E-KTP : 3 Jam Tunggu, 5 Menit Selesai

Setelah mendengar ceritera pengalaman beberapa teman yang sudah memenuhi pemanggilan pemotretan guna pembuatan E-KTP akhirnya kesempatan itu datang juga buat saya. Tepat 14 tahun hari Kejatuhan rezim Orde Baru pada hari Senin 21 Mei 2012 panggilan pemotretan buat saya dan istri diterima dari Kelurahan. Saya pun datang ke kantor Kelurahan yang tidak terlalu jauh dari rumah bersama istri dan anak pada pukul 08.00 pagi. Tampak dari pintu masuk Kelurahan kerumunan puluhan orang terlihat di depan pintu samping. Usai memarkirkan sepeda motor dan menyapa beberapa tetangga, saya pun menyerahkan undangan kepada seorang petugas berseragam PNS. Tumpukan kertas undangan terlihat di meja sebelah kiri petugas. Beberapa orang yang sedari tadi hadir melakukan konfirmasi ulang kepada petugas itu. Mereka memprotes kenapa memperoleh nomor yang besar padahal menurut pengakuannya sudah meletakkan undangan sejak pukul 04.00 subuh. Saya tak mempedulikan hal itu dan langsung menyerahkan kepada seorang petugas lain yang duduk bersebelahan.

Selang beberapa waktu, saya mulai mendekat ke meja pendaftaran. Alih-alih mengecek mana tahu surat undangan saya terselip. Lewat 5 surat panggilan terbaca nama saya pada surat undangan. Syukurlah akhirnya saya memperoleh nomor urut 55. Babak pertama penantian sudah selesai. Selanjutnya memasuki Babak Kedua yakni menanti pemanggilan menuju ruang foto. Setelah menanyakan kepada seorang tetangga yang sudah selesai melakukan pemotretan rupanya saya mesti pulang dulu sebab lupa tidak membawa Kartu Keluarga yang mesti ditunjukkan saat pengambilan foto.

Akhirnya setelah menunggu 3 jam, nama saya pun dipanggil oleh petugas pendaftaran. Waktu itu jam tangan saya menunjukkan angka 11.10 WIB. Setelah menyerahkan surat panggilan selanjutnya dilakukan pengechekan administrasi seperti nama lengkap, alamat dan tempat tanggal lahir. Lantas petugas meminta saya untuk membubuhkan tanda tangan pada mesin elektronik yang disediakan. Sepertinya semacam konfirmasi.

Pemotretan dilakukan dengan latar belakang kain merah disesuaikan dengan tahun kelahiran, apakah ganjil atau genap. Setelah itu petugas meminta saya untuk meletakkan 4 jari tangan kiri dan tangan bergantian. Dilanjutkan dengan ibu jari atau jempol tangan kiri dan kanan dan tak lupa telunjuk kiri dan kanan juga diambil datanya pada mesin yang tersedia diatas meja kayu persis di sisi kanan komputer.

Setelah itu petugas mengambil sebuah alat yang bentuknya seperti kekeran, saya diminta menatap alat tersebut untuk direkam retina matanya.

Tak habis waktu sepuluh menit pemotretan diakhiri dengan pengechekan data nama lengkap sekali lagi yang ditutup dengan tanda tangan pada mesin elektronik.

Luar biasa, menunggu antrean saat pengurusan e-KTP ternyata memakan waktu cukup lama. Meskipun sesungguhnya hal itu masih dapat dipercepat apabila petugas kelurahan bertindak lebih smart dan mencari tehnik atau cara baru. Mengapa mesti menuliskan kembali nama warga saat daftar ulang di meja pendaftaran. Hal tersebut seharusnya cukup dengan memberikan nomor kepada warga sehingga ketika pemanggilan dilakukan tidak terjadi nama warga yang tak dapat dibaca oleh rekan petugas kelurahan yang bertugas di pintu pemotretan.

Selain itu saat pemanggilan nama warga petugas kelurahan juga sebaiknya menggunakan alat pengeras suara jadi tidak mengandalkan suaranya sendiri sebab pada siang hari itu aktifitas di kantor kelurahan cukup ramai sehingga acap kali warga tak mendengar manakala namanya dipanggil.

Oh Kelurahan Kelurahan dari dulu kini dan selamanya sepertinya akan tetap sama.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 24/05/2012, in Umum. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. Wah disampit belum ada ni omm ,πŸ˜€πŸ˜€ menunggu giliran EKTP

  2. Sabar Oppie nanti nyampe di Sampit lg pake prahu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: