Menjadi Saksi Kebesaran Tuhan : Welcome My Boy !

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Lewat tengah malam ketika anak dan istri sudah terlelap saya pun kembali berdoa bagi kelancaran serta keselamatan operasi. Sesudahnya selain mengucapkan saya juga menuliskan Intensi saya untuk hari Selasa 30 Oktober 2012 salah satu keinginannya agar dapat diijinkan mendampingi istri menyaksikan proses kelahiran anak ketiga diruang operasi.

Sekitar pukul 22.38 hari sebelumnya saya sempat mengirimkan pesan pendek kepada dokter kandungan yang selama ini menangani kehamilan istri apakah saya boleh turut masuk ke dalam ruang operasi. Setelah menunggu semalaman barulah jawaban persetujuan atas pertanyaan tersebut saya terima keesokan harinya sekitar 1,5 jam sebelum operasi atau pada pukul 05.25 WIB Selasa 30 Oktober 2012. SMS itu saya anggap sebagai doa dan intensi yang terkabulkan oleh Pencipta semesta. Saya pun dengan penuh keyakinan dalam iman mengantarkan istri dengan penuh daya tanpa sedikitpun rasa khawatir untuk masuk kamar bersalin dilantai 1 guna menerima tindakan medis persiapan operasi seperti pemasangan kateter, alat infus dan suntikan anti biotik yang mesti ditunggu reaksinya apakah gatal atau tidak sebelum sepenuhnya diberikan.

Sementara kesibukan lain saya lihat dilakoni oleh para perawat dengan membawa Inkubator tempat meletakkan anak saya bila sudah dilahirkan. Saat saya sedang duduk dikursi kepala perawat, dokter kandungan istri memberikan 1 stel pakaian operasi warna hijau berikut penutup kepalanya. ”Cepetan ya pak” begitu seru dokter kepada saya sebab waktu hampir lewat dari pukul 08.00. Sayapun bergegas menuju toilet untuk mengganti baju. Tak terlihat lagi perawat diruangan bersalin semua sudah masuk ke ruang operasi.

Ruang di lantai 1 ini terletak diujung lorong terdiri dari beberapa ruangan. Di paling depan adalah ruang tunggu, ruang kedua adalah Kamar Bersalin 1 sampai 4 dimana pada masing-masing 2 bagian ada 2 buah toilet. Ruangan ketiga adalah ruang perawat dan didepannya ruang istirahat dokter dengan ruang ganti yang isinya pakaian operasi.

Pada bagian selanjutnya tersedia juga 3 buah bed untuk tindakan sebelum masuk keruangan operasi. Saya sempat diperkenalkan lagi oleh salah seorang dokter kandungan yang akan membantu dokter utama. ”Masih ingatkan pak ?” Sayapun mengangguk setuju sambil berucap nama dokter itu dan menyalaminya. Dokter ini pula yang membantu persalinan anak kedua Johannes Samuel Obama Katipana.

Di ruangan steril kedua, saya melihat 2 orang dokter kandungan itu sedang mencuci tangan dengan cairan khusus mulai dari bagian telapak tangan hingga kebagian siku. Selain pakaian operasi warna hijau mereka juga sudah memakai sepatu boot warna lebih muda dari bajunya. Sesekali terdengar obrolan satu dengan lainnya. Dokter kandungan istri rupanya pagi itu dalam perjalanan menuju Rumah Sakit sempat mengalami tabrak belakang sepeda motor saat menghindari tabrak muka sepeda motor yang mengambil jalannya. Rupanya remnya yang mendadak telah membuat sepeda motor yang tengah berada dibelakang menabrak mobilnya.

Sambil tangan yang masih berbusa dokter kandungan langganan kami masuk keruangan operasi yang bersuhu dingin sekali. Sayapun diminta masuk keruangan operasi yang steril dengan mengenakan sendal plastik warna biru. Tak lupa dalam genggaman sebuah handycam dan Blackberry ditangan untuk merekam kebesaran Tuhan.

Ruangan operasi yang dingin ditambah sejumlah alat-alat operasi terlihat pada bagian kaki istri diatas sebuah meja kecil bertaplak hijau. Saya tidak diperkenankan mendekatinya, ”Pak gak usah deket-deket ya“ kata seorang suster. Tampak dalam ruangan ada seorang dokter anestesi wanita, dokter anak juga perempuan sedang berdiri disalah satu sudut siap dengan meja dan lampu tersendiri menyala diatasnya. Ada 2 orang dokter kandungan dikiri dan kanan meja operasi. Seorang bidan berdampingan berdiri di dekat dokter kandungan A dan 2 orang perawat yang sedari tadi menyiapkan segala sesuatunya.

Di meja operasi saya lihat istri sudah berbaring dengan bagian kepala ditutupi kain warna hijau sewarna dengan pakaian siapa saja yang masuk ruangan operasi. Di bagian atas kepala istri duduk seorang dokter anestesi yang mengawal pelaksanaan operasi.

Jam dinding diatas pintu masuk terekam pukul 08.10 WIB ketika saya lihat pisau operasi mulai menyayat perut istri untuk ketiga kalinya. 2 dokter kandungan dibantu seorang bidan bahu membahu melaksanakan operasi cesar bagi istri saya. Sekitar 7 menit berikutnya saya melihat ada sekumpulan warna hitam di dalam perut istri yang sudah terbuka. Semakin lama semakin jelas terlihat. Rupanya setelah kamera saya perbesar itu adalah kepala sang bayi. Tak terlampau sulit buat dokter untuk selanjutnya mengangkat keluar anak saya tersebut. Dengan sarung tangan warna putih ia lalu mengambil dengan hati-hati dan memberikannya kepada perawat yang sudah siap dengan kain putih steril yang akan dibawa ke meja dokter anak. Disini anak Frederik Soleman Obaja Katipana yang baru saja dilahirkan dibersihkan. Dokter anak lalu mengeluarkan lendir dari kerongkongan dengan selang kecil yang dimasukkan melalui mulut. Sambil juga saya lihat dipotong tali pusarnya. Selanjutnya Fredi dibawa seorang suster yang membantu dokter anak ke Ibunya untuk dilakukan proses inisiasi. Jelang beberapa saat prosespun selesai dan perawat mengajak saya keluar ruangan operasi. Operasi cesar selesai, Frederik Soleman Obaja Katipana sudah dibawa untuk ditempatkan di sebuah inkubator yang sudah disiapkan dekat ruang perawat kamar bersalin. Sebuah gelang bernomor 35 dipasang oleh suster ke pergelangan tangan kiri Fredi. Pengatur suhu terlihat diset pada 37 derajat selanjutnya perawat itu lalu meminta saya menandatangani persetujuan tindakan bagi Fredi yang akan dilakukan saat di kamar bayi.

Segala Puji Syukur saya persembahkan kepada Tuhan Maha Pencipta sebab oleh karena Kasih dan Pertolongannya operasi berjalan dengan teramat baik. Ini adalah operasi cesar kedua yang saya boleh saksikan. Pertama pada 16 April 2009 saya juga masuk ke ruangan operasi saat anak kedua lahir yaitu Johannes Samuel Obama Katipana. Kedua pada hari Selasa 30 Oktober 2012 untuk anak ketiga yakni Frederik Soleman Obaja Katipana. Persamaan dari 2 operasi cesar diantaranya ; dilakukan oleh Tim Dokter kandungan yang sama, Ruangan yang sama, jam yang sama. Perbedaannya Joe Obama pengambilannya membutuhkan waktu lebih lama sedikit yakni sekitar 15 menit sementara Fredi cukup butuh waktu 5 menit saja. Waktu itu Joe dikeluarkan kakinya terlebih dahulu sedangkan Fredy dikeluarkan kepalanya dahulu dengan rambut yang tebal.

Terima Kasih buat Tuhan atas kehadiran dan berkat dariMu untuk kehadiran Fredy yang pastinya akan menambah keceriaan rumah kami dengan penuh ungkapan syukur sambil berharap senantiasa diberikan pertumbuhan yang sempurna.

Terima kasih juga buat dukungan doa yang disampaikan handai taulan, sahabat, teman dan tak lupa buat dokter kandungan, dokter anak, dokter anestesi, suster dan semua pihak yang telah membantu berjalanannya operasi ini.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 01/11/2012, in Keluarga. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: