Ibadah Keluarga : Kesetaraan Gender

Pembacaan pada malam ini merupakan bagian dari percakapan 2 orang murid yang sedang dalam perjalanan menuju Emaus. Kedua murid itu tercatat sebagai Kleopas dan Simon. Emaus adalah sebuah Kampung yang letaknya kurang lebih 7 (tujuh) mil atau 11 (sebelas) kilometer dari Kota Yerusalem. Para murid saat itu sedang merasakan kepedihan, kebingungan dan ketakutan yang teramat sangat sampai-sampai ketika Yesus menemani mereka berjalan menuju Emaus mereka tidak mengenalNya lagi. Menurut bacaan ini, ada sesuatu yang menghalangi pandangan keduanya sehingga dua orang murid itu tak mengenalinya. Sepanjang perjalanan keduanya ketika itu sedang mempercakapkan peristiwa kebangkitan Kristus yang menjadi buh bibir dan mengagetkan banyak orang. Peristiwa itu baru saja mereka dengar dari beberapa orang perempuan yang pada hari Minggu itu dipagi-pagi buta sudah pergi ke kubur. Layaknya kebiasaan bangsa Yahudi, para perempuan itu pergi ke kubur pada hari pertama minggu itu sambil membawa rempah-rempah. Sesampainya di kubur, perempuan-perempuan itu ; Maria dari Magdala, Yohana dan Maria ibu Yakobus heran sebab ketiganya mendapati batu penutup kubur sudah bergeser, terguling dari kubur itu. Tambah kaget lagi saat mereka masuk ternyata mayat Yesus pun tidak terlihat disana.

 

Seperti layaknya orang yang kaget tidak mendapatkan apa yang diinginkannya mereka pun seolah putus harapan sambil berdiri termangu-mangu. Pada saat itulah 2 orang tiba –tiba muncul berdiri dengan memakai pakaian yang berkilau-ilauan. Belum selesai mereka termangu kini malah mereka terkaget karena ketakutan dan tak sanggup menatap kedua orang itu.

Malaikat itu mengatakan mengapa mereka mencari Dia yang hidup diantara orang mati ? IA tidak ada disini, IA telah bangkit !.

Jemaat terkasih

Dengan kebangkitanNya maka kita akan memperoleh keselamatan kekal. Kepercayaan kita akan adanya Juruslamat akan menjadi sia-sia apabila Yesus Kristus tidak bangkit. Jika kebangkitan daging adalah kemustahilan maka tidak mungkin Yesus bangkit. Jika Kristus tidak bangkit maka pemberitaan Injl terdengar bagai setumpuk kabar kosong tak berguna. Kebangkitan Yesus ingin membuktikan bahwa Yesus Hidup dan telah mengalahkan maut. DIA telah mati dan bangkit bagi semua orang dan untuk setiap individu. Kebangkitan Yesus dari kubur telah menjadi sebuah peristiwa yang penuh kehebohan. Dunia gempar, manusia terheran karena sorga bergerak kearah bumi dan mendatangkan keajaiban-keajaiban diluar perkiraan dan pengetahuan manusia.

Peristiwa kebangkitan Kristus yang disaksikan pertama kali oleh para perempuan-perempuan itu membuat sebuah perubahan yang besar terjadi. Perempuan-perempuan yang dipakai Allah pada peristiwa Kebangkitan Yesus pada saat itu benar-benar telah menjadi suatu Terobosan terhadap tradisi “Patriarkhat” yang berlaku pada masyarakat Israel. Waktu itu perempuan disiapkan untuk melaksanakan urusan dan pelayanan dalam rumah tangga, sementara laki-laki disiapkan untuk menjadi kepala keluarga yang mengupayakan : Nafkah, melindungi dan membina keluarganya. Laki-laki mengurusi hal-hal kemasyarakatan. Menurut Tradisi peranan perempuan dibedakan menurut kodratnya. Apabila perempuan Israel berkelakuan diluar kodrat tradisi maka ia tidak akan mendapat kepercayaan atau tidak dipercayai. Kaum lelaki dianggap berkuasa dan memegang kendali meski terkadang lamban dalam menangani masalah karena kekurangan informasi. Semua jabatan penting, ada di tangan laki-laki. Begitupula dalam dunia pengadilan, seorang perempuan tidak boleh memberikan kesaksian. Masyarakat Yahudi tidak menerima seorang perempuan tampil sebagai saksi.

Padahal akibat kekurang sigapan menanggapi berita kebangkitan, banyak murid yang cerai berai dan kembali mengikuti jalan hidup sebelumnya termasuk 2 orang murid yang “mudik” ke Kampung Emaus sebelum Yesus akhirnya menampakkan diri setelah kebangkitanNya agar mereka kembali dalam panggilan dan pengutusan untuk memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Bapak/Ibu/Saudara terkasih,

Peristiwa Kebangkitan Yesus Kristus juga merubah paradigma yang terjadi di kalangan Yahudi ketika itu. Yesus tidak menampakkan diri pertama kali kepada kaum lelaki. DIA justru menampakkan diriNYA pada golongan perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa TUHAN ingin memakai kaum perempuan lebih besar IA ingin mengedepankan kaum perempuan untuk terlibat lebih dalam lagi. Penulis Lukas yang dikenal sebagai Tabib Lukas, Sarjana Kedokteran tempo dulu mengangkat hal ini agar peranan perempuan yang tidak dipercaya secara tradisi itu justru terungkap sebagai yang memberitakan kebenaran. Lukas berharap ada perubahan pandangan terhadap kaum perempuan. Kekuatan tradisi Yahudi pecah karena Tuhan memakai kaum perempuan sebagai yang pertama kali menyaksikan kebangkitannya. Keberdayaan Tradisi yang dipegang oleh para murid pada kenyataannya malah membuat perempuan-perempuan itu mesti tidak dipandang sebelah mata karena apa yang dilihat itu benar dan harus dipercaya. Yesus Kristus melalui kebangkitanNYA ingin mengungkapkan bahwa kaum perempuan layak untuk dipercaya.

Bapak/Ibu terkasih dalam Yesus

Pada peristiwa Paskah terjadi sesuatu yang berlawanan arus. Perempuan malah yang dijadikan saksi bahkan atas perkara yang besar. Orang-orang pertama yang menerima kabar bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit adalah beberapa perempuan. Dan hal ini dicatat oleh keempat kitab Injil, mereka adalah Maria Magdalena dan Maria yang lain (menurut Matius), Maria Magdalena, Maria ibu Yakobus dan Salome (menurut Markus), Maria dari Magdala, Yohana dan Maria ibu Yakobus (menurut Lukas) dan Maria Magdalena (menurut Yohanes). Peranan mereka sangat penting, selaku saksi atas peristiwa bangkitnya Yesus sebagai Tuhan dan Allah serta lahirnya gereja.

Bapak/Ibu Kekasih Tuhan !

Lalu bagaimana dengan Kesetaraan Gender di dalam kehidupan masa kini ? Saat ini pemikiran bahwa seorang perempuana hanya mengurus 3M (manak, masak, macak) harus mulai  ditinggalkan, dimulai oleh gerakan emansipasi yang dipelopori oleh Ibu Kartini. Secara global kesetaraan gender di Indonesia mulai diperjuangkan oleh R.A Kartini yang lahir di Jepara 21 April 1879. Kita semua tahu bagaimana beliau memperjuangkan hak kesetaraan dengan mendirikan sekolah wanita. Kini hal kesetaraan sudah lebih memasyarakat di Indonesia. Kita tidak perlu heran bila melihat ada pejabat di Republik ini diisi oleh kaum perempuan. Contoh paling dekat selain ketiga Pendeta GPIB Pancaran Kasih, Kapolsek Sukma Jaya juga kalau tidak salah dijabat oleh seorang perempuan. Profesi lain yang juga merupakan bukti kesetaraan gender yakni kaum perempuan juga sudah diterima menjadi Sopir Busway.

Jadi tidak lah mengherankan bila kita mendapatkan bahwa kaum perempuan mendapatkan posisi-posisi di masyarakat luas. Apalagi secara politik dalam kelengkapan persyaratan Partai Peserta Pemilu 2014 yang akan datang diputuskan bahwa harus ada 30 % kaum perempuan yang masuk sebagai kader partai.  Namun demikian, Kesetaraan Gender tentunya tidak menghapus kodrat perempuan sebagai Ibu atau Isteri.  Perubahan paradigma yang diletakkan oleh Yesus dengan Kebangkitan yang disaksikan pertama kali oleh mereka kaum perempuan bukan ingin merubah hal itu. Seorang lelaki tidak perlu merubah dirinya menjadi perempuan dan begitupun sebaliknya.

Melalui peristiwa kebangkitan, Yesus ingin merubah, DIA ingin mengatakan bahwa manusia semua itu sama. Semua manusia dapat dipakai oleh Tuhan untuk melayani DIA yang sudah bangkit, KebangkitanNYA memberikan jaminan hidup kekal tidak hanya bagi kaum lelaki tapi juga kaum perempuan. AMIN

Bacaan Alkitab ; LUKAS 24 : 22-24

Disampaikan pada Ibadah Keluarga di Kel. George W Harlim (dari pelbagai sumber)

Rabu 10 April 2013 – GPIB Pancaran Kasih Sektor BETEL

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 11/04/2013, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: