Persembahan Persepuluhan

Materi ini disampaikan dalam Pembinaan Tentang Persepuluhan kepada Jemaat GPIB Pancaran Kasih Depok pada hari Sabtu 10 September 2011 oleh Pdt. Drs. Ruddy I Ririhena, M.Si (Ketua III Majelis Sinode GPIB)

ASAL MULA PERSEMBAHAN

Sudah lama dalam agama-agama purba manusia percaya bahwa ada sebuah kekuatan ‘diluar’ manusia, yang menentukan semua peruntungan manusia. Kekuatan ini adalah kekuatan baik yang melawan semua kekuatan jahat yang ingin menciderai manusia.
Maka manusia lalu ingin membina hubungan dengan kekuatan yang baik itu. Bentuknya bermacam-macam. Tetapi salah satunya adalah persembahan. Yang dimaksudkan dengan persembahan di sini adalah sesuatu yang ‘diberikan’ kepada kuasa yang baik tadi.

KAPAN PERSEPULUHAN DIMULAI MENURUT KESAKSIAN ALKITAB PERJANJIAN LAMA

Bertolak dari Kejadian 14 : 18 – 20
Ketika Abram diberkati oleh Melkisedek setelah mengalahkan musuh-musuhnya, ….. Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
Itu berarti persembahan persepuluhan sudah diberlakukan sejak Abraham, 430 tahun sebelum Taurat, (bandingkan Galatia 3 : 16-17 ).
Demikian juga Yakub mempersembahkan sepersepuluh dari perolehannya. …..”Dari segala sesuatu yang Engkau berikan kepadaku akan selalu kupersembahkan sepersepuluh kepada-Mu” (Kejadian 28 : 22 )
Itu berarti sepersepuluh yang diberikan Yakub diambil dari semua yang Tuhan berikan kepadanya.
Persembahan persepuluhan tetap berlanjut sampai bangsa Israel menetap di tanah perjanjian. Disini mereka mempersembahkan hasil pertanian ( Imamat 27 : 30 – 34 ).
Dengan mempersembahkan hasil pertanian hendak menegaskan bahwa tanah dan segala tumbuhan serta hasilnya adalah milik Tuhan dan harus dipersembahkan sebagai persembahan kudus untuk Tuhan.

BANGSA ISRAEL WAJIB MEMBERIKAN PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN DENGAN MAKSUD :

1 . Sebagai pengakuan bahwa
ALLAH TELAH MEMBERKATI MEREKA. Itu sebabnya mereka wajib memberikan sepersepuluh dari ternak dan hasil tanah mereka, dan juga sepersepuluh dari penghasilan mereka, ( Imamat 27 : 30 – 32; Bilangan 18 : 21, 26 ).
2 . Sebagai pengakuan bahwa
ALLAH TELAH MEMBERKATI MEREKA Itu sebabnya mereka wajib memberikan sepersepuluh dari ternak dan hasil tanah mereka, dan juga sepersepuluh dari penghasilan mereka, ( Imamat 27 : 30 – 32; Bilangan 18 : 21, 26 ).

3. Sebagai pengakuan bahwa ALLAH adalah PEMILIK SEGALA SESUATU yang kemudian mengaruniakan sesuatu kepada umatNya. Dia menghendaki supaya umatNya mengembalikan kepadaNya apa yang telah diberikan kepada mereka. ( Kel. 19 : 5 ; Maz 24 : 1 )
4. SUPAYA ADA MAKANAN DALAM RUMAH TUHAN ( Maleakhi 3 : 10 ) . Itu berarti persembahan persepuluhan diserahkan ke dalam rumah Tuhan supaya ada makanan untuk para pelayan Tuhan yang melayani di rumah-Nya.
Dalam konteks kehidupan umat Israel, suku Lewi dikhususkan untuk pelayanan di di Kemah Suci. Suku Lewi pun diwajibkan untuk memberikan persembahan persepuluhan ( Bil. 18 : 21 – 24 ).
5. SUPAYA ADA PERHATIAN UNTUK ORANG MISKIN (Ulangan 14 : 28 – 29).
Ketentuan dalam kitab Ulangan ini untuk menegaskan perhatian dan kepedulian untuk menciptakan keadilan bagi para janda sebagai golongan masyarakat yang hidup dalam kondisi tidak adil. Dengan berlaku demikian sekaligus untuk menegaskan keberpihakan kepada orang-orang yang susah sambil mempertegas citra mereka sebagai umat Tuhan, karena Tuhan mereka juga berpihak kepada yang lemah dan tertindas.

DIPERLUKAN KETAATAN DAN KEJUJURAN DALAM MELAKSANAKAN PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN

Dalam Maleakhi 3 : 6 – 12 kita menjumpai kesadaran untuk memberikan persembahan persepuluhan mulai merosot. Bangsa Israel tidak lagi taat dan jujur dalam melaksanakan kewajiban mereka.
Untuk itu Tuhan menuntut pertobatan dari umat-Nya supaya mereka kembali hidup dalam ketaatan dan kejujuran dalam hal mempersembahkan persembahan persepuluhan.
Mereka tidak akan rugi dan jatuh miskin hanya karena memberikan persembahan persepuluhan . Ayat 10 ….. “apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan”.

PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN MENURUT PERJANJIAN BARU

Persembahan Persepuluhan dalam Ajaran Yesus :

Matius 5:17. Yesus menegaskan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan taurat tapi untuk meggenapinya.
Matius 23:23. Yesus mengecam ahli Taurat dan orang Farisi yang melakukan kewajiban persembahan persepuluhan mereka tetapi mengabaikan keadilan, belas kasihan dan kesetiaan. Kata Yesus “Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan.”

Persembahan Persepuluhan dalam Ajaran Rasul-rasul (terutama Paulus)

I Korintus 16 : 2. Rasul Paulus menyampaikan permohonan dan ajarannya kepada jemaat Korintus dan jemaat mula-mula, bahwa mereka bertanggungjawab menyisihkan (baca: mengkhususkan) setiap awal minggu (bukan di akhir minggu/Sabat) nilai yang yang “sesuai” dengan apa yang mereka peroleh. Ukuran “yang sesuai” yang dimaksud Paulus adalah persepuluhan dari apa yang mereka peroleh.

2 Korintus 9:7,12.
Memberikan dengan kerelaan hati dan suka cita merupakan nilai yang sejak semula ada dalam persembahan persepuluhan Israel. Tetapi Paulus menambahkan suatu nilai baru, yaitu bahwa dengan persembahan kasih, sukarela dan sukacita yang menjamin keseimbangan dengan orang-orang lemah, maka setiap orang akan bersyukur kepada Allah.

KESIMPULAN DARI PENGERTIAN PERSEMBAHAN PERSEPULUHAN

1. Persembahan persepuluhan adalah identitas sebagai bangsa dan umat yang telah di pilih Tuhan.
2. Persembahan persepuluhan adalah pengakuan bahwa Tuhan yang memilih mereka itu adalah pemilik dari segala kekayaan yang ada pada mereka. Mereka menerimanya dari Tuhan untuk dipergunakan menurut maksud Tuhan.
3. Persembahan persepuluhan adalah tanda kesungguhan untuk tidak hanya memikirkan dir sendiri, melainkan juga memperhatikan dengan bertanggungjawab kebutuhan-kebutuhan orang lain, baik Imam-imam Lewi, para janda, anak yatim-piatu dan orang miskin lainnya.
4. Persembahan persepuluhan adalah tanda syukur dan sukacita atas segala berkat dan pemberian Tuhan . syukur dan sukacita itu harus dinikmati bersama seluruh umat Tuhan dan dengan orang Lewi.
5. Persembahan persepuluhan bukanlah perbuatan belas kasihan melainkan perbuatan/tindakan keadilan. Berlaku adil, berarti memberikan kepada seorang apa yang menjadi haknya. Tidak berlaku adil berarti tidak memberikan kepada seseorang apa yang menjadi haknya.
6. Persembahan persepuluhan bukanlah perbuatan belas kasihan melainkan perbuatan/tindakan keadilan. Berlaku adil, berarti memberikan kepada seorang apa yang menjadi haknya. Tidak berlaku adil berarti tidak memberikan kepada seseorang apa yang menjadi haknya.
7. Persembahan persepuluhan adalah tuntutan Tuhan yang tetap berlaku sampai kini, namun dengan landasan pemahaman yang baru, yaitu dengan syukur dan dengan kasih dan dalam ketaatan.

retyped by Dkn. welly katipana

Posted on 11/09/2011, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: