Waduk Jatiluhur

IMG_20130227_171106

IMG_20130227_171106

IMG_20130227_165629

IMG_20130227_165304

IMG_20130227_171625

Gambar

Berawal dari hasil penelitian Prof. Dr. Ir. WJ Van Blommestein yang dilakukan pada tahun 1948 dan diuraikan dalam majalah Ingenieur in Indonesie, ia menyimpulkan bahwa dataran rendah pulau Jawa bagian Barat sebelah Utara dan Selatan memiliki potensi tanah persawahan dengan taksiran luas 577.000 HA. Untuk keperluan tersebut perlu dibangun waduk dan tempat yang sesuai untuk pembuatan waduk tersebut diantaranya daerah aliran Sungai Citarum. Pemerintah RI dibawah Perdana Menteri Ir. H. Juanda memutuskan untuk melaksanakan proyek serba guna Jatiluhur. Beliau melakukan penjelasan ke berbagai negara untuk memperoleh dukungan dana dimana akhirnya dana tersebut diperoleh dari Perancis. Dari hasil pengkajian lebih lanjut yang dilakukan oleh tenaga ahli Perancis bahwa disamping dapat dibangun waduk untuk keperluan irigasi juga dapat dibuatkan bendungan untuk pembangkit listrik. Kemudian direncanakan suatu bendungan waduk beserta pembangkit dengan DMA. Maka pada tahun 1957 dimulailah pembangunan proyek serba guna Jatiluhur. Adapun tenaga Insinyur Indonesia yang berjasa dalam pembangunan waduk ini diantaranya :

1. Ir. Agoes Prawiranata

2. Ir. Sutami

3. Ir. Sediatmo

4. Ir. S. Santoso

5. Ir. Abdullah Angoedi

Proyek ini dinyatakan selesai dan diresmikan tanggal 26 Agustus 1967 dengan nama Waduk Ir. H. Juanda. Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 8 tahun 1967 dibentuk Perusahaan Negara (PN) Jatiluhur sebagai badan pengelolanya.

Waduk Serba Guna Ir. H. Juanda Jatiluhur berada pada Sungai Citarum di Kabupaten Purwakarta disamping dua waduk lainnya yaitu Waduk Cirata dan Waduk Saguling dengan data-data sebagai berikut :

1. Dibangun selama 10 tahun dari tahun 1957 sampai 1967 dan diresmikan oleh Presiden Soeharto

2. Tujuan utama untuk mencukupi kebutuhan bahan pangan nasional yaitu beras disamping penyediaan air baku untuk berbagai kepentingan bagi propinsi  Jawa Barat dan DKI Jakarta serta pengendalian banjir.

3. Merupakan danau buatan yang mempunyai daya tampung air yang terbesar di Indonesia lebih kurang 3 milyar m3.

4. Merupakan asset nasional yang strategis telah terbukti kemanfaatannya selama 35 tahun terutama dalam menunjang ketahanan pangan nasional.

Data Bendungan :

HYDROLOGI

Luas Daerah Aliran Sungai Citarum 4.500 Km2

Debit rata-rata setahun 175 m3/detik

Aliran rata-rata setahum 5,5 milyar m3

Curah hujan rata-rata setahun 2.600 mm

BENDUNGAN UTAMA

Membendung sungai Citarum di daerah Jatiluhur Purwakarta. Jenis Rockfill Earth DAM dengan inti tanah liat yang kedap air.

Batu yang digunakan diambil dari : Cilalawi 9.435.000 ton dan Pamoyanan 4.830.000 ton.

Lebar Puncak 10m

Lebar dasar 600 m

Tinggi 100 m

Panjang 1.200 m

Volume 9.100.000 m3

MENARA / MORNING GLORY

Dengan tinggi 100 m (114,5m dari pondasi), diameter atas 90m dan bawah 70m, tebal 3,5m. Menara ini mempunyai fungsi untuk mengeluarkan air waduk dengan 3 cara yaitu melalui :

1. Spillway : Jika ketinggian air 107m-111,5m yang terdiri dari 14 jendela pelimpas dengaan kapasistas 3.000 m3/detik

2, Hollow Jet 2 (dua) buah untuk keperluan selaian PLTA ditempatkan pada duga 49m , diameter 3,85m dengan kapasitas @ 195 m3/detik. Pada duga 107m kapasitasnya @ 270m3/detik.

3. Penstock untuk keperluan PLTA dipasang vertikal di dalam dinding beton menara. Terbuat dari bahan steel AQ UNI 815 dengan panjang 65m, diamter 3,25m dan tebal 20mm. Bagian tengah bawah menara dihubungkan dengan air hilir oleh 2 buah saluran buang dengan kapasitas buang @ 1500 m3/detik.

Manfaat Proyek Serba Guna Jatiluhur :

1. Irigasi areal seluas 296.000 Ha

2. Penyediaan air baku PDAM, Air dari waduk juga dimanfaatkan untuk berbagai industri strategis di Pantai Utara Jawa Barat yang mempunyai andil tidak kecil dalam menyumbangkan devisa negara.

3. PLTA – Daya terpasang PLTA Ir. H. Juanda saat ini 187,5 MW dan produksi rata-rata pertahun mencapai 900 juta kwh. Hasil produksi tenaga listrik dijual kepada PLN dan saat ini produksi listrik masih merupakan andalan pendapatan Perum Jasa Tirta II lebih kurang 65 % dari seluruh pendapatan perusahaan.

4. Pencegah Bahaya Banjir

5. Perikanan (Keramba Jaring Apung) – Genangan air waduk dimanfaatkan untuk budidaya berbagai macam ikan air tawar baik yang disebar kedalam waduk (restocking) atau dengan keramba jaring apung.

6. Pariwisata dan Olah Raga Air

TURBINE

Adalah mesin yang komponen utamanya berupa baling-baling atau kincir yang digerakkan oleh aliran gas atau cairan. Fungsi Turbine menurut kaidah kekekalan energi adalah : apabila arus air dan aliran dilewatkan melalui turbin air maka energi yang ada dalam air akan diubah ke bentuk energa yang lain.

Turbine air dibagi 2 golongan utama menurut pengubahan momentum kerjanya yaitu :

1. Turbine Impulse (Pelton)

2. Turbine Reaksi (Francis, Kaplan, Propeler)

sumber : Bahan Guide Perum Jasa Tirta II

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 28/02/2013, in Office. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: