Eh Mereka Datang Lagi : Mereka Pikir Masuk Surga

Sepulangnya tugas dari pelayanan Ibadah Minggu di Gereja Mahanaim kabar tak mengenakan kembali terdengar. Sebuah running text pada salah satu stasiun televisi swasta mengusik canda saya dengan anak. Kali ini Kota Solo yang menjadi target mereka. Bom kembali meledak di salah satu Gereja disana pada hari Minggu 25 September 2011 pukul 10.55. Meskipun termasuk jenis low eksplosive namun pastinya peristiwa tersebut memakan korban tak kurang dari 22 orang terluka. Niat untuk membunuh jemaat yang hadir pada ibadah tersebut memang sengaja direncanakan. Hal tersebut terbukti dengan campuran bahan baku Bom yang berisi paku dan skrup. Untungnya peristiwa itu hanya menimbulkan satu orang korban tewas, diduga pelaku sendiri. Kasihan deh Loe !

Teror bom yang kembali terjadi ini seolah mengingatkan para pengurus gereja untuk lebih memperhatikan lagi jemaatnya. Artinya mengenal wajah anggota jemaat akan sangat membantu mengenali ciri-ciri pengebom. Anak-anak Tuhan harus lebih mengamati lagi orang-orang yang tak dikenal yang lalu lalang dilingkungan gereja tanpa alasan yang jelas. Penampilan seseorang yang sedikit berbeda dengan jemaat mesti diwaspadai apalagi sampai memakai rompi. Memang tidak selamanya pembom sepereti itu namun paling tidak modusnya pernah diketahui.

Mereka yang mencoba melakukan teror ini sepertinya sedang latihan atau training. Paska kematian 2 orang pakar pembuat Bom kini kelompok yang sama atau lain sedang berusaha mendidik, mengorbitkan penerus perjuangan mereka. Itu terbukti dengan bom yang meledak belum sedahsyat yang pernah dibuat kedua ahli bom yang sudah almarhum terkena timah panas.

Selaku pengurus gereja mesti secara aktif bahu membahu dengan anggota jemaat mencegah kejadian ini terulang kembali di gereja lain di Indonesia paling tidak di gereja kita sendiri. Kelompok apapun namanya mereka masih akan terus melakukan teror bom ini. Kerja sama yang kokoh antar pengurus dan jemaat merupakan pilar utama dalam membantu tugas aparat keamanan mencegah terulangnya peristiwa sejenis.

Pada sisi lainnya Tuhan Yesus mengajarkan kita tidak untuk mendendam. Pembalasan adalah milik Tuhan. Kasih itu sabar oleh karena itu tetaplah kita mendoakan siapapun mereka yang sudah melakukan atau yang sedang merencanakan. Kiranya Roh Kudus bekerja atas mereka sehingga kelompok itu membatalkan niatnya. Bahkan dengan mendoakan mereka siapa tahu akan banyak ditangkap Allah menjadi Paulus Paulus lain yang akan lahir.

Kiranya Tuhan Yesus Kristus menguatkan kita dalam menghadapi akhir zaman. DIA sudah menubuatkan dimana anak-anak Tuhan akan mengalami banyak penganiayaan.

Mereka akan kerap datang dan pergi namun percayalah tak ada satupun kuasa yang melebihi kuasa anak domba. Tiada kekuatan apapun diatas dan dibawah bumi ini yang mampu mengalahkan kekuatan Allah yang Maha Kuasa.

Gedung Gereja bisa saja tidak. memperoleh ijin pembangunan. Rumah Tuhan dapat saja dirubuhkan dengan segala macam cara. Namun Gereja yang satu itu akan tetap senantiasa ada dimana-mana dan kapan saja. Si Iblis memang memakai para pembom itu memuluskan tujuannya dengan alih-alih pelakunya akan masuk sorga. Iblis berusaha menghentikan segala pujian hormat serta kemuliaan yang diangkat dengan cara melakukan Bom itu lagi dan lagi. Padahal Pujian dan Penyembahan takkan pernah surut sampai Tuhan datang kembali menjemput anak-anak yang dikasihiNya meski mereka si pembom selalu datang dan pergi.

Posted on 26/09/2011, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: