Sebuah Pelajaran Dari Nyekar

Hari ke-28 pada bulan Desember 2011 saya mengantarkan ibu terkasih mengunjungi makam salah seorang adiknya di TPU Pondok Rangon. Almarhum adik ibu saya dulunya seorang Pelaut. Dia meninggal tahun 2004 karena sakit dalam usia 70 tahun. Saya sempat menanyakan ke mama apakah masih menyimpan Surat Pemakaman dari TPU Pondok Rangon. Namun sayang sekali surat yang dimaksud ternyata entah sudah terselip dimana. Bermodalkan ingatan yang terbatas saya memberanikan diri mencari lokasi makamnya. Setibanya dipintu gerbang langsung menuju sisi bagian kiri TPU Pondok Rangon dekat tanggul bahagian belakang. Yang paling saya ingat di dekat makam paman juga dimakamkan seorang ibu teman gereja mama saat di Cijantung tempo dulu. Setelah mondar mandir kedepan ke belakang tak ada lagi tanda-tanda dari makam. Petugas jaga berulang kali ingin membantu namun saya masih ingin berusaha lebih dulu. Selain tidak ada lagi tanda salib berisi nama almarhum, tanggal lahir dan tanggal wafatnya juga tidak dijumpai gundukan makam seperti layaknya sebuah kuburan. Dari pada salah tabur bunga saya memutuskan untuk menanyakan hal ini ke kantor pengelola. Awalnya disana malah ditanya macam-macam. Mulai dari kapan meninggal, siapa yang bertanggung jawab dan lain-lain. Padahal saya hanya membutuhkan lokasi tepatnya makam paman saya itu. Setelah mengingat-ingat seraya mengatakan bulan dan tahun meninggal seorang petugas langsung mencari di data mereka. Akhirnya ditemukanlah Blok dimana almarhum Oom Atu dimakamkan. Tepat dugaan saya ketika balik lagi ke tempat yang tadi saya datangi sudah benar seperti ingatan saya. Bladnya sudah tepat yakni di Blad 113 akan tetapi saya tetap saja tak dapat menemukannya selain karena makamnya memang sudah ditumbuhi rumput liar. Rupanya salah satu makam yang berada di sebelah kiri makam oom, pihak keluarga salah menuliskan nomor urut. Seharusnya nomor urut makamnya 96 tetapi malah dicetak di nisan nomor 97 yang nota bene merupakan nomor urut milik oom saya. Jadilah saya ragu kembali dan sayapun pergi lagi bersama seorang penjaga makam yang sedari tadi membantu agar mengantar ke kantor pengelola bertemu petugas yang tadi memberikan informasi. Sayapun meminta ibu untuk tetap dimobil dahulu sementara saya mencari informasi. Dalam perjalanan diatas sepeda motornya penjaga kubur memberitahukan kepada saya katanya Bapak sebaiknya menanyakan siapa saja yang dimakamkan disebelah kiri dan kanan serta atas dan bawah. Informasi yang saya peroleh dari tukang jaga makam ini sangat berharga sekali. Saya pun mencatat nama-nama orang yang berada dikiri kanan dan atas bawah makam oom atu. Setelah mantab lansung saja saya bersama penjaga kubur mulai mengecek satu persatu dan akhirnya diyakini dengan benar ada kesalahan dalam pembuatan nomor dinisan “tetangga“sebelah kiri makam almarhum oom Atu. Sebab dari catatan yang tersedia di Log Book kantor pengelola jelas tertulis nomor makam almarhum oom Atu adalah 97. Setelah yakin barulah acara tabur bunga dimakam paman dilakukan oleh kami semua termasuk mama yang dengan tertatih turun dari mobil menuju makam adiknya.

Wah rupanya rada susah juga ya jika kita punya keluarga yang sudah meninggal kemudian surat-surat kematiannya terselip atau hilang. Pelajaran yang dapat dipetik dalam kunjungan ke TPU Pondok Rangon adalah perlunya menyimpan surat sewa tanah dengan baik. Kedua bila makam keluarga belum ada batu nisan, tanda salib pastikan kita menanyakan kepada petugas pengelola TPU siapa saja di sebelah kiri kanan atas bawah makam keluarga. Tentunya paling tidak kita mengetahui minimal bulan dan tahun meninggalnya sehingga tidak didapat kesulitan saat pencarian di Log Book.

Setiap peristiwa atau kegiatan yang kita lakukan pasti akan menghasilkan pelajaran berharga seperti yang saya dapatkan disini.

Posted on 29/12/2011, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: