

Saat menunggu antrian seorang suste menghampiri saya seraya mengatakan bahwa saya juga akan menjalani pemeriksaan ECHO, apa itu dalam hati saya. Setelah masuk ke Ruangan dan saat dokter akan mengeksekusi barulah saya paham bahwa ECHO ini semacam USG dimana manfaatnya dokter akan melihat Fungsi JANTUNG saja. Dengan alat ini dokter ingin mengetahui bagaimana kondisi kekuatan pompa jantung, kondisi bilik apakah ada kelainan atau tidak. Sesudah dicek selama kurang lebih 15 menit sudah dapat diketahui hasilnya. Puji Tuhan, ucap saya saat dokter menyimpulkan “Hasil ECHO Jantung Bapak aman”. Ia pun menjelaskan hasil cetakan pemeriksaan ECHO kepada saya, semua Normal. Pemeriksaan yang akan dilanjutkan adalah MSCT Scan atau Scan Jantung, sayangnya baru dibuka sekitar jam 14.00 jadi saya mesti menunggu dahulu selama 2 jam.

Dua orang suster saya lihat mulai memasuki ruangan di Gedung lain dari tempat saya konsul dengan dokter. Ruangannya sepi, hanya ada seorang petugas satpam duduk di meja resepsionis. Setelah saya menyerahkan pengantar dari dokter, seorang suster kemudian mempersilahkan saya masuk ke ruangan yang tertulis MSCT di bagian atas pintu masuk. Di dalam ruangan saya diminta membaringkan   diri disalah satu bangsal yang tersedia. Saya melihat ada air minum mineral banyak di sudut sejajar dengan tempat tidur yang saya tempati. Suster yang sama kemudian menjelaskan bagaimana proses MSCT akan dilakukan. Setidaknya ada dua tindakan yang akan diberikan kepada saya selaku pasien. Pertama suster akan melakukan tes alergi. Ia memasukan “Kontras” dibawah kulit lengan kiri saya. Apabila ada alergi maka akan timbul merah dikulit nyatanya setelah 15 menit, tidak ada reaksi alergi. Tindakan selanjutnya saya diminta masuk ke ruangan alat MSCT yang lebih dingin suhunya. Disini terlihat sebuah mesin dengan tempat tidur ditengahnya. Disisi kanan ada ruangan kaca tempat suster memberikan instruksi saat Kontras dimasukkan hingga pemotretan dilaksanakan. Suster kemudian menjelaskan ulang proses yang akan saja jalani. Bagaimana saya akan merasakan sedikit panas dalam tubuh ketika mesin MSCT menyuntikkan cairan kontras melalui jalur infus yang sudah dibuat. Keseluruhan proses berlangsung selama kurang lebih 10 menit dengan tiga kali pemotretan.

Sesudah proses Scan Jantung dilakukan, suster meminta saya untuk banyak minum air putih. Kenapa demikian agar cairan Kontras yang berfungsi memberikan kecerahan pada obyek jantung agar terlihat jelas letak sumbatan yang terjadi bila memang ada. Saya pun lantas mengambil 5 gelas air mineral untuk diminum dan kembali ke rumah.

Sepanjang proses MSCT dilaksanakan saya terus menerus kontak keluarga dan istri supaya turut mendoakan agar hasilnya baik adanya. Saat proses dilakukan jam dua siang, istri saya telepon untuk berdoa. Memohon pertolongan Tuhan itu adalah satu-satunya kekuatan besar yang saya miliki. Lewat tengah malam sekitar pukul dua dinihari, saya pun bangun dan mengambil Alkitab untuk menyampaikan permohonan kepada Tuhan agar dijauhkan dari segala yang tidak baik terjadi bagi jantung saya. Tuhan memberikan ayat dari Zefanya 3 : 9-20. Tuhan memberikan mutiara pada saya di ayat 16 – 17 yakni Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem “Janganlah Takut, Hai Sion ! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu”. TUHAN Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan.

Ayat ini saya aminkan sebagai jawaban bahwa Jantung saya tidak ada masalah. TUHAN memberikan jawaban sebelum saya menerima penjelasan dari dokter di hari itu sekitar pukul 11.00 siang. Kekuatan doa dari orang-orang yang mengasihi saya sungguh nyata dalam kehidupan saya terutama jantung saya.

Terima kasih saya kepada Tuhan atas jawaban atas kekhawatiran yang saya gumuli paling tidak sebulan lamanya. Tuhan bekerja sungguh luar biasa, IA memberikan keberanian kepada saya melalui dua orang jemaat saat saya menjadi Pelayan Firman di Sektor dimana keduanya bertempat tinggal. Dari sinilah awalnya Tuhan bekerja untuk membuat saya maju berjumpa dokter.

Hal kedua yang saya alami, jika Doa dengan sungguh dilayangkan maka kekuatanNya akan melingkupi hidup kita. Apalagi doa itu juga dikokohkan oleh keluarga dan rekan lainnya.

Hal ketiga yang dapat saya petik disini, jadikanlah saat teduh untuk perjumpaan kita dengan Tuhan tak sekedar membaca Alkitab tapi disitulah waktunya kita “ngobrol” atau “Ngadu” ke Tuhan. Saya sendiri lebih memilih lewat tengah malam untuk berjumpa denganNya.

Itulah kisah saya dari kekhawatiran menjadi kekuatan. Tuhan sungguh baik bagi kehidupan yang saya alami terutama dalam proses pengechekan Jantung yang diberikan Tuhan.

Terima kasih untuk Dokter yang melayani saya selama dua hari.

Satu Jam Di Kapal Negara SAR

image

Di tengah pelaksanaan Pelatihan Dasar SAR bagi anggota Team SAR INDOSAT, atas ijin pimpinan Basarnas saya berkesempatan melihat Kapal Negara SAR Jakarta yang dipakai untuk  mengevakuasi korban musibah Air Asia. Selasa 19 Mei 2015, sekitar pukul 23.00 WIB saya bersama 2 orang rekan dari Team Observer memiliki kesempatan menaiki kapal tersebut. Tiba di buritan, lampu padam, sepatu dilepas, kami mulai memasuki kabin kapal. Kapal berukuran 40 meteran ini terlihat cukup terawat, rapi dan bersih. Selain ruang kamar VIP, Kamar Perawat, Kamar Kepala Kamar Mesin, Kamar Nakhoda ruangan tengah kapal memiliki ruang penumpang berkursi nyaman 3 baris masing-masing 4 kursi. Area ini cukup lengang, nyaman. Menyusuri terus kearah haluan, terdapat ruangan sejenis Break Out Area untuk pelbagai aktivitas. Televisi Flat ukuran besar terpasang diatas meja makan. Selanjutnya kami menuju Anjungan dimana Nakhoda bertugas. Di ruang ini kapal dikendalikan. Kapal ini mampu melaju di lautan bebas sampai 25 knot dengan 3 mesin utama. Di dampingi seorang ABK kami diajak berkeliling malam itu hingga ke ruangan mesin. Suara mesin sangat kencang sehingga pendamping menyarankan saya menggunakan penutup telinga. Di ruangan ini kami tak dapat sempurna bercakap-cakap, suara mesin genset melebihi suara kami. Setelah naik kembali ke Buritan barulah kami bercakap-cakap banyak hal termasuk tentang bagaimana peran Kapal ini saat membantu proses evakuasi korban peristiwa jatuhnya pesawat Air Asia di perairan Pangkalan Bun.

image

image

Kapal ini terdiri dari 3 tingkat. Bagian bawah itu selain kamar mesin juga diisi dengan kamar tidur para ABK. Di area tengah diisi oleh kamar tidur VIP, Kamar Perawat. Sementara dibagian atas merupakan dek, saya lupa menanyakan apakah bisa didarati oleh helikopter atau tidak. Semua area sepertinya menjunjung tinggi Kebersihan kapal yang terlihat cukup terjaga.

Ketika akan kembali ke tempat penginapan sambil memasang tali sepatu, sempat terbayang bagaimana kapal ini menjemput jenasah dari KRI kemudian diletakkan diburitan untuk segera dipindahkan ke pelabuhan. Ruangan buritan yang gelap menambah perasaan dan bayangan yang sedikit berbeda. Menurut pendamping, bau jenasah baru benar-benar hilang kira-kira satu minggu pada waktu proses evakuasi berlangsung. Meski sudah dibersihkan dengan disinfektan tetap saja masih tertinggal baunya.

Tak terasa waktu sudah masuk tengah malam. Saya dan dua rekan pun undur diri. Doa saya untuk para crew kapal dan teman-teman di Basarnas semoga pengabdian anda semua diberikan upah yang setimpal oleh Pencipta Semesta.

Avignam Jagat Samagram, Semoga Selamatlah Alam Semesta !

Pelatihan Potensi SAR Dasar Indosat dengan BASARNAS Lahirkan 21 Rescuer

IMG_20150522_145657

Jpeg

Jpeg

IMG_20150522_145917(1)

Pelatihan Dasar SAR bagi anggota Team SAR Indosat yang berlangsung sejak 18 Mei ditutup pada Jumat 22 Mei 2015 lalu. Pelatihan yang dilaksanakan atas kerja sama antara Indosat dengan BASARNAS Kantor SAR Jakarta ini diikuti oleh 21 orang peserta yang terdiri dari 17 orang anggota Sekuriti dan 4 orang karyawan Indosat dimana di dalamnya ada peserta wanita. Pendidikan Dasar yang diadakan di Pusat Kegiatan Olah Raga Air DKI Jakarta ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar yang dibutuhkan bagi seorang anggota Team SAR. Materi yang diberikan diantaranya ; Substansi Basarnas, Medical First Responder/MFR, Penilaian Dini, Pemindahan Korban, Bantuan Hidup Dasar (BHD), Pengenalan Perahu dan Mesin Tempel, Pengenalan Sarana Komunikasi, Manajemen Posko, Pertolongan di Air termasuk dilatih juga tingkat kepekaan berupa Group Allert yang sempat dipraktekkan dua kali selama pelatihan. Para peserta dalam pelatihan ini sesuai standard BASARNAS harus memperoleh nilai kelulusan minimal 70 dimana penilaian meliputi nilai ujian tertulis dan ujian praktek dengan bobot masing-masing 40% ditambah Nilai Attitude 20%. Berkat semangat kemanusiaan yang tinggi ke-21 orang peserta tersebut dinyatakan Lulus meskipun dua orang sempat mengulang ujian prakteknya.

Masing-masing peserta memperoleh Surat Keterangan dan hal tersebut membuat ke-21 orang peserta secara resmi telah terdaftar di Kantor SAR Jakarta sebagai Potensi SAR dengan Kualifikasi Water Rescue yang ditandai dengan pemberian Kartu Tanda Anggota. Kartu Anggota ini berlaku secara nasional selama dua tahun, kemanapun anggota SAR Indosat nantinya bergabung dengan Posko Bencana, mereka sudah diakui kemampuannya.

Dua orang peserta tampil sebagai peserta terbaik dan secara simbolis menerima Kartu Anggota dari Chief Human Resources Officer. Ketika ditanya bagaimana kesan pesan selama mengikuti pelatihan yang cukup berat ini salah seorang peserta mengungkapkan : “Materinya lengkap dan detil banget, kami jadi paham sekali dan juga merasa ada peningkatan kepercayaan diri. Jika Indosat menugaskan, sekarangpun saya siap melaksanakan tugas kemanusiaan ini.” ujar Hermawan, salah seorang anggota SAR yang baru dilantik. Pada kesempatan ini para pimpinan Indosat juga menerima kartu Anggota Kehormatan sebagai Potensi SAR Kantor Jakarta.

Dalam amanat penutup dihadapan para Search Rescue Unit atau SRU yang baru terbentuk ini, Chief CHRO mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh peserta yang berbaris didalam air laut setinggi lutut mengikuti tradisi pelantikan Prajurit Komando di Pantai Permisan Cilacap. Panasnya matahari sore tak membuat beliau terhalang untuk memberikan suntikan semangat kepada para relawan yang dengan kerelaan telah bergabung menjadi First Responder di Indosat atas bencana yang mungkin terjadi. Dia mengutarakan bahwa Indosat akan selalu meremajakan dan memperbesar Team SAR yang selama ini telah terbentuk untuk tugas kemanusiaan dimana saja Indosat beroperasi dari Sabang sampai Merauke

Selamat Kepada Seluruh Peserta dan Avignam Jagat Samagram, Semoga Selamatlah Alam Semesta !

Bahagia Adalah Nostalgia Sambil Latihan Menembak

image

Minggu 26 April 2015, saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan Indosat Shooting Club yang menyelenggarakan latihan bulanan bagi anggotanya. Ada setidaknya dua alasan saya sangat tertarik mengikuti kegiatan ini meski jatuh di hari Minggu. Pertama saya rindu untuk kembali masuk ke tempat dimana puluhan tahun lalu saya biasa bermain. Saya rindu melihat rumah kami tempo dulu , tempat dimana saya dibesarkan sampai SMP. Kedua tentu saja saya ingin juga merasakan bagaimana memegang bedil lagi. Kepingin untuk mencoba dar der dor. Ketika ikut Pendidikan Dasar Menwa di Secata Gombong Jawa Tengah semasa kuliah sudah pernah menembak dengan Senapan M16 A1 namun hanya 10 peluru saja. Belum terasa nendang. Itupun kayaknya sudah lupa dengan yang namanya Pisir dan Pejera. Apa beda dan kegunaannya diungkapkan lagi oleh Pelatih yang mendampingi. Kini kesempatan itu datang maka ajakan seorang rekan rasanya tak boleh saya sia-siakan. Jadilah sejak pukul tujuh sudah berada di lokasi padahal kegiatan baru akan dimulai satu jam setelah kedatangan saya.

image

Memang rasanya beda ketika masuk kembali ke Kompleks yang terkenal sebagai Pasukan Nomor Tiga didunia. Tata ruang yang rapi, kebersihan yang terjaga terlihat sekali saat memasuki perumahan Baret Merah ini. Apalagi ketika melewati rumah yang sekitar 10 tahun kami huni. Dulunya nama jalan rumah kami Jalan Sungai Luis namun kini sudah berganti menjadi jalan Chandrassa 7 jika tidak salah melihat. Jalan yang dulu berbatu kini sudah beraspal, rapih dan bersih. Tiang Rambu Lalu Lintas jelas terlihat seolah mengarahkan pengendara kemana harus meluncur. Setelah belok kiri tepat di samping Lapangan Atang Sutresna (d/h Lapangan Merah), saya melintasi Sekolah Taman Kanak-Kanak yang dulu saya masuki. Namanya kini sudah berganti. Dan terlihat juga Gereja dimana saya tempo lalu bersekolah Minggu. Nama Gereja tetap sama POUK Immanuel tidak berubah, entah kalau gereja katolik disebelahnya, kemarin kok saya melihat nama Valentino. Sepanjang jalan yang dahulu dinamakan Jalan Dili untuk mengingat gugurnya Mayor Atang Sutresna dalam Operasi Seroja, perebutan Kota Dili 7 Desember 1975 di Timor Timur terawat bersih dan Rapih. Nama Atang Sutresna ini sudah dipakai sejak gugurnya almarhum sebagai pengganti nama Lapangan Merah. Persis diujung Jalan Dili ini, saya mulai menurunkan kecepatan motor kemudian mencari petunjuk dimana Lapangan Tembak Rama Sinta ini berada. Setahu saya lapangan tembak yang dekat gereja adalah Lapangan Tembak tempat saya dan teman-teman mencari bekas selongsong peluru. Lapangan tembak itu kini diberi nama B. Sudaryanto diambil dari nama seorang perwira, ayahanda teman saya Budi dan Iwan, tetangga kami, yang meninggal dalam tugas di Operasi Seroja tahun 1975an. Beliau gugur di Sungai Luis Timor Timur, oleh karenanya untuk mengenang perjuanganya nama jalan di rumah kami Sungai Luis. Lepasnya Timor Timor membuat semua nama yang berbau Timor Timur kini sudah dihapus diganti salah satunya dengan nama Chandrasa.

Saya pun mencoba bertanya kepada seorang prajurit yang sedang naik motor menuju ke Posko Ekspedisi NKRI. Dengan ramah prajurit ganteng itu membuka kaca helm kemudian memberikan penjelasan kepada saya dimana lokasi lapangan Rama dan Sinta tersebut. Rasanya moto Danjen Kopassus NO 3M, yakni Jangan Melotot, Marah dan Memukul benar benar dipraktekkan oleh para Prajurit termasuk prajurit yang saya tanyai. Si Prajurit malah menjalankan juga 3S nya Danjen, yakni Senyum Sapa dan Salaman. Berbekal informasi dari keramahan prajurit tersebut saya meluncur menyusuri jalan samping lapangan B. Sudaryanto hingga akhirnya sampai di mulut terowongan yang hanya muat satu kendaraan saja. Dalam hati saya bergumam, luar biasa ini baru Pasukan Khusus namanya. Kita ingin ke lokasi saja sudah dibangkitkan adrenalinnya. Rasanya jika malam hari masuk terowongan ini saya takkan berani.

Setibanya dilokasi, belum terlihat rekan Indosat Shooting Club, yang kelihatan hanya beberapa Prajurit yang sedang membersihkan lokasi dan dua orang provoost yang mengatur parkir. Katanya Danjen akan berkunjung setelah olah raga pagi untuk menembak namun sampai saya pulang beliau tak jadi datang, mungkin pindah ke lapangan lainnya.

image

Saat semua team berkumpul, seorang pelatih yang tadi meyapa kami semua dengan Salam Komando, mulai memberikan instruksi bagaimana mengikuti ketentuan Menembak yang baik. Hal pertama dan utama yang diperkenalkan adalah Faktor Keamanan. Selanjutnya beliau menjelaskan bagaimana memegang Pistol dengan benar. Usai pemberian penjelasan dilanjutkan dengan pembagian peluru. Kami masing-masing dipanggil namanya kemudian diberikan 1 Box Peluru 19mm berisi 50 butir. Wow ! Saya pikir cuma sepuluh ternyata sebanyak itu makin semangat dong jadinya.

Satu per satu kami mencoba menembak Pistol diarahkan oleh 3 orang pelatih. 1 kali sortie, meminjam istilah Terjun Payung, ada 3 orang anggota Indosat Shooting Club yang dibimbing. Ada 6 orang pemula termasuk saya yang baru bergabung jadi pertama diperkenalkan dengan Pistol dahulu. Paling tidak supaya paham betul cara memegang, bernafas dan menembak. Baru sesudahnya saya termasuk yang mencoba menembak dengan MP5 untuk 15 peluru terakhir. Betapa senangnya hati pada hari ini karena bisa belajar menembak Pistol. Dengan belajar menembak, saya jadi mencoba belajar lebih sabar lagi. Saya tidak boleh terburu-buru dalam mengambil keputusan. Saya juga belajar untuk fokus pada target yang harus dicapai. Ketiga hal tersebut jadi insight learning yang boleh saya petik sepanjang 3 jam kegiatan menembak ini. Pelatih membantu mengungkapkan keberdayaan yang saya miliki untuk kemudian dilatih, dilatih dan dilatih supaya paling tidak muncul kesabaran yang lebih tinggi lagi. Konsentrasi dan fokus pada apa yang akan dicapai perlu  diperbaiki selalu. Alhasil yang tadinya tembakan diluar lingkaran hitam akhirnya pada sesi kedua paling tidak 4 peluru masuk lingkaran hitam di angka 8 dan 9. Cukuplah Buat Pemula !

Terima Kasih Indosat Shooting Club, saya sudah dapat bernostalgia dan berlatih menembak. Semoga bulan depan dapat mengikutinya lagi dan memperoleh nilai kesabaran yang meningkat. Bahagia rasanya bisa bernostalgia sambil mendapat ilmu menembak dari pasukan Komando terbaik di Indonesia.

Terima kasih Pak Pelatih yang menemukan keberdayaan saya yang harus ditingkatkan. Juga terima kasih saya ucapkan karena ternyata setelah puluhan tahun sang Pelatih masih mengenal almarhum papa, “Kalo tidak salah, Bapak itu dulu Pa Roh kan ya” begitu ucapnya saat saya hendak pamitan dengannya. Saya pun mengangguk tanda setuju sambil salam komando dengannya.

Selamat Hari Minggu dan Happy Shooting ! Jayalah Selalu Kopassus ! KOMANDO !

Perayaan PASKAH 2015 GPIB Pancaran Kasih Sektor BETEL

image

Meskipun sehari sebelumnya hujan seharian membasahi bumi Depok Bogor termasuk tanah di daerah Sentul, namun semangat mengingat rayakan Kebangkitan Yesus Kristus sepertinya tiada sedikitpun luntur dihati dan pikiran jemaat yang akan turut serta dalam Ibadah Paskah Sektor BETEL Minggu 5 April 2015. Walaupun kendaraan yang akan mengantar jemaat terlambat hadir di depan Pos Polisi Perumahan akan tetapi sekali lagi semangat Paskah tetap menggebu-gebu dihati sanubari sekalian jemaat yang sedari malam sudah mempersiapkan diri dengan membawa perlengkapan dan pakaian yang pas serta cocok untuk ibadah padang.

4 kendaraan bus serta lebih dari 7 buah kendaraan kecil menyusuri jalan raya bogor di waktu subuh menuju Kampung Wisata Sentul lokasi dimana Perayaan Paskah GPIB Pancaran Kasih – Sektor BETEL Depok diselenggarakan. Pujian syukur dan hormat disampaikan kepada Tuhan oleh karena anugerahNya cuaca pada minggu pagi tadi dalam keadaan cerah. Doa semua umat terkabulkan mengingat satu malam sebelumnya hujan mengguyur lokasi cukup besar dan lama.

image

Saat MENTARI mulai menunjukkan wajah cerianya di lokasi, Ibadah Paskah yang dipimpin oleh Pdt. Domidoyo itu berlangsung khidmat dengan khotbah yang sangat mengena bagi seluruh jemaat yang hadir dilapangan beralaskan terpal warna biru dibawah pepohonan rindang nan hijau

Usai ibadah Paskah acara dilanjutkan dengan kegiatan bagi Sekolah Minggu yang mengadakan lomba mencari telur dipandu oleh Kakak Pelayan Anak. Acara tradisi khas Paskah ini berlangsung di area tanaman buah organik disebelah pendopo. Beberapa tanaman buah terlihat sudah mengeluarkan buahnya menambah indah suasana pagi itu. Satu lagi kegiatan anak yang sangat ditunggu oleh anak anak Sekolah Minggu adalah acara Menangkap Ikan. Ikan Mas disebar di kolam percontohan kemudian setelah aba-aba mulai diberikan dengan bunyi pluit mulailah puluhan anak masuk kolam dan segera mengejar ikan mas yang sudah bertebaran di seantero kolam. Anak-anak mengejar ikan-ikan di kolam yang dalamnya hanya diatas mata kaki orang dewasa. Satu per satu sorak gembira terdengar karena mereka mendapatkan ikan mas. Penyelenggara menyediakan kantong plastik untuk menyimpan ikan yang sudah tertangkap. Tak berapa lama kemudian pluit berbunyi kembali tanda waktu menangkap ikan telah selesai. Anak Layan mesti keluar dari kolam. Dibawa oleh orang tua masing masing, anak anak Sekolah Minggu terlihat berjalan menuju Sungai Cikeas yang letaknya bersebelahan dengan kebun pepaya. Disini para orang tua membasuh anak mereka sebelum kembali menuju ke lapangan utama untuk makan pagi dan dilanjutkan acara pembagian doorprize. 

image

Gemericik air sungai Cikeas yang mengalir turun menuju daerah yang rendah terdengar cukup kencang seolah ingin turut menyapa Selamat Paskah bagi seluruh jemaat ditengah hari itu. Ucap syukur terima kasih kepada Tuhan, Engkau sudah memberikan cuaca yang tidak panas apalagi hujan sehingga Ibadah Minggu Perayaan Paskah di Kampung Wisata Sentul bagi Jemaat GPIB Pancaran Kasih Sektor BETEL boleh berlangsung  penuh khidmat, lancar, aman dengan sukacita kebangkitan Tuhan Yesus Juruslamat Dunia.

image

Sampai Jumpa di Perayaan Paskah Tahun Depan dan

Selamat PASKAH !

Catatan Khotbah Opa : Sesal Kemudian Tak Berguna

image

Khotbah Minggu 19 Oktober 1980
Hakim-Hakim 11 : 29 – 40

“Jika tidak ingin menyesal, keputusan kita harus lahir dari pertimbangan yang matang dalam penyerahan pada pimpinan Tuhan”

Riwayat hidup Yefta luar biasa. Yefta anak Gilead dari seorang perempuan sundal. Ia diusir saudara tirinya yang menghendaki harta warisan mereka jatuh penuh ke tangan mereka. Yefta meninggalkan rumahnya dan di Tob bekerja sebagai pemimpin perampok. Dalam keadaan terdesak bangsa Israel mengutus para tua-tua untuk mengundang Yefta menjadi pemimpin Israel menghadapi bangsa Amon. Yefta menerima undangan tersebut sesudah terjadi perjanjian bahwa ia diakui tua-tua untuk memimpin bangsa Israel. Yefta tidak mendendam tidak juga membalas kejahatan dengan kejahatan. Yefta tahu dengan pasti bahwa Tuhanlah hakim yang berdaulat penuh. Yefta yang menurut penilaian manusia tersisih justru dipilih Allah. Tetapi pilihan Allah itu besar kuasa nya. Perubahan tajam terjadi pada diri Yefta. Jalan hidupnya berubah, sikap hidupnya berubah. Tujuan hidupnya pun berubah. Ditangan Tuhan dia menjadi alat pembebasan Tuhan yang ampuh.

Pertentangan Israel dengan Amon adalah tentang tanah yang diduduki Israel. Mereka menuduh Israel merampok tanah mereka. Tetapi menunjuk pada fakta sejarah, Yefta menyalahkan tuduhan tadi. Sebab bangsa- bangsa itu yang mudah menyerang Israel. Tuhan yang berkuasa menyerahkan ini ke bawah tangan Israel. Yefta berpegang pada kedaulatan dan kehendak Allah pemilik dunia ini. Serangan Israel sebenarnya adalah serangan terhadap rencana Tuhan yang memilih Israel untuk menyelamatkan dunia ini. Maka tindakan Tuhan memilih dan membela Israel sama sekali bukan pilih asih. Pertimbangan iman tentang kenyataan hidup ini jauh berbeda dengan pertimbangan yang dibuat dari posisi tidak beriman. Itu sebabnya logika yang bertitik tolak dari iman, tidak pernah bisa bertemu dengan logika ya menilai tanpa iman. Orang KRISTEN pun tidak luput dari kemungkinan salah menilai. Karena itu, penting selalu mulai berpikir dan melangkah dari Tuhan dan rencanaNya. Pertempuran Israel dengan Amon tak terhindarkan lagi. Tuhan mengirim Rohnya kepada Yefta. Sebelum maju berperang Yefta bernazar akan mempersembahkan sebagai korban bakaran apa saja yang keluar dari pintu rumahnya saat ia tiba kembali dari peperangan.

image

Yefta menang gemilang. Tetapi yang menyambutnya pertama adalah anak perempuan tunggalnya yang belum menikah. Walau kaget dan terpukau ia tidak dapat mundur dari nazar yang sudah terlontar. Anaknya menerima nasibnya dengan berani. Ia meratapi kegadisannya sebelum dipersembahkan kepada Tuhan.

Bukankah sering keputusan dan tindakan kita, kita sesali kemudian hari. Semuanya terjadi karena kita tidak mempertimbangkan masak-masak. Apa yang melandasi niat, ucapan, janji dan tindakan kita ? Pikiran, Perasaan. Penilaian, Kemauan dan Keputusan kita harus dilandasi oleh kebenaran. Jika tidak ingin menyesal, keputusan kita harus lahir dari pertimbangan yang matang. Dalam penyerahan pada pimpinan Tuhan Yang Maha Kuasa sumber dari kehidupan kita pribadi lepas pribadi.

Catatan Akhir :
1. Yefta menurut penilaian manusia tersisih, tapi justru dipilih Allah
2. Pertimbangan Iman
3. Bukankah sering keputusan kita, kita sesali dikemudian hari

Sumber :
Catatan Khotbah Pdt. F.S Katipana
Diketik ulang oleh Dkn W.Katipana
Jumat 27 Maret 2015

70 : 20 : 10

702010

Salah satu prinsipil dari NLP atau biasa disebut The Presuppositions of NLP mengatakan “Learning is Living, we can not not learn”. Asumsi yang dianggap benar ini ingin mengatakan bahwa banyak jutaan informasi masuk kedalam pikiran setiap detik setiap saat. Kita senantiasa belajar dan belajar selalu sepanjang kehidupan ini. Proses belajar takkan pernah terhindarkan oleh kita selama nafas masih dikandung badan.

Melalui ketikan ini mari mengingat kembali selama ini aktivitas yang menurut pengalaman diri kita selama ini apa yang memberikan suatu “perubahan” paling besar dari sisi peningkatan kemampuan dan kompetensi Pribadi ? Sebagian besar kita mungkin mengatakan ketika ia diberi penugasan baru. Sebagian lagi ketika terlibat dalam projek yang melibatkan orang-orang yang expert dalam bidangnya. Beberapa orang lain justru mengatakan mereka merasa dirinya berkembang setelah ia membaca buku yang inspiratif atau setelah mendapatkan “coaching” dari atasan bagaimana melaksanakan sebuah tugas agar lebih efektif. Fakta –fakta yang diangkat dari realitas tersebut membuktikan bahwa mengikuti training, baik di dalam maupun di luar negeri bukan merupakan satu-satunya cara untuk pengembangan diri.

Asumsi di atas memang tidaklah terlalu salah, mengapa demikian ? Hal ini sejalan dengan pemikiran Michael Lombardo dan Robert W. Eichinger dari Center for Creative Leadership. Keduanya menyatakan bahwa pengembangan diri seseorang untuk karir dan performansi yang lebih baik adalah mengikuti metode 70:20:10.

Apa yang dimaksud dengan metode 70 : 20 : 10?

Riset yang dilakukan menunjukan bahwa 70% peningkatan kompetensi diperoleh melalaui praktek mengerjakan secara langsung baik melalui on the job training seperti masa percobaan untuk jabatan/posisi lebih tinggi atau penyelesaian assignment setelah mengikuti sebuah training. Kesempatan melakukan sebuah pekerjaan secara langsung ternyata membuat seseorang mencoba dan merasakan langsung dimana hal tersebut akan menggiring pada proses pemecahan masalah terkait pekerjaan yang telah terbukti sebagai metode yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan dan kapabilitas seseorang.

Selanjutnya 20% efektivitas dalam proses pembelajaran diperoleh langsung dari proses coaching dari line manager. Melalui proses mentoring dengan role model yang dipilih, Benchmarking atau berinteraksi secara langsung dengan orang-orang yang ahli dalam bidangnya juga merupakan sebuah cara meningkatkan kemampuan seseorang. Sedangkan 10% lagi pembelajaran diperoleh melalui pelatihan atau training apakah in house atau public training, e-learning, seminar atau sharing knowledge.

Berdasarkan studi Lombardo di atas, sudah saatnya kita untuk memulai mengalokasikan strategi dan metode belajar kita. Belajar ternyata dapat menggunakan banyak cara dan metode yang bisa dipilih oleh masing-masing dari kita.

It is your Choice ! Ya, Pilihan tersebut tentu ada di tangan kita. Untuk mencapai peningkatan kompetensi yang kita inginkan ada baiknya kita dapat memilih proses belajar sesuai pilihan kita. Pilihan yang harus kita lakukan dengan sebaik-baiknya.

Salam Berdaya !
Diketik dari pelbagai sumber

Debangors Family Gathering 2015

image

Sabtu 7 Maret 2015, sehabis mengantarkan anak terkasih Obama mengikuti tes masuk penerimaan Sekolah Dasar, kami sekeluarga langsung menuju Sentul. Hari ini saya dan teman-teman yang menamakan diri Grup Debangors memiliki acara Family Gathering. Acara yang digagas oleh sekelompok karyawan yang memiliki frekuensi yang sama diadakan di sebuah lokasi yang tak jauh dari Jakarta,  Namanya Kampung Wisata Sentul. Lokasi Wisata Edukasi yang belum banyak dikenal ini sepertinya cocok buat hiburan keluarga. Acara Gathering ini juga merupakan kelanjutan dari kegiatan silaturahmi yang selama ini dilaksanakan. Tujuan kumpul-kumpul tiada lain hanya untuk mempererat silaturahmi yang selama ini telah dibina. Dalam pekerjaan sudah dibebani tugas masing-masing, diluar jam kerja saatnya melakukan  relaxation dengan kumpul-kumpul bersana. Jika selama ini hanya karyawannya saja, kini acara diikuti oleh isteri, suami dan anak-anak. Tidak tanggung tanggung, rekan dari Bandung juga hadir di acara ini padahal ia sedang cuti.

Perihal lokasi, kekhawatiran saya sebelumnya teman-teman kurang menyukai lokasinya namun ternyata dugaan saya salah. Semua anggota Debangors dan keluarganya justru merasa senang luar biasa. Mereka tidak hanya mengagumi lokasi dan acaranya bahkan semua sepakat melanjutkan apa yang sudah dilakukan hari ini pada kesempatan mendatang.

image

image

image

Semoga saja di kesempatan mendatang Debangors dapat berjumpa lagi bersama seluruh keluarga. Pertemuan di Kawasan Sentul yang penuh rasa bahagia ini paling tidak akan menjadi awal dari sebuah aktifitas yang bermanfaat bagi seluruh Debangors.

image

Terima kasih sudah makan bareng nasi liwet atau Cucurak, anak-anak mancing dan menangkap ikan dilokasi yang luar biasa asik punya. Tidak bosen bertandang ke sini jika ingin kesenangan bersama keluarga karena lahan wisata seharian seolah menjadi milik sendiri karena tidak ada kelompok lain yang menggunakan sebab memang begitulah kebijakannya. Kampung Wisata Sentul merupakan tempat yang luar biasa buat outdoor activity bagi keluarga. Edukasi menanam padi, menangkap ikan dan suguhan nasi liwet menjadi pelengkap setiap kunjungan ke lokasi ini. Tak kalah seru main di Sungai Cikeas menambah meriah acara bagi anak-anak yang sudah tak menjumpai sungai yang masih bersih di Jakarta dan Depok.

image

1a

image

Kegiatan setengah hari Debangors ditutup dengan kunjungan ke rumah salah seorang keluarga Debangors yang dituakan di lokasi yang tak jauh dari lokasi. Enam kendaraan beriringan menuju perumahan yang berdekatan dengan jalan tol Jagorawi. Sambutan ramah tamah khas Sunda membuat betah kami semua sehingga terasa berat untuk meninggalkan lokasi meski akhirnya kembali juga karena tuan rumah punya acara lain diluar kota. Foto Bersama seluruh keluarga besar Debangor mengakhiri kebersamaan hari ini.

Sampai Jumpa lagi Kawan,  KOMANDO !

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.756 pengikut lainnya.