Cucurak : Nasi Liwet Sambal Goreng

wpid-p_20150219_124424.jpg

Kamis 19 Februari 2015 dua buah kendaraan membawa kami menuju Kampung Wisata Sentul. Perjalanan ditengah suasana mendung sesekali ditemani hujan rintik ini memakan waktu sekitar 1 jam, kami sudah tiba dilokasi eks Perumahan Mentari Resort Sentul. Bau kotoran sapi memang sempat tercium namun semua itu seolah hilang sekejap dengan suasana pedesaan yang kental. Rombongan disambut dengan makanan minuman khas pedesaan seperti Wedang Jahe dan Rebusan Kacang, Pisang Rebus serta Jagung Rebus. Tanaman buah-buahan terhampar di dalam lokasi, dedaunannya bergerak seolah melambai menyambut kedatangan saya dan rekan-rekan sepelayanan. Sejauh mata memandang pada setiap pepohonan organik terdapat nama pohon yang ditanam. Beberapa terlihat sudah menghasilkan buah. Selain itu di lokasi memiliki 2 buah kolam ; kolam pertama dekat dengan bangunan induk dipakai untuk pemancingan. Kolam kedua dipergunakan untuk melepaskan ikan. Kolam kedua kedalamannya hanya selutut orang dewasa. Menurut Pak Pian dan Kang Jain yang mendampingi rombongan, kolam tersebut dipakai untuk lomba menangkap ikan mas bagi anak-anak. Berdampingan dengan kolam anak-anak pada bagian atas ada sawah untuk menanam padi sedangkan di bagian bawah adalah hamparan puluhan pohon pepaya setinggi orang dewasa, terlihat berbuah cukup lebat. Suara aliran Sungai Cikeas terdengar cukup keras dari jalan setapak yang dilalui menambah kedamaian bagi hato. Di ujung lahan terdapat sebuah saung yang berdampingan dengan tanaman Sayur Buncis dan Jagung siap panen.

Di Kampung Wisata Sentul yang mulai beroperasi pada tahun 2013 ini terdapat bangunan berdinding bambu yang dipakai sebagai kantor. Dibagian bawah selain kantor ada juga balai-balai berbahan baku dari bambu yang dapat digunakan untuk tempat tidur. Di sisi bagian atas terdapat 2 buah kamar juga berdinding dan berlantai bambu. Sebagai pusat kegiatan, pengunjung dapat memanfaatkan sejenis Hall atau Aula terbuka, cukup untuk sekitar 50 orang. Di ruang terbuka ini kami menggelar pertemuan. Cuaca gerimis, tubuh terasa dingin, pisang rebus dan wedang jahe menjadi kawan sepanjang pertemuan berlangsung

wpid-p_20150219_135151.jpg

Pengelola Kampung Wisata Sentul memiliki program andalan yakni Wisata Edukasi Pertanian khususnya bagi anak-anak. Disini pengunjung dapat mengambil Paket Edukasi Pertanian minimal 10 orang. Anak-anak diajari Cara Menanam Padi, Memetik Sayur, Memberikan Makan Sapi, Membajak Sawah juga termasuk menangkap ikan emas dikolam. Saya sudah dapat membayangkan betapa serunya bila aktifitas yang disebutkan dijalankan oleh sekelompok anak-anak. Mereka akan memperoleh pengalaman nyata baru. Bila selama ini games atau permainannya dipakai menggunakan gadget, hari ini kedua anak saya boleh belajar memberikan makan sapi dan menangkap ikan.

Selain aktifitas edukasi ada satu hal yang sangat menarik hati saya saat berkunjung adalah ketika tiba waktu makan siang. Saya dan rombongan makan nasi liwet diatas daun pisang. Katanya cara penyajian makan ini di lingkungan masyarakat Sunda biasa disebut Cucurak atau makan bersama diatas daun pisang yang diletakkan dimeja makan. Wow luar biasa, nikmatnya kebersamaan.

Satu lagi perbendaharaan budaya saya peroleh. Betapa kaya sekali Persada Bumi Pertiwi ini. Aneka keragaman kemiripan budaya dimiliki oleh Bangsa ini. Salah satunya ya Cucurak ini, padanannya mungkin dijumpai salah satunya di daerah Maluku biasa disebut Makan Patita, ada juga yang diistilahkan Potlak, makan ramai-ramai. Cucurak, menurut saya agak unik karena kita makan bersama diatas daun pisang. Kemudian menyantap nasi liwetnya dengan tangan. Kalau pakai sendok sepertinya kenikmatan akan sedikit berkurang. Sambalnya yang mantap menghangatkan tubuh disaat hujan mengguyur siang menjelang sore hari itu.

Suasana hari yang dijadikan sebagai waktu pertemuan sangat mendukung sekali untuk menikmati alam pedesaan yang hampir hilang dalam keseharian hidup, namun hari ini tergambar kembali. Kenikmatan semakin bertambah dengan bermain di kolam anak-anak sesudah menghabiskan nasi liwet dengan cara Cucurak.

Mengucap syukur pada Tuhan karena saya menikmati suasana pedesaan pada hari perayaan tahun baru saudara-saudara saya asal Tionghoa. Melihat sawah, pohon-pohon organik, memberi makan sapi, menaiki kerbau, Spot Pembibitan Tanaman diselingi suara air sungai semuanya menjadi lengkap sehinggga menambah kebahagiaan dalam hidup. Kunjungan kedua ke tempat ini sepertinya akan berlangsung pada kunjungan ketiga, keempat dan seterusnya.

Selamat Tahun Baru China Tuhan Memberkati kita semua. Damai Dihati Damai Di bumi.
Salam Berdaya

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 20/02/2015, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: