Selamat Idul Fitri : Raihlah Kemenangan Demi Menjadi Manusia Yang Senantiasa Diperbaharui

Rasanya hanya di Indonesia saja apa yang sedang berlangsung 1-2 hari belakangan ini terjadi. Dalam satuan waktu yang hampir bersamaan jutaan orang melakukan migrasi. Mereka ”pulang kampung” alias Mudik untuk merayakan hari kemenangan bersama sanak saudara di tanah kelahirannya. Tak heran apabila Ibukota Metropolitan termasuk Depok yang pada hari-hari biasanya begitu padat, mulai H-2 mulai terlihat lengang. Antrean kendaraan roda empat dan roda dua tak terlihat lagi. Sebaliknya semua jenis kendaraan tumpah ruah di jalan-jalan utama menuju kota-kota di Jawa bagian Tengah hingga Timur dan Barat pulau Jawa. Konsentrasi kendaraan dan aparat keamanan tercurah pada perhelatan akbar tahunan ini. Apalagi sempat terjadi insiden “pembajakan” Kereta Api Jurusan Malang-Jakarta sehingga menambah warna mudik tahun ini. Meskipun penumpukan dan kemacetan saat ini pindah ke titik temu perjalanan Mudik, senantiasa kiranya tetap konsentrasi dalam perjalanan baik dengan kendaraan sendiri maupun bagi yang menggunakan moda transportasi umum. Kehati-hatian sepanjang perjalanan sangat dibutuhkan agar selamat sampai ditujuan untuk merayakan Idul Fitri sebagai hari kemenangan bersama keluarga di kampung.

Buat penduduk yang tahun ini tidak mudik atau tidak memiliki kampung, suasana lengang tentunya tak akan dilewatkan begitu saja. Setahun sekali boleh toh merasakan kebebasan di Jalan Raya Ibukota. Namun diluar hal tersebut ada baiknya kita yang tinggal tidak lengah sebab kejahatan masih mengintai. Meski pihak Polri mengatakan tahun ini terjadi penurunan namun tak salah apabila tetap ingat pesan Bang Napi untuk tetap waspada. Seperti di perumahan tempat saya tinggal untuk mengamankan momen lebaran tahun ini para anggota Satpam 2 RT yang saling beririsan bahu membahu bersama Satpam RW melakukan pengamanan terutama rumah kosong yang ditinggal penghuninya. Langkah-langkah antisipatif seperti ini memang perlu dilakukan.

Perayaan Lebaran tahun ini ada baiknya juga bukan sekedar pengulangan dari perayaan tahun-tahun sebelumnya. Makna lebaran bukan melulu ceritera tentang mudik, baju baru dan makanan enak saja. Apa yang telah diperoleh selama satu bulan berpuasa akan menjadi mubazir jika tidak diikuti oleh pertumbuhan iman pada pola pikir dan laku masing-masing pribadi. Alangkah bijaksana bila Idul Fitri tahun ini dijadikan sebagai sebuah titik awal bagi perubahan diri. Sebuah perubahan untuk menjadi manusia yang senantiasa diperbaharui dalam kehidupan. Buat saya sebagai orang luar itulah makna lebaran yang sesungguhnya.

Hari Kemenangan yang telah diraih kiranya dapat diproklamirkan sebagai suatu momentum untuk meninggalkan perbuatan yang lama. Biarlah hari penuh kebahagiaan itu dideklarasikan untuk membersihkan hati sebagai pusat dari sebuah pertandingan iman. Perayaan Lebaran tahun ini baiklah merupakan suatu janji terhadap diri pribadi umat untuk menjadi manusia yang senantiasa diperbaharui dalam kehidupan mendatang.

Dari lubuk hati yang paling dalam saya dan keluarga menyampaikan ucapan Selamat Idul Fitri Mohon Maaf Lahir Batin.

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 29/08/2011, in Umum. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: