LKS Bipartit

Lembaga Kerja Sama Bipartit yang selanjutnya di sebut LKS Bipartit adalah forum komunikasi dan konsultasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan hubungan industrial di suatu perusahaan yang anggotanya terdiri dari pengusaha dan serikat pekerja/serikat buruh yang sudah tercatat di instansi yang bertanggung jawab di bidang ketenagakerjaan atau unsur pekerja/buruh. Dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor. Per. 32/MEN/XII/2008 tentang Tata Cara Pembentukan Dan Susunan Keanggotaan Lembaga Kerja Sama Bipartit Pasal 2 ditetapkan bahwa Pembentukan LKS Bipartit bertujuan untuk menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis dan berkeadilan di perusahaan. Lembaga ini dibentuk dalam rangka pengembangan hubungan industrial untuk kelangsungan hidup, pertumbuhan dan perkembangan perusahaan termasuk kesejahteraan pekerja/buruh. Untuk melaksanakan fungsi sebagaimana dimaksud maka LKS Bipartit mempunyai tugas melakukan pertemuan secara periodik dan atau apabila diperlukan. Fungsi lainnya mengkomunikasikan kebijakan pengusaha dan aspirasi pekerja/buruh dalam rangka mencegah terjadinya permasalahan hubungan industrial di perusahaan termasuk menyampaikan saran, pertimbangan dan pendapat kepada pengusaha, pekerja/buruh dan atau serikat pekerja/serikat buruh dalam rangka penetapan dan pelaksanaan kebijakan perusahaan.

Pembentukan kepengurusan LKS Bipartit ditetapkan dari unsur pengusaha dan unsur pekerja/buruh, serikat pekerja/buruh dengan komposisi 1: 1 yang jumlahnya disesuaikan kebutuhan dengan ketentuan sekurang-kurangnya 6 orang. Susunan pengurus sekurang-kurangnya terdiri dari Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris dan Anggota dengan masa kerja kepengurusan selama 3 (tiga) tahun. LKS Bipartit ini mengadakan pertemuan 1 kali dalam sebulan atau setiap kali dipandang perlu dengan materi pertemuan dapat berasal dari semua unsur.

LKS Bipartit memiliki peran sebagai suatu Sistem dan juga peran sebagai Lembaga.

Bipartit sebagai Sistem fokus kepada pembagian hasil perusahaan, reaktif setelah ada masalah, menyelesaikan masalah dan merundingkan upah, bonus, PHK dan hak-hak pekerja.
Bipartit sebagai sebuah sistem mempunyai peranan dalam Forum Perundingan dimana hasil dari perundingan dituangkan dalam Berita Acara dan merupakan sumber hukum dalam penyelesaian perselisihan selanjutnya. Hasil dari perundingan juga merupakan kesepakatan untuk sepakat ataupun kesepakatan untuk tidak sepakat.

Sedangkan sebagai Lembaga Bipartit fokus memperbesar hasil perusahaan, pro aktif sebelum ada masalah, mencegah masalah dan merundingkan masalah kepentingan bersama seperti K3, Kwalitas dan Disiplin Kerja.

Fungsi LKS Bipartit sebagai Lembaga memiliki peran sebagai forum komunikasi konsultasi dan musyawarah antara pengusaha dengan wakil SP atau pekerja pada tingkat perusahaan. Forum yang membahas masalah hubungan industrial di perusahaan guna meningkatkan produktivitas kerja dan kesejahteraan pekerja yang menjamin kelangsungan usaha. Sementara tugas LKS Bipartit sebagai lembaga melakukan pertemuan secara periodik atau sewaktu-waktu, mengkomunikasikan kebijakan pengusaha dan aspirasi pekerja, melakukan deteksi dini dan menampung masalah hubungan industrial di perusahaan dengan menyampaikan saran dan pertimbangan kepada pengusaha dalam penetapan kebijakan perusahaan.

LKS Bipartit merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam membina hubungan industrial yang harmonis dan dinamis.

Sumber Per.32/MEN/XII/2008

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 19/01/2012, in Office. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Minta tlg yg mana yg hrs kami jalankan uud tenaga kerja tentang pembentukan lks bipartit yg tahun 2003/2008

    • Dear Pak Mahfud,

      Saya msh belum clear dg pertanyaan Bapak namun sy coba jawab ya pertanyaan Bapak. Pastinya kita sebaikknya membentuk LKS Bipartit bila blm ada jika sdh tinggal dijalankan sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor. Per. 32/MEN/XII/2008 tentang Tata Cara Pembentukan Dan Susunan Keanggotaan Lembaga Kerja Sama Bipartit. Hanya dlm pelaksanaannya jelas ada 2 fungsi yg di dalamnya.

      Jadi bukan berarti LKS Bipartit ada 2 yakni sbg sebuah sistem dan lembaga, itu hanya masalah perannya saja.

      Thanks

  2. Oom Will,

    Apa LKS Bipartit itu harus ada disetiap lokasi cabang atau pabrik atau boleh terpusat saja.

  3. Dear Pak Anton, Setahu saya sesuai dengan Per.32/MEN/XII/2008 tentang Tata Cara Pembentukan dan Susunan Keanggotaan Lembaga Kerja Sama Bipartit terutama dalam BAB III tentang Tata Cara Pembentukan Pasal 5 poin 2 bahwa LKS Bipartit dapat dibentuk disetiap cabang perusahaan
    (dapat ya pak bukan harus)
    Demikian disampaikan terima kasih

  4. Oom Will,
    saya berencana membuat laporan LKS Bipartit ke Disnaker, mgk oom will punya formatnya ? please kasih contoh laporannya y

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: