1 Hari 3 Pelayanan

image

Sabtu 5 Desember 2015 Sarana Kerohanian Kristen atau SKK Indosat Ooredoo kembali mengadakan sebuah kegiatan di luar kantor. Kali ini aktifitas yang djlakukan adalah mengunjungi sebuah Rumah Belajar. Dalam rangka Perayaan Natal Tahun ini, bekerja sama dengan Pelayanan Misi Ecclesia atau PME kerja bareng ini dilaksanakan di daerah Teluk Gong Jakarta Utara.

Pelayanan Bakti Sosial yang diadakan adalah memberikan bantuan bagi Pelayanan Misi yang dilakukan oleh PME dengan membuka Rumah Belajar Ecclesia, rumah bagi anak-anak di daerah RT 05 Kelurahan Pejagalan yang perlu dibimbing pelajaran Sekolah mereka. Sebanyak 25 orang anak dari usia PAUD hingga SMP sudah terdaftar dalam Pelayanan ini. Dengan dibantu oleh beberapa relawan, anak-anak dari kalangan tidak mampu ini akan menerima pelajaran-pelajaran yang dirasakan berat buat mereka. Meskipun ruangan yang disediakan hanya cukup menampung sebanyak 25 orang namun sukacita besar Dan kebahagiaan terpancar jelas dari raut wajah mereka yang senantiasa bersemangat selama acara pembukaan Rumah Belajar Ecclesia tersebut. Kehadiran SKK Indosat Ooredoo yang hadir bersama dengan PME menjadikan siang itu sangat sarat dengan kesukacitaan. Apalagi anak-anak tersebut juga menerima bingkisan Natal yang sudah disiapkan, isinya untuk menunjang proses belajar mereka. Matahari yang menyengat dan rasa panas yang terasa amat sangat di ruangan kecil di Lantai 1 membuat peluh yang keluar dari semua yang hadir tersapu oleh kegembiraan yang dirasakan siang itu.

Selain kegiatan pembukaan Rumah Belajar Ecclesia, SKK Indosat Ooredoo bersama Pelayanan Misi Ecclesia juga mengadakan satu aktifitas Sosial lainnya yakni pemberian sembako kepada warga yang tidak mampu. Sebanyak 250 kupon diberikan kepada warga dan pemberiannya dilakukan di Sekolah Permata Indah yang berdekatan dengan lokasi Rumah Belajar. Proses Penyerahan sembako ini pun berlangsung dengan cukup tertib. Tak ada sama sekali hambatan yang terjadi, meskipun ada usaha dari 1-2 warga yang berusaha mengelabui Panitia dengan menggunakan Kupon Salinan atau bukan kupon asli. Kesigapan yang kuat dari team panitia dan kordinasi yang baik dilapangan membuat pemberian Paket 250 pax berjalan aman dan lancar sebelum jarum jam menuju angka 12. Panitia pun dapat menikmati makan siang dengan nikmat.

Di sela-sela kegiatan Pembukaan Rumah Belajar Dan Pembagian Sembako, sebuah kegiatan atau aktifitas lain juga dijalankan. Bekerja sama dengan Cluster Sales Area Manager di Teluk Gong, warga sekitar juga menerima Kartu Perdana gratis. Selain kepada warga, team sales force juga melakukan attack ke Sekolah tempat Bakti Sosial pemberian sembako dilakukan. Penawaran program menarik dan menggiurkan yang diberikan, membuat team sales force akan hadir kembali di Sekolah pada hari Senin mendatang.

image

Klop sudah, satu hari tiga kegiatan. Semoga apa yang dilakukan oleh Sarana Kerohanian Kristen Indosat Ooredoo bersama Pelayanan Misi Ecclesia dapat memberikan kedamaian hati masing-masing anak-anak anggota Rumah Belajar Ecclesia dan masyarakat sekitar yang sudah menerima bingkisan Natal melalui Baksos yang dilakukan. Atas Attack yang dilakukan oleh team Sales Force diharapkan pemakaian produk Indosat Ooredoo di seputar Teluk Gong, Kampung Gusti juga akan meningkat pada akhirnya.

Ucap syukur kepada Tuhan atas penyertaanMu sehingga 3 acara dapat berlangsung sekaligus. Terima kasih bagi para donatur yang sudah memberikan bantuannya.

Salam Berdaya

Saya Bangga Padamu

image

Betapa saya sangat bersyukur saat ini masih bekerja di perusahaan yang telah ditetapkan Tuhan bagi saya dan keluarga. Ungkapan syukur ini rasanya pas ditebarkan sebab 1 Oktober 2015 lalu genap 15 tahun bakti saya di perusahaan yang tercinta ini. Begitu banyak hal yang patut disyukuri sepanjang tahun kerja yang telah dan akan saya lalui. Sungguh luar biasa para Founding Fathers perusahaan tercinta membangun dasar-dasar insani bagi setiap karyawan. Tak hanya fasilitas kesehatan yang tak ada duanya di antara perusahaan sejenis, pengembangan karyawan khususnya Pelatihan benar-benar diperhatikan. Mulai karyawan bergabung hingga purna bakti masa kerja, karyawan di perusahaan ini sama sekali tak luput dari perhatian manajemen. Salah satu bukti nyata, perusahaan menyelenggarakan Pelatihan yang bertajuk Preparing The Better Future dilaksanakan mulai tanggal 6 Oktober sampai dengan 8 Oktober 2015 di Bandung. Ini adakah sebuah bukti konkrit bahwa perusahaan sangat memperhatikan karyawannya. Tak banyak perusahaan yang mempersiapkan karyawannya untuk memasuki masa pensiun lima tahun sebelumnya. Bukan hanya itu saja, perusahaan pun memberikan kesempatan karyawan yang lima tahun akan memasuki masa pensiun mengajak istri atau suaminya guna mengikuti pelatihan persiapan masa pensiun ini dengan biaya menjadi tanggungan perusahaan.

Pelatihan masa persiapan pensiun atau pra purna bakti atau di perusahaan kami pendekatannya diperhalus penulisannya menjadi Preparing The Better Future benar benar sangat bermanfaat bagi karyawan yang mengikutinya. Melalui pelatihan ini karyawan dapat memindahkan mental sebagai pekerja menjadi mental seorang self employed, usahawan, atau investor. Karyawan disini dapat memahami bahwa uang penghargaan dan uang pesangon yang akan diperolehnya perlu di manage dengan bijaksana. Tak sedikit karyawan yang gagal dalam mengelola keuangannya hingga kurang dari 3 tahun dana yang diterima menguap entah kemana. Pelatihan yang diselenggarakan kali ini bekerja sama dengan PT Duta Transformasi Insani dimana kepada peserta diberikan materi diantaranya ; Financial Planning, Pengelolaan Keuangan Bisnis, Peluang Usaha Yang Menguntungkan, Kecerdasan Finansial, Cash Flow Quadrant Games. Selain pengkayaan dalam hal pengelolaan keuangan karyawan juga memperoleh materi terkait mental karyawan yang akan menjalankan masa pensiun. Materi Indahnya Hidup Bening Hati, Pola Hidup Sehat dan Swicth Mental juga disampaikan kepada semua peserta. Sesudah mengikuti pelatihan ini paling tidak karyawan sudah dapat memutuskan untuk memilih memulai kegiatan apa yang harus mereka lakukan. Apa yang diperoleh selama pelatihan mesti dieksekusi. apakah menjadi Self Employed, Investor atau usahawan.

Jika melihat dan merasakan apa yang ditulis diatas, Rasa Bangga serta Haru muncul dalam hati dan pikiran. Bangga Bekerja di perusahaan yang memiliki program bagi pengembangan karyawannya. Terharu karena pada suatu kesempatan mendatang pelatihan ini akan diikuti oleh saya lagi bukan sebagai observer tetapi sebagai peserta. Itu artinya saya mesti bersiap untuk berpindah kuadran dari pekerja atau karyawan ke Self Employeed atau usahawan atau Investor. Segalanya akan Indah pada waktunya.

Terima kasih Tuhan atas BerkatMu sepanjang masa kerja 15 Tahun saya diperusahaan ini. Saya Bangga Padamu Indosatku ! KALWEDO !

Cara Pencairan Manfaat JHT

Gonjang ganjing terkait pengambilan manfaat Jaminan Hari Tua atau biasa disebut JHT telah berakhir. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua. Peraturan ini ditindak lanjuti dengan menetapkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 19 Tahun 2015 tentang Tata Cara Dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua. Peraturan Pemerintah dan Permenaker itu setidaknya dapat meredam gejolak yang terjadi di masyarakat Indonesia.

Kabar gembira lain, kini peserta dapat dengan mudah mengetahui jumlah Saldo JHT mereka masing-masing melalui smartphone masing-masing caranya dengan mengunduh melalui Apps Store BPJS TK. Data yang dikeluarkan Real Time sampai dengan bulan terakhir penyetoran.

Dibawah ini saya ketik pelbagai ketentuan atau persyaratan yang diatur oleh Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan.

Menurut Pasal 1 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 19 disampaikan bahwa Jaminan Hari Tua yang selanjutnya disingkat JHT adalah manfaat uang tunai yang dibayarkan sekaligus pada saat peserta memasuki usia pensiun, meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap. Manfaat Jaminan Hari Tua dibayar kepada peserta apabila ;

a. Peserta Mencapai Usia Pensiun
b. Peserta Mengalami Cacat Total Tetap atau
c. Peserta Meninggal Dunia

Manfaat JHT bagi peserta mencapai usia pensiun termasuk juga peserta yang berhenti bekerja. Peserta yang berhenti bekerja itu meliputi :

a. Peserta Mengundurkan Diri
b. Peserta Terkena Pemutusan Hubungan Kerja
c. Peserta Yang Meninggalkan Indonesia Untuk selama-lamanya

Perubahan aturan atau manfaat program JHT secara garis besar terjadi dalam ;

1. Batas Usia
2. Jenis Pekerjaan
3. Klaim Manfaat

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 14/1993
a. Mencapai Usia Pensiun 55 tahun
b. Menjadi PNS, TNI/Polri
c. Kepersertaan 5 tahun dengan masa tunggu 1 bulan

Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015
a. Mencapai usia pensiun 56 tahun
b. Tenaga Kerja yang menjadi PNS, TNI/Polri tidak bisa mengajukan klaim
c. Minimal kepesertaan 10 tahun dapat mengambil JHT sebagian:
– Pengambilan JHT maksimal 10% untuk persiapan hari tua; atau
– Pengambilan JHT maksimal 30% untuk membantu biaya perumahan.
d. Peserta PHK dan Resign dengan masa tunggu 1 bulan

Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan, pemberian manfaat JHT bagi peserta yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri harus memenuhi persyaratan :

a. Berhenti bekerja dan sedang tidak bekerja kembali
b. Masa tunggu 1 bulan sejak non aktif kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan
Membawa dokumen :

– Kartu peserta asli
– Surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan yang
ditujukan dan diketahui Dinas Ketenagakerjaan setempat
dengan tembusan ke BPJS Ketenagakerjaan
– Foto Kopi KTP dan kartu keluarga
– Foto Kopi Rekening tabungan jika ingin ditransfer

Sedangkan pemberian manfaat JHT bagi peserta yang mencapai usia pensiun harus memenuhi persyaratan ;

– Kartu peserta asli
– Surat keterangan berhenti bekerja karena usia pensiun dari
perusahaan
– Foto Kopi KTP dan kartu keluarga yang masih berlaku
– Foto Kopi Rekening tabungan jika ingin ditransfer

Pemberian manfaat JHT bagi peserta yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja melalui Lembaga Pengadilan Hubungan Industrial harus memenuhi persyaratan :

a. Terkena PHK dan sedang tidak bekerja kembali
b. Masa tunggu 1 bulan sejak non aktif kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan
c. Membawa dokumen :
– Kartu Peserta asli
– Bukti penetapan phk dari pengadilan Hubungan Industrial
tempat peserta bekerja
– Foto Kopi KTP dan Kartu Keluarga
– Foto Kopi Rekening tabungan jika ingin ditransfer
d. Jika ternyata peserta terbukti masih bekerja dikenakan sanksi sesuai
dengan peraturan yang berlaku

Pemberian manfaat JHT bagi peserta yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja melalui Lembaga BIPARTIT harus memenuhi persyaratan :

a. Terkena PHK dan sedang tidak bekerja kembali
b. Masa tunggu 1 bulan sejak non aktif kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan
c. Membawa dokumen :
– Kartu peserta asli
– Foto Kopi Perjanjian Bersama
– Bukti pendaftaran perjanjian bersama Pengadilan Hubungan
Industrial tempat Peserta bekerja
– Foto Kopi KTP dan Kartu keluarga
– Foto Kopi Rekening tabungan jika ingin ditransfer
d. Jika ternyata peserta terbukti masih bekerja dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku

Bagi karyawan yang akan mengambil manfaat JHT pencairan 10 % dan 30 % dari total Saldo akan dikenakan Pajak Final sedangkan Sisa Saldo sebesar 90 % atau 70 % akan dikenakan Pajak Progresif dimana masing-masing besarnya Pajak Progresif adalah :

a. Rp. 0,- s/d Rp. 50.000.000,- sebesar 5 %
b. Rp. 50.000.001,- s/d Rp. 250.000.000,- sebesar 15 %
c. Rp. 250.000.000,- s/d Rp. 500.000.000,- sebesar 25 %
d. Rp. 500.000.000,- keatas akan dikenakan sebesar 30 %

Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 atas penghasilan berupa Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua ditentukan sebagai berikut :

a. Sebesar 0 % atas penghasilan bruto sampai dengan Rp. 50.000.000,-
b. Sebesar 5 % atas penghasilan bruto diatas Rp. 50.000.000,-

Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 sebagaimana dimaksud diberlakukan atas jumlah kumulatif Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun kalender.

Untuk Karyawan yang akan mengambil atau mencairkan Jaminan Hari Tua 10 % atau 30 % perlu mempertimbangkan ulang rencananya tersebut bila tidak ada kebutuhan mendesak sama sekali.

Proses pencairan JHT dalam masa aktif bekerja selain persyaratan yang telah disebutkan diatas diperlukan juga Surat Keterangan Aktif Bekerja, Mengisi Surat Pernyataan, Mengisi Formulir BPJS Ketenagakerjaan 5 (tersedia di kantor BPJSTK).

Itulah informasi terkait Manfaat Jaminan Hari Tua, bahan dari ketikan ini diambil dari materi sosialisasi salah satu kantor BPJS Ketenagakerjaan yang disampaikan 2 September 2015, semoga bermanfaat.

Salam Berdaya !

Daan Mogot KM 11

image

Terik Matahari cukup menyengat. Debu  jalanan terlihat melayang di udara. Tanah yang ditanami bunga-bunga semua kering. Sejenak pikiran melayang kepada suatu masa duduk diatas bus jemputan memasuki jalan konblok melewati pagar dan pos Security hingga turun dari bus dilapangan parkir sisi lapangan sepak bola sebelum masuk area ring 1 dengan menggunakan akses di Pintu Putar. Hari ini Kamis 10 September 2015, saya kembali lagi masuk ke area Jalan Daan Mogot secara khusus ke KM 11. Disini pada tahun 1996 lalu saya menginjakkan kaki pertama kali untuk memulai bekerja disebuah perusahaan besar yang ditahun itu biasa disebut SATELINDO. Begitu banyak perubahan yang terlihat, semuanya tak dapat menahan kenangan lama yang kembali di recall saat mulai memasuki area Ring 1 menuju Gedung C. Memang sudah banyak penambahan dan pengurangan gedung serta area. Awal 1996 KM 11 hanya memiliki 4 Gedung utama yakni Gedung A – Gedung B – Gedung C Dan Gedung D ditambah Gedung Mechanical Engineering yang terpisah dari keempat Gedung utama tersebut. Tetapi kini di 2015 Semua sudah berganti. Gedung atau Bangunan bertambah. Area Parkir ada yang dikurangi atau ditutup termasuk tak ada lagi Lapangan Sepak Bola yang penuh kenangan dunia Sepak Bola SATELINDO. Tempo dulu aktifitas Olah Raga Dan Seni karyawan itu masuk dalam naungan BPPKS Sejenis BAPOR atau ISAC dimasa kini. Melalui wadah tersebut perusahaan berusaha untuk memasyarakatkan Olah Raga Dan mengolahragakan seluruh karyawan. Lapangan Sepak Bola yang selalu ramai dan penuh cerita kesuksesan dan kesedihan bahkan sempat ada kericuhan. Apalagi pada bulan menjelang HUT Proklamasi Kemerdekaan RI. Lahan Parkir di sisi Lapangan Sepak Bola dahulu bak terminal bayangan di sebuah tempat sebab waktu pagi bus-bus jemputan semua menurunkan karyawan disana Dan saat sore Hari sekitar jam 5 sore bus-bus bersiap kembali mengantarkan karyawan SATELINDO menuju titik-titik terdekat kediaman karyawan. Ada bus Jurusan UKI, bus Jurusan Depok, Rawamangun, Bus mengarah ke Blok M sampai Bus jemputan ke Kota Bogor.

image

Tiba di gedung C, tampak sepi sekarang. Padahal waktu itu disini kadang dijadikan meeting point sebab pusat aktifitas karyawan yang baru datang, akan pergi menunggu mobil operasional termasuk yang ingin ke Bank, semua kumpul dilokasi lobby Gedung C. Tadinya di Gedung C bisa dikatakan pusat kegiatan karyawan karena para Direksi semua berkantor di Gedung C. Kini ruangan kantor di Gedung C hampir semua sudah tak diisi oleh karyawan administrasi terutama di Lantai 1 sebab sudah berganti fungsi. Hanya ada aktifitas karyawan di Ruang Kerja Lantai 2. Layanan Contact Center yang tadinya dipusatkan di B1 dipindahkan ke Gedung C lantai 2. Beberapa tahun lalu di lantai 2 inilah merupakan Ruang HR atau SDM, Ruang Divisi Internasional, Ruang Treasury tersedia disini termasuk ruang Foto ID Karyawan.

Saya sendiri awal Bekerja menempati ruangan di Gedung D Lantai 1 yang tempo itu termasuk Gedung baru karena baru selesai dibangun. Sekarang diisi oleh bagian Fungsi Kartu. Di salah satu sudut Gedung D bagian atas koridor menuju Gedung A saya mencari sebuah Alat yang tempo dulu dipakai untuk mengusir energy negatif. Ternyata masih terpasang meski sudah usang dan tak berfungsi lagi. Kenapa Alat kincir itu dipasang konon katanya bisa mengusir roh jahat sebab beberapa kali ada karyawan mengalami keadaan mistis.

image

image

Ah senangnya berkunjung ke KM 11 Hari ini. Begitu banyak kenangan yang terjadi di lokasi. Cerita tentang ular, Kisah berbau mistis semuanya ada. Gedung tersebut bersama tanaman, pagar adalah saksi hidup. Bagaimana sorak sorai penonton Sepak Bola terdengar sayup sayup dalam ingatan. Teringat pula waktu ada peristiwa keracunan makanan dialami oleh karyawan saat menyantap makan siang di Gedung C Lantai 1. Kantin tempo dulu sudah dipindah ke lokasi lain dekat Gedung C1 Dan Gedung D. Bangunannya bernuansa Bali tetap Kokoh berdiri.

KM 11, namamu Selalu tetap dihati. Meskipun roda jaman akan melindas engkau. Perumahan boleh kokoh berdiri mengelilingimu tetapi kenangan Indah bersamamu lebih Kokoh lagi terekam dalam pikiran Dan kehidupan saya pribadi. Begitu banyak memori Indah dialami.

Terima kasih KM 11, saya takkan melupakanmu

Salam Berdaya

Yuk Jaga Pola Makan : In Memoriam Brian Katipana

image

Baru saja sandarkan badan ke salah satu Pintu yang tertutup di Komuter Line, sebuah pesan melalui what’s app masuk seraya menyapa saya. Oh rupanya dari seorang ponakan yang sedang jaga adiknya di Rumah Sakit di bilangan Pasar Rebo. Dua sampai tiga kali saling berbalas lha kok Infonya malah adiknya yang dirawat sudah tidak ada nadinya. Dokter dan perawat sedang menangani Roberto Brian Katipana,  biasa dipanggil Brian. Upaya mereka untuk membangkitkan denyut Jantung rupanya gagal. Pesan terakhir masuk, “Brian uda gak ada Om”.

Membaca pesan tersebut saya pun langsung Keluar dari kereta dan meluncur menuju Rumah Sakit. Kenapa bisa secepat itu yah ? Hari Minggu lalu baru saja nengok Brian 3 Hari kemudian kok bisa langsung kambuh dan dipanggil oleh Tuhan. Isteri dan seluruh kerabat saya info kan. Semua kaget Dan heran, kok secepat itu Brian pergi. Dalam usia 32 Tahun, Tuhan lebih Sayang dirinya sehingga DIA memanggil pulang ponakan saya ini. Selamat Jalan ya Brian, Tuhan Yesus senantiasa menyertaimu di Taman Firdaus.

Peristiwa kepergian Brian yang begitu cepat dan proses mengapa ia jatuh Sakit perlu jadi pelajaran buat kita semua. Sekali lagi Pola Hidup yang seimbang kudu dijalankan. Antara makan dan Istirahat perlu dijaga secara utuh. Ponakan saya ini paling suka sekali makan mie instant, jarang sekali makan nasi. Almarhum juga merokok yang cukup berat namun sepertinya bukan itu saja yang menjadi sebab. Kegemarannya menikmati minuman penambah kekuatan yang ada sepertinya merupakan salah satu pemicu penyebab kesehatan nya terganggu. Selain itu minum kopi juga menjadi salah satu alasan kesehatannya menjadi tak baik termasuk hanya menikmati kesukaannya tanpa makan. Jadilah Lambung almarhum Brian termakan oleh hal yang tidak sehat tersebut sebab ini dilakukan bukan satu atau dua kali saja tetapi sudah menjadi kebiasaan. Sewaktu masih hidup kan sering main kerumah, yang dicari ke tantenya, ada mie gak, kopi dimana ya tan. Jika sedang keluar kota menyetir mobil sementara saya makan almarhum mintanya cukup kopi atau minuman penambah kekuatan. Akhirnya tak heran jika lambungnua bermasalah seperti pengakuannya ke papinya. Sampai Tuhan memanggilnya dokter sedang melakukan Perawatan Lambung dengan memasukkan selang melalui hidungnya. Bantuan oksigen pada lubang hidung sebelahnya. Tetapi tindakan tersebut sudah terlambat sebab Lambung nya mungkin sudah Akut sakitnya. Akhirnya perawatan selama dua minggu berakhir. Sekali lagi yuk kita sama-sama jaga Kesehatan, pikirkanlah dengan bijak makanan dan minuman yang kita asup. Emang enak sih semuanya cuma pikir lagi deh.

Buat Brian selamat beristirahat dirumah Bapa kita yang senantiasa kau panggil namanya sebelum malaikat maut menjemputmu dipagi hari nan cerah. Adikmu yang tak hentinya menangisi kepergian  kakaknya sedari pulang sekolah turut mendoakan dirimu. Ia begitu kehilangan dirimu Brian, Kebersamaan dirimu dengan dirinya sangat terpatri dalam Loh Hatinya. Namun itulah jalan terbaik bagi Brian daripada derita, erangan sakit di Bangsal Flamboyan terus dirasakan setiap saat.

Takkan ada lagi yang Omwelly bisa mintakan tolong bila akan Keluar kota. Tiada akan pernah juga Mendengar panggilan dari Obama Dan Obaja “Kakak Brian” dirumah kami sebab Tuhan Yesus sudah memanggilmu seperti yang Brian katakan ke papi dalam alam bawah sadarmu yang mengutarakan “Pi, aku kan udah gak ada, udah ketemu Tuhan Yesus” igau dirimu yang didengar papimu sehari  sebelum Brian benar-benar meninggalkan segalanya didunia ini pada hari Rabu 9 September 2015 Pukul 07.17 WIB.

Selamat Jalan Brian, Selamat Jalan
Kakak Brian Tuhan Yesus Memberkati dan sampai bakudapa kombali.

Hari Pertama Sekolah Obama

image

Orang tua mana yang tidak ingin menyaksikan perkembangan anak-anak terkasih mereka. Setiap orang tua pasti ingin kebersamaan dengan anaknya terekam indah dalam ingatannya. Saya pun tak ingin moment penting dalam kehidupan anak terlewatkan begitu saja. Termasuk disini keberadaan dan kesempatan bagi saya mengantarkannya saat hari pertama anak saya bersekolah. Apa yang saya lakoni disini bukan ingin menerapkan imbauan sebuah kementrian yang menghimbau agar setiap orang tua dapat mengantarkan anaknya ke Sekolah pada  hari pertamanya. 

Aktifitas mengantarkan anak saya dihari Pertama Sekolahnya sudah merupakan janji iman pribadi. Saya ingat dua tahun lalu yaitu pada hari Senin 15 Juli 2013 saya pertama kalinya mengantarkan anak terkasih Obama masuk TK. Dan kini dua tahun berselang tepatnya pada hari Jumat 24 Juli 2015 saya kembali mengantarkan anak saya ke sekolah pada Hari pertama ia sekolah. Kesempatan kedua ini saya lakoni dengan mengantar Obama melangkahkan kakinua di Sekolah Dasar. Enam tahun lamanya ia akan bersekolah di Sekolah ini. Mengantar Obama ke Sekolah sepertinya klop dengan aktivitas bernuansa rohani yang digelar disekolah. Saya pun merasa bersyukur karena di sekolah ini sedari awal sudah di tanamkan nilai-nilai Iman Kristen. Semua murid berkumpul di lapangan tengah sesudah bel Sekolah berbunyi. Terdengar lagu rohani dinyanyikan Oleh para murid dan guru yang hadir. Tak hanya itu renungan singkat juga disampaikan pada pagi itu.

Nilai-nilai Keimanan sedari kecil mesti ditanamkan. Orang tua dan Sekolah sudah semestinya berkolaborasi dalam membentuk keimanan anak didik. Tujuannya hanya satu agar kelak anak didik teguh dalam mempertahankan keimanannya. Takkan mudah menjual dengan kepingan Perak apalagi menggadaikan Iman mereka dengan cinta duniawi yang beberapa kali sering saya jumpai. Aktif digereja sejak Sekolah Minggu hingga Pemuda tapi saat dewasa malah menjual Yesus hanya karena seorang pria atau wanita apalagi semalam saya pun baru mendengar  informasi seorang pemuda di Gereja kami yang menyeberang menjadi keluarga keturunan Ismael. Ampunilah mereka Tuhan sebab cinta nafsu sudah menutupi Iman mereka kepadaMu.

Satu acara yang membuat lega diri saya yakni sebelum meninggalkan kelas saya juga melihat dan mendengar Ibu guru mengajak anak murid Kelas 1 untuk Berdoa. Wow, senang rasanya anakku Sekolah disini. Saya jadi tambah yakin bahwa sekolah ini sudah berbeda dengan sekolah sebelumnya. Terima kasih dan ungkapan syukur saya sampaikan kepada Tuhan karenanya.

Selamat Menempuh Pendidikan Dasar Anakku Joe Terkasih, Jangan Takut akan masa depanmu karena Tuhan Yesus sudah ada disana menyiapkan segala sesuatu untuk anaknya yang setia sampai akhir.

Dari Treadmill ke ECHOcardiography Hingga MSCT

image

Rasa syukur kepada Tuhan patut saya panjatkan kepadaNya sebab IA masih memberikan Berkat berupa pelayanan Kesehatan yang diberikan melalui perusahaan tempat saya bekerja. Dengan menggunakan Fasilitas Administration Support Only atau dikenal dengan ASO karyawan ditempat saya bekerja dapat memanfaatkan benefit yang sudah ditetapkan tak hanya karyawan sendiri namun termasuk istri dan 4 anak yang terdaftar dalam data base Group Human Resources. Semua proses administrasi dapat dikatakan berjalan lancar meski sempat ada keraguan dari pihak Rumah Sakit atas benefit yang diberikan perusahaan kepada saya sebagai peserta ASO. Petugas Administrasi hanya melihat bahwa pelayanan yang mesti diberikan kepada saya sama adanya dengan peserta Asuransi sejenis padahal berbeda.

image

Sebagai karyawan yang bertanggungjawab atas kesehatan pribadinya dan berbekal hal tersebut saya merapat ke sebuah Rumah Sakit khusus jantung di bilangan Pasar Rebo. Tujuannya hanya satu yakni ingin memastikan Hasil Treadmill yang menunjukkan Positive Ischemi Response. Kecurigaan dokter saat Medical Check Up dilaksanakan perlu ditindaklanjuti mengingat organ jantung merupakan yang teramat vital dalam tubuh manusia. Tak lengkap bila saya tak mencari informasi melalui mesin pencari yang tersedia sehingga info yang saya bawa cukup sebagai bahan pertanyaan kepada dokter nantinya.

Dokter yang memeriksa saya diawal menanyakan Riwayat Kesehatan diri. Paling tidak beberapa pertanyaan yang ada kaitannya dengan Resiko Penyakit Jantung dikonfirmasi olehnya. Apakah saya memiliki keluarga yang juga memiliki riwayat sakit jantung. Apakah memiliki Riwayat Darah Tinggi dan Kolesterol Tinggi. Selanjutnya ditanyakan juga apakah memiliki Riwayat Diabetes, Obesitas, Apakah saya Merokok dan Seberapa sering Berolah Raga. Semua pertanyaan tersebut saya jawab Tidak kecuali untuk pertanyaan Olah Raga, saya mengakui agak jarang berolah raga.

Seusai menanyakan beberapa hal tersebut diatas dokter kemudian menjelaskan bagaimana proses tindakan yang diperlukan untuk memastikan ada tidaknya gangguan pada Jantung. Dokter menyarankan saya melakukan MSCT atau Multi Slice Computerised Tomography. Kata dokter menambahkan bahwa mengingat Hasil Treadmill adanya kecurigaan maka diperlukan tindakan selanjutnya guna memastikan ada tidaknya sumbatan atau gangguan. Bila dokter menemu kenali saya memiliki resiko sakit jantung, pernah terkena serangan jantung sebelumnya maka dokter akan menyarankan saya langsung melakukan kateterisasi jantung. Puji Tuhan hal itu menurut dokter yang melayani saya tidak diperlukan.

Sebelum dilakukan Tindakan MSCT saya juga mendapatkan tindakan ECHOCHARDIOGRAPHY semacam USG untuk melihat bagaimana sistem pompa jantung, apakah masih normal atau tidak. Melalui ECHO juga dapat ditemukan beberapa gangguan pada Jantung itu sendiri, apakah ada kebocoran dan lainnya. Prosesnya sederhana, saya hanya dipasangi 3 buah alat di dada yang tersambung ke mesin ECHO. Suster kemudian meminta saya untuk berbaring miring ke kiri saat dokter melakukan pemeriksaan. Hasil dari ECHO dapat diketahui saat itu juga, dan dinyatakan semua aman dan normal.

Usai dilakukan tindakan ECHO, selanjutnya seperti diawal disampaikan tindakan penting lain guna memastikan hasil treadmill saya akan menjalani apa yang disebut MSCT Jantung atau lebih mudah dikatakan Pemeriksaan CT Scan Jantung. Pemeriksaan ini dilakukan dengan dan tanpa penyuntikan Zat Kontras, untuk saya hari itu diberikan Zat Kontras. Penyuntikan dengan Zat Kontras disebut juga Coronary Computerised Tomography Angiography atau CCTA atau CT Angiography. Hal ini dilakukan untuk melihat kondisi pembuluh darah dengan menggunakan Zat Kontras dan Sinar X.

image

Sebelum dilakukan penyuntikan, suster akan menjelaskan bagaimana proses CT Angiography akan dilakukan. Saya pun menyimak dan sesekali menanyakan hal yang kurang jelas. Perawat kemudian menyuntikkan dibawah kulit untuk mencek terlebih dahulu apakah tubuh saya alergi atau tidak terhadap Zat yang akan disuntikkan tersebut. Waktu yang dibutuhkan sekitar 10 menit guna melihat ada tiadanya resistensi terhadap obat. Karena hasilnya negatif, maka proses selanjutnya saya diminta untuk berbaring disebuah tempat sejenis tempat tidur yang akan membawa tubuh saya mulai kaki hingga bagian dada. Disini suster juga memasangkan beberapa alat untuk merekam jantung dan juga menyiapkan jalur infus yang digunakan untuk menyuntikkan Zat Kontras masuk kedalam tubuh yang akan diambil fotonya, yakni Jantung. Ada dua orang perawat yang melayani di ruangan ini. Setelah semuanya siap, Perawat langsung pindah ke bagian lain ruangan MSCT untuk memulai proses pemotretan sambil sekitar 3 kali menginstruksikan kepada saya untuk tarik nafas, tahan nafas dan nafas normal kembali. Proses diatas tempat tidur MSCT ini berlangsung tidak lama, hanya sekitar 10 menit saja.

Kemudian suster akan mencabut jarum infus yang dipasang ditangan kanan  dan beberapa alat lain dari dada. Salah seorang diantaranya lantas meminta saya untuk mengambil minuman air mineral yang telah disediakan. Ia menyarankan agar saya minum sebanyak-banyaknya sebelum kembali ke rumah. Saya sempat bertanya apakah masih dapat mengendarai mobil jika sudah dilakukan tindakan ini dan yang saya rasakan masih bisa membawa mobil sendiri karena saya hanya butuh istirahat sebentar dan minum sebanyak-banyaknya.

Itulah proses lanjutan pemeriksaan terkait Jantung bila ditemukan adanya kecurigaan awal saat melakukan Treadmill. Pemeriksaan ini perlu dijalankan agar terdapat kepastian ada tidaknya gangguan berupa pengapuran.
Saya menyarankan kita tidak anggap enteng gangguan di Jantung karena seperti dikatakan dokter dan beberapa informasi yang saya dapatkan ada beberapa kasus yang sama sekali orang tersebut tidak merasakan adanya gejala sakit jantung. Jika ada yang merasakan gejalanya maka segeralah periksakan ke dokter dimulai pemeriksaan Treadmill sebagai deteksi awal, kemudian dapat dilakukan pemeriksaan melalui Multi Slide Computerised Tomography atau CT Scan Angiography hingga tindakan Katerisasi.

Kita juga mesti Berdoa agar dijauhkan dari penyakit mematikan ini dengan menjaga keseimbangan asupan dan aktifitas dan menghindari Resiko Penyakit Jantung.

Akhirnya seperti kata salah satu Presupposition NLP yang mengatakan Learning is Living, we can not not Learn bahwa dari sebuah peristiwa kehidupan kita akan senantiasa belajar dan belajar tanpa dapat menghindarinya. Oleh karena itu teruslah belajar dan belajar hingga akhir hayat.

Dibawah ini ada beberapa tindakan/alat yang biasa dilakukan bagi penderita sakit jantung yang saya ambil dari rumah sakit yang saya kunjungi dan mari kita doakan agar semua alat ini takkan hinggap di tubuh kita masing-masing, Amin.

image

image

Salam Sehat Berdaya

Bukti Kekuatan Doa

image

Pertama sekali yang saya tulis disini adalah ungkapan syukur terima kasih hanya bagi Tuhan Yesus Kristus yang sudah menjawab Doa Pergumulan dan Harapan saya selama sebulan ke belakang. Asal muasal semuanya itu adalah komentar dari seorang dokter Jantung di sebuah Rumah Sakit di Cibubur yang setelah melaksanakan Treadmill, saya lantas di cekoki dengan informasi yang membuat ciut manusia apapun seperti saya. Betapa tidak, belum habis keringat sang dokter sudah mengatakan sepertinya ada kecurigaan gangguan penyambutan di Jantung saya. Ia mengatakan bahwa ada 3 cara mengetahui adanya gangguan jantung atau tidak di tubuh manusia. Yang pertama melalui Treadmill yang menurutnya keakuratannya mencapai 50%. Cara kedua yakni dengan menggunakan CT Scan yang keakuratannya melebihi 70 %. Dan yang ketiga tentunya melalui metode bedah non invasif yakni Katerisasi. Setelah mencari informasi kesana kemari, akhirnya Tuhan membawa saya bertemu dengan dua orang jemaat yang saat itu akan menghadiri Ibadah Keluarga di Sektor Sion Perumahan Tirta Mandala. Kami bertiga bercakap-cakap terkait penyakit jantung. Orang pertama bercerita bagaimana dulu ia kehilangan istrinya akibat serangan jantung. Dia sama sekali tak menyangka akan berakibat fatal, tanya punya tanya ketika itu rupanya istrinya kena penyumbatan di pangkal koroner jantung seperti keterangan dokter. Jemaat kedua yang bercerita kepada saya malam itu menjelaskan, ia sama sekali tak merasakan gejala apapun namun sempat tak percaya juga saat melaksanakan Treadmill di rumah sakit hasilnya ada Positive Response Ischemi. Ia sama sekali tiada merasakan sakit didada atau gejala lainnya dan sangat menjaga asupan makanan. Setelah konsultasi dokter perusahaan tempatnya bekerja ia pun mengikuti sarannya konsul dengan dokter jantung. Hasilnya 1 Stent atau Ring harus dipasang ke jantungnya hingga saat ini.

Berbekal sharing Jemaat tersebut, saya memberanikan diri menindaklanjuti hasil Medical Check Up menuju sebuah Rumah Sakit khusus Jantung di daerah Pasar Rebo.

Setelah melakukan proses administrasi, saya beranjak ke lantai 2 untuk menunggu panggilan suster. Disini saya diminta menimbang badan, tensi dan mengisi sebuah form persetujuan tindakan. Dokter lantas melayani saya diruang konsultasi. Seorang dokter muda berkaca mata terlihat antusias menyapa saya. Ia kemudian menjelaskan perihal penyakit jantung kepada saya. Pertama menggunakan gambar yang dibuat sendiri di selembar kertas. Kedua ia pun menjelaskan memakai Hasil Scan Pasien dengan Jantung terdapat sumbatan dan satu lagi yang tanpa sumbatan. Dengan detil ia memberikan pemahaman sebelum masuk kepada hasil medical check up saya. Terakhir kali dokter muda ini menjelaskan dengan memutarkan sebuah video bagaimana proses penyumbatan dapat terjadi dalam pembuluh darah jantung. Sesudah semua disampaikan dokter ini melihat hasil Treadmill dan hasil cek darah. Beberapa pertanyaan mengenai riwayat kesehatan pribadi ditanyakan juga kepada saya. Apakah merokok, apakah memiliki keluarga yang sakit jantung, adakah riwayat darah tinggi, diabetes, jenis olah raga yang ditekuni, kolesterol totalnya apakah pernah tinggi. Rupanya semua itu adalah hal resiko seseorang dapat terkena serangan jantung. Sesudah membaca hasil treadmill ia memberikan penjelasan bahwa hasilnya ada hal mencurigakan akan adanya sumbatan jadi untuk meyakinkannya dokter menyarankan untuk dilakukan MSCT Scan atau Scan Jantung. Tingkat keakuratannya lebih tinggi dibandingkan dengan Treadmill. Sebelum menuliskan instruksi tindakan di form yang tadi saya isi, ia menjelaskan perihal manfaat, proses MSCT Scan dilakukan. Sayapun mengangguk setuju dan sang dokter lantas meminta saya mengikuti susternya, “Silahkan ikut suster saya pak” ucapnya.

Saat menunggu antrian seorang suste menghampiri saya seraya mengatakan bahwa saya juga akan menjalani pemeriksaan ECHO, apa itu dalam hati saya. Setelah masuk ke Ruangan dan saat dokter akan mengeksekusi barulah saya paham bahwa ECHO ini semacam USG dimana manfaatnya dokter akan melihat Fungsi JANTUNG saja. Dengan alat ini dokter ingin mengetahui bagaimana kondisi kekuatan pompa jantung, kondisi bilik apakah ada kelainan atau tidak. Sesudah dicek selama kurang lebih 15 menit sudah dapat diketahui hasilnya. Puji Tuhan, ucap saya saat dokter menyimpulkan “Hasil ECHO Jantung Bapak aman”. Ia pun menjelaskan hasil cetakan pemeriksaan ECHO kepada saya, semua Normal. Pemeriksaan yang akan dilanjutkan adalah MSCT Scan atau Scan Jantung, sayangnya baru dibuka sekitar jam 14.00 jadi saya mesti menunggu dahulu selama 2 jam.

Dua orang suster saya lihat mulai memasuki ruangan di Gedung lain dari tempat saya konsul dengan dokter. Ruangannya sepi, hanya ada seorang petugas satpam duduk di meja resepsionis. Setelah saya menyerahkan pengantar dari dokter, seorang suster kemudian mempersilahkan saya masuk ke ruangan yang tertulis MSCT di bagian atas pintu masuk. Di dalam ruangan saya diminta membaringkan   diri disalah satu bangsal yang tersedia. Saya melihat ada air minum mineral banyak di sudut sejajar dengan tempat tidur yang saya tempati. Suster yang sama kemudian menjelaskan bagaimana proses MSCT akan dilakukan. Setidaknya ada dua tindakan yang akan diberikan kepada saya selaku pasien. Pertama suster akan melakukan tes alergi. Ia memasukan “Kontras” dibawah kulit lengan kiri saya. Apabila ada alergi maka akan timbul merah dikulit nyatanya setelah 15 menit, tidak ada reaksi alergi. Tindakan selanjutnya saya diminta masuk ke ruangan alat MSCT yang lebih dingin suhunya. Disini terlihat sebuah mesin dengan tempat tidur ditengahnya. Disisi kanan ada ruangan kaca tempat suster memberikan instruksi saat Kontras dimasukkan hingga pemotretan dilaksanakan. Suster kemudian menjelaskan ulang proses yang akan saja jalani. Bagaimana saya akan merasakan sedikit panas dalam tubuh ketika mesin MSCT menyuntikkan cairan kontras melalui jalur infus yang sudah dibuat. Keseluruhan proses berlangsung selama kurang lebih 10 menit dengan tiga kali pemotretan.

Sesudah proses Scan Jantung dilakukan, suster meminta saya untuk banyak minum air putih. Kenapa demikian agar cairan Kontras yang berfungsi memberikan kecerahan pada obyek jantung agar terlihat jelas letak sumbatan yang terjadi bila memang ada. Saya pun lantas mengambil 5 gelas air mineral untuk diminum dan kembali ke rumah.

Sepanjang proses MSCT dilaksanakan saya terus menerus kontak keluarga dan istri supaya turut mendoakan agar hasilnya baik adanya. Saat proses dilakukan jam dua siang, istri saya telepon untuk berdoa. Memohon pertolongan Tuhan itu adalah satu-satunya kekuatan besar yang saya miliki. Lewat tengah malam sekitar pukul dua dinihari, saya pun bangun dan mengambil Alkitab untuk menyampaikan permohonan kepada Tuhan agar dijauhkan dari segala yang tidak baik terjadi bagi jantung saya. Tuhan memberikan ayat dari Zefanya 3 : 9-20. Tuhan memberikan mutiara pada saya di ayat 16 – 17 yakni Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem “Janganlah Takut, Hai Sion ! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu”. TUHAN Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan.

Ayat ini saya aminkan sebagai jawaban bahwa Jantung saya tidak ada masalah. TUHAN memberikan jawaban sebelum saya menerima penjelasan dari dokter di hari itu sekitar pukul 11.00 siang. Kekuatan doa dari orang-orang yang mengasihi saya sungguh nyata dalam kehidupan saya terutama jantung saya.

Terima kasih saya kepada Tuhan atas jawaban atas kekhawatiran yang saya gumuli paling tidak sebulan lamanya. Tuhan bekerja sungguh luar biasa, IA memberikan keberanian kepada saya melalui dua orang jemaat saat saya menjadi Pelayan Firman di Sektor dimana keduanya bertempat tinggal. Dari sinilah awalnya Tuhan bekerja untuk membuat saya maju berjumpa dokter.

Hal kedua yang saya alami, jika Doa dengan sungguh dilayangkan maka kekuatanNya akan melingkupi hidup kita. Apalagi doa itu juga dikokohkan oleh keluarga dan rekan lainnya.

Hal ketiga yang dapat saya petik disini, jadikanlah saat teduh untuk perjumpaan kita dengan Tuhan tak sekedar membaca Alkitab tapi disitulah waktunya kita “ngobrol” atau “Ngadu” ke Tuhan. Saya sendiri lebih memilih lewat tengah malam untuk berjumpa denganNya.

Itulah kisah saya dari kekhawatiran menjadi kekuatan. Tuhan sungguh baik bagi kehidupan yang saya alami terutama dalam proses pengechekan Jantung yang diberikan Tuhan.

Terima kasih untuk Dokter yang melayani saya selama dua hari.

Satu Jam Di Kapal Negara SAR

image

Di tengah pelaksanaan Pelatihan Dasar SAR bagi anggota Team SAR INDOSAT, atas ijin pimpinan Basarnas saya berkesempatan melihat Kapal Negara SAR Jakarta yang dipakai untuk  mengevakuasi korban musibah Air Asia. Selasa 19 Mei 2015, sekitar pukul 23.00 WIB saya bersama 2 orang rekan dari Team Observer memiliki kesempatan menaiki kapal tersebut. Tiba di buritan, lampu padam, sepatu dilepas, kami mulai memasuki kabin kapal. Kapal berukuran 40 meteran ini terlihat cukup terawat, rapi dan bersih. Selain ruang kamar VIP, Kamar Perawat, Kamar Kepala Kamar Mesin, Kamar Nakhoda ruangan tengah kapal memiliki ruang penumpang berkursi nyaman 3 baris masing-masing 4 kursi. Area ini cukup lengang, nyaman. Menyusuri terus kearah haluan, terdapat ruangan sejenis Break Out Area untuk pelbagai aktivitas. Televisi Flat ukuran besar terpasang diatas meja makan. Selanjutnya kami menuju Anjungan dimana Nakhoda bertugas. Di ruang ini kapal dikendalikan. Kapal ini mampu melaju di lautan bebas sampai 25 knot dengan 3 mesin utama. Di dampingi seorang ABK kami diajak berkeliling malam itu hingga ke ruangan mesin. Suara mesin sangat kencang sehingga pendamping menyarankan saya menggunakan penutup telinga. Di ruangan ini kami tak dapat sempurna bercakap-cakap, suara mesin genset melebihi suara kami. Setelah naik kembali ke Buritan barulah kami bercakap-cakap banyak hal termasuk tentang bagaimana peran Kapal ini saat membantu proses evakuasi korban peristiwa jatuhnya pesawat Air Asia di perairan Pangkalan Bun.

image

image

Kapal ini terdiri dari 3 tingkat. Bagian bawah itu selain kamar mesin juga diisi dengan kamar tidur para ABK. Di area tengah diisi oleh kamar tidur VIP, Kamar Perawat. Sementara dibagian atas merupakan dek, saya lupa menanyakan apakah bisa didarati oleh helikopter atau tidak. Semua area sepertinya menjunjung tinggi Kebersihan kapal yang terlihat cukup terjaga.

Ketika akan kembali ke tempat penginapan sambil memasang tali sepatu, sempat terbayang bagaimana kapal ini menjemput jenasah dari KRI kemudian diletakkan diburitan untuk segera dipindahkan ke pelabuhan. Ruangan buritan yang gelap menambah perasaan dan bayangan yang sedikit berbeda. Menurut pendamping, bau jenasah baru benar-benar hilang kira-kira satu minggu pada waktu proses evakuasi berlangsung. Meski sudah dibersihkan dengan disinfektan tetap saja masih tertinggal baunya.

Tak terasa waktu sudah masuk tengah malam. Saya dan dua rekan pun undur diri. Doa saya untuk para crew kapal dan teman-teman di Basarnas semoga pengabdian anda semua diberikan upah yang setimpal oleh Pencipta Semesta.

Avignam Jagat Samagram, Semoga Selamatlah Alam Semesta !

Pelatihan Potensi SAR Dasar Indosat dengan BASARNAS Lahirkan 21 Rescuer

IMG_20150522_145657

Jpeg

Jpeg

IMG_20150522_145917(1)

Pelatihan Dasar SAR bagi anggota Team SAR Indosat yang berlangsung sejak 18 Mei ditutup pada Jumat 22 Mei 2015 lalu. Pelatihan yang dilaksanakan atas kerja sama antara Indosat dengan BASARNAS Kantor SAR Jakarta ini diikuti oleh 21 orang peserta yang terdiri dari 17 orang anggota Sekuriti dan 4 orang karyawan Indosat dimana di dalamnya ada peserta wanita. Pendidikan Dasar yang diadakan di Pusat Kegiatan Olah Raga Air DKI Jakarta ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar yang dibutuhkan bagi seorang anggota Team SAR. Materi yang diberikan diantaranya ; Substansi Basarnas, Medical First Responder/MFR, Penilaian Dini, Pemindahan Korban, Bantuan Hidup Dasar (BHD), Pengenalan Perahu dan Mesin Tempel, Pengenalan Sarana Komunikasi, Manajemen Posko, Pertolongan di Air termasuk dilatih juga tingkat kepekaan berupa Group Allert yang sempat dipraktekkan dua kali selama pelatihan. Para peserta dalam pelatihan ini sesuai standard BASARNAS harus memperoleh nilai kelulusan minimal 70 dimana penilaian meliputi nilai ujian tertulis dan ujian praktek dengan bobot masing-masing 40% ditambah Nilai Attitude 20%. Berkat semangat kemanusiaan yang tinggi ke-21 orang peserta tersebut dinyatakan Lulus meskipun dua orang sempat mengulang ujian prakteknya.

Masing-masing peserta memperoleh Surat Keterangan dan hal tersebut membuat ke-21 orang peserta secara resmi telah terdaftar di Kantor SAR Jakarta sebagai Potensi SAR dengan Kualifikasi Water Rescue yang ditandai dengan pemberian Kartu Tanda Anggota. Kartu Anggota ini berlaku secara nasional selama dua tahun, kemanapun anggota SAR Indosat nantinya bergabung dengan Posko Bencana, mereka sudah diakui kemampuannya.

Dua orang peserta tampil sebagai peserta terbaik dan secara simbolis menerima Kartu Anggota dari Chief Human Resources Officer. Ketika ditanya bagaimana kesan pesan selama mengikuti pelatihan yang cukup berat ini salah seorang peserta mengungkapkan : “Materinya lengkap dan detil banget, kami jadi paham sekali dan juga merasa ada peningkatan kepercayaan diri. Jika Indosat menugaskan, sekarangpun saya siap melaksanakan tugas kemanusiaan ini.” ujar Hermawan, salah seorang anggota SAR yang baru dilantik. Pada kesempatan ini para pimpinan Indosat juga menerima kartu Anggota Kehormatan sebagai Potensi SAR Kantor Jakarta.

Dalam amanat penutup dihadapan para Search Rescue Unit atau SRU yang baru terbentuk ini, Chief CHRO mengucapkan selamat dan terima kasih kepada seluruh peserta yang berbaris didalam air laut setinggi lutut mengikuti tradisi pelantikan Prajurit Komando di Pantai Permisan Cilacap. Panasnya matahari sore tak membuat beliau terhalang untuk memberikan suntikan semangat kepada para relawan yang dengan kerelaan telah bergabung menjadi First Responder di Indosat atas bencana yang mungkin terjadi. Dia mengutarakan bahwa Indosat akan selalu meremajakan dan memperbesar Team SAR yang selama ini telah terbentuk untuk tugas kemanusiaan dimana saja Indosat beroperasi dari Sabang sampai Merauke

Selamat Kepada Seluruh Peserta dan Avignam Jagat Samagram, Semoga Selamatlah Alam Semesta !

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 1.756 pengikut lainnya