Sebuah Cerita Dari Seorang Oma

Sabtu 3 Maret 2012 kemarin saya mengikuti Ibadah Penghiburan di salah satu anggota jemaat GPIB Pancaran Kasih Depok. Ibadah yang dilaksanakan untuk memberikan kekuatan serta penghiburan atas berpulangnya seorang Oma, Ibu, Kakak terkasih dalam usia 75 tahun. Saya mengenal Oma ini pertama kali ketika diadakan Pembinaan Warga Sidi Jemaat di daerah Cisarua. Orang lain tak mudah lupa untuk mengingatnya meski tubuhnya tidak terlalu tinggi namun Oma memiliki rambut putih yang seolah menjadi ciri khasnya di lingkungan kami. Kedekatannya dengan Tuhan sepertinya tak usah diragukan lagi.

Menjelang Ibadah tadi malam dimulai seorang rekan majelis menceriterakan kembali proses berpulangnya Oma saat dipanggil Tuhan. Pada hari Jumat malam Sabtu itu almarhumah memang sedang sakit. Para Presbiter kebetulan pagi hari yang sama sudah melakukan perkunjungan. Pada waktu tidur malam itu rupanya oma mengigau. Oleh karenanya salah seorang anaknya membangunkannya. Namun ia kecewa sebab saat itu ia justru sedang bermimpi. Ketika bangun dari tidurnya Oma pun mengawali ceriteranya dengan sebuah penyesalan, “Mengapa saya dibangunkan, saya baru saja berjumpa dengan Tuhan !” katanya. Jadi waktu itu almarhumah mimpi dijemput oleh sekelompok orang berjubah putih bersih semua. Ia dikelilingi oleh orang – orang tersebut. Suasana disekeliling yang terlihat olehnya semua serba putih kemilau. Salah seorang yang sangat ia kenali dengan penuh kasih memberikannya sebuah jubah putih juga. “Engkau juga akan mengenakan pakaian putih seperti kami. Jangan Takut, ini Aku !” Oma ini seperti penuturannya menerimanya juga dengan sukacita sebab ia tahu dan kenal benar siapa sosok yang memberikan pakaian serba putih itu. Pada waktu itulah seorang anaknya membangunkan dirinya. Lantas diceriterakannyalah pengalamannya berjumpa dengan sekelompok orang berpakaian putih mengkilap dimana diantaranya ada seorang pribadi yang sangat dikenalnya yakni Tuhan.

Tak seberapa lama Oma menceriterakan kisahnya itu iapun merasa sesak napas. Keluarga dengan segera membawanya ke salah satu rumah sakit di Cimanggis namun apa daya pertolongan yang diberikan sudah terlambat. Rupanya ia bangun hanya untuk menceriterakn kisahnya itu. Kali ini Oma benar-benar sudah menerima dan mengambil serta mengenakan pakaian putihnya seperti yang ia ceriterakan sendiri kepada keluarganya.

Selamat Jalan Oma ! Tuhan sudah membawa engkau kepangkuannya penuh kasih.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 04/03/2012, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: