Panti Rehabilitasi Mental Gerasa

image

image

Bila suatu hari kita sedang berada di jalanan melihat ada dua tiga orang  mengangkut seorang wanita yang memiliki gangguan mental, baiklah kita tidak terburu-buru menganggap peristiwa itu adalah Operasi Yustisi yang kerap dilakukan instansi Pemerintah. Tahukah kita bahwa ternyata ada sebuah yayasan yang peduli atas keberadaan orang yang mempunyai gangguan mental ditempat-tempat umum disekitar kita ?. Yayasan ini membawa perempuan-perempuan tersebut untuk di pelihara, dirawat dan diperhatikan kebutuhannya. Ada yang diambil dari kolong jembatan, beberapa dibawa dari emperan toko di Pasar dan sebagian di”jemput” di lokasi pembuangan sampah sedang menikmati sisa-sisa makanan.

Rupanya di tengah kesulitan perekonomian yang terjadi dewasa ini ternyata masih ada sepasang manusia modern yang sangat peduli terhadap keberadaan mereka yang terbuang di jalanan. Sekitar bulan Oktober 2011, Pdt. Lukas dan Bunda Ferra beserta keluarga memutuskan sebuah perubahan kehidupan mereka, revolusi mental, mungkin itu bahasa terkininya. Sepasang suami istri ini bertekad untuk melayani Tuhan terutama dalam hal merawat orang-orang “terbuang” yang memiliki gangguan mental. Satu per satu perempuan-perempuan dari pelbagai usia dijemput, diangkut dan dibebaskan dari kehidupan jalanan. Sejak mulai berkecimpung dalam pelayanan terhadap orang yang memiliki gangguan mental, pasangan Sunda Chinese – Manado ini, telah menampung sekitar 47 orang termasuk dua orang yang sedang mengandung dan seorang yang berpenyakit paru. Pak Lukas, demikian panggilan akrab Orang tua bagi Ibu-ibu binaan di Panti Rehabilitasi Mental Gerakan Asih Abadi atau Yayasan GERASA, mengaku total memberikan pelayanan bagi orang terbuang. Ia merasa terpanggil karena banyak keluarga yang tetap saja belum ingin menerima anggota keluarganya padahal sebagian sudah sembuh. Dalam kesaksiannya, sebagai seorang pengasuh Pak Lukas pernah suatu kali dirinya membantu persalinan salah seorang penghuni Panti, ia yang memotong tali pusat dan lain-lain sebelum dibawa ke rumah sakit. Pdt Lukas juga seorang Gembala di sebuah Gereja yang dekat Panti Rehabilitasi. Dia memiliki pengharapan bahwa suatu saat nanti ketika dirinya sudah tak ada didunia ini, para ibu-ibu yang ia percayai untuk memimpin kelompok kecil, seperti Cathrine, salah seorang penghuni dapat melanjutkan pelayanannya ini.  

image

image

SKK INDOSAT pada hari Sabtu 6 Desember 2014 berkunjung ke Panti Rehabilitasi Gerasa yang terletak di Jl. AC Lengkeng No. 13 Kelurahan Bojong Menteng Rawa Lumbu Bekasi, untuk mengingat rayakan kelahiran Yesus Kristus. Tiga kendaraan membawa anggota SKK yang tergabung dalam panitia natal 2014 termasuk ibu Ketua Panitia. Mereka cukup takjub dengan persembahan yang disajikan saat ibadah yang berlangsung dengan penuh sukacita. Para penghuni yang katanya mengidap “gangguan mental” rupanya hafal betul ayat-ayat Alkitab yang diberikan oleh para ibu asuhnya. Siang hari itu dalam ruang pertemuan berhiaskan pohon terang dipojok kanan panggung, satu per satu penghuni dipanggil tampil untuk melafalkan ayat Alkitab dalam pelbagai bahasa, mulai dari bahasa Batak, bahasa Sunda hingga bahasa Mandarin berkaitan dengan peristiwa Natal. Kesaksian pujian oleh seluruh penghuni panti yang didampingi oleh beberapa pengasuh berkaos warna kuningnya Indosat mengakhiri persembahan ibu-ibu Gerasa pada siang hari itu.

Dalam kesempatan tersebut secara simbolis juga disampaikan bantuan kasih dari karyawan Kristen Katolik Indosat, diwakili oleh Ibu Irma Aurora selaku Ketua Panitia Natal. Anggota SKK diberikan penjelasan oleh Pak Lukas, sambil diperlihatkan foto-foto penghuni sewaktu mereka diambil dari jalanan. Bukan untuk mengingat namun sebagai suatu pembelajaran masa lalu yang tak boleh terulang kembali.

Panitia Natal dan Ibu-Ibu Gerasa tak melupakan untuk foto bersama dipenghujung acara dengan sebuah pengharapan bahwa para ibu-ibu ini suatu saat nanti boleh merasakan damai sejahtera Natal bersama keluarganya kembali.

Selamat Natal Catherine, yang tak lagi diterima keluarganya padahal ia sudah sembuh dan menjadi asisten dari pak Lukas. Tugas utama Christine seperti dituturkan oleh Pak Lukas adalah memegang kunci pagar bagian depan hingga belakang. Perempuan asal Ende ini juga dipercaya menjadi “kepala suku” bagi ibu-ibu penghuni Gerasa.

Selamat Natal juga bagi para penghuni Panti Gerasa lainnya, Tuhan Yesus Memberkati dan tentunya senantiasa semangat dalam menjalani kehidupan ditahun yang baru mendatang.

Terima kasih kepada Tuhan atas hari ini dimana saya dan teman-teman boleh menjadi saksi sebuah pelayanan luar biasa dari satu keluarga yang dipakai Tuhan untuk melayani orang-orang terbuang.

image

Diketik di dalam
Komuter Line
Tanah Abang-Depok
17.05

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 07/12/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. Terima kasih untuk share pengalaman mengunjungi Panti Gerasa, kiranya Tuhan memberkati berlimpah2. Untuk lebih lengkap ttg Panti Gerasa dapat diklik di yayasanpantigerasa.com

  2. Makin diberkati makin banyak jiwa2 yg dipulihkan tuhan.harapannya banyak dari teman yg mau memberkati pelayanan gerasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: