Mempunyai Belas Kasihan ; The Power of Action

40004000Sejak Sekolah Minggu saya yakin kita semua pasti sudah pernah bahkan sering membaca sekaligus mendengar kisah mukjijat yang dilakukan Tuhan Yesus (Alkitab mencatat Yesus Melakukan 35 kali Muzijat sepanjang pelayanannya). Apalagi kisah ini ada lagunya jadi pasti teman-teman yang hadir sudah mengetahuinya. Namun ketika membaca perikop malam ini sepertinya bila tidak memahami secara seksama maka akan membuat kita bingung. Mengapa demikian ? Terang saja sebagian dari kita bisa jadi confuse sebab mengapa kok ada perbedaan dari jumlah orang ya. Selama ini termasuk dalam lagu yang kita ingat adalah Yesus memberi makan 5000 orang tapi kenapa kok dalam bacaan malam ini hanya 4000 orang saja. Peristiwa Yesus Memberi Makan kepada 4000 orang yang malam ini bila coba sama-sama kita renungkan ternyata memang merupakan 2 peristiwa yang berbeda. Ceritera ini benar memilki persamaan semisal Yesus Mengucap Syukur terlebih dahulu sebelum memecahkan dan memberikan kepada murid-muridNya (sesuai adat Yahudi) untuk dibagikan kepada orang banyak. Kedua, pada peristiwa itu diceriterakan ada 3 tokoh yang sama yakni Tuhan Yesus, Para Murid dan Orang Banyak.
Akan tetapi untuk meyakinkan adanya perbedaan dalam 2 peristiwa ini mari kita sama-sama perhatikan melalui bacaan malam ini dimana sedikitnya ada beberapa perbedaan yang membuat pembaca Injil Markus ini akan semakin yakin akan adanya perbedaan diantaranya :
1) TKP ~ Ceritera pemberian makan kepada 5000 orang ada pada ke-4 Injil (Mat 14 : 13-21, Markus 6 : 30-44, Luk 9 : 10-17, Yoh 6 : 1-13). Hanya Injil Lukas yang menyebutkan nama kota dimana Yesus memberikan makan kepada 5000 orang yakni kota Betsaida yang merupakan kampung halamannya Filipus, Andreas dan Petrus dan berada dalam wilayah Dekapolis. Sedangkan untuk cerita Yesus Memberikan makan kepada 4000 orang hanya dapat kita baca pada Injil Matius 15: 32-39 dan tentunya bacaaan kita malam ini. Memang tidak disebutkan secara jelas namun peristiwa ini terjadi sebelum Yesus bertolak ke Magadan/Magdala atau dalam bacaan kita disebut ke daerah Dalamanuta yang berada dalam wilayah Galilea. (dalam Yohanes ditulis Yesus sedang dalam perjalanan menuju Kapernaum, di Galilea setelah memberi makan 5000 orang)
2) Jumlah Bakul ~ Pemberian makan kepada kerumunan orang banyak dalam peristiwa Yesus Memberi Makan 5000 orang menyisakan 12 bakul sedangkan pada peristiwa 4000 orang tersisa hanya 7 bakul.
3) Penggunaan istilah Bakul ~ Pada kisah 5000 orang dipakai istilah Bahasa Yunani “Kophinos” yakni Bakul perbekalan Yahudi. Sedangkan dalam kisah 4000 orang Alkitab mencatat kata Yunani “Spyris”, sesuatu yang dianyam dari ranting-ranting atau kerecut, semacam yang dibawa oleh pedagang-pedagang bukan Yahudi dan cukup besar untuk memuat satu orang.
4) Jumlah Roti dan Ikan ~ Pada ceritera 5000 orang, Alkitab mencatat jumlah makanan yang dipunyai para murid adalah Roti sebanyak 5 potong dan 2 ekor ikan. Sedangkan dalam bacaan malam ini makanan yang dimiliki murid-murid Tuhan Yesus adalah 7 buah Roti dan beberapa ekor ikan. Jadi jelaslah kini bahwa ceritera Yesus Memberi Makan kepada orang banyak itu memang 2 peristiwa yang berdeda. Karena itu adalah keliru apabila kita menolak perbedaan-perbedaan tersebut hanya sebagai perubahan gaya berceritera saja.

Rekan2 Pemuda yang dikasihi Tuhan
Apa yang terjadi pada waktu itu sebenarnya ingin sekali mengajarkan dan menegaskan kembali kepada para murid untuk melihat betapa keteladanan yang Yesus lakukan itu sangat luar biasa karena DIA tak putus-putusnya mendidik para murid-murid agar mereka memiliki keteladanan seperti yang IA lakukan. Yesus Kristus melalui peristiwa ini ingin menyentil murid-muridnya yang ternyata setelah mengikutiNya masih saja belum memahami apa kehendakNya yang mesti mereka lakukan. DIA ingin pengikutnya memiliki respon positif terhadap orang banyak. Akan tetapi para Murid belum belajar, seolah tidak ingin direpotkan, sama sekali mereka tak memiliki Belas Kasihan kepada orang banyak yang mengikuti mereka. Bahkan murid-murid sempat “ngeles” dengan menyampaikan alasan kepada Yesus bahwa bagaimana ditempat yang sunyi orang dapat memberi mereka roti sampai kenyang (Markus 8 : 4).
Melalui bacaan malam ini dapatlah kita ambil makna atau insight bahwa peristiwa pemberian makan kepada 4000 orang itu ingin mengungkapkan bahwa :

1.Inisiatif : Inisiatif pemberian makan kepada orang banyak dalam bacaan malam ini adalah dari Yesus Kristus sendiri. Tuhan Yesus melihat, merasakan dan mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu. IA tak melihat para murid memiliki inisiatif meski sudah mengikuti diriNya untuk melakukan sesuatu bagi orang banyak.

2. Kepekaan : Ketika Tuhan mendengar, melihat dan merasakan DIA lantas mengambil keputusan dengan menanyakan kepada para Murid apa yang ada pada mereka. Tuhan tidak serta merta menerima alasan para murid apalagi menyuruh murid – muridnya diluar kemampuan mereka saat itu. Akan tetapi justru IA melakukan sesuatu berdasarkan atas apa yang dimiliki oleh para Murid. Yesus memulai dari apa yang dipunyai para murid dan dari sanalah IA melakukan mukjijatNya. Hal ini mengajarkan bagi kita semua bahwa sedikit yang kita miliki dapat dijadikan berkelimpahan apabila dipersembahkan kepada Tuhan dan diberkati olehNya.

Ini merupakan contoh dari belas kasihan Yesus terhadap kebutuhan orang yang memerlukan pertolongan. Sepanjang segala jaman khususnya dewasa ini ketika orang bersikap acuh tak acuh terhadap penderitaan jasmani dan rohani yang dialami orang lain, bacaan kita malam ini mengingatkan agar para pengikut Kristus justru mesti memiliki sikap Inisiatif dan Kepekaan terhadap orang-orang yang memerlukan pertolongan. Kita bersyukur sebab dapat belajar dari bacaan ini untuk berlaku dan memiliki sifat tidak seperti yang ditunjukkan para murid dimana meski mereka sudah pernah mengalami saat Yesus Memberi Makan 5000 orang namun mereka masih saja belum melihat, merasakan dan mengambil keputusan untuk menolong orang banyak di peristiwa Yesus Memberi Makan 4000 orang. Kita mesti memiliki Belas Kasihan yang merupakan ciri khas Allah yang membuat kita dimampukan untuk memiliki dorongan yang kuat supaya bisa melihat, merasakan, dan memutuskan menolong orang lain. (bandingkan Ulangan 30 : 3, Mazmur 78 : 38)

Rekan Pemuda Terkasih !
Lantas bagaimana dengan kita, Pelkat Gerakan Pemuda Pancaran Kasih ? Apakah kita memiliki Inisiatif dan Kepekaan yang sama dengan Kristus ? Ataukah kita lebih sering berlaku seperti murid-muridNya ? Apakah kita sudah memiliki Belas Kasihan seperti yang diajarkan Kristus ? Coba masing-masing dari kita introspeksi diri. Setelah memahami renungan kita malam ini, masihkah pemuda Pancaran Kasih teristimewa Sektor Jerusalem, Betel, Sion dan Sektor Hermon menginginkan memiliki kelompok sendiri. Pemuda senior hanya ingin bergaul dengan Pemuda Senior. Sedangkan yang Yunior karena merasa diasingkan/didiamkan lantas ikut-ikutan membentuk kelompok sendiri juga. Pemuda Pancaran Kasih baru akan hadir atau nongol bila ada event-event besar dan berlangsung di luar lingkungan Gereja saja.

Seberapa sering teman-teman Pemuda menengok rekan yang sedang sakit. Juga apakah pernah kita mengunjungi teman-teman yang sudah lama tak ada kabar. Bahkan punyakah kita waktu hanya sekedar untuk mendengarkan keluh kesah rekan gerakan pemuda yang sedang Andi Lau. Semua yang tadi disampaikan belum menyinggung dengan apa yang biasa disebut “Rasa Memiliki” atau dalam pepatah Jawa “Rasa Handarbeni”. Selama ini apa saja yang sudah diberikan kita semua kepada pelayanan gerakan pemuda ini ? Ambil satu contoh saja guna menggambarkan Rasa Handarbeni ini. Sepanjang yang sama-sama kita dengar, lihat dan rasakan, rata-rata paling banyak yang hadir pada setiap ibadah GP itu hanya 10 orang saja. Mana coba kepekaan kita terhadap Ibadah Pelkat GP ini ? Akan dibawa kemana bila kondisinya seperti itu.

Rekan Pemuda Terkasih !
Mengapa kita mesti memiliki Rasa Kepedulian penuh Belas Kasihan ?
Rasa Peduli itu merupakan tugas atau amanat agung dari Tuhan Yesus Kristus kepada seluruh umat pilihannya. Kita tak perlu kok untuk harus memiliki sesuatu dulu baru peduli dengan orang lain. Sama seperti murid-murid dalam bacaan malam ini. Tuhan Yesus tidak menanyakan apa yang tidak dimiliki oleh murid-murid. Jadi sama seperti dengan kita, anak-anak muda di Pancaran Kasih tidak perlu memiliki atau mempunyai sesuatu dahulu baru melakukan aksi peduli. Mari kita tumbuh suburkan inisiatif dan kepekaan dengan melakukan tugas atau amanat agung Tuhan Yesus tersebut melalui aktifitas nyata sebagai pengejawantahan atau perwujudan dari ciri khas Allah yakni Belas Kasihan karena belas kasihan ialah suatu perasaan yang menggerakkan hati sanubari manusia yang disertai dengan adanya dorongan kuat untuk menolong atau membantu sesama melalui apa yang kita miliki. Kekuatan dari sebuah kepedulian adalah melakukan aksi atau tindakan nyata sehingga akan lebih berdaya dari pada hanya duduk, mendengar, melihat, merasakan namun tidak mengambil keputusan untuk menolong atau membantu.

Kita semua sama-sama berharap masing-masing diri kita anggota Pelkat GP di Sektor Jerusalem, Betel, Sion dan Hermon dapat dimampukan memiliki Belas Kasihan dengan dorongan kuat untuk tidak hanya mendengar, melihat dan merasakan akan tetapi dapat memutuskan untuk menolong sesama kita di lingkungan GPIB Pancaran Kasih secara khusus dan masyarakat pada umumnya.

Saya akan akhiri renungan kita malam ini dengan sebuah ilustrasi :
Seorang nenek tua renta dan miskin telah beberapa kali datang kepada seorang hamba Tuhan untuk meminta pertolongan, karena jadual pelayanan hamba Tuhan tersebut begitu padat, ia tak pernah punya waktu untuk melayani nenek tadi. Hamba Tuhan tersebut hanya berjanji akan mendoakannya. Beberapa minggu berselang akhirnya nenek tua dan miskin tadi menulis puisi dan memasukkannya ke kotak surat gereja. Isinya adalah sebagai berikut :
Aku lapar dan kau membentuk kelompok diskusi untuk membicarakan kelaparanku. Aku telanjang dan kau mempertanyakan nilai moral dari penampilanku. Aku sakit dan kau berlutut kepada Tuhan untuk memohon kesembuhanku. Aku tak punya tempat berteduhan dan kau berkhotbah tentang Kasih Tuhan sebagai tempat perteduhan abadi. Aku kesepian dan kau pergi meninggalkanku sendirian untuk berdoa bagiku. Kau tampak begitu suci, begitu dekat dengan Tuhan tetapi aku tetap lapar, telanjang, kedinginan dan kesepian.
Amin

Disampaikan pada Ibadah Pelkat GP GPIB Pancaran Kasih Jumat 16 Nopember 2012
di Sdr. RUDY EVAN HUTAPEA
Bacaan Alkitab : MARKUS 8 : 1-10

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 01/12/2012, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: