Selamat Datang Di Kota Pahlawan

Hari Kamis 20 Oktober 2011 saya menginjakkan kedua kaki di kota dengan lambang buaya dan hiu lagi. Kota bersejarah dalam perjuangan pembentukan Bangsa Indonesia. Semangat perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan senantiasa akan tetap diingat oleh generasi ke generasi selanjutnya.

Setelah 7 tahun berlalu tepat pada hari tertembaknya pemimpin Libya Kolonel Muamar Khadafi saya datang lagi di kota Surabaya. Meski sempat mengalami keterlambatan sewaktu keberangkatan akhirnya pesawat boeing 900ER mendarat dengan selamat di Juanda setelah menempuh 1 jam perjalanan. Bila dahulu datang dalam rangkaian perjalanan bulan madu saat ini karena tugas dari kantor. Tak ada yang terlalu berubah dari kota ini. Kesan pertama saat keluar dari ruangan AC di Bandara Juanda adalah Panas. Luar biasa sekali ! Jakarta memang panas namun rupanya Surabaya lebih panas. Menurut informasi dari teman suhu udara bisa mencapai 35 celcius. Apalagi tidak seperti daerah lain dimana hujan mulai turun Kota Pahlawan sama sekali belum merasakan turunnya hujan. Perjalanan dari bandara menuju ke salah satu hotel di kawasan Jalan Raya Darmo tidak memakan waktu yang lama. Pak sopir membawa saya dan rombongan tanpa mengalami hambatan.

Kota Surabaya bisa jadi merupakan kota kenangan buat saya. Betapa tidak, dulu almarhum papa pergi keluar dari Pulau Kisar bersandar di kota ini. Perjalanan hidup keluarga besar saya di Pulau Jawa diawali oleh kunjungan papa melayat adik yang dikasihinya pada tahun 1968 lalu. Apabila beliau tak datang ke Surabaya entah apa yang akan terjadi kemudian. Kedatangan almarhum papa ke Surabaya adalah permulaan perjuangan kehidupan di tanah perantauan sebelum pindah ke kota Jakarta. Semua berawal dari kota diujung Timur pulau Jawa ini.

Kesan lain lagi yang dapat saya rasakan apabila sebelumnya perjalanan ke kota Surabaya di akhiri di Ujung atau Kenjeran, kini tidak lagi. Saya dapat melanjutkan perjalanan hingga ke tanah Madura. Saya dapat tiba untuk pertama kalinya di Pulau Madura melalui Jembatan Suramadu. Jembatan kokoh yang dapat dilalui dengan membayar 30 ribu sekali jalan ini merupakan kenikmatan lain yang dapat dirasakan dalam perjalanan di kota Surabaya. Angin laut berhembus kencang seolah menyapa saya tiba di tanah Madura. Lampu warna warni silih ganti menghiasi jembatan Suramadu. Indah sekali. Rasa lelah usai workshop sama sekali tidak terasa apalagi saat makan malam disuguhi dengan makanan khas, Bebek Sinjay.

Selamat Datang di Kota Pahlawan !

Posted on 21/10/2011, in Office. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: