Kenapa Mesti Tidak Jujur

Peristiwa ini sudah terjadi beberapa waktu lalu. Ada pesan penting yang saya perlu share disini. Jadi beginilah ceriteranya.

Hujan deras yang menyambut saya dan ponakan pada saat memasuki Kota Cianjur sama sekali tidak menyurutkan hati untuk memenuhi undangan sebuah Unit Kegiatan Mahasiswa dari Jakarta. Pada hari itu melalui perjalanan panjang Depok-Lembang-Cisarua pulang pergi, saya mesti menjadi fasilitator team building yang diselipkan diantara kegiatan Retreat mereka.

Salah satu The Pre Supposition of NLP yang ada yakni “Learning is Living, we cannot not Learn” membuat saya belajar dari kegiatan mahasiswa ini.  Tentu ada hal yang saya pelajari. Baru kali ini saya sangat merasakan para peserta agak unik. Kenapa unik ? Hasil pengamatan siang hingga sore itu banyak sekali peserta yang “menempuh” segala cara untuk menjadi pemenang dalam setiap games. Padahal tidak ada hadiah apapun yang diberikan. Satu sisi saya senang karena peserta antusias mengikuti kegiatan akan tetapi pada sisi lainnya ada satu hal yang perlu menjadi perhatian, yakni masalah ketidakjujuran. Peserta berlaku curang untuk menjadi pemenang. Buat saya pribadi ini masalah serius. Atau saya yang terlalu menganggap ini hal serius, entahlah yang pasti saya tidak mengganggap ini hal biasa. Masakan hanya ingin meraih kemenangan bagi grupnya, beberapa anggota grup dengan bangga kerap tidak jujur. Dan uniknya sepertinya dengan terbuka dan tanpa merasa bersalah mereka senang melakukannya. Meski ketahuan dan sudah menerima teguran mereka tetap saja mengulanginya.

Bagaimana mereka akan menjadi seorang pribadi yang cakap bila ketidakjujuran dijadikan kebiasaan pada hal-hal yang kecil. Para peserta yang merupakan mahasiswa ini mestinya segera melakukan perubahan atas sikap mereka sehingga hal kecil ini tidak terus terbawa sampai mereka meraih gelar sarjana. Segala sesuatu dalam hidup yang dilakukan terus berulang-ulang tentunya akan menjadi kebiasaan namun sayangnya kebiasaan yang dipertunjukkan oleh peserta team building saat itu tergolong kurang baik. Kenapa Mereka berlaku curang atau tidak jujur ketika mengikuti team building.

Semoga saja mereka tidak kebablasan menjadikan sikap tidak jujur dan berlaku curang  berlangsung dalam hidup mereka. Para mentor dalam organisasi yang mereka ikuti diharapkan dapat membimbing
agar tidak mengedepankan Ketidakjujuran dalam kehidupan mereka hari lepas hari.

Salam Berdaya !

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 12/03/2014, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: