Hikmat Lebih Baik Dari Pada Keperkasaan

Pengkhotbah 9 : 13 – 18
Rabu, 24 Ags 2011

Kenyataan yang sering kita hadapi adalah bahwa orang-orang kecil dan miskin selalu terabaikan dalam masyarakat kota karena dianggap tidak bisa menyumbangkan sesuatu bagi kehidupan masyarakat. Keberadaannya terkadang dipandang sebagai ‘sampah’ yang hanya mengotori pemandangan kota. Sehingga mereka digusur dan disingkirkan dari lingkungan masyarakat normal. Mereka hidup sebagai kaum ‘marginal’ atau terpinggirkan. Menurut Pengkhotbah, orang kecil dan miskin, memang tidak punya harta.

Tetapi bukan berarti mereka tidak punya apa-apa atau tidak bisa berbuat sesuatu bagi kehidupan masyarakat. Jelas bahwa orang kecil dan miskin mempunyai hikmat yang mungkin tidak dimiliki oleh orang besar, kuat dan kaya. Oleh karena orang kecil dan miskin memiliki hikmat maka dipastikan bahwa ada banyak hal baik yang telah dilakukan untuk keselamatan orang banyak. Masalahnya adalah perbuatan baik yang orang kecil dan miskin lakukan tidak diingat oleh masyarakat karena mereka miskin.

Dikisahkan dalam bacaan Alkitab bahwa sebuah kota kecil yang sedang dikepung dan diserang oleh seorang raja agung dapat diselamatkan oleh seorang miskin yang berhikmat. Kata-kata hikmat yang diucapkan orang miskin itu membuat raja yang ingin menyerang membatalkan niatnya untuk menghancurkan kota sehingga kota dan semua penduduknya selamat. Si miskin yang berhikmat telah melakukan hal baik yang menyelamatkan banyak orang, meskipun ia tidak diingat dan perkataannya tidak didengar.

Sebagai orang besar, kuat dan kaya, jangan kita terus mengandalkan keperkasaan. Hendaklah kita berusaha memiliki hikmat dan belajar menghargai orang kecil dan miskin. Juga kita sebagai orang kecil dan miskin, janganlah bersedih dan minder. Belajar dan berusahalah menjadi orang berhikmat karena hikmat lebih baik dari keperkasaan. Dengan hikmat kita bisa melakukan banyak hal yang berguna, meskipun orang tidak mengingatnya.

KJ. 405: 3,4

Doa: Ya Roh Kudus berilah kami hikmat untuk melakukan hal berguna

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 24/08/2011, in Sabda Bina Umat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: