70 : 20 : 10

702010

Salah satu prinsipil dari NLP atau biasa disebut The Presuppositions of NLP mengatakan “Learning is Living, we can not not learn”. Asumsi yang dianggap benar ini ingin mengatakan bahwa banyak jutaan informasi masuk kedalam pikiran setiap detik setiap saat. Kita senantiasa belajar dan belajar selalu sepanjang kehidupan ini. Proses belajar takkan pernah terhindarkan oleh kita selama nafas masih dikandung badan.

Melalui ketikan ini mari mengingat kembali selama ini aktivitas yang menurut pengalaman diri kita selama ini apa yang memberikan suatu “perubahan” paling besar dari sisi peningkatan kemampuan dan kompetensi Pribadi ? Sebagian besar kita mungkin mengatakan ketika ia diberi penugasan baru. Sebagian lagi ketika terlibat dalam projek yang melibatkan orang-orang yang expert dalam bidangnya. Beberapa orang lain justru mengatakan mereka merasa dirinya berkembang setelah ia membaca buku yang inspiratif atau setelah mendapatkan “coaching” dari atasan bagaimana melaksanakan sebuah tugas agar lebih efektif. Fakta –fakta yang diangkat dari realitas tersebut membuktikan bahwa mengikuti training, baik di dalam maupun di luar negeri bukan merupakan satu-satunya cara untuk pengembangan diri.

Asumsi di atas memang tidaklah terlalu salah, mengapa demikian ? Hal ini sejalan dengan pemikiran Michael Lombardo dan Robert W. Eichinger dari Center for Creative Leadership. Keduanya menyatakan bahwa pengembangan diri seseorang untuk karir dan performansi yang lebih baik adalah mengikuti metode 70:20:10.

Apa yang dimaksud dengan metode 70 : 20 : 10?

Riset yang dilakukan menunjukan bahwa 70% peningkatan kompetensi diperoleh melalaui praktek mengerjakan secara langsung baik melalui on the job training seperti masa percobaan untuk jabatan/posisi lebih tinggi atau penyelesaian assignment setelah mengikuti sebuah training. Kesempatan melakukan sebuah pekerjaan secara langsung ternyata membuat seseorang mencoba dan merasakan langsung dimana hal tersebut akan menggiring pada proses pemecahan masalah terkait pekerjaan yang telah terbukti sebagai metode yang paling efektif dalam meningkatkan kemampuan dan kapabilitas seseorang.

Selanjutnya 20% efektivitas dalam proses pembelajaran diperoleh langsung dari proses coaching dari line manager. Melalui proses mentoring dengan role model yang dipilih, Benchmarking atau berinteraksi secara langsung dengan orang-orang yang ahli dalam bidangnya juga merupakan sebuah cara meningkatkan kemampuan seseorang. Sedangkan 10% lagi pembelajaran diperoleh melalui pelatihan atau training apakah in house atau public training, e-learning, seminar atau sharing knowledge.

Berdasarkan studi Lombardo di atas, sudah saatnya kita untuk memulai mengalokasikan strategi dan metode belajar kita. Belajar ternyata dapat menggunakan banyak cara dan metode yang bisa dipilih oleh masing-masing dari kita.

It is your Choice ! Ya, Pilihan tersebut tentu ada di tangan kita. Untuk mencapai peningkatan kompetensi yang kita inginkan ada baiknya kita dapat memilih proses belajar sesuai pilihan kita. Pilihan yang harus kita lakukan dengan sebaik-baiknya.

Salam Berdaya !
Diketik dari pelbagai sumber

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 26/03/2015, in Office. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: