Insting (19)

Permainan yang satu ini memang sangat mengandalkan sebuah kemampuan sesuai dengan namanya. Insting. Untuk memainkan permainan ini maka dibutuhkan alat bantu seutas tali dan sebuah blind fold yang diberikan kepada masing-masing peserta. Tali yang digunakan sebaiknya juga tali pramuka berwarna putih sehingga tidak akan membuat tangan terluka saat dimainkan. Tiap kelompok mesti menunjuk salah seorang anggotanya untuk menjadi pemimpin. Kemudian Tali yang sudah diberikan kepada tiap kelompok ini nantinya mesti dibentuk oleh peserta menjadi sebuah bentuk bangunan. Tugas pemimpin kelompok lah yang akan memberikan arahan bagaimana mereka membentuk bangunan. Tantangan yang diberikan adalah mata semua anggota kelompok ditutup dengan menggunakan Blind Fold. Instruksi bentuk bangunan seperti apa yang mesti dibuat oleh masing-masing kelompok diberikan fasilitator kepada pemimpin kelompok. Fasilitator akan memberikan sedikitnya 2-3 gambar bangun yang harus diselesaikan. Kunci dari games Insting adalah peserta dapat membentuk gambar atau bangun yang harus dibuat dengan membayangkannya. Bila benar dilakukan maka bentuk yang sudah dibuat akan terlihat jelas apabila bangun diamati dari atas. Permainan ini dapat diberikan di dalam atau diluar ruangan tergantung keadaan. Idealnya satu kelompok hanya terdiri dari 12-15 orang saja agar tujuan dari games ini betul-betul pas bagi peserta. Lama waktu bermain yang ditetapkan bagi setiap kelompok untuk menyelesaikan games ini juga diberikan seragam. Intisari dari permainan ini adalah bagaimana pemimpin mampu memberikan cara instruksi yang tepat. Untuk melatih kepemimpinan maka disarankan dari anggota kelompok dapat bergantian menjadi pemimpin. Sedangkan bagi para peserta lain kepatuhan dalam menjalankan sebuah instruksi atau ketetapan akan sangat terlihat sekali apakah mereka semua benar dalam melakukannya. Konsentrasi ketika menerima arahan dan di dalam melaksankan instruksi tersebut juga dominan bagi tiap kelompok agar dapat menyelesaikan tugas pembuatan bangun yang diberikan. Akan terlihat peserta yang tidak mengikuti petunjuk pemimpinnya. Hal seperti itu sangat membantu fasilitator sebagai bahan untuk proses de briefing usai games dimainkan. Buat peserta akan sangat membantu menemukan kembali potensi lain bahwa dalam diri masing-masing memiliki sebuah kekuatan yang kerap jangan sekali digunakan atau diabaikan begitu saja dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Fasilitator juga dapat mengaitkan keadaan atau kondisi mata tertutup itu dengan arti sebuah ungkapan syukur atas penglihatan yang dimiliki para peserta.

Ayo tak perlu dipikirkan lagi. Segera hubungi marketingitcc@indosat.com bila ingin mencoba games ini. Rasa penasaran tidak baik buat kesehatan bila tak terpenuhi.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 03/06/2011, in Jenis Games. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: