Sukacita Oma Kaonah

Selama ini saya belum pernah melayani Perjamuan Kudus bagi orang sakit. Akhirnya pada hari ini Minggu 2 Oktober 2011 saya berkesempatan untuk terlibat di dalamnya. Ajakan Korbajem sama sekali tidak saya tampik sebab saya ingin pula memiliki pengalaman dalam pelayanan Perjamuan Kudus Bagi Orang Sakit dan Orang Tua. Selama ini saya hanya bisa mendengar saja dan sama sekali tidak terlibat di dalamnya. Pelayanan Perjamuan Kudus Orang sakit dan orang tua biasanya dilakukan pada hari diluar hari Minggu. Namun kini justru diselenggarakan pada hari Minggu seusai Ibadah Minggu. Entahlah apakah ini akibat dari kebijakan dan ketentuan baru dari Ketua Jemaat GPIB Pancaran Kasih atau memang merupakan jalan Tuhan agar saya dapat merasakan bagaimana melakukan pelayanan Perjamuan Kudus orang sakit dan orang tua tak perlu saya persoalkan. Saya senang dapat terlibat di dalamnya. Ada rasa keingin tahuan yang besar untuk mengerti dan mengalami bagaimana Perjamuan dijalankan.

Apa yang saya rindukan akhirnya terwujud. Saya memperoleh pengalaman iman dari pelayanan yang dilakukan. Saya sungguh-sungguh merasakan betapa mereka yang memperoleh pelayanan hari ini benar-benar merindukan sebuah kekuatan lain dari biasanya. Mereka yang menerima pelayanan Perjamuan Kudus hari ini terekam sangat menantikan campur tangan kuasa Roh Kudus dalam mengatasi segala pergumulan hidupnya. Iman dan pengharapan jemaat yang dilayani sungguh terlihat sangat besar. Saya merasakan jemaat yang dikunjungi benar-benar merindukan lawatan Allah ditengah keterbatasan kehidupan mereka. Jika mudah diucapkan satu per satu dari mereka akan mengatakan agar Roh Tuhan tak hanya mampir namun alangkah baiknya bila berdiam dalam kehidupan sehari-hari-nya. Meskipun jemaat itu sakit atau sudah usia lanjut akan tetapi sukacita luar biasa sungguh dirasakan oleh mereka sendiri. Pengharapan beroleh jamahan atas kesembuhan dan kekuatan pada usia lanjut melalui tubuh dan darah Kristus yang tercurah di kayu salib terasa kental sekali.

Salah seorang jemaat yang akan dilayani pada siang hari itu meninggalkan sebuah inspirasi bagi saya.Tinggal disebuah rumah sederhana Oma Kaonah begitu ia dikenal menyambut pelayanan ini dengan hati yang penuh kegembiraan. Itu semua terlihat jelas dari air muka Oma yang memancarkan sukacita luar biasa. Sepertinya wajah keriputnya ingin menyampaikan pesan kepada semua pelayan ditengah teriknya matahari bahwa ia memiliki Tuhan yang hidup. Tuhan yang luar biasa dalam kehidupannya. Ia senantiasa dalam perlindungan tangan kasihNYA hingga saat ini. Oma Kaonah siang itu membawa pesan paling tidak buat saya pribadi. Seolah Ia ingin menyampaikan “Hey Willy Tuhan adalah kekuatanku dan gunung batuku. Sampai putih rambutku pada usia ke 80 ini aku tetap merasakan kuasa darahNya dalam kehidupanku”. Mungkin itu yang ingin dilontarkan Oma Kaonah melalui air mukanya yang memancarkan sukacita.

Terima kasih Tuhan hari ini Engkau memberikan pengajaran kepadaku. Dalam segala keterbatasan ada padanya ia senantiasa memiliki hati yang gembira sebab Allah menyertainya. Oma Kaonah pantas selalu bersuka cita karena Tuhan Yesus adalah hidup bagi dirinya.Hidupnya bukanlah ia lagi namun Yesus hidup dalamnya.

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 03/10/2011, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: