Orang Padang Peduli Indonesia Timur

image

image

Hari Kamis 20 Nopember 2014 adalah Hari Ulang Tahun Perusahaan dimana hampir 15 tahun saya bekerja. Seperti biasa pada tahun ini perusahaan juga mengingat rayakan hari bahagia dengan membuat sebuah acara. Namun dari satu kebiasaan yang pernah terjadi, apa yang saya lihat dan dengar pada hari ulang tahun ke-47 kali ini sungguh berbeda dengan perayaan Hari Jadi sebelum-sebelumnya. Acara untuk mengingat rayakan hari lahir Indosat yang berdiri sejak 20 Nopember 1967 memberikan sebuah inspirasi baru kepada saya dan seluruh karyawan terutama yang menghadiri puncak acara di kantor pusat Indosat pada siang menjelang sore hari itu. Dari 3 tamu yang diundang, semua berdecak kagum penuh Rasa bahagia adalah saat Masril Koto tampil dimuka. Ia adalah seorang pendiri Bank Petani atau Lembaga Keuangan Mikro Agrobisnis disingkat LKMA Prima Tani di Nagari Kabupaten Agam Sumatera Barat. LKMA ini merupakan cikal bakal Program Pengembangan Usaha Agrobisnis Pedesaan atau PPUAP Nasional. Selain simpan pinjam beberapa produk unggulan juga dihasilkan seperti Tabungan Ibu Hamil, Tabungan Kepemilikan gadget juga tersedia.Penampilan yang sederhana dengan mengenakan jaket dan celana berbahan jeans dia begitu menginspirasi semua karyawan yang hadir.Bincang Orang Maju atau BOM yang di gagas oleh Human Resources edisi kali ini terekam memukau apalagi tampil sebagai host Bung Andy F Noya yang memandu acara yang luar biasa ini.

Semua yang hadir tertawa geli setiap mendengar ungkapan, cerita dari Masril Koto yang begitu polos, lugu namun sangat tepat sasaran serta benar adanya. Ia begitu piawai menceritakan bagaimana waktu pertama kali merintis pembentukan Bank Petani atau LKMA ini. Keluguan, ketulusan serta perjuangan yang pantang menyerah selama awal pembentukan inilah yang pada akhirnya membawa dirinya kepada kesuksesan dalam mendorong petani mendirikan tidak kurang dari 300 Bank Petani atau LKMA di seantero daerah Sumatera Barat. Pria yang tak lulus Sekolah Dasar ini pernah diawal pembentukan Bank Petani datang ke instansi keuangan di Jakarta dimana ia pun merasakan betapa sulitnya masuk ke instansi tersebut untuk menjumpai seseorang yang akan ia temui untuk dimintai pendapatnya bagaimana membuat Bank. Ia berkisah betapa sulitnya bertamu ke kantor Pusat Perbankan, dimana menurutnya lebih sulit masuk ke kantor tersebut dibandingkan masuk ke kantor kecamatan daerah kelahirannya. Setiba di halaman di tanya ini itu, lolos dari sini saat dibagian dalam ditanyakan lagi. Langsung saja hadirin tertawa geli mendengar kisahnya itu. Segala cibiran mesti dihadapi termasuk dari keluarganya sendiri. Ia juga di sore hari dalam ruangan yang dingin itu menceritakan bagaimana sepulangnya dari Jakarta ia dan empat rekan rekannya sempat mengikuti semacam kursus Akuntansi yang membuat mereka malah sama sekali menjadi pusing dan tidak mengerti sama sekali. Namun hal itu bukan menyurutkan cita-citanya membuat Bank malahan ia terus mencari tahu bagaimana dia bisa membuat Bank meskipun tantangan demi tantangan ia hadapi. Brosur yang ada kaitannya dengan pembentukan Bank ia ambil dan pelajari. Manakala ia menemukan informasi tentang Bank ia meminjam lantas di foto kopi. Semua sumber, cara ia tempuh demi terbentuknya sebuah Bank. Termasuk juga saat ia dan kawan-kawan menghadapi persoalan kredit macet. Dana awal yang nilainya 15 juta tidak tahu bagaimana caranya supaya dapat kembali. Tak kurang akal, ia pun membuat aturan yang disepakati bersama jika ada nasabah yang menunggak maka dilakukan sanksi sosial yakni nama penunggak diumumkan di Masjid didesanya saat sholat Jumat, celakanya yang diumumkan tidak hanya orang yang menunggak akan tetapi bisa jadi mertuanya juga. Cara ini menurutnya ternyata ampuh mandraguna sekali karena sejak saat itu tak ada lagi nasabah yang menunggak.

Andy F Noya, host acara Kick Andy, kerap nyeletuk nakal membuat suasana menjadi menyenangkan sekali. Jadi klop acara BOM alias Bincang Orang Maju edisi kelima kali ini menampilkan pembicara yang sangat inspiratif sekali buat karyawan yang hadir terlebih buat saya di hari ulang tahun anak perusahaan Ooredoo ini.

image

Ada setidaknya dua hal yang dapat saya petik dari apa yang diceritakan Pak Masril. Pertama adalah semangat pantang menyerah yang dianut oleh diri pak Masril Koto mesti ditiru. Ia tak peduli dengan pendidikannya, dia tidak mengindahkan cibiran dari orang lain termasuk keluarga dekatnya. Satu tekad dia, bagaimana membuat Bank yang dapat mensejahterakan para petani didaerahnya. Itu saja cita-citanya yang ia perjuangkan hingga ia pun pergi ke Jepang bahkan berencana membawa jalan-jalan sekitar 30 orang anak ke negeri Sakura. Saat ditanya tujuannya apa oleh Andy F Noya ia hanya menjawab, “Yah biar mereka tahu luar negeri aja” langsung disambut tawa hadirin.! Semangat seperti ini sepertinya dapat diinternalisasikan dengan values satu diantara 5 Nilai Budaya perusahaan yakni Passion to be the Best.

Kedua, baru kali ini ada seorang pembicara di kantor saya yang mengajak Pimpinan agar turut membangun Indonesia Bagian Timur. Ketika ditanya  Bung Andy, apa harapan dirinya untuk Indosat pada penghujung acara maka dengan tanpa tedeng aling aling dia mengatakan pindahkan saja tower-tower yang ada di Padang sebagian ke daerah Indonesia Timur, agar daerah di Indonesia Timur {salah satunya Pulau Buru yang ia kunjungi} lebih dapat mengembangkan potensi daerahnya, kontan saja pernyataannya ini membuat gelak tawa hadirin membahana. Ia melanjutkan bahwa tujuannya supaya daerah tersebut bertumbuh mengingat ada peluang atau potensi besar yang belum tergarap disana.

Semoga saja harapan Masril Koto didengar dan ditangkap oleh pimpinan yang hadir untuk mempertimbangkan besarnya potensi wilayah Indonesia Timur. Apa yang diutarakan beliau sungguh membanggakan saya pribadi. Harapannya para pemimpin perlu melihat seperti yang dilihat oleh seorang Masril Koto yang mampu melihat potensi wilayah Indonesia Timur. Secara Business Case bisa jadi masih jauh untuk investasi pembangunan jaringan telekomunikasi disana namun mengapa mesti tidak berani menggarap padahal pihak lain sudah menjangkaunya lebih dahulu.

Terima kasih pak Masril Koto, biarlah saya juga memiliki impian, harapan seperti Bapak dan kawan kawan  yang meletakkan miniatur pesawat di kantor Bank-Bank Petani binaan Bapak untuk memotivasi berbuat yang terbaik, Passion to be the best, terbang setinggi pesawat-pesawat yang mengangkasa dilangit biru yang tinggi. Ini juga bisa dikatakan sejalan dengan cita-cita perusahaan, seperti terkandung dalam arti OOREDOO yang memiliki arti “Saya Ingin”.

Pak Masril anda adalah orang Padang Yang memiliki perhatian untuk daerah Indonesia Timur. Anda sudah membuka mata hadirin bahwa Indonesia Timur punya potensi besar untuk digarap, terima kasih

Salam BERDAYA

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 21/11/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: