9 Status Yang Bisa Membuat Anda Dipecat

Social media memang bukan main-main, salah pasang status bisa menyebabkan seseorang dipecat. Setelah mengetahui dampak serius yang dapat ditimbulkan dari aktivitas ber-social media, rambu-rambu apa yang sebaiknya Anda hindari?

Menurut seorang psikolog dan juga blogger, Bukik, media sosial sebagaimana teknologi yang lain, ibarat pisau bermata dua. “Media sosial bisa digunakan membangun personal brand kita untuk memajukan karir, tapi juga bisa bikin karir kita terancam bahaya,” sebutnya. Lantas apa saja status Facebook dan Twitter yang bisa bikin seseorang dipecat atau setidaknya menghambat karirnya? Inilah rambu-rambu yang harus dihindari, menurut Bukik.

1. Selalu mengeluh tentang pekerjaan.
Beberapa orang selalu menuliskan keluhannya di media sosial. Hey, sadarlah hidup itu penuh warna. Bila selalu menuliskan keluhan, berarti dirimu adalah bagian dari persoalan. Mana ada tempat kerja yang rela menerimanya?

2. Menulis status tentang rahasia perusahaan. Ini jelas merugikan perusahaan atau tempat kerja. Oleh karena itu, pastikan bahwa informasi tentang tempat kerja itu cukup aman untuk di tuliskan di media sosial.

3. Memperolok atasan atau rekan kerja.
Jangan bawa persoalan dengan atasan atau rekan kerja ke media sosial. Orang tidak mau memperluas persoalan. Selesaikan di lapangan.

4. Menuliskan aktivitas nakalmu.
Bisa clubbing, mabuk atau seks bebas memang terkesan jagoan. Tapi itu cukup untuk dirimu sendiri tidak usah di tulis di media sosial.

5. Menulis kualifikasi yang tidak sesuai kenyataan.
Beberapa orang ketika menulis surat lamaran merasa perlu memoles sedikit lebih baik. Hati-hati karena perusahaan sekarang bisa memverifikasi ke media sosial.

6. Menjelekkan atasan atau tempat kerja sebelumnya.
Kekecewaan di tempat kerja lama terkadang masih mengganjal sampai kita di tempat kerja baru. Tapi bila kekecewaan itu dituliskan di status, atasan di tempat kerja baru pasti berpikir juga akan dijelekkan kalau kamu sudah keluar.

7. Pendapat kontroversial.
Hati-hati dalam menulis kejadian atau perihal yang kontroversial di masyarakat. Atasanmu bisa jadi tersinggung karena pendapatmu. Facebook dan twitter tidak cukup memadai untuk mendiskusikan sesuatu yang kontroversial.

8. Menulis lelucon yang tidak lucu.
Banyak contohnya tapi yang sering muncul adalah membuat lelucon tentang suatu musibah. Hey! Musibah bukan untuk lelucon

9. Menulis status tidak penting atau mengganggu.
Terkadang waktu senggang bikin kita menulis hal-hal yang tidak penting, reply atau memberi komentar yang mengganggu. Jangan biarkan keisenganmu mengancam karirmu.

Sumber ; PortalHR
Selasa, 16 Agustus 2011 – 11:25 WIB

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 07/09/2011, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: