Saksikan Kebesaran Tuhan (1)


Hujan sepertinya akan turun pada sore menjelang malam di Hari Senin 29 Oktober 2012. Awan gelap menyelimuti perumahan tempat tinggal kami. Sore itu erangan kesakitan dari istri membuat konsentrasi terpecah dengan apa yang sedang dikerjakan di komputer jinjing. Saya pun menanyakan kondisi kehamilan kepadanya. Dia lantas mengatakan sudah tak kuat lagi menahan sakit di perutnya manakala urat-urat diperutnya menegang. Saya lalu menghubungi pendeta kami untuk memintanya mendoakan kami sebelum keberangkatan menuju rumah sakit. Hujan lebat akhirnya memang mengguyur ketika Ibu Pendeta datang bersama suaminya. Waktu kira-kira menunjukkan pukul setengah tujuh malam. Kami bercakap-cakap ditengah air hujan yang turun dengan derasnya sampai usai doa pun berkat Tuhan belum berhenti membasahi perumahan kami pada malam itu. Semoga ini betul betul menjadi pertanda baik dalam menghadapi kehadiran buah hati dari kehamilan keempat ini.

Setibanya dirumah sakit di seputaran Margonda, istri langsung masuk ke kamar bersalin. Saya masih menunggu beberapa pemeriksaan yang akan dilakukan termasuk CTG lagi. Sembari menunggu saya memberanikan diri untuk bertanya ke perawat di kamar bersalin apakah sudah dapat memesan kamar. Puji Tuhan mesti sempat berdebat tentang prosedur yang bertele-tele di bagian Administrasi akhirnya perawat kamar bersalin memberikan persetujuan untuk pemesanan kamar sehingga saya dan anak Obama bisa masuk kamar beristirahat ketimbang hanya menunggu di ruang bersalin. Waktu semakin malam sehingga Joe Obama juga mesti beristirahat. Paling tidak 2 kali pemanggilan dari perawat di kamar bersalin mesti saya layani agar tindakan medis dapat dilakukan. Pertama untuk persetujuan tindakan dan kedua dikarenakan malam itu hasil CTG bayi dalam kandungan istri agak tinggi maka disarankan diulang. Usut punya usut menurut suster bisa jadi disebabkan sang ibu belum makan malam makanya mesti diulang lagi pada malam itu sehingga hasilnya bisa diperoleh seperti yang diharapkan.

Pada akhirnya sekitar pukul 23.00 Senin 29 Oktober 2012, istri masuk kamar diantar oleh salah seorang perawat sambil mengingatkan bahwa keesokan hari pada pukul 07.00 pagi sudah harus bersiap diri guna menghadapi operasi caesar. Hari ini kami tutup dengan doa diatas tempat tidur kamar 211. Istri tidur di bed, bangsal pasien sedangkan saya dan anak terkasih Obama tidur di kursi lipat yang bisa dijadikan tempat tidur. Dinginnya udara malam itu membawa kedua orang yang saya kasihi terlelap dalam mimpinya. Sedangkan saya masih menunggu waktu menunjukkan pukul 24.00 sebab saya ingin berdoa lagi dan mengirimkan intensi hari itu kepada Tuhan beserta isinya.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 31/10/2012, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: