Anti Pencucian Uang

image

image

Pada tanggal 8-9 Desember 2014 lalu, saya mengikuti sebuah kegiatan sharing session yang diselenggarakan oleh Divisi Talent Development bekerja sama dengan sebuah Bank Asing. Sharing Session kali ini membahas terkait dengan materi Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme.

Banyak sekali informasi bermanfaat diperoleh selama pelaksanaan sharing session yang diadakan di gedung Wisma Antara lantai 15. Saya menjadi paham dengan apa yang biasa disebut RED FLAG. Perbedaan antara pencucian uang dan pendanaan terorisme juga dapat diketahui dengan mengikuti sharing session yang diikuti oleh rekan-rekan dari team back office dan front office. Knowing Your Customer juga menjadi bagian penting yang terserap melalui sharing session ini. Mengingat betapa pentingnya informasi ini rasanya akan menjadi sebuah informasi yang menarik bila dituliskan juga disini. Saya sampaikan beberapa informasi yang diperoleh selama dua hari kegiatan dengan pola Q &A, sehingga lebih mudah dipahami.

Apakah yang dimaksudkan dengan Pencucian Uang ?

Pencucian uang adalah pergerakan dana untuk tujuan menyembunyikan sumber yang sebenarnya, kepemilikan atau penggunaan dana. Proses ini terjadi pada saat pelaku kejahatan berusaha untuk menyamarkan asal muasal dana dan kepemilikan yang kegiatan kriminal.

Bagaimana Proses Pencucian Uang Itu dilakukan ?

Placement :
Menempatkan dana hasil kejahatan ke dalam sistem keuangan.

Layering
Memisahkan hasil kejahatan dari sumbernya yaitu kejahatan nya melalui beberapa tahap transaksi keuangan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul dana.

Integration
Menggunakan harta kekayaan yang telah tampak sah, baik untuk dinikmati langsung, diinvestasikan ke dalam berbagai bentuk kekayaan materi maupun keuangan, dipergunakan untuk membiayai kegiatan bisnis yang sah ataupun untuk membiayai kembali tindak pidana.

MODUS PENCUCIAN UANG

Structuring/Smurfing
Upaya untuk menghindari pelaporan dengan memecah-mecah penyetoran tunai sehingga nilai transaksi menjadi lebih kecil. Ini dilakukan untuk menghindari pelaporan.

U Turn
Upaya untuk mengaburkan asal usul hasil kejahatan dengan memutarbalikkan transaksi untuk kemudian dikembalikan ke rekening asalnya.

Penggunaan Pihak Ketiga
Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan identitas pihak ketiga dengan tujuan menghindari terdeteksinya identitas dari pihak yang sebenarnya merupakan pemilik dana hasil tindak pidana.

Penggunaan Identitas Palsu
Transaksi yang dilakukan dengan menggunakan identitas palsu sebagai upaya untuk mempersulit terlacaknya identitas dan pendeteksian keberadaan pelaku pencucian uang.

Semoga informasi ini bermanfaat buat kita semua terlebih untuk memperingati Hari Anti Korupsi yang jatuh pada setiap tanggal 9 Desember. Hari Anti Korupsi Internasional ditetapkan oleh PBB pada 31 Oktober 2003 dan diingat rayakan pertama kali di Merida Meksiko pada 9 Desember 2004.

Buat yang kerap mendapatkan durian runtuh di rekeningnya kemudian ditarik lagi, harap berhati-hati. Bagi yang pernah mendapatkan email dari seseorang yang ingin memberikan sejumlah dana warisan dari luar negeri, juga perlu waspada untuk tidak masuk dalam perangkapnya. Apalagi bila tanpa alasan yang jelas menerima barang-barang mewah dari seseorang patut juga dicurigai. Ingatlah pesan Bang Napi, Waspadalah ! Waspadalah !

Salam Berdaya !

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 11/12/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: