Orang Tua-Isteri-Anak-Saudara-Tetangga # Mana Pilihan Kita ?

images

Niatnya memang ingin Ibadah pagi jam 06.00 jadi meski separuh hati masih bermalasan akhirnya jadi juga meluncur menuju Simpangan Depok guna beribadah Minggu di GPIB PANCARAN KASIH Depok hari ini 22 Februari 2015.

Pada Ibadah Minggu ke-VI Pra Paskah ini juga sekaligus diadakan Syukur Hari Ulang Tahun Ke-50 Pelayanan Kategori Persekutuan Kaum Perempuan atau biasa disebut Pelkat PKP. Pelkat PKP sebenarnya lahir pada tanggal 18 Februari 1965 dimana pembentukannya diawali oleh berkumpulnya 59 perutusan organisasi kaum ibu dari pelbagai Jemaat GPIB di Gedung Pertemuan Jemaat GPIB MARANATHA pada 22 April 1960. Sampai disini info tentang HUT Pelekat PKP selanjutnya saya ingin berbagi berkat lainnya.

Hari ini bagi saya menjadi sangat lengkap seusai meresapi khotbah yang disampaikan oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Pancaran Kasih yang baru yakni Pdt. Ny. Sonya A Medyarto S. Bacaan Alkitab yang dibawakan pada hari ini terambil dari Kitab Ester 1 : 1-22. Wow ! Cukup panjang juga yah bacaannya pada hari Minggu ini.

Kisah Raja Ahasyweros yang menyelenggarakan Pesta atau Perjamuan selama 180 hari plus 7 hari lagi perjamuan bagi rakyatnya. Bacaan dengan perikop Ratu Wasti Dibuang dipagi hari ini sangat menyentuh hati saya dan jemaat yang hadir. Bukan hanya soal gaya khotbah yang dibawakan oleh Pendeta Sonya saja namun Firman yang ditaburkan juga menyentuh hati saya pribadi.

Seperti yang diungkapkan oleh Pelayan Firman, melalui perumpamaan, ketika seorang mahasiswa yang sudah menikah di tanya oleh seorang dosen teologi dalam salah satu pertemuannya, “Siapakah orang-orang yang menurut saudara orang yang paling berpengaruh dalam masa depan saudara ?” . Maka mahasiswa yang ditanya mulai menjawab dengan mengurutkan seperti berikut :

1. Orang Tua
2. Istri
3. Anak
4. Saudara
5. Tetangga

Sang Dosen tidak berhenti sampai disitu saja. Ia kemudian melanjutkan dengan pertanyaan berikutnya “Dari kelima orang tadi, jika saudara diminta untuk menghapus, menghilangkan 2 orang yang sangat berpengaruh dalam masa depan saudara, mana yang akan saudara pilih ?”.

Pertanyaan sang Dosen inipun masih dengan setengah mata dijawab dengan mudah, maka dicoretlah 2 orang terakhir nomor urut 4 dan 5, yaitu Saudara dan Tetangga sehingga susunannya menjadi seperti ini :

1. Orang Tua
2. Istri
3. Anak

Rupanya Si Dosen ini belum juga selesai dengan pertanyaannya, dia kembali mengajukan pertanyaan yang sama menjadi, “Siapakah diantara ketiga orang yang telah saudara pilih dari 5 orang pilihan saudara merupakan orang yang akan sangat berpengaruh dalam masa depan saudara, Coretlah 2 (dua) orang dari 3 orang pilihan yang tersedia ?”.

Sampai disini sang mahasiswa mulai berpikir keras. Bagaimana mungkin ia mencoret orang tua yang telah melahirkan, membesarkan, membiayai hidupnya hingga sekarang. Juga ia berpikir manalah tega ia menghapus anaknya yang merupakan darah dagingnya sendiri. Waktu pun hampir habis, dengan berkeringat dingin, mahasiswa inipun dengan menangis dan gemetar mulai mengambil spidol. Ia kemudian mencoret Nomor urut 1 dan Nomor Urut 3. Betapa berat dirasakan namun itulah keputusan yang dia tempuh.

Sang Dosen pun menanggapi bagaimana mungkin saudara melupakan jasa-jasa orang tua yang selama ini sudah memberikan hidup mereka untuk anak-anaknya termasuk saudara. Apa yang akan dikatakan orang bahwa seorang anak sudah melupakan orang tuanya. Lalu terkait pilihannya yang kedua, sang dosen mengatakan, sungguh teganya saudara membuang anak kandung sendiri, darah daging sendiri dari kehidupan masa depanmu.

Dengan terisak-isak, sang Mahasiswa teologi ini mulai mengungkapkan salah satu alasannya yakni karena Firman Tuhan sudah menyatakan bahwa ” Sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya dan bersatu dengan isterinya sehingga keduanya itu menjadi satu daging”.

Dalam konteks bacaan ini, pelayan firman ingin mengajak seluruh jemaat untuk menghormati Kaum Perempuan yang “dibuat” dari tulang rusuk lak-laki. Perempuan dibuat bukan dari Kepala untuk memimpin laki-laki, bukan pula dari kaki sehingga diinjak-injak. Perempuan dibuat dari rusuk laki-laki sehingga perempuan menjadi bagian hidup keduanya.

Selamat Hari Jadi Bagi Pelayanan Kategorial Persekutuan Kaum Perempuan GPIB ke-50. Tuhan Kiranya Memberkati Pelayanan dan Seluruh Kaum Perempuan di GPIB khususnya dan Indonesia umumnya.

Sumber : Catatan Pribadi Khotbah Minggu 22 Februari 2015
Pelayan Firman : Pdt. Sonya Medyarto

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 22/02/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: