Orang Tua-Isteri-Anak-Saudara-Tetangga # Mana Pilihan Kita ?

images

Niatnya memang ingin Ibadah pagi jam 06.00 jadi meski separuh hati masih bermalasan akhirnya jadi juga meluncur menuju Simpangan Depok guna beribadah Minggu di GPIB PANCARAN KASIH Depok hari ini 22 Februari 2015.

Pada Ibadah Minggu ke-VI Pra Paskah ini juga sekaligus diadakan Syukur Hari Ulang Tahun Ke-50 Pelayanan Kategori Persekutuan Kaum Perempuan atau biasa disebut Pelkat PKP. Pelkat PKP sebenarnya lahir pada tanggal 18 Februari 1965 dimana pembentukannya diawali oleh berkumpulnya 59 perutusan organisasi kaum ibu dari pelbagai Jemaat GPIB di Gedung Pertemuan Jemaat GPIB MARANATHA pada 22 April 1960. Sampai disini info tentang HUT Pelekat PKP selanjutnya saya ingin berbagi berkat lainnya.

Hari ini bagi saya menjadi sangat lengkap seusai meresapi khotbah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Pancaran Kasih yang baru yakni Pdt. Ny. Sonya A Medyarto S. Bacaan Alkitab yang dibawakan pada hari ini terambil dari Kitab Ester 1 : 1-22. Wow ! Cukup panjang juga yah bacaannya pada hari Minggu ini.

Kisah Raja Ahasyweros yang menyelenggarakan Pesta atau Perjamuan selama 180 hari plus 7 hari lagi perjamuan bagi rakyatnya. Bacaan dengan perikop Ratu Wasti Dibuang dipagi hari ini sangat menyentuh hati saya dan jemaat yang hadir. Bukan hanya soal gaya khotbah yang dibawakan oleh Pendeta Sonya saja namun Firman yang ditaburkan juga menyentuh hati saya pribadi.

Seperti yang diungkapkan oleh Pelayan Firman, melalui perumpamaan, ketika seorang mahasiswa yang sudah menikah di tanya oleh seorang dosen teologi dalam salah satu pertemuannya, “Siapakah orang-orang yang menurut saudara orang yang paling berpengaruh dalam masa depan saudara ?” . Maka mahasiswa yang ditanya mulai menjawab dengan mengurutkan seperti berikut :

1. Orang Tua
2. Istri
3. Anak
4. Saudara
5. Tetangga

Sang Dosen tidak berhenti sampai disitu saja. Ia kemudian melanjutkan dengan pertanyaan berikutnya “Dari kelima orang tadi, jika saudara diminta untuk menghapus, menghilangkan 2 orang yang sangat berpengaruh dalam masa depan saudara, mana yang akan saudara pilih ?”.

Pertanyaan sang Dosen inipun masih dengan setengah mata dijawab dengan mudah, maka dicoretlah 2 orang terakhir nomor urut 4 dan 5, yaitu Saudara dan Tetangga sehingga susunannya menjadi seperti ini :

1. Orang Tua
2. Istri
3. Anak

Rupanya Si Dosen ini belum juga selesai dengan pertanyaannya, dia kembali mengajukan pertanyaan yang sama menjadi, “Siapakah diantara ketiga orang yang telah saudara pilih dari 5 orang pilihan saudara merupakan orang yang akan sangat berpengaruh dalam masa depan saudara, Coretlah 2 (dua) orang dari 3 orang pilihan yang tersedia ?”.

Sampai disini sang mahasiswa mulai berpikir keras. Bagaimana mungkin ia mencoret orang tua yang telah melahirkan, membesarkan, membiayai hidupnya hingga sekarang. Juga ia berpikir manalah tega ia menghapus anaknya yang merupakan darah dagingnya sendiri. Waktu pun hampir habis, dengan berkeringat dingin, mahasiswa inipun dengan menangis dan gemetar mulai mengambil spidol. Ia kemudian mencoret Nomor urut 1 dan Nomor Urut 3. Betapa berat dirasakan namun itulah keputusan yang dia tempuh.

Sang Dosen pun menanggapi bagaimana mungkin saudara melupakan jasa-jasa orang tua yang selama ini sudah memberikan hidup mereka untuk anak-anaknya termasuk saudara. Apa yang akan dikatakan orang bahwa seorang anak sudah melupakan orang tuanya. Lalu terkait pilihannya yang kedua, sang dosen mengatakan, sungguh teganya saudara membuang anak kandung sendiri, darah daging sendiri dari kehidupan masa depanmu.

Dengan terisak-isak, sang Mahasiswa teologi ini mulai mengungkapkan salah satu alasannya yakni karena Firman Tuhan sudah menyatakan bahwa ” Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya sehingga keduanya itu menjadi satu daging”.

Dalam konteks bacaan ini, pelayan firman ingin mengajak seluruh jemaat untuk menghormati Kaum Perempuan yang “dibuat” dari tulang rusuk lak-laki. Perempuan dibuat bukan dari Kepala untuk memimpin laki-laki, bukan pula dari kaki sehingga diinjak-injak. Perempuan dibuat dari rusuk laki-laki sehingga perempuan menjadi bagian hidup keduanya.

Selamat Hari Jadi Bagi Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Perempuan GPIB ke-50. Tuhan Kiranya Memberkati Pelayanan dan Seluruh Kaum Perempuan di GPIB khususnya dan Indonesia umumnya.

Sumber : Catatan Pribadi Khotbah Minggu 22 Februari 2015
Pelayan Firman : Pdt. Sonya Medyarto

Cucurak : Nasi Liwet Sambal Goreng

wpid-p_20150219_124424.jpg

Kamis 19 Februari 2015 dua buah kendaraan membawa kami menuju Kampung Wisata Sentul. Perjalanan ditengah suasana mendung sesekali ditemani hujan rintik ini memakan waktu sekitar 1 jam, kami sudah tiba dilokasi eks Perumahan Mentari Resort Sentul. Bau kotoran sapi memang sempat tercium namun semua itu seolah hilang sekejap dengan suasana pedesaan yang kental. Rombongan disambut dengan makanan minuman khas pedesaan seperti Wedang Jahe dan Rebusan Kacang, Pisang Rebus serta Jagung Rebus. Tanaman buah-buahan terhampar di dalam lokasi, dedaunannya bergerak seolah melambai menyambut kedatangan saya dan rekan-rekan sepelayanan. Sejauh mata memandang pada setiap pepohonan organik terdapat nama pohon yang ditanam. Beberapa terlihat sudah menghasilkan buah. Selain itu di lokasi memiliki 2 buah kolam ; kolam pertama dekat dengan bangunan induk dipakai untuk pemancingan. Kolam kedua dipergunakan untuk melepaskan ikan. Kolam kedua kedalamannya hanya selutut orang dewasa. Menurut Pak Pian dan Kang Jain yang mendampingi rombongan, kolam tersebut dipakai untuk lomba menangkap ikan mas bagi anak-anak. Berdampingan dengan kolam anak-anak pada bagian atas ada sawah untuk menanam padi sedangkan di bagian bawah adalah hamparan puluhan pohon pepaya setinggi orang dewasa, terlihat berbuah cukup lebat. Suara aliran Sungai Cikeas terdengar cukup keras dari jalan setapak yang dilalui menambah kedamaian bagi hato. Di ujung lahan terdapat sebuah saung yang berdampingan dengan tanaman Sayur Buncis dan Jagung siap panen.

Di Kampung Wisata Sentul yang mulai beroperasi pada tahun 2013 ini terdapat bangunan berdinding bambu yang dipakai sebagai kantor. Dibagian bawah selain kantor ada juga balai-balai berbahan baku dari bambu yang dapat digunakan untuk tempat tidur. Di sisi bagian atas terdapat 2 buah kamar juga berdinding dan berlantai bambu. Sebagai pusat kegiatan, pengunjung dapat memanfaatkan sejenis Hall atau Aula terbuka, cukup untuk sekitar 50 orang. Di ruang terbuka ini kami menggelar pertemuan. Cuaca gerimis, tubuh terasa dingin, pisang rebus dan wedang jahe menjadi kawan sepanjang pertemuan berlangsung

wpid-p_20150219_135151.jpg

Pengelola Kampung Wisata Sentul memiliki program andalan yakni Wisata Edukasi Pertanian khususnya bagi anak-anak. Disini pengunjung dapat mengambil Paket Edukasi Pertanian minimal 10 orang. Anak-anak diajari Cara Menanam Padi, Memetik Sayur, Memberikan Makan Sapi, Membajak Sawah juga termasuk menangkap ikan emas dikolam. Saya sudah dapat membayangkan betapa serunya bila aktifitas yang disebutkan dijalankan oleh sekelompok anak-anak. Mereka akan memperoleh pengalaman nyata baru. Bila selama ini games atau permainannya dipakai menggunakan gadget, hari ini kedua anak saya boleh belajar memberikan makan sapi dan menangkap ikan.

Selain aktifitas edukasi ada satu hal yang sangat menarik hati saya saat berkunjung adalah ketika tiba waktu makan siang. Saya dan rombongan makan nasi liwet diatas daun pisang. Katanya cara penyajian makan ini di lingkungan masyarakat Sunda biasa disebut Cucurak atau makan bersama diatas daun pisang yang diletakkan dimeja makan. Wow luar biasa, nikmatnya kebersamaan.

Satu lagi perbendaharaan budaya saya peroleh. Betapa kaya sekali Persada Bumi Pertiwi ini. Aneka keragaman kemiripan budaya dimiliki oleh Bangsa ini. Salah satunya ya Cucurak ini, padanannya mungkin dijumpai salah satunya di daerah Maluku biasa disebut Makan Patita, ada juga yang diistilahkan Potlak, makan ramai-ramai. Cucurak, menurut saya agak unik karena kita makan bersama diatas daun pisang. Kemudian menyantap nasi liwetnya dengan tangan. Kalau pakai sendok sepertinya kenikmatan akan sedikit berkurang. Sambalnya yang mantap menghangatkan tubuh disaat hujan mengguyur siang menjelang sore hari itu.

Suasana hari yang dijadikan sebagai waktu pertemuan sangat mendukung sekali untuk menikmati alam pedesaan yang hampir hilang dalam keseharian hidup, namun hari ini tergambar kembali. Kenikmatan semakin bertambah dengan bermain di kolam anak-anak sesudah menghabiskan nasi liwet dengan cara Cucurak.

Mengucap syukur pada Tuhan karena saya menikmati suasana pedesaan pada hari perayaan tahun baru saudara-saudara saya asal Tionghoa. Melihat sawah, pohon-pohon organik, memberi makan sapi, menaiki kerbau, Spot Pembibitan Tanaman diselingi suara air sungai semuanya menjadi lengkap sehinggga menambah kebahagiaan dalam hidup. Kunjungan kedua ke tempat ini sepertinya akan berlangsung pada kunjungan ketiga, keempat dan seterusnya.

Selamat Tahun Baru China Tuhan Memberkati kita semua. Damai Dihati Damai Di bumi.
Salam Berdaya

Parkir dan Warna

image

Matahari di atas langit TPU Pondok Rangon sepertinya tersipu malu bersembunyi di balik kumpulan awan yang terus bergerak melayang di udara. Hujan turun rintik membasahi tanah pemakaman tepat di hari Ibu ke 86 yang diperingati pada Senin 22 Desember 2014 ini.

image

Menurut catatan petugas parkir yang seolah bertugas layaknya Customer Service Officer, fungsi Meet and Greet disebuah Galeri. Pria ini yang menyapa setiap rombongan kereta jenasah yang masuk. Setidaknya 8 jenasah yang akan dimakamkan termasuk seorang bayi pada pagi hingga siang. Saya mengetahui hal ini setelah bercakap-cakap dengan sebut saja pak Amir sembari menunggu kedatangan rombongan pengantar jenasah ibunda dari seorang jemaat Sektor Betel GPIB Pancaran Kasih yang dalam catatan pak Amir tertulis di urutan kedua yang akan dimakamkan di Pondok Rangon. Secarik potongan kertas bertuliskan data jenasah seperti nama, agama, dari Yayasan mana ada dalam genggamannya. Obrolan saya dengan beliau tak hanya sampai disitu. Saya juga jadi mengetahui kalau dalam satu hari ia dapat mengumpulkan sekitar 300 sampai 400 ribu rupiah dari kendaraan yang membayar ongkos parkir saat akan keluar area pemakamanan. Meskipun kalau ada yang bertanya berapa ongkos parkirnya, ia dengan enteng akan menjawab berapa saja. Lelaki paruh baya ini mengaku memperoleh 20% dari hasil tersebut. Pendapatan harian dapat diambil olehnya untuk makan siangnya baru kemudian ia akan setorkan ke kantor pengelola. “Mobil bagus tapi ngasih cuma srebu” begitulah salah satu keluhnya sewaktu sebuah kendaraan mewah keluar dan pengemudinya memberinya dua koin pecahan lima ratus rupiah. Sukanya pria yang tinggal di daerah Pasar Rebo ini adalah saat hari-hari raya tiba. Menurut pengalamannya selama ini pasti ada yang memberi lebih dari dua ribu rupiah. “Ada yang suka  ngasih goceng ato ceban” akunya pada saya yang sedang menenggak minuman dingin disebelahnya. Percakapan dengan saya pun terputus karena rombongan yang saya tunggu telah sampai. Saya pun mendahului kereta jenasah menuju ke Blad 7 diikuti kendaraan lainnya.

Saat semua keluarga turun dari kendaraan, saya melihat semuanya mengenakan pakaian warna putih. Ada yang berupa kemeja, kaos berkerah dan ada juga kaos oblong, laki-laki ataupun perempuan. Saya pun jadi teringat sekitar dua tahun lalu menghadiri prosesi pemakaman di sebuah Krematorium di Karawang. Ketika itu seluruh anggota keluarga pun  mengenakan pakaian warna putih. Suasananya kayak film-film Triad Mandarin. Baju putih, kaca mata hitam. Siang tadi juga demikian, semua keluarga mengenakan pakaian warna putih. Saya pun mulai kasak kusuk bahkan ketika Prodiakon (maaf kalo salah ketik) sudah memimpin prosesi ibadah pemakaman. Jawaban akan keingintahuan saya kenapa keluarga yang berduka kok pada mengenakan pakaian  warna putih baru terjawab lengkap setelah dirumah.

Saya kagum sekali dengan satu dari ratusan kebhinnekaan adat istiadat di Indonesia. Sebagian besar masyarakat ketika sedang berkabung kebanyakan akan memilih pakaian warna hitam sebagai tanda turut sepenanggungan atau turut berduka cita. Warna hitam ini juga dipakai oleh keluarga saya saat mengantarkan kedua orang tua kami ke tempat peristirahatan. Kenapa warna hitam, karena hitam warna keabadian, warna duka cita.

Sedangkan bagi sebagian masyarakat Tionghoa mereka lebih memilih warna putih sebagai simbol perkabungan. Warna Putih dipakai oleh masyarakat Tionghoa kuno sebagai lambang kemurnian dilanjutkan hingga kini.

Jadi hari ini ada dua pelajaran hidup saya peroleh. Pertama bagaimana kisah pak Amir menyambung hidup dari uang parkir pengasihan dan kedua saya belajar memahami kebhinnekaan dalam kehidupan. Tak soal Hitam atau Putih, karena lebih penting pemaknaan dari Simbol yang terkandung dan yang dipahami oleh hati masing-masing.

Terima Kasih Tuhan atas hari ini.

Anti Pencucian Uang

image

image

Pada tanggal 8-9 Desember 2014 lalu, saya mengikuti sebuah kegiatan sharing session yang diselenggarakan oleh Divisi Talent Development bekerja sama dengan sebuah Bank Asing. Sharing Session kali ini membahas terkait dengan materi Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme.

Banyak sekali informasi bermanfaat diperoleh selama pelaksanaan sharing session yang diadakan di gedung Wisma Antara lantai 15. Saya menjadi paham dengan apa yang biasa disebut RED FLAG. Perbedaan antara pencucian uang dan pendanaan terorisme juga dapat diketahui dengan mengikuti sharing session yang diikuti oleh rekan-rekan dari team back office dan front office. Knowing Your Customer juga menjadi bagian penting yang terserap melalui sharing session ini. Mengingat betapa pentingnya informasi ini rasanya akan menjadi sebuah informasi yang menarik bila dituliskan juga disini. Saya sampaikan beberapa informasi yang diperoleh selama dua hari kegiatan dengan pola Q &A, sehingga lebih mudah dipahami.

Apakah yang dimaksudkan dengan Pencucian Uang ?

Pencucian uang adalah pergerakan dana untuk tujuan menyembunyikan sumber yang sebenarnya, kepemilikan atau penggunaan dana. Proses ini terjadi pada saat pelaku kejahatan berusaha untuk menyamarkan asal muasal dana dan kepemilikan yang kegiatan kriminal.

Bagaimana Proses Pencucian Uang Itu dilakukan ?

Placement :
Menempatkan dana hasil kejahatan ke dalam sistem keuangan.

Layering
Memisahkan hasil kejahatan dari sumbernya yaitu kejahatan nya melalui beberapa tahap transaksi keuangan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul dana.

Integration
Menggunakan harta kekayaan yang telah tampak sah, baik untuk dinikmati langsung, diinvestasikan ke dalam berbagai bentuk kekayaan materi maupun keuangan, dipergunakan untuk membiayai kegiatan bisnis yang sah ataupun untuk membiayai kembali tindak pidana.

MODUS PENCUCIAN UANG

Structuring/Smurfing
Upaya untuk menghindari pelaporan dengan memecah-mecah penyetoran tunai sehingga nilai transaksi menjadi lebih kecil. Ini dilakukan untuk menghindari pelaporan.

U Turn
Upaya untuk mengaburkan asal usul hasil kejahatan dengan memutarbalikkan transaksi untuk kemudian dikembalikan ke rekening asalnya.

Penggunaan Pihak Ketiga
Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan identitas pihak ketiga dengan tujuan menghindari terdeteksinya identitas dari pihak yang sebenarnya merupakan pemilik dana hasil tindak pidana.

Penggunaan Identitas Palsu
Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan identitas palsu sebagai upaya untuk mempersulit terlacaknya identitas dan pendeteksian keberadaan pelaku pencucian uang.

Semoga informasi ini bermanfaat buat kita semua terlebih untuk memperingati Hari Anti Korupsi yang jatuh pada setiap tanggal 9 Desember. Hari Anti Korupsi Internasional ditetapkan oleh PBB pada 31 Oktober 2003 dan diingat rayakan pertama kali di Merida Meksiko pada 9 Desember 2004.

Buat yang kerap mendapatkan durian runtuh di rekeningnya kemudian ditarik lagi, harap berhati-hati. Bagi yang pernah mendapatkan email dari seseorang yang ingin memberikan sejumlah dana warisan dari luar negeri, juga perlu waspada untuk tidak masuk dalam perangkapnya. Apalagi bila tanpa alasan yang jelas menerima barang-barang mewah dari seseorang patut juga dicurigai. Ingatlah pesan Bang Napi, Waspadalah ! Waspadalah !

Salam Berdaya !

Panti Rehabilitasi Mental Gerasa

image

image

Bila suatu hari kita sedang berada di jalanan melihat ada dua tiga orang  mengangkut seorang wanita yang memiliki gangguan mental, baiklah kita tidak terburu-buru menganggap peristiwa itu adalah Operasi Yustisi yang kerap dilakukan instansi Pemerintah. Tahukah kita bahwa ternyata ada sebuah yayasan yang peduli atas keberadaan orang yang mempunyai gangguan mental ditempat-tempat umum disekitar kita ?. Yayasan ini membawa perempuan-perempuan tersebut untuk di pelihara, dirawat dan diperhatikan kebutuhannya. Ada yang diambil dari kolong jembatan, beberapa dibawa dari emperan toko di Pasar dan sebagian di”jemput” di lokasi pembuangan sampah sedang menikmati sisa-sisa makanan.

Rupanya di tengah kesulitan perekonomian yang terjadi dewasa ini ternyata masih ada sepasang manusia modern yang sangat peduli terhadap keberadaan mereka yang terbuang di jalanan. Sekitar bulan Oktober 2011, Pdt. Lukas dan Bunda Ferra beserta keluarga memutuskan sebuah perubahan kehidupan mereka, revolusi mental, mungkin itu bahasa terkininya. Sepasang suami istri ini bertekad untuk melayani Tuhan terutama dalam hal merawat orang-orang “terbuang” yang memiliki gangguan mental. Satu per satu perempuan-perempuan dari pelbagai usia dijemput, diangkut dan dibebaskan dari kehidupan jalanan. Sejak mulai berkecimpung dalam pelayanan terhadap orang yang memiliki gangguan mental, pasangan Sunda Chinese – Manado ini, telah menampung sekitar 47 orang termasuk dua orang yang sedang mengandung dan seorang yang berpenyakit paru. Pak Lukas, demikian panggilan akrab Orang tua bagi Ibu-ibu binaan di Panti Rehabilitasi Mental Gerakan Asih Abadi atau Yayasan GERASA, mengaku total memberikan pelayanan bagi orang terbuang. Ia merasa terpanggil karena banyak keluarga yang tetap saja belum ingin menerima anggota keluarganya padahal sebagian sudah sembuh. Dalam kesaksiannya, sebagai seorang pengasuh Pak Lukas pernah suatu kali dirinya membantu persalinan salah seorang penghuni Panti, ia yang memotong tali pusat dan lain-lain sebelum dibawa ke rumah sakit. Pdt Lukas juga seorang Gembala di sebuah Gereja yang dekat Panti Rehabilitasi. Dia memiliki pengharapan bahwa suatu saat nanti ketika dirinya sudah tak ada didunia ini, para ibu-ibu yang ia percayai untuk memimpin kelompok kecil, seperti Cathrine, salah seorang penghuni dapat melanjutkan pelayanannya ini.  

image

image

SKK INDOSAT pada hari Sabtu 6 Desember 2014 berkunjung ke Panti Rehabilitasi Gerasa yang terletak di Jl. AC Lengkeng No. 13 Kelurahan Bojong Menteng Rawa Lumbu Bekasi, untuk mengingat rayakan kelahiran Yesus Kristus. Tiga kendaraan membawa anggota SKK yang tergabung dalam panitia natal 2014 termasuk ibu Ketua Panitia. Mereka cukup takjub dengan persembahan yang disajikan saat ibadah yang berlangsung dengan penuh sukacita. Para penghuni yang katanya mengidap “gangguan mental” rupanya hafal betul ayat-ayat Alkitab yang diberikan oleh para ibu asuhnya. Siang hari itu dalam ruang pertemuan berhiaskan pohon terang dipojok kanan panggung, satu per satu penghuni dipanggil tampil untuk melafalkan ayat Alkitab dalam pelbagai bahasa, mulai dari bahasa Batak, bahasa Sunda hingga bahasa Mandarin berkaitan dengan peristiwa Natal. Kesaksian pujian oleh seluruh penghuni panti yang didampingi oleh beberapa pengasuh berkaos warna kuningnya Indosat mengakhiri persembahan ibu-ibu Gerasa pada siang hari itu.

Dalam kesempatan tersebut secara simbolis juga disampaikan bantuan kasih dari karyawan Kristen Katolik Indosat, diwakili oleh Ibu Irma Aurora selaku Ketua Panitia Natal. Anggota SKK diberikan penjelasan oleh Pak Lukas, sambil diperlihatkan foto-foto penghuni sewaktu mereka diambil dari jalanan. Bukan untuk mengingat namun sebagai suatu pembelajaran masa lalu yang tak boleh terulang kembali.

Panitia Natal dan Ibu-Ibu Gerasa tak melupakan untuk foto bersama dipenghujung acara dengan sebuah pengharapan bahwa para ibu-ibu ini suatu saat nanti boleh merasakan damai sejahtera Natal bersama keluarganya kembali.

Selamat Natal Catherine, yang tak lagi diterima keluarganya padahal ia sudah sembuh dan menjadi asisten dari pak Lukas. Tugas utama Christine seperti dituturkan oleh Pak Lukas adalah memegang kunci pagar bagian depan hingga belakang. Perempuan asal Ende ini juga dipercaya menjadi “kepala suku” bagi ibu-ibu penghuni Gerasa.

Selamat Natal juga bagi para penghuni Panti Gerasa lainnya, Tuhan Yesus Memberkati dan tentunya senantiasa semangat dalam menjalani kehidupan ditahun yang baru mendatang.

Terima kasih kepada Tuhan atas hari ini dimana saya dan teman-teman boleh menjadi saksi sebuah pelayanan luar biasa dari satu keluarga yang dipakai Tuhan untuk melayani orang-orang terbuang.

image

Diketik di dalam
Komuter Line
Tanah Abang-Depok
17.05

New Office New Spirit New Hope

image

image

image

Cuaca berawan. Mentari kerap tersipu malu bersembunyi dibalik mega. Ah bahagianya hati ini, betapa tidak, hari ini catatan sejarah kembali ditorehkan ke dalam buku besar perjalanan perusahaan tercinta. Sebuah event berlangsung di lantai 18 Kantor Pusat dalam saturangkaian acara peluncuran ruangan baru.

image

Ruang Kerja yang akan ditempati mulai 8 Desember 2014 ini sangat  berbeda sekali dari bentuk ruangan sebelumnya ketika dibangun tahun 1989. Dulu ruangan didominasi oleh partisi, kursi, meja berbahan baku perkayuan dengan sekat, kini ruangan Group Human Resources tampil dengan konsep Open Space Environment. Tak ada lagi sekat pemisah diantara karyawan satu dengan rekan kerja lainnya. Itulah satu perbedaan mencolok antara old office dengan new office. Setidaknya ada dua perbedaan lain yang dihadirkan oleh konsep new open office environment. Perbedaan kedua, Flexi Seating, setiap karyawan diperbolehkan duduk tidak pada tempat biasanya. Mereka boleh bekerja di meja atau tempat yang masih available atau istilahnya work anywhere dimana seseorang dapat berpindah dan berganti tempat duduk setiap hari. Dan yang lebih fantastis ternyata pada konsep Open Environment ini tidak tersedia ruang kerja khusus bagi Group Head dan Division Head, semua bergabung dalam satu area terbuka tanpa sekat pemisah apapun.

Satu-satunya ruangan yang memiliki ruang tersendiri hanyalah ruangan payroll dimana disini memang memerlukan tingkat kerahasiaan yang sangat tinggi terutama dalam proses penggajian. Karyawan yang bertugas pada unit ini duduk dalam sebuah ruangan kaca polos terlihat dari 4 sudut yang ada dan terpisah dari bagian lain. Meskipun demikian tetap tanpa sekat pemisah antara karyawan satu dengan lainnya diruang khusus tersebut.

image

image

Open Office Environment yang menjadi konsep andalan ini setidaknya memiliki tiga makna utama. Pertama hal ini merupakan simbol of new culture, simbol sebuah perubahan budaya. Konsep ini juga merefleksikan dua corporate values perusahaan terutama Trust dan Care. Kepercayaan dan Kepedulian di yakini akan semakin bertumbuh diantara sesama karyawan dan pimpinannya dalam sebuah kesatuan solid. Selain itu nuansa keterbukaan terasa kental sekali pada ruangan baru dimana keterbukaan dalam ruang ini diharapkan akan memberikan dorongan setiap karyawan untuk lebih engaged dan bersemangat memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan perusahaan tercinta.

Ruang kerja lantai 18 yang kini memiliki Wall of Fame pada satu sisi ini menyediakan juga 2 tempat yang akan menjadi lokasi favorit karyawan. Break Out Area dan Common Area, area ini dibuat untuk memberikan tempat yang nyaman bagi karyawan saat berinteraksi secara informal. Disini juga dijadikan sebagai ruangan makan khusus bagi karyawan. Jadi takkan lagi dijumpai sejumlah karyawan makan di meja kerjanya apalagi kedepan Clean Desk Policy akan ketat diterapkan tentunya dalam pengawasannya akan ada Sherrif yang senantiasa mengingatkan karyawan.

image

image

Sebuah ruang lain yang gres adalah Cocoon, ruang kaca transparan ini disediakan diantaranya untuk keperluan one on one meeting dan tempat untuk melakukan pembicaraan telepon sehingga tidak mengganggu rekan lain yang sedang bekerja termasuk juga dipakai sebagai ruangan overseas conference call bila dibutuhkan. Karyawan kini tidak lagi menggunakan laci tapi telah tersedia loker bagi setiap karyawan untuk menyimpan dokumen dan peralatan kantor seperti laptop serta barang milik pribadi. Seusai Office Hour maka setiap karyawan berkewajiban menyimpan peralatan kantor dan pribadi di dalam loker yang disediakan.

image

Suasana ruang kerja lantai 18 kini serasa lebih memanjakan karyawan. Karyawan dibuat betah berlama-lama di kantor. Ruang kerja yang dibangun sejak tahun 1989 saat ini telah mengeluarkan atmosfir optimisme yang tinggi. Perubahan fisik lokasi kerja diharapkan akan menumbuhsuburkan semangat berbuat yang terbaik, untuk diri pribadi dan perusahaan. Tak hanya values Trust dan Care yang terefleksikan dalam ruangan baru ini, nilai budaya Passion to be the best kental muncul dari atmosfir seantero ruangan di lantai 18 ini. Alam semesta kiranya mendukung semua pengharapan yang bakal terkuak.

Melalui ruangan kantor yang baru kiranya akan melahirkan ide-ide brilyan yang akan memberikan pengharapan demi kesuksesan perusahaan ditengah tingkat kompetisi yang teramat ketat.

Alam semesta kiranya mendukung dan membawa pengharapan kita sekalian kepada Tuhan semesta alam. Karena Tuhanlah Pencipta Semesta yang akan mengabulkan pengharapan.

Selamat Datang NEW OFFICE, NEW SPIRIT dan NEW HOPE

Orang Padang Peduli Indonesia Timur

image

image

Hari Kamis 20 Nopember 2014 adalah Hari Ulang Tahun Perusahaan dimana hampir 15 tahun saya bekerja. Seperti biasa pada tahun ini perusahaan juga mengingat rayakan hari bahagia dengan membuat sebuah acara. Namun dari satu kebiasaan yang pernah terjadi, apa yang saya lihat dan dengar pada hari ulang tahun ke-47 kali ini sungguh berbeda dengan perayaan Hari Jadi sebelum-sebelumnya. Acara untuk mengingat rayakan hari lahir Indosat yang berdiri sejak 20 Nopember 1967 memberikan sebuah inspirasi baru kepada saya dan seluruh karyawan terutama yang menghadiri puncak acara di kantor pusat Indosat pada siang menjelang sore hari itu. Dari 3 tamu yang diundang, semua berdecak kagum penuh Rasa bahagia adalah saat Masril Koto tampil dimuka. Ia adalah seorang pendiri Bank Petani atau Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis disingkat LKMA Prima Tani di Nagari Kabupaten Agam Sumatera Barat. LKMA ini merupakan cikal bakal Program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan atau PPUAP Nasional. Selain simpan pinjam beberapa produk unggulan juga dihasilkan seperti Tabungan Ibu Hamil, Tabungan Kepemilikan gadget juga tersedia.Penampilan yang sederhana dengan mengenakan jaket dan celana berbahan jeans dia begitu menginspirasi semua karyawan yang hadir.Bincang Orang Maju atau BOM yang di gagas oleh Human Resources edisi kali ini terekam memukau apalagi tampil sebagai host Bung Andy F Noya yang memandu acara yang luar biasa ini.

Semua yang hadir tertawa geli setiap mendengar ungkapan, cerita dari Masril Koto yang begitu polos, lugu namun sangat tepat sasaran serta benar adanya. Ia begitu piawai menceritakan bagaimana waktu pertama kali merintis pembentukan Bank Petani atau LKMA ini. Keluguan, ketulusan serta perjuangan yang pantang menyerah selama awal pembentukan inilah yang pada akhirnya membawa dirinya kepada kesuksesan dalam mendorong petani mendirikan tidak kurang dari 300 Bank Petani atau LKMA di seantero daerah Sumatera Barat. Pria yang tak lulus Sekolah Dasar ini pernah diawal pembentukan Bank Petani datang ke instansi keuangan di Jakarta dimana ia pun merasakan betapa sulitnya masuk ke instansi tersebut untuk menjumpai seseorang yang akan ia temui untuk dimintai pendapatnya bagaimana membuat Bank. Ia berkisah betapa sulitnya bertamu ke kantor Pusat Perbankan, dimana menurutnya lebih sulit masuk ke kantor tersebut dibandingkan masuk ke kantor kecamatan daerah kelahirannya. Setiba di halaman di tanya ini itu, lolos dari sini saat dibagian dalam ditanyakan lagi. Langsung saja hadirin tertawa geli mendengar kisahnya itu. Segala cibiran mesti dihadapi termasuk dari keluarganya sendiri. Ia juga di sore hari dalam ruangan yang dingin itu menceritakan bagaimana sepulangnya dari Jakarta ia dan empat rekan rekannya sempat mengikuti semacam kursus Akuntansi yang membuat mereka malah sama sekali menjadi pusing dan tidak mengerti sama sekali. Namun hal itu bukan menyurutkan cita-citanya membuat Bank malahan ia terus mencari tahu bagaimana dia bisa membuat Bank meskipun tantangan demi tantangan ia hadapi. Brosur yang ada kaitannya dengan pembentukan Bank ia ambil dan pelajari. Manakala ia menemukan informasi tentang Bank ia meminjam lantas di foto kopi. Semua sumber, cara ia tempuh demi terbentuknya sebuah Bank. Termasuk juga saat ia dan kawan-kawan menghadapi persoalan kredit macet. Dana awal yang nilainya 15 juta tidak tahu bagaimana caranya supaya dapat kembali. Tak kurang akal, ia pun membuat aturan yang disepakati bersama jika ada nasabah yang menunggak maka dilakukan sanksi sosial yakni nama penunggak diumumkan di Masjid didesanya saat sholat Jumat, celakanya yang diumumkan tidak hanya orang yang menunggak akan tetapi bisa jadi mertuanya juga. Cara ini menurutnya ternyata ampuh mandraguna sekali karena sejak saat itu tak ada lagi nasabah yang menunggak.

Andy F Noya, host acara Kick Andy, kerap nyeletuk nakal membuat suasana menjadi menyenangkan sekali. Jadi klop acara BOM alias Bincang Orang Maju edisi kelima kali ini menampilkan pembicara yang sangat inspiratif sekali buat karyawan yang hadir terlebih buat saya di hari ulang tahun anak perusahaan Ooredoo ini.

image

Ada setidaknya dua hal yang dapat saya petik dari apa yang diceritakan Pak Masril. Pertama adalah semangat pantang menyerah yang dianut oleh diri pak Masril Koto mesti ditiru. Ia tak peduli dengan pendidikannya, dia tidak mengindahkan cibiran dari orang lain termasuk keluarga dekatnya. Satu tekad dia, bagaimana membuat Bank yang dapat mensejahterakan para petani didaerahnya. Itu saja cita-citanya yang ia perjuangkan hingga ia pun pergi ke Jepang bahkan berencana membawa jalan-jalan sekitar 30 orang anak ke negeri Sakura. Saat ditanya tujuannya apa oleh Andy F Noya ia hanya menjawab, “Yah biar mereka tahu luar negeri aja” langsung disambut tawa hadirin.! Semangat seperti ini sepertinya dapat diinternalisasikan dengan values satu diantara 5 Nilai Budaya perusahaan yakni Passion to be the Best.

Kedua, baru kali ini ada seorang pembicara di kantor saya yang mengajak Pimpinan agar turut membangun Indonesia Bagian Timur. Ketika ditanya  Bung Andy, apa harapan dirinya untuk Indosat pada penghujung acara maka dengan tanpa tedeng aling aling dia mengatakan pindahkan saja tower-tower yang ada di Padang sebagian ke daerah Indonesia Timur, agar daerah di Indonesia Timur {salah satunya Pulau Buru yang ia kunjungi} lebih dapat mengembangkan potensi daerahnya, kontan saja pernyataannya ini membuat gelak tawa hadirin membahana. Ia melanjutkan bahwa tujuannya supaya daerah tersebut bertumbuh mengingat ada peluang atau potensi besar yang belum tergarap disana.

Semoga saja harapan Masril Koto didengar dan ditangkap oleh pimpinan yang hadir untuk mempertimbangkan besarnya potensi wilayah Indonesia Timur. Apa yang diutarakan beliau sungguh membanggakan saya pribadi. Harapannya para pemimpin perlu melihat seperti yang dilihat oleh seorang Masril Koto yang mampu melihat potensi wilayah Indonesia Timur. Secara Business Case bisa jadi masih jauh untuk investasi pembangunan jaringan telekomunikasi disana namun mengapa mesti tidak berani menggarap padahal pihak lain sudah menjangkaunya lebih dahulu.

Terima kasih pak Masril Koto, biarlah saya juga memiliki impian, harapan seperti Bapak dan kawan kawan  yang meletakkan miniatur pesawat di kantor Bank-Bank Petani binaan Bapak untuk memotivasi berbuat yang terbaik, Passion to be the best, terbang setinggi pesawat-pesawat yang mengangkasa dilangit biru yang tinggi. Ini juga bisa dikatakan sejalan dengan cita-cita perusahaan, seperti terkandung dalam arti OOREDOO yang memiliki arti “Saya Ingin”.

Pak Masril anda adalah orang Padang Yang memiliki perhatian untuk daerah Indonesia Timur. Anda sudah membuka mata hadirin bahwa Indonesia Timur punya potensi besar untuk digarap, terima kasih

Salam BERDAYA

Kesombongan Rohani

Ada dua hal yang menarik diri saya untuk mengcopas ketikan dari seorang Jenderal Purnawirawan Luhut Panjaitan. Pertama banyak hamba Tuhan sudah sering bernubuat yang bukan-bukan. Ada yang katanya telah pergi ke sorgalah ada juga yang karena doanya bisa menyembuhkan orang kemudian menjadi sombong dan lainnya. Hal kedua yang membuat saya senang ternyata Sang Jenderal dalam tulisannya dibawah ini mengutip pernyataan almarhum Papa, Ayah saya yang baru saya baca kalimatnya sesudah beliau meninggalkan anak-anaknya.

Pagi hari dalam Ibadah Minggu 28 September 2014 di GPIB Pancaran Kasih mengambil bahan renungan dari surat Rasul Paulus kepada Timotius terkait Ajaran Sesat. Oleh karenanya saya merasa bersyukur sekali karena dalam satu hari saya jumpai dua bahan renungan yang saling mendukung dimana sore harinya saya membaca tulisan dari Jenderal Luhut.

Jadi tulisan Pak Luhut ini juga kembali mengingatkan saya bahwa Bersyukur itu merupakan Hal mutlak yang tak bisa diutak utik lagi. Sebab siapakah kita semua ? Kita hanyalah manusia biasa. Apa yang ingin dibanggakan ? Kekayaan ? No way. Seperti Firman Tuhan katakan apalah gunanya seorang memperoleh dunia jika ia kehilangan nyawanya. Oleh karena itu tetaplah kita berposisi seperti yang Tuhan ingini bahwa kita adalah ciptaanNya, Tuhanlah Pencipta kita jangan dibalik hanya karena kemampuan kita. Tidak elok juga jika kita berbuat seperti Hawa yang tergoda bujukan ular karena ular menjanjikan Hawa akan seperti Tuhan.

Terima kasih buat Pak Luhut, Selamat Ulang Tahun ke-67 pak sehat selalu dan panjang umurnya. Saya copas tulisan beliau dari blog beliau kiranya menjadi berkat bagi kita semua.

Berikut tulisan Jenderal Purn Luhut Pandjaitan melalui blognya.

“Pendeta-pendeta memang banyak bergumul dalam doa. Kalau doanya berhasil kadang timbul kesombongan rohani. Kadang pula merasa tenar karena bisa mendengar bisikan Tuhan atau Roh Kudus, padahal dia lupa dia juga manusia.” 
Ungkapan ini saya dapat dari Pendeta Katipana saat masih bertugas di Korps Baret Merah (sekarang Kopassus) beberapa puluh tahun lalu. Waktu itu, saya ingin meminta doa kepada dia. Tapi sepertinya dia ingin menceritakan bagian pengalamannya tersebut sebelum saya didoakan.
Bagi saya, makna dari ungkapan tersebut sungguh mendalam. Bahkan ketika Pendeta Katipana sudah berpulang ke rumah Bapa di surga, saya masih ingat pesan beliau itu. Saya juga tidak lupa ketika kami pernah bersama-sama di Timor-Timur. 

Tulisan selanjutnya silahkan baca http://luhutpandjaitan.com

Coming Soon : Indosat Fun Sport 2014

image

Melanjutkan sukses kegiatan Indosat Fun Sport 2013, PT. Indosat, Tbk kembali mengadakan acara sejenis ditahun 2014 ini. Kegiatan bagi karyawan yang akan dilangsungkan Jumat 19 September 2014 tetap mengambil lokasi di area Monumen Nasional atau Monas seperti tahun lalu. Menurut rencana target peserta yang mengikuti minimal sama dengan tahun sebelumnya yakni sekitar 1.200 orang karyawan dari Kantor Pusat Dan Karyawan yang berlokasi di Gedung Wisma Antara. Perubahan yang berlaku tahun ini terjadi pada konsep acara yang akan ditampilkan.

Selain kegiatan olah raga aerobik, kali ini juga akan dilakukan sesuatu yang berbeda dengan tahun sebelumnya dimana diharapkan dengan mengikuti acara ini karyawan akan semakin engaged dan turut mendukung program yang dijalankan perusahaan yakni menjadi Leader di segment data. Keseluruhan acara olah raga dan games yang diadakan semuanya menggunakan smartphone dengan pelbagai sosial media yang ada.

Jadi disini karyawan Indosat dituntut untuk minimal memiliki akun-akun sosial media sebab informasi kegiatan mulai pre event hingga hari H acara semua menggunakan sosial media. Sosial Media yang mesti diunggah karyawan diantaranya Facebook, Instagram, Whatsapp Dan Twitter.

Sepertinya Indosat Fun Sport 2014 bagi karyawan Indosat di Jakarta akan menjadi awal dari kegiatan sejenis dikota lain wilayah Operasional Indosat.

Menarik bukan ! Yuk tunggu lagi ulasan pelaksanaannya yang pasti seru Karena memiliki nilai Youthful Spirit yang kental.

Salam Berdaya !

image

Pembaptisan Obaja

image

image

image

Setelah sempat tertunda beberapa waktu lamanya, pada akhirnya Minggu 10 Agustus 2014 dalam Ibadah Minggu IX sesudah Pentakosta anak terkasih Frederik Soleman Obaja Katipana kami bawa ke altar Tuhan untuk dimeteraikan menjadi keluarga besar kerajaan sorga. Rencana sebelumnya Pembaptisan Frederik pada awal Juli namun karena oma terkasih masuk rumah sakit maka dilakukan penundaan pelaksanaan sakramen Baptisan Kudus.

image

image

image

Kami sekeluarga bersyukur karena dalam prosesi Sakramen Baptisan Kudus yang dilayani oleh Pdt. Erick Tanabora berlangsung lancar mulai waktu persiapan pada hari Jumat 8 Agustus 2014 hingga ibadah Baptisan Kudus dilaksanakan di Pospel GPIB Pancaran Kasih Depok – Gereja Mahanaim Kostrad Cilodong.

Selain karena pada saat bersamaan berlangsung pula Ibadah Lepas Sambut salah seorang Pendeta Jemaat, Pdt. Ny. Meryani Gimon, Sth di gereja Induk GPIB Pancaran Kasih, alasan lain mengapa Sakramen Pembaptisan Kudus berlangsung di Mahanaim tiada lain salah satunya permohonan kami kepada Pdt. Widyati Simangunsong S mengingat Frederik mengusung nama Opanya yang di tahun 1990 lalu memimpin Ibadah Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gereja Mahanaim. Almarhum Opa pada waktu itu diminta oleh almarhum Mayjen Theo Syafei untuk melayani ibadah peletakan Batu pertama.

image

image

Rasa syukur atas doa dan pengharapan akhirnya terwujud. Sejarah seolah berlanjut terus. Semoga ini juga selain atas perkenanannya juga menyenangkan hati Opa Pede yang melihat dari jendela sorga apa yang sudah dilakukan anak cucunya. Terima Kasih Tuhan atas penyertaanMu membuat kami selaku orang tua sudah melangkahkan kaki selain untuk memenuhi kewajiban sebagai orang tua juga sudah mengantarkan anak terkasih dicatatkan dalam anggota Kerajaan Sorga.

image

image

Bukan soal percik atau selam tidak karena dewasa atau anak-anak yang pasti doa saya selaku ayah kiranya Meterai yang sudah tercetak dalam loh hati anak kami akan tetap terus ada sepanjang masa hidupnya sampai ia juga mengantarkan anak dan cucunya ke altar Tuhan. Seperti dikatakan dalam Yohanes 15 : 16, Bukan kamu yang memilih Aku tetapi Akulah yang memilih kamu. Kiranya Frederik Soleman Obaja Katipana akan senantiasa menjadi pilihan Tuhan dalam mengarungi kehidupannya kelak.

Ditulis di Bengkel Mansyur
11 Augustus 2014 – 10.15 WIB

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.714 pengikut lainnya.