12 Menit Uji Nyali @ Suramadu

Ajakan seorang sobat kental pada hari Jumat 21 Oktober 2011 membuat saya tak dapat menolak. Dia mengajak saya kembali ke Jembatan Suramadu padahal malam sebelumnya saya sudah berkunjung kesana bersama teman-teman satu Divisi. Kali ini dia ingin membawa saya dengan sepeda motor.

Perjalanan dengan kendaraan roda 2 ditengah panasnya cuaca kota Surabaya di sore hari pun diawali dengan menjemput saya disalah satu rumah makan di bilangan Jalan Kartini.

Dalam perjalanan tantangan lain ditawarkan oleh sobat saya itu. Ia menyampaikan bagaimana bila saat kembali saya yang membawa motor. Siapa takut boleh saja sahut saya sesaat sebelum memasuki gerbang tol.

Perjalanan kali ini dengan jelas terlihat hamparan air laut dikiri kanan jembatan. Angin semilir menyapu air laut membuat riakan kecil ombak bergulung menuju pesisir. Beberapa buah sampan milik nelayan yang sedang mencari ikan menambah indahnya suasana sore hari itu. Setibanya pada jarak 2,5 KM sesuatu lain mulai saya rasakan. Ada rasa cemas mendekati takut. Sampai-sampai pandangan pun saya alihkan kearah depan saja. Sesekali mata tak kuat memandang ke kiri atau kanan jembatan. Entah berapa menit waktu dibutuhkan saat menuju ke Pulau Madura, tak sempat melihat jam di tangan kanan saya. Namun hati ini bergetar disela-sela kesenangan yang diraih. Persis di dekat baliho ucapan selamat datang di Madura dengan foto Bupati, saya pun mengambil beberapa foto dengan latar belakang jembatan Suramadu. Kemudian menghabiskan sore sejenak dengan mampir di salah satu ”Angkringan” untuk menikmati Rujak Cingur, Tahu dan makanan lain termasuk membeli beberapa asesoris untuk kenang-kenangan. Soal harga yah relatif lah. Paling tidak bisa dijadikan buah tangan meskipun kualitasnya tak terlalu menjanjikan.

Tepat pukul lima sore sobat saya mengajak kembali ke Surabaya. Inilah saatnya saya diberi kesempatan membawa motor menuju ujung jembatan Suramadu di tanah Jawa. Sehabis membayar tol sebesar tiga ribu rupiah, saatnya melaju menyeberangi jarak 5 km diatas Selat Madura.

Awalnya biasa saja akan tetapi saat memasuki persis di area tengah Jembatan barulah kecemasan meningkat. Betapa tidak angin kencang menyapu motor yang saya kendarai dari arah kiri dan depan. Kencang sekali. Sampai-sampai helm yang dipakaipun kerap terangkat ke arah belakang. Kali ini selain angin kencang menyambut dibawah jembatan terlihat air pasang menggulung menjadi gelombang cukup besar. Situasi itu menambah meningkatnya adrenalin dalam tubuh saya. Rasanya berbeda sekali saat dibonceng apalagi jika dibandingkan dengan menumpang kendaraan roda empat malam sebelumnya. Sesuatu berbeda terasa pada waktu angin kencang menghantam motor. Luar biasa ! Meskipun penyeberangan hanya memakan waktu kurang dari lima belas menit akan tetapi benar-benar cukup membuat dag dig dug jantung ini. Perasaan seperti itu dirasakan saat persis berada ditengah-tengah Jembatan Suramadu. Konsentrasi dan nyali yang cukup kuat rupanya dibutuhkan saat menyeberang dengan kendaraan roda 2. Sekali lagi jika dibandingkan antara saat mengendarai mobil, dibonceng dan bawa motor sendiri saya akan pilih menumpang mobil saja. Namun bila memang ingin mencari sensasi mengendarai motor pastinya akan lebih mengeluarkan adrenalin. Apabila disetarakan dengan kegiatan lain, menurut saya menyeberang Suramadu dengan motor itu sama dengan kegiatan High Rope dalam sebuah Outbound. Pengalaman membawa motor di Suramadu di sore hari sepertinya sebanding dengan games Two Line Bridge di ketinggian 5 meter keatas atau juga games Elvis dan Burma Bridge. Perlu mental yang kuat untuk menjalankan kegiatan itu. Keduanya sama-sama menguji nyali para penikmatnya.

Penyeberangan sore hari saat angin kencang sudah mulai menyapu sisi jembatan berakhir selama 12 menit. Mulai dari gerbang tol di tanah Madura sampai sisi kanan gerbang tol tanah Jawa membutuhkan keberanian ekstra. Bagi siapapun yang memiliki rasa takut ketinggian sebaiknya berpikir ulang bila menyeberang dengan sepeda motor saat air pasang. Pengalaman selama 12 menit buat saya cukup untuk menguji nyali. Angin kencang diudara dan riak gelombang dibawah jembatan Suramadu adalah sebuah pengalaman tersendiri. 12 menit uji nyali membawa saya kembali ke Kota Pahlawan yang kini luar biasa memiliki suhu udara yang panas.

Terima Kasih Jembatan Suramadu dirimu sudah membuat nyali saya naik tingkat lagi. Suatu hari nantikan saya kembali menyeberangi Jembatan Suramadu. 12 Menit menguji nyali menjadi catatan tersendiri bagi saya dalam perjalanan kali ini.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 22/10/2011, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: