Tong Kosong Nyaring Bunyinya

Pengkhotbah 10: 8 – 15
Jumat, 26 Ags 2011

Kenyataan yang sering kita hadapi bahwa ada orang yang melakukan pekerjaan tanpa disertai hikmat dan pengertian dan dengan motivasi yang keliru. Akibatnya, pekerjaan tersebut tidak menghasilkan apa pun baginya; sebaliknya mendatangkan malapetaka bagi dirinya. Pengkhotbah memberi beberapa contoh sbb.: 1) Orang yang menggali lobang untuk mencelakakan orang lain, tetapi akhirnya jatuh ke dalamnya. 2) Orang yang mendobrak tembok, tanpa berpikir ada ular di situ sehingga ia dipagut ular. 3) Orang yang asal saja memecah batu atau membelah kayu sehingga melukai dan membahayakan dirinya. 4) Orang yang bekerja dengan menggunakan besi tumpul dan tidak diasah sehingga tenaga dan kekuatannya habis tetapi tidak ada hasil. 5) Pawang ular yang mengeluarkan seekor ular untuk tujuan pertunjukan tanpa dimanterai lebih dulu, sehingga ular tersebut memagut orang lain.
Menurut Pengkhotbah, orang-orang yang bekerja tanpa hikmat dan pengertian, seperti tersebut di atas adalah orang bodoh. Orang bodoh juga banyak bicaranya. Terkadang ia bicara terus sampai lelah sendiri tanpa mau memberi kesempatan kepada orang lain untuk bicara. Memang, sepintas terlihat sangat pintar. Namun, ternyata semua perkataannya dari awal sampai akhir tidak ada yang bermanfaat bagi dirinya dan juga orang lain. Semuanya berisi kebebalan yang mencelakakan. Lagi pula, ia hanya banyak bicara, tetapi tidak bekerja. Tidak salah jika peribahasa mengatakan ‘tong kosong, nyaring bunyinya.’

Marilah kita menjadi orang berhikmat yang bersedia melakukan segala pekerjaan, apa pun, disertai hikmat dan pengertian. Sebab jika suatu pekerjaan, kecil atau besar, jika dikerjakan dengan hikmat dan pengertian akan membawa hasil yang besar; bukan hanya untuk diri pribadi, tetapi juga untuk banyak orang. Orang berhikmat juga lebih banyak bekerja dari pada bicara. Ia hanya sedikit bicara, tetapi apa pun yang dibicarakan selalu menarik untuk didengar dan berguna bagi orang lain.

KJ. 466b: 3
Doa: Ya Roh Kudus, urapi kami agar banyak bekerja dan sedikit bicara

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 26/08/2011, in Sabda Bina Umat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: