SBU Malam : Kebodohan Penguasa

Pengkhotbah 10 : 4 – 7
Kamis, 25 Ags 2011

Ada penguasa yang suka mengayomi rakyatnya, sehingga disenangi; tetapi ada juga penguasa yang suka marah kepada rakyatnya sehingga dibenci. Penguasa yang berbicara dengan marah-marah membuat rakyatnya tidak mau mendengar sehingga mereka berbalik, meninggalkan tempatnya. Pengkhotbah mengingatkan bahwa tidak semua penguasa mentolerir tindakan rakyat yang pergi saat ia sedang berbicara. Sehingga Ia akan bertindak lebih keras dan kejam terhadap rakyat yang melakukannya.

Karena itu, Pengkhotbah menasihati bahwa jika penguasa sedang marah-marah, lebih baik kita bersabar saja sambil duduk diam di tempat sampai habis marahnya. Sikap seperti itu lebih bijak dan bisa mencegah terjadi kesalahan-kesalahan yang lebih besar.

Penguasa yang suka marah-marah biasanya akan bertindak khilaf dan salah. Banyak kelemahan yang dimiliki oleh penguasa yang demikian. Terkadang kemarahan bisa menjadi senjata untuk menutupi kelemahan sang penguasa. Penguasa yang suka marah-marah bisa dimanfaatkan juga oleh para penasihatnya dengan memberi nasihat yang keliru, sehingga yang diputuskan penguasapun keliru dan salah. Akibatnya kemalangan mewarnai pemerintahannya. Terjadi hal-hal yang terbalik dan tidak semestinya serta memalukan. Misalnya, di tempat-tempat yang tinggi didudukkan orang bodoh; sedangkan tempat yang rendah di dudukkan orang kaya. Demikian juga, yang menunggang kuda bukannya para pembesar tetapi budak-budak; sedangkan para pembesar berjalan kaki seperti budak-budak.

Banyak keputusan dan ketetapan yang keliru telah dihasilkan, baik oleh lembaga eksekutif, legislatif dan yudikatif. Akibatnya, berbagai kemalangan melanda negeri dan kehidupan kita. Karena itu, mari kita membenahi semua kekhilafan ini, mulai dari diri, keluarga dan jemaat kita. Bukan saatnya lagi untuk kita duduk diam, tetapi berkarya-abdi sungguh guna membalikkan kenyataan yang ada, sehingga pada saatnya para penguasa akan malu.

KJ. 417: 3,7

Doa: Ya Roh Kudus mampukan kami membenahi banyak hal yang keliru

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 25/08/2011, in Sabda Bina Umat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: