Satu Lokasi Tiga Objek Wisata

Tepat di hari Kemerdekaan RI Ke-71 saya akhirnya dapat meluluskan niat dalam hati untuk mengunjungi lokasi wisata ini. Tempatnya cukup jauh dari tempat tinggal atau kota Ambon. Perjalanan menuju 3 lokasi wisata sejarah ini menempuh sekitar 42 KM jadi kalau pulang pergi 80km-an. Di satu negeri ini para pelancong bisa datang di Benteng Amsterdam, Gereja Imanuel dan terakhir Masjid tua Wapauwe. Sungguh luar biasa bila kita dapat mendatangi ketiga lokasi ini. Berkunjung ketiga tempat bersejarah ini tidak butuh biaya atau tiket masuk. Pengunjung hanya diminta menulis buku tamu lalu menyelipkan sejumlah uang di kotak yang sediakan.

Setelah melewati Hitu perjalanan kami sempat terhambat. Ini diakibatkan adanya lomba gerak jalan yang sedang berlangsung sehingga memakan badan jalan. Betapa meriah dan terasa sekali perayaan memperingati hari kemerdekaan di sepanjang negeri. Masyarakat antusias menyaksikan kegiatan gerak jalan dan juga panjat pinang di kantor Koramil.

Jarak 3 obyek wisata tersebut dari Kota Ambon adalah sekitar 42 km. Kita bisa menggunakan angkutan umum, sepeda motor dan kendaraan roda empat. Informasi terkait lokasi rawan banjir mesti di cari tahu agar kita bisa sampai dilokasi. Kerap banjir melanda sehingga memutus jalan menuju Hila Kaitetu. Ongkos pikul motor saja sekitar 30 ribu rupiah.

Dari Ambon kita mendapatkan Benteng Amsterdam lebih dahulu yang terletak di pinggiran pantai. Tak kurang dari 100 meter menuju lapangan Kaitetu di perempatan jalan disitulah letaknya Gereja Imanuel, gereja tua yang baru selesai direnovasi. Saat ini dijaga oleh Pak Syukur yang sudah bertugas 6 tahun belakangan ini. Melalui keramah tamahannya kita akan mendapatkan penjelasan mengenai keberadaan Gereja tersebut termasuk cerita tentang calon penganten wanita yang sedang foto pre wedding di dalam gereja. Di bawah mimbar menurutnya ada tempat peristirahatan terakhir pendeta dan keluarganya. Adem rasanya masuk dalam gereja ini. 

Tak jauh dari Gereja kami melanjutkan perjalanan kurang lebih 2 menit sudah tiba di lokasi Masjid Tua Maluku. Mesjid ini dibangun tanpa paku. Di dalamnya masih ada Al Quran yang ditulis tangan, Bedug dan tempat penerangan gantung biasanya dahulu diisi minyak kelapa. Meski sudah dilakukan pemugaran namun kayu hitam penyangga mesjid tetap asli. Atap sudah diganti hanya Kubah yang sudah diturunkan. Saat pemugaran Gereja dan Mesjid tertua dilakukan prosesi adat dahulu sehingga pemugaran berjalan lancar.

Usai bercakap dengan warga yang selesai sholat dan penjaga mesjid kami pun meluncur ke Benteng Amsterdam. Benteng yang terdiri dari 3 lantai ini banyak menyisakan sejarah bangsa. Lantai 1 agak gelap dan burung berterbangan. Ada ruang gelap sekali yang tak sempat saya masuki.Menurut penjaga, sebuah stasiun televisi kerap syuting acara uji nyali di dalam Benteng. Naik ke lantai dua dan tiga dihubungkan dengan tangga kayu hitam yang masih kokoh. Pada masing-masing lantai berlantaikan kayu yang luas dan terang. Ada balkon untuk melihat ke lautan lepas dan jendela tanpa daun jendelanya. Berdiri disitu kita akan melihat jauh ke lautan bebas.

Halaman luar ada sumur besar yang masih ada air didalamnya. Senang sekali bisa hadir di Benteng ini.

Satu hal yang kami rasakan saat mengunjungi ketiga lokasi tersebut, keramahtamahan penjaga atau petugas patut diberikan apresiasi. Mereka tak ragu atau dengan tulus menyampaikan informasi yang kita butuhkan termasuk cerita mistis yang ada.

Terima kasih Tuhan sudah diberikan kesempatan menyaksikan kebesaran bangsa Indonesia. Terima kasih juga telah diberikan waktu untuk berdoa pertama kali di kaki mimbar gereja tua.

Mari kawan kita datang ke Benteng Amsterdam, Gereja tua Imanuel dan Masjid tua di Hila.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 12/09/2016, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: