Cara Pencairan Manfaat JHT

Gonjang ganjing terkait pengambilan manfaat Jaminan Hari Tua atau biasa disebut JHT telah berakhir. Pemerintah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua. Peraturan ini ditindak lanjuti dengan menetapkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 19 Tahun 2015 tentang Tata Cara Dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua. Peraturan Pemerintah dan Permenaker itu setidaknya dapat meredam gejolak yang terjadi di masyarakat Indonesia.

Kabar gembira lain, kini peserta dapat dengan mudah mengetahui jumlah Saldo JHT mereka masing-masing melalui smartphone masing-masing caranya dengan mengunduh melalui Apps Store BPJS TK. Data yang dikeluarkan Real Time sampai dengan bulan terakhir penyetoran.

Dibawah ini saya ketik pelbagai ketentuan atau persyaratan yang diatur oleh Peraturan Pemerintah dan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan.

Menurut Pasal 1 Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 19 disampaikan bahwa Jaminan Hari Tua yang selanjutnya disingkat JHT adalah manfaat uang tunai yang dibayarkan sekaligus pada saat peserta memasuki usia pensiun, meninggal dunia atau mengalami cacat total tetap. Manfaat Jaminan Hari Tua dibayar kepada peserta apabila ;

a. Peserta Mencapai Usia Pensiun
b. Peserta Mengalami Cacat Total Tetap atau
c. Peserta Meninggal Dunia

Manfaat JHT bagi peserta mencapai usia pensiun termasuk juga peserta yang berhenti bekerja. Peserta yang berhenti bekerja itu meliputi :

a. Peserta Mengundurkan Diri
b. Peserta Terkena Pemutusan Hubungan Kerja
c. Peserta Yang Meninggalkan Indonesia Untuk selama-lamanya

Perubahan aturan atau manfaat program JHT secara garis besar terjadi dalam ;

1. Batas Usia
2. Jenis Pekerjaan
3. Klaim Manfaat

Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 14/1993
a. Mencapai Usia Pensiun 55 tahun
b. Menjadi PNS, TNI/Polri
c. Kepersertaan 5 tahun dengan masa tunggu 1 bulan

Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015
a. Mencapai usia pensiun 56 tahun
b. Tenaga Kerja yang menjadi PNS, TNI/Polri tidak bisa mengajukan klaim
c. Minimal kepesertaan 10 tahun dapat mengambil JHT sebagian:
– Pengambilan JHT maksimal 10% untuk persiapan hari tua; atau
– Pengambilan JHT maksimal 30% untuk membantu biaya perumahan.
d. Peserta PHK dan Resign dengan masa tunggu 1 bulan

Menurut Peraturan Menteri Ketenagakerjaan, pemberian manfaat JHT bagi peserta yang berhenti bekerja karena mengundurkan diri harus memenuhi persyaratan :

a. Berhenti bekerja dan sedang tidak bekerja kembali
b. Masa tunggu 1 bulan sejak non aktif kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan
Membawa dokumen :

– Kartu peserta asli
– Surat keterangan pengunduran diri dari perusahaan yang
ditujukan dan diketahui Dinas Ketenagakerjaan setempat
dengan tembusan ke BPJS Ketenagakerjaan
– Foto Kopi KTP dan kartu keluarga
– Foto Kopi Rekening tabungan jika ingin ditransfer

Sedangkan pemberian manfaat JHT bagi peserta yang mencapai usia pensiun harus memenuhi persyaratan ;

– Kartu peserta asli
– Surat keterangan berhenti bekerja karena usia pensiun dari
perusahaan
– Foto Kopi KTP dan kartu keluarga yang masih berlaku
– Foto Kopi Rekening tabungan jika ingin ditransfer

Pemberian manfaat JHT bagi peserta yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja melalui Lembaga Pengadilan Hubungan Industrial harus memenuhi persyaratan :

a. Terkena PHK dan sedang tidak bekerja kembali
b. Masa tunggu 1 bulan sejak non aktif kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan
c. Membawa dokumen :
– Kartu Peserta asli
– Bukti penetapan phk dari pengadilan Hubungan Industrial
tempat peserta bekerja
– Foto Kopi KTP dan Kartu Keluarga
– Foto Kopi Rekening tabungan jika ingin ditransfer
d. Jika ternyata peserta terbukti masih bekerja dikenakan sanksi sesuai
dengan peraturan yang berlaku

Pemberian manfaat JHT bagi peserta yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja melalui Lembaga BIPARTIT harus memenuhi persyaratan :

a. Terkena PHK dan sedang tidak bekerja kembali
b. Masa tunggu 1 bulan sejak non aktif kepesertaan di BPJS Ketenagakerjaan
c. Membawa dokumen :
– Kartu peserta asli
– Foto Kopi Perjanjian Bersama
– Bukti pendaftaran perjanjian bersama Pengadilan Hubungan
Industrial tempat Peserta bekerja
– Foto Kopi KTP dan Kartu keluarga
– Foto Kopi Rekening tabungan jika ingin ditransfer
d. Jika ternyata peserta terbukti masih bekerja dikenakan sanksi sesuai dengan peraturan yang berlaku

Bagi karyawan yang akan mengambil manfaat JHT pencairan 10 % dan 30 % dari total Saldo akan dikenakan Pajak Final sedangkan Sisa Saldo sebesar 90 % atau 70 % akan dikenakan Pajak Progresif dimana masing-masing besarnya Pajak Progresif adalah :

a. Rp. 0,- s/d Rp. 50.000.000,- sebesar 5 %
b. Rp. 50.000.001,- s/d Rp. 250.000.000,- sebesar 15 %
c. Rp. 250.000.000,- s/d Rp. 500.000.000,- sebesar 25 %
d. Rp. 500.000.000,- keatas akan dikenakan sebesar 30 %

Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 atas penghasilan berupa Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua ditentukan sebagai berikut :

a. Sebesar 0 % atas penghasilan bruto sampai dengan Rp. 50.000.000,-
b. Sebesar 5 % atas penghasilan bruto diatas Rp. 50.000.000,-

Tarif Pajak Penghasilan Pasal 21 sebagaimana dimaksud diberlakukan atas jumlah kumulatif Uang Manfaat Pensiun, Tunjangan Hari Tua atau Jaminan Hari Tua yang dibayarkan dalam jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun kalender.

Untuk Karyawan yang akan mengambil atau mencairkan Jaminan Hari Tua 10 % atau 30 % perlu mempertimbangkan ulang rencananya tersebut bila tidak ada kebutuhan mendesak sama sekali.

Proses pencairan JHT dalam masa aktif bekerja selain persyaratan yang telah disebutkan diatas diperlukan juga Surat Keterangan Aktif Bekerja, Mengisi Surat Pernyataan, Mengisi Formulir BPJS Ketenagakerjaan 5 (tersedia di kantor BPJSTK).

Itulah informasi terkait Manfaat Jaminan Hari Tua, bahan dari ketikan ini diambil dari materi sosialisasi salah satu kantor BPJS Ketenagakerjaan yang disampaikan 2 September 2015, semoga bermanfaat.

Salam Berdaya !

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 15/09/2015, in Office. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: