Cara Pekerja Bukan Penerima Upah Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

image

image

image

Learning is Living, we can not not learn, begitu ungkap salah satu NLP Presupposutions yang hingga kini masih saya rasakan kebenarannya. Salah satunya ketika hari ini Senin 23 Juni 2014 sehabis makan siang dirumah saya mencoba mengurus yang saat ini sedang ramai dibicarakan yakni BPJS Kesehatan. Rasa keingin tahuan saya cukup besar terhadap hal ini sebab Pemerintah mulai 1 Januari 2014 lalu mulai memberlakukan Sistem Jaminan Kesehatan Nasional-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau yang lebih dikenal dengan BPJS Kesehatan. Apalagi saya juga baru saja mengikuti Seminar Manfaat dan Keunggulan BPJS bagi anggota Asosiasi Perusahaan Telekomunikasi Seluruh Indonesia 18 Juni 2014 lalu dimana disampaikan bahwa mulai 1 Januari 2015 semua Pekerja Penerima Upah (PPU) non Pns/TNI/Pemegang Jamsostek/sejenis harus menjadi peserta BPJS Kesehatan. Informasi yang diperoleh diseminar mau diuji kebenarannya. Selain itu saya juga sempat menghubungi nomor kontak layanan BPJS Kesehatan 021-500400. Pertanyaan yang diajukan adalah bagaimana prosedur menjadi peserta BPJS Kesehatan.

Berbekal informasi seperti itu, saya Senin 23 Juni 2014 mendatangi kantor BPJS Kesehatan Kota Depok tempat saya berdomisili. Sekarang saya akan sampaikan tata cara pengurusan kepersertaan BPJS Kesehatan berdasarkan obrolan ringan dengan para calon peserta yang sedang menunggu antrian di kantor BPJS.

Apa yang saya sampaikan disini terutama terkait peserta Pekerja Bukan Penerima Upah dan bukan Pekerja Penerima Upah juga bukan sumber peserta Penerima Bantuan Iuran.
image

Setelah mengamati di lokasi saya mengelompokkan cara pendaftaran peserta ada 2 yakni (Bisa juga melalui website BPJS) :

1. Penyerahan Dokumen Lebih Dahulu
2. Pembayaran Iuran Lebih dahulu

Adapun langkah-langkah yang  diperlukan untuk kenyamanan dalam pengurusan Kepersertaan BPJS Kesehatan adalah sebagai berikut :

A. Penyerahan Dokumen Lebih Dahulu

1. Pastikan anda.sudah mengetahui dengan jelas alamat BPJS Kesehatan bukan BPJS Ketenagakerjaan.
2. Mintalah Formulir Daftar Isian (Formulir 2, Formulir 1 untuk Pekerja Penerima Upah). Seharusnya Formulir tersedia di kantor BPJS Kesehatan namun apa daya, apabila sudah habis calon peserta “dapat” mengganti ongkos foto kopinya di tempat fotokopi terdekat.
3. Formulir kemudian diisi dengan lengkap dan benar.
4. Lengkapi Formulir 2 tersebut dengan melampirkan Foto Kopi KTP, Foti Kopi Kartu Keluarga, Pas Foto 3×4 untuk Suami/Isteri/Anak semuanya masing 1 lembar.
5. Setelah Formulir/Dokumen lengkap, calon peserta dapat membayarkan iuran ke Bank Penerima pembayaran BPJS Kesehatan sesuai dengan kemampuan dan tarif yang dipilih. Bank Penerima Pembayaran Iuran BPJS Kesehatan adalah Mandiri,BNI dan BRI.
6. Setelah Pembayaran dilakukan Peserta mesti kembali ke Kantor BPJS Kesehatan sambil menyerahkan Bukti Bayar/Tanda Setor ke Loket/Petugas BPJS.
7. Calon Peserta kemudian akan menerima Kartu Tanda Peserta BPJS Kesehatan yang sudah dilaminating seukuran kartu ATM.

B. Pembayaran Iuran Lebih Dahulu

1.  Dapatkanlah Formulir Bukan Penerima Upah lebih dahulu melalui kantor BPJS Kesehatan atau rekan lain yang sudah mendaftarkan (Khusus Depok) sebab Formulirnya Foto Kopian

2. Isilah Formulir Daftar Isian Peserta (Formulir 2) dan lengkapi dengan persyaratan lain dengan benar

3. Setorlah iuran ke Bank penerima sambil membawa dokumen persyaratan yang sudah lengkap dan benar

4. Serahkanlah Bukti Setor ke kantor BPJS Kesehatan bersama persyaratan yang diminta.

5. Calon peserta Pekerja Bukan Penerima Upah akan mendapatkan Kartu BPJS.
image

Saya menyarankan calon peserta memilih cara kedua ini karena kita cukup menyerahkan dokumen beserta Bukti Setor ke petugas di lokasi (di Depok diserahkan ke Petugas Satpam). Kalau menggunakan cara pertama peserta mesti membooking nomor antrian yang sehari sepertinya dibatasi. Belum cukup booking saja namun peserta baru akan mendapatkan nomor antrian berupa sepotong kertas kecil berisi angka bertinta biru dengan tanggal berlaku. Sesudah itu peserta baru akan dipanggil sesuai nomor antrian yang diperolehnya. Sebagai informasi saja ketika saya datang ke lokasi, seorang pengantri memperoleh nomor undian 86 padahal pengakuannya sehabis sholat subuh dia sudah membooking kemudian mendapatkan nomor 86 dan saat menyampaikannya kepada saya waktu menunjukkan waktu makan siang, dia belum mendapatkan.panggilan, katanya baru sampai nomor 57.

Menurut saya, proses pendaftaran kepersertaan BPJS Kesehatan di Depok akan lebih baik lagi apabila :
1. Kantor BPJS dibuat seperti kantor Samsat
2. Kantor BPJS Kesehatan musti ada petugas Customer Service
3. Formulir 1 dan 2 lebih diperbanyak stoknya

Melalui blog ini saya juga sampaikan ;

Persyaratan Kartu BPJS Hilang

1 Foto Kopi KTP
2. Foto Kopi Kartu Keluarga
3. Foto Kopi SK Pegawai/Pensiunan Terakhir
4. Meterai 6000 / jika tidak ada Surat Keterangan Hilang dari Polsek
5. Mengisi Formulir Isian

BPJS Kesehatan sangat bermanfaat buat seluruh masyarakat Indonesia maka yang belum menjadi peserta lebih baik segera mendaftarkan diri dan keluarganya khususnyanya bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah karena Pekerja Penerima Upah diluar peserta Jamsostek akan didaftarkan oleh perusahaan dan menjadi peserta mulai 1 Januari 2015.

Salam Berdaya

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 23/06/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: