Mutiara Hari Minggu : Persaudaraan Yang Rukun

Katanya Hari Minggu adalah hari istirahat. Namun tidak demikian dengan hari Minggu kemarin 9 Juni 2013.  Hari itu saya harus menghadiri setidaknya 3 acara dimana waktunya hampir bersamaan. Kegiatan hari Minggu kemarin tentunya diawali dengan menghadiri Ibadah Minggu di Pos Pelayanan GPIB Pancaran Kasih Depok Gereja Mahanaim Cilodong. Ibadah Minggu di lingkungan Divisi Infanteri I Kostrad Cilodong sesekali kedatangan entah itu para prajurit yang sedang mengikuti latihan atau karyawan dari sebuah perusahaan yang sedang membekali karyawan mereka dengan pembetukan karakter kebangsaan. Khusus hari Minggu kemarin Jemaat yang hadir patut berbahagia sebab saat itu mereka diberikan kekuatan melalui pujian seorang prajurit US ARMY dengan pakaian loreng lengkap melantunkan sebuh lagu “He Knows my Name”. Ia bukan sekedar prajurit tapi beliau ternyata juga seorang Pendeta yang bertugas di ketentaraan Amerika Serikat. Mr. Esteguero yang berasal dari Hawaii pada pagi hari itu datang dengan membopong sebuah gitar ditemani seorang prajurit wanita. Keduanya bersama beberapa prajurit US ARMY lainnya berkesempatan turut dalam ibadah Minggu di Mahanaim. Mereka sedang mempersiapkan diri dalam pasukan perdamaian PBB ke Lebanon. Usai ibadah jemaat langsung menghampiri para prajurit US ARMY untuk bersalaman dan ada juga yang mengajak berfoto.

Selepas ibadah Minggu sayapun kembali kerumah. Saat itu, saya masih terlintas berpikir pasti ada hikmat yang ingin Tuhan berikan dengan 3 kegiatan atau acara hari ini. Saya pergi ke daerah Halim Perdanakusuma tapi bukan untuk melihat jenasah Alm Bapak Taufik Kiemas yah. Saya ke Halim untuk menghadiri acara pernikahan anak seorang rekan pensiunan Indosat. Saat tiba di sebuah gedung di dalam pangkalan TNI AU saya langsung menuju ke dalam ruangan. Still sok yakin saya kemudian mengisi buku tamu dan seorang penerima tamu memberikan sovenir. Sebuah hal menggelikan terjadi manakala saya berada dalam ruang serba guna itu tak ada sama sekali seorangpun saya kenal. Ternyata saya salah masuk. Seharusnya saya menghadiri pernikahan Mas Adji eh saya malah datang ke pesta Mas Yuli. Terang saja saya kemudian bergegas menuju pintu keluar sambil pura-pura ke toilet dahulu supaya gak malu-maluin banget. Pada waktu diluar sang Juru Parkir bertanya kenapa cepat pulang pak, saya pun menjawab sambil tersipu malu. Akhirnya saya diberitahu arah gedung yang seharusnya saya datangi. Tak jauh dari gedung pertama, sampai dimuka pintu dekat penerima tamu, seorang pensiunan sudah menyapa, nah ini baru deh benar.
Setelah berchit chat dengan Bapak/Ibu pensiunan Indosat dan tentunya menikmati jamuan pesta saya balik kanan menuju ke acara berikutnya. Kali ini waktu sudah menunjukkan pukul setengah satu lebih padahal acara kedua sesuai jadwal seharusnya mulai pukul 12.00 WIB. Daripada tidak hadir pada acara Ibadah bulanan Ikatan Persekutuan Maluku Kota Depok yang sudah sekian lama tak saya ikuti, saya pun mengarahkan diri menuju ke perumahan Jatijajar. Eh tahunya pas tiba disana ibadah belum dimulai. Ketua Persekutuan Bung Hong pun meminta saya untuk menjadi Diaken Bertugas. Jadilah saya mengikuti Ibadah Bulanan yang merupakan acara kedua pada hari Minggu itu. Dan disinilah saya baru mendapatkan “Mutiara” dari ke-3 kegiatan yang jatuh pada hari yang sama. Tuhan menaruh Berkat Rohani melalui bacaan siang itu dari Mazmur 133 yakni tentang Persaudaraan Yang Rukun.

Sesudah Ibadah saya pulang ke rumah sebentar untuk kemudian sekitar pukul 4 sore kembali bepergian menuju Meruyung Depok. Kali ini menghadiri acara Syukur Pembaptisan seorang anggota keluarga saudara saya. Acaranya sebenarnya diadakan pukul 10.00 namun biarlah yang penting hadir daripada tidak sama sekali. Meski panas terik masih menyengat bersama anak istri saya meluncur ke sana.

Dari ketiga kegiatan ditambah perjumpaan saya dengan para prajurit Amerika saat ibadah Minggu semuanya ternyata berbicara mengenai Persaudaraan. Ibadah Minggu, Pesta Pernikahan, Ibadah Bulanan Persekutuan Maluku dan Acara Syukur Pembaptisan semua bermuara kepada perwujudan Persaudaraan diantara saya dengan saudara dan teman. Persaudaraan yang tumbuh untuk saling mendoakan satu dengan lainnya. Sepertinya semua pengikatnya adalah Kasih. Kalau bukan karena Kasih buat apa saya panas terik keliling dari Barat ke Timur kemudian ke Selatan. Terima Kasih atas Kasih yang Kau ajarkan sehingga saya dapat menemukan Mutiara pada hari Minggu itu.

Kiranya apa yang difirmankanNya pasti akan digenapiNya. Terima kasih untuk Persaudaraan Yang Rukun sampai saat ini. Kata pemazmur seperti embun gunung Hermon yang turun keatas gunung-gunung Sion. Sebab kesanalah Tuhan memerintahkan Berkat sampai selama-lamanya. Amin

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 10/06/2013, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: