Satu Jam Di Kapal Negara SAR

image

Di tengah pelaksanaan Pelatihan Dasar SAR bagi anggota Team SAR INDOSAT, atas ijin pimpinan Basarnas saya berkesempatan melihat Kapal Negara SAR Jakarta yang dipakai untuk  mengevakuasi korban musibah Air Asia. Selasa 19 Mei 2015, sekitar pukul 23.00 WIB saya bersama 2 orang rekan dari Team Observer memiliki kesempatan menaiki kapal tersebut. Tiba di buritan, lampu padam, sepatu dilepas, kami mulai memasuki kabin kapal. Kapal berukuran 40 meteran ini terlihat cukup terawat, rapi dan bersih. Selain ruang kamar VIP, Kamar Perawat, Kamar Kepala Kamar Mesin, Kamar Nakhoda ruangan tengah kapal memiliki ruang penumpang berkursi nyaman 3 baris masing-masing 4 kursi. Area ini cukup lengang, nyaman. Menyusuri terus kearah haluan, terdapat ruangan sejenis Break Out Area untuk pelbagai aktivitas. Televisi Flat ukuran besar terpasang diatas meja makan. Selanjutnya kami menuju Anjungan dimana Nakhoda bertugas. Di ruang ini kapal dikendalikan. Kapal ini mampu melaju di lautan bebas sampai 25 knot dengan 3 mesin utama. Di dampingi seorang ABK kami diajak berkeliling malam itu hingga ke ruangan mesin. Suara mesin sangat kencang sehingga pendamping menyarankan saya menggunakan penutup telinga. Di ruangan ini kami tak dapat sempurna bercakap-cakap, suara mesin genset melebihi suara kami. Setelah naik kembali ke Buritan barulah kami bercakap-cakap banyak hal termasuk tentang bagaimana peran Kapal ini saat membantu proses evakuasi korban peristiwa jatuhnya pesawat Air Asia di perairan Pangkalan Bun.

image

image

Kapal ini terdiri dari 3 tingkat. Bagian bawah itu selain kamar mesin juga diisi dengan kamar tidur para ABK. Di area tengah diisi oleh kamar tidur VIP, Kamar Perawat. Sementara dibagian atas merupakan dek, saya lupa menanyakan apakah bisa didarati oleh helikopter atau tidak. Semua area sepertinya menjunjung tinggi Kebersihan kapal yang terlihat cukup terjaga.

Ketika akan kembali ke tempat penginapan sambil memasang tali sepatu, sempat terbayang bagaimana kapal ini menjemput jenasah dari KRI kemudian diletakkan diburitan untuk segera dipindahkan ke pelabuhan. Ruangan buritan yang gelap menambah perasaan dan bayangan yang sedikit berbeda. Menurut pendamping, bau jenasah baru benar-benar hilang kira-kira satu minggu pada waktu proses evakuasi berlangsung. Meski sudah dibersihkan dengan disinfektan tetap saja masih tertinggal baunya.

Tak terasa waktu sudah masuk tengah malam. Saya dan dua rekan pun undur diri. Doa saya untuk para crew kapal dan teman-teman di Basarnas semoga pengabdian anda semua diberikan upah yang setimpal oleh Pencipta Semesta.

Avignam Jagat Samagram, Semoga Selamatlah Alam Semesta !

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 26/05/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: