SBU Pagi : Awas Terhadap Segala Kemalangan

Pengkhotbah 9 : 11 – 12
Rabu, 24 Ags 2011

Sebagai manusia, kita pasti beranggapan bahwa kemenangan dalam perlombaan adalah untuk orang yang cepat; keunggulan dalam perjuangan adalah untuk orang yang kuat; makanan untuk orang yang berhikmat; kekayaan untuk orang yang cerdas serta karunia adalah untuk orang yang berilmu. Menurut Pengkhotbah, tidak selamanya begitu. Orang yang menang dalam perlombaan bukanlah yang cepat tetapi yang lambat. Demikian juga yang unggul dalam perjuangan bukanlah yang kuat, tetapi yang lemah dst. Pengkhotbah mengatakan demikian karena menurutnya, manusia tidak berkuasa untuk menentukan waktu dan nasib bagi diri dan hidup mereka masing-masing. Semua orang akan berkata bahwa yang cepat lari akan menang lomba, tetapi ketika sedang berlari, ia tiba-tiba terjatuh, sehingga kalah. Hal yang demikian bisa juga terjadi pada yang kuat, berhikmat, cerdas dan berilmu. Artinya, bagi Pengkhotbah, dalam kehidupan manusia selalu ada kemalangan. Sehingga setiap orang tidak boleh berbangga pada apa yang dipunyainya. Manusia ibarat ikan dan burung yang sewaktu-waktu dan secara tiba-tiba bisa tertangkap di dalam jaring atau jerat yang mencelakakan.

Kita semua hidup dalam ruang dan waktu. Kita tidak bisa menghindar jika sewaktu-waktu dan secara tiba-tiba, kemalangan datang menimpa kita. Dan jika kemalangan itu datang menimpa kita maka dipastikan bahwa kita akan celaka dan binasa. Hanya Tuhan yang bisa menyelamatkan kita dari semua kemalangan yang datang menimpa kita. Sebab Dia berkuasa di atas segala kuasa. Ketika kemalangan datang, Tuhan akan bertindak menghalaunya, sehingga kita terbebas. Namun, jika ternyata kita tidak terbebas dari kemalangan tersebut maka itu tidak berarti bahwa Tuhan tidak bertindak. Tuhan tetap bertindak dengan mengijinkan kemalangan itu terjadi karena Ia ingin kita semakin kuat dan setia kepada-Nya. Jadi, waspadalah terhadap kemalangan yang ada dan serahkan diri dan hidup kita kepada perlindungan Tuhan.

KJ. 436: 3
Doa: Tolonglah kami, ya Tuhan, saat menghadapi kemalangan apa pun

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 24/08/2011, in Sabda Bina Umat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: