SBU Pagi : Hati Hati Terhadap Kebodohan

Pengkhotbah 10 : 1 – 3
Kamis, 25 Ags 2011

Tidak ada orang bodoh; dalam arti tidak tahu apa-apa. Seorang yang tidak pernah mengecap pendidikan formal (atau wajib belajar 12 tahun) sekalipun tidak bisa disebut orang bodoh. Sebab setiap orang diciptakan Tuhan dengan sangat baik; diperlengkapi dengan semua yang dibutuhkan untuk membangun kehidupan sampai menjadi seorang yang baik dan berguna. Seorang yang berpendidikan tinggi bisa juga dikatakan orang bodoh jika apa yang dilakukannya ternyata menghancurkan hidupnya, dan hidup orang lain.

Artinya, orang bodoh atau berhikmat tidak selalu diukur dari pendidikan yang diraih, tetapi lebih pada tindakan dan pengaruh yang ditimbulkan. Seorang dikatakan berhikmat jika tindakannya menimbulkan pengaruh baik dan bau sedap bagi hidupnya dan orang lain. Sebab tindakan orang bodoh menimbulkan pengaruh buruk, bau busuk dan mematikan.
Pengkhotbah mengatakan bahwa tindakan orang bodoh adalah seperti lalat yang masuk ke dalam botol minyak wangi dan mati. Akibatnya, bau wangi dari minyak tidak lagi tercium dari botol, karena sudah dipengaruhi bau busuk dari lalat yang mati. Artinya, tindakan sekecil apa pun, jika dilakukan dalam kebodohan akan menghancurkan banyak hal. Sebab kecenderungan hati orang bodoh selalu menuju ke kiri, kepada hal-hal yang salah dan jahat. Dan jika ia tetap berjalan di situ maka pikirannya tumpul dan tidak terbuka. Ia akan mengatakan bahwa semua orang adalah orang bodoh. Tetapi jika ia berbalik dari jalan orang bodoh dan memiliki kecenderungan hati ke kanan, kepada hal-hal yang baik dan benar maka ia akan menjadi orang berhikmat; pikirannya terbuka dan cerdas untuk melakukan hal-hal yang berguna.

Hidup ini hanya sekali. Karena itu, apa pun yang sudah kita capai dalam hidup ini – yaitu hal-hal yang baik dan berguna bagi diri kita, keluarga, gereja dan masyarakat – mari kita jaga dan pelihara, agar jangan hanya karena kebodohan kita maka kita bertindak untuk merusak dan menghancurkannya.

KJ. 345: 5,6

Doa: Ya Roh Kudus urapi kami agar tidak dikuasai kebodohan

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 25/08/2011, in Sabda Bina Umat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: