Dari Treadmill ke ECHOcardiography Hingga MSCT

image

Rasa syukur kepada Tuhan patut saya panjatkan kepadaNya sebab IA masih memberikan Berkat berupa pelayanan Kesehatan yang diberikan melalui perusahaan tempat saya bekerja. Dengan menggunakan Fasilitas Administration Support Only atau dikenal dengan ASO karyawan ditempat saya bekerja dapat memanfaatkan benefit yang sudah ditetapkan tak hanya karyawan sendiri namun termasuk istri dan 4 anak yang terdaftar dalam data base Group Human Resources. Semua proses administrasi dapat dikatakan berjalan lancar meski sempat ada keraguan dari pihak Rumah Sakit atas benefit yang diberikan perusahaan kepada saya sebagai peserta ASO. Petugas Administrasi hanya melihat bahwa pelayanan yang mesti diberikan kepada saya sama adanya dengan peserta Asuransi sejenis padahal berbeda.

image

Sebagai karyawan yang bertanggungjawab atas kesehatan pribadinya dan berbekal hal tersebut saya merapat ke sebuah Rumah Sakit khusus jantung di bilangan Pasar Rebo. Tujuannya hanya satu yakni ingin memastikan Hasil Treadmill yang menunjukkan Positive Ischemi Response. Kecurigaan dokter saat Medical Check Up dilaksanakan perlu ditindaklanjuti mengingat organ jantung merupakan yang teramat vital dalam tubuh manusia. Tak lengkap bila saya tak mencari informasi melalui mesin pencari yang tersedia sehingga info yang saya bawa cukup sebagai bahan pertanyaan kepada dokter nantinya.

Dokter yang memeriksa saya diawal menanyakan Riwayat Kesehatan diri. Paling tidak beberapa pertanyaan yang ada kaitannya dengan Resiko Penyakit Jantung dikonfirmasi olehnya. Apakah saya memiliki keluarga yang juga memiliki riwayat sakit jantung. Apakah memiliki Riwayat Darah Tinggi dan Kolesterol Tinggi. Selanjutnya ditanyakan juga apakah memiliki Riwayat Diabetes, Obesitas, Apakah saya Merokok dan Seberapa sering Berolah Raga. Semua pertanyaan tersebut saya jawab Tidak kecuali untuk pertanyaan Olah Raga, saya mengakui agak jarang berolah raga.

Seusai menanyakan beberapa hal tersebut diatas dokter kemudian menjelaskan bagaimana proses tindakan yang diperlukan untuk memastikan ada tidaknya gangguan pada Jantung. Dokter menyarankan saya melakukan MSCT atau Multi Slice Computerised Tomography. Kata dokter menambahkan bahwa mengingat Hasil Treadmill adanya kecurigaan maka diperlukan tindakan selanjutnya guna memastikan ada tidaknya sumbatan atau gangguan. Bila dokter menemu kenali saya memiliki resiko sakit jantung, pernah terkena serangan jantung sebelumnya maka dokter akan menyarankan saya langsung melakukan kateterisasi jantung. Puji Tuhan hal itu menurut dokter yang melayani saya tidak diperlukan.

Sebelum dilakukan Tindakan MSCT saya juga mendapatkan tindakan ECHOCHARDIOGRAPHY semacam USG untuk melihat bagaimana sistem pompa jantung, apakah masih normal atau tidak. Melalui ECHO juga dapat ditemukan beberapa gangguan pada Jantung itu sendiri, apakah ada kebocoran dan lainnya. Prosesnya sederhana, saya hanya dipasangi 3 buah alat di dada yang tersambung ke mesin ECHO. Suster kemudian meminta saya untuk berbaring miring ke kiri saat dokter melakukan pemeriksaan. Hasil dari ECHO dapat diketahui saat itu juga, dan dinyatakan semua aman dan normal.

Usai dilakukan tindakan ECHO, selanjutnya seperti diawal disampaikan tindakan penting lain guna memastikan hasil treadmill saya akan menjalani apa yang disebut MSCT Jantung atau lebih mudah dikatakan Pemeriksaan CT Scan Jantung. Pemeriksaan ini dilakukan dengan dan tanpa penyuntikan Zat Kontras, untuk saya hari itu diberikan Zat Kontras. Penyuntikan dengan Zat Kontras disebut juga Coronary Computerised Tomography Angiography atau CCTA atau CT Angiography. Hal ini dilakukan untuk melihat kondisi pembuluh darah dengan menggunakan Zat Kontras dan Sinar X.

image

Sebelum dilakukan penyuntikan, suster akan menjelaskan bagaimana proses CT Angiography akan dilakukan. Saya pun menyimak dan sesekali menanyakan hal yang kurang jelas. Perawat kemudian menyuntikkan dibawah kulit untuk mencek terlebih dahulu apakah tubuh saya alergi atau tidak terhadap Zat yang akan disuntikkan tersebut. Waktu yang dibutuhkan sekitar 10 menit guna melihat ada tiadanya resistensi terhadap obat. Karena hasilnya negatif, maka proses selanjutnya saya diminta untuk berbaring disebuah tempat sejenis tempat tidur yang akan membawa tubuh saya mulai kaki hingga bagian dada. Disini suster juga memasangkan beberapa alat untuk merekam jantung dan juga menyiapkan jalur infus yang digunakan untuk menyuntikkan Zat Kontras masuk kedalam tubuh yang akan diambil fotonya, yakni Jantung. Ada dua orang perawat yang melayani di ruangan ini. Setelah semuanya siap, Perawat langsung pindah ke bagian lain ruangan MSCT untuk memulai proses pemotretan sambil sekitar 3 kali menginstruksikan kepada saya untuk tarik nafas, tahan nafas dan nafas normal kembali. Proses diatas tempat tidur MSCT ini berlangsung tidak lama, hanya sekitar 10 menit saja.

Kemudian suster akan mencabut jarum infus yang dipasang ditangan kanan  dan beberapa alat lain dari dada. Salah seorang diantaranya lantas meminta saya untuk mengambil minuman air mineral yang telah disediakan. Ia menyarankan agar saya minum sebanyak-banyaknya sebelum kembali ke rumah. Saya sempat bertanya apakah masih dapat mengendarai mobil jika sudah dilakukan tindakan ini dan yang saya rasakan masih bisa membawa mobil sendiri karena saya hanya butuh istirahat sebentar dan minum sebanyak-banyaknya.

Itulah proses lanjutan pemeriksaan terkait Jantung bila ditemukan adanya kecurigaan awal saat melakukan Treadmill. Pemeriksaan ini perlu dijalankan agar terdapat kepastian ada tidaknya gangguan berupa pengapuran.
Saya menyarankan kita tidak anggap enteng gangguan di Jantung karena seperti dikatakan dokter dan beberapa informasi yang saya dapatkan ada beberapa kasus yang sama sekali orang tersebut tidak merasakan adanya gejala sakit jantung. Jika ada yang merasakan gejalanya maka segeralah periksakan ke dokter dimulai pemeriksaan Treadmill sebagai deteksi awal, kemudian dapat dilakukan pemeriksaan melalui Multi Slide Computerised Tomography atau CT Scan Angiography hingga tindakan Katerisasi.

Kita juga mesti Berdoa agar dijauhkan dari penyakit mematikan ini dengan menjaga keseimbangan asupan dan aktifitas dan menghindari Resiko Penyakit Jantung.

Akhirnya seperti kata salah satu Presupposition NLP yang mengatakan Learning is Living, we can not not Learn bahwa dari sebuah peristiwa kehidupan kita akan senantiasa belajar dan belajar tanpa dapat menghindarinya. Oleh karena itu teruslah belajar dan belajar hingga akhir hayat.

Dibawah ini ada beberapa tindakan/alat yang biasa dilakukan bagi penderita sakit jantung yang saya ambil dari rumah sakit yang saya kunjungi dan mari kita doakan agar semua alat ini takkan hinggap di tubuh kita masing-masing, Amin.

image

image

Salam Sehat Berdaya

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 01/07/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: