Sabda Bina Umat (malam) Selama Masih Hidup Bersukacitalah

Pengkhotbah 11: 7 – 8
Sabtu, 27 Ags 2011

Hidup kita di dunia dibatasi oleh waktu. Ada yang hidupnya sebentar saja; misalnya, bayi yang sesudah lahir tidak berapa lama kemudian mati. Ada juga yang hidupnya lama dan berusia lanjut di dunia. Jadi, tidak seorang pun yang dapat bertahan hidup selamanya di dunia. Semua orang pasti mati. Dalam bacaan kita, Pengkhotbah mengartikan masa hidup manusia di dunia sebagai kesempatan berada di dalam terang dan melihat matahari.

Hal tersebut, bagi Pengkhotbah, adalah sesuatu yang sangat menyenangkan dan membahagiakan bagi manusia, sehingga ia harus bersukacita. Dasar bagi seseorang bersukacita di dalam hidupnya, menurut Pengkhotbah adalah karena ia mendapat kesempatan hidup lama dan panjang umurnya di dunia. Lebih lanjut dikatakan bahwa manusia perlu dan senantiasa bersukacita dalam hidup yang dijalaninya karena waktu untuk bersukacita lebih sedikit jumlahnya jika dibandingkan dengan hari-hari gelap yang akan datang. Hari-hari gelap yang dimaksud adalah berbagai pergumulan, kesulitan, kemalangan, dukacita yang datang silih berganti mewarnai kehidupan manusia dan memuncak pada kematian. Hal tersebut tidak bisa terhindarkan dalam kehidupan di dunia. Oleh karena itu, setiap orang yang sedang bersukacita dalam hidup yang menyenangkan dan membahagiakan selama di dunia, menurut Pengkhotbah, harus tetap mengingat pada hari-hari gelap yang akan datang, terlebih kematiannya.

Ada banyak diantara kita yang belum mampu bersukacita dalam hidup ini akibat berbagai pergumulan, kesulitan, kemalangan dan dukacita yang dialami. Hal tersebut bisa dimengerti. Namun, mengingat bahwa tidak semua hari yang kita jalani dalam hidup di dunia ini adalah gelap; ada juga hari terang maka baiklah kita bersukacita. Anggaplah sebagai sesuatu yang menyenangkan dan membahagiakan bahwa kita masih hidup di dunia dan melihat terang, sehingga patutlah kita bersukacita.

KJ. 443: 2

Doa: Ya Roh Kudus, buatlah kami selalu bersukacita dalam hidup ini

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 27/08/2011, in Sabda Bina Umat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: