Bukti Kekuatan Doa

image

Pertama sekali yang saya tulis disini adalah ungkapan syukur terima kasih hanya bagi Tuhan Yesus Kristus yang sudah menjawab Doa Pergumulan dan Harapan saya selama sebulan ke belakang. Asal muasal semuanya itu adalah komentar dari seorang dokter Jantung di sebuah Rumah Sakit di Cibubur yang setelah melaksanakan Treadmill, saya lantas di cekoki dengan informasi yang membuat ciut manusia apapun seperti saya. Betapa tidak, belum habis keringat sang dokter sudah mengatakan sepertinya ada kecurigaan gangguan penyambutan di Jantung saya. Ia mengatakan bahwa ada 3 cara mengetahui adanya gangguan jantung atau tidak di tubuh manusia. Yang pertama melalui Treadmill yang menurutnya keakuratannya mencapai 50%. Cara kedua yakni dengan menggunakan CT Scan yang keakuratannya melebihi 70 %. Dan yang ketiga tentunya melalui metode bedah non invasif yakni Katerisasi. Setelah mencari informasi kesana kemari, akhirnya Tuhan membawa saya bertemu dengan dua orang jemaat yang saat itu akan menghadiri Ibadah Keluarga di Sektor Sion Perumahan Tirta Mandala. Kami bertiga bercakap-cakap terkait penyakit jantung. Orang pertama bercerita bagaimana dulu ia kehilangan istrinya akibat serangan jantung. Dia sama sekali tak menyangka akan berakibat fatal, tanya punya tanya ketika itu rupanya istrinya kena penyumbatan di pangkal koroner jantung seperti keterangan dokter. Jemaat kedua yang bercerita kepada saya malam itu menjelaskan, ia sama sekali tak merasakan gejala apapun namun sempat tak percaya juga saat melaksanakan Treadmill di rumah sakit hasilnya ada Positive Response Ischemi. Ia sama sekali tiada merasakan sakit didada atau gejala lainnya dan sangat menjaga asupan makanan. Setelah konsultasi dokter perusahaan tempatnya bekerja ia pun mengikuti sarannya konsul dengan dokter jantung. Hasilnya 1 Stent atau Ring harus dipasang ke jantungnya hingga saat ini.

Berbekal sharing Jemaat tersebut, saya memberanikan diri menindaklanjuti hasil Medical Check Up menuju sebuah Rumah Sakit khusus Jantung di daerah Pasar Rebo.

Setelah melakukan proses administrasi, saya beranjak ke lantai 2 untuk menunggu panggilan suster. Disini saya diminta menimbang badan, tensi dan mengisi sebuah form persetujuan tindakan. Dokter lantas melayani saya diruang konsultasi. Seorang dokter muda berkaca mata terlihat antusias menyapa saya. Ia kemudian menjelaskan perihal penyakit jantung kepada saya. Pertama menggunakan gambar yang dibuat sendiri di selembar kertas. Kedua ia pun menjelaskan memakai Hasil Scan Pasien dengan Jantung terdapat sumbatan dan satu lagi yang tanpa sumbatan. Dengan detil ia memberikan pemahaman sebelum masuk kepada hasil medical check up saya. Terakhir kali dokter muda ini menjelaskan dengan memutarkan sebuah video bagaimana proses penyumbatan dapat terjadi dalam pembuluh darah jantung. Sesudah semua disampaikan dokter ini melihat hasil Treadmill dan hasil cek darah. Beberapa pertanyaan mengenai riwayat kesehatan pribadi ditanyakan juga kepada saya. Apakah merokok, apakah memiliki keluarga yang sakit jantung, adakah riwayat darah tinggi, diabetes, jenis olah raga yang ditekuni, kolesterol totalnya apakah pernah tinggi. Rupanya semua itu adalah hal resiko seseorang dapat terkena serangan jantung. Sesudah membaca hasil treadmill ia memberikan penjelasan bahwa hasilnya ada hal mencurigakan akan adanya sumbatan jadi untuk meyakinkannya dokter menyarankan untuk dilakukan MSCT Scan atau Scan Jantung. Tingkat keakuratannya lebih tinggi dibandingkan dengan Treadmill. Sebelum menuliskan instruksi tindakan di form yang tadi saya isi, ia menjelaskan perihal manfaat, proses MSCT Scan dilakukan. Sayapun mengangguk setuju dan sang dokter lantas meminta saya mengikuti susternya, “Silahkan ikut suster saya pak” ucapnya.

Saat menunggu antrian seorang suste menghampiri saya seraya mengatakan bahwa saya juga akan menjalani pemeriksaan ECHO, apa itu dalam hati saya. Setelah masuk ke Ruangan dan saat dokter akan mengeksekusi barulah saya paham bahwa ECHO ini semacam USG dimana manfaatnya dokter akan melihat Fungsi JANTUNG saja. Dengan alat ini dokter ingin mengetahui bagaimana kondisi kekuatan pompa jantung, kondisi bilik apakah ada kelainan atau tidak. Sesudah dicek selama kurang lebih 15 menit sudah dapat diketahui hasilnya. Puji Tuhan, ucap saya saat dokter menyimpulkan “Hasil ECHO Jantung Bapak aman”. Ia pun menjelaskan hasil cetakan pemeriksaan ECHO kepada saya, semua Normal. Pemeriksaan yang akan dilanjutkan adalah MSCT Scan atau Scan Jantung, sayangnya baru dibuka sekitar jam 14.00 jadi saya mesti menunggu dahulu selama 2 jam.

Dua orang suster saya lihat mulai memasuki ruangan di Gedung lain dari tempat saya konsul dengan dokter. Ruangannya sepi, hanya ada seorang petugas satpam duduk di meja resepsionis. Setelah saya menyerahkan pengantar dari dokter, seorang suster kemudian mempersilahkan saya masuk ke ruangan yang tertulis MSCT di bagian atas pintu masuk. Di dalam ruangan saya diminta membaringkan   diri disalah satu bangsal yang tersedia. Saya melihat ada air minum mineral banyak di sudut sejajar dengan tempat tidur yang saya tempati. Suster yang sama kemudian menjelaskan bagaimana proses MSCT akan dilakukan. Setidaknya ada dua tindakan yang akan diberikan kepada saya selaku pasien. Pertama suster akan melakukan tes alergi. Ia memasukan “Kontras” dibawah kulit lengan kiri saya. Apabila ada alergi maka akan timbul merah dikulit nyatanya setelah 15 menit, tidak ada reaksi alergi. Tindakan selanjutnya saya diminta masuk ke ruangan alat MSCT yang lebih dingin suhunya. Disini terlihat sebuah mesin dengan tempat tidur ditengahnya. Disisi kanan ada ruangan kaca tempat suster memberikan instruksi saat Kontras dimasukkan hingga pemotretan dilaksanakan. Suster kemudian menjelaskan ulang proses yang akan saja jalani. Bagaimana saya akan merasakan sedikit panas dalam tubuh ketika mesin MSCT menyuntikkan cairan kontras melalui jalur infus yang sudah dibuat. Keseluruhan proses berlangsung selama kurang lebih 10 menit dengan tiga kali pemotretan.

Sesudah proses Scan Jantung dilakukan, suster meminta saya untuk banyak minum air putih. Kenapa demikian agar cairan Kontras yang berfungsi memberikan kecerahan pada obyek jantung agar terlihat jelas letak sumbatan yang terjadi bila memang ada. Saya pun lantas mengambil 5 gelas air mineral untuk diminum dan kembali ke rumah.

Sepanjang proses MSCT dilaksanakan saya terus menerus kontak keluarga dan istri supaya turut mendoakan agar hasilnya baik adanya. Saat proses dilakukan jam dua siang, istri saya telepon untuk berdoa. Memohon pertolongan Tuhan itu adalah satu-satunya kekuatan besar yang saya miliki. Lewat tengah malam sekitar pukul dua dinihari, saya pun bangun dan mengambil Alkitab untuk menyampaikan permohonan kepada Tuhan agar dijauhkan dari segala yang tidak baik terjadi bagi jantung saya. Tuhan memberikan ayat dari Zefanya 3 : 9-20. Tuhan memberikan mutiara pada saya di ayat 16 – 17 yakni Pada hari itu akan dikatakan kepada Yerusalem “Janganlah Takut, Hai Sion ! Janganlah tanganmu menjadi lemah lesu”. TUHAN Allahmu ada diantaramu sebagai pahlawan yang memberi kemenangan.

Ayat ini saya aminkan sebagai jawaban bahwa Jantung saya tidak ada masalah. TUHAN memberikan jawaban sebelum saya menerima penjelasan dari dokter di hari itu sekitar pukul 11.00 siang. Kekuatan doa dari orang-orang yang mengasihi saya sungguh nyata dalam kehidupan saya terutama jantung saya.

Terima kasih saya kepada Tuhan atas jawaban atas kekhawatiran yang saya gumuli paling tidak sebulan lamanya. Tuhan bekerja sungguh luar biasa, IA memberikan keberanian kepada saya melalui dua orang jemaat saat saya menjadi Pelayan Firman di Sektor dimana keduanya bertempat tinggal. Dari sinilah awalnya Tuhan bekerja untuk membuat saya maju berjumpa dokter.

Hal kedua yang saya alami, jika Doa dengan sungguh dilayangkan maka kekuatanNya akan melingkupi hidup kita. Apalagi doa itu juga dikokohkan oleh keluarga dan rekan lainnya.

Hal ketiga yang dapat saya petik disini, jadikanlah saat teduh untuk perjumpaan kita dengan Tuhan tak sekedar membaca Alkitab tapi disitulah waktunya kita “ngobrol” atau “Ngadu” ke Tuhan. Saya sendiri lebih memilih lewat tengah malam untuk berjumpa denganNya.

Itulah kisah saya dari kekhawatiran menjadi kekuatan. Tuhan sungguh baik bagi kehidupan yang saya alami terutama dalam proses pengechekan Jantung yang diberikan Tuhan.

Terima kasih untuk Dokter yang melayani saya selama dua hari.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 30/06/2015, in Uncategorized and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: