Pekerjaan Allah Tidak Terselami

Pengkhotbah 8 : 16 – 17
Senin, 22 Ags 2011

Gunung yang tinggi bisa didaki; samudera yang luas bisa diseberangi; laut yang dalam bisa diselami. Tetapi pekerjaan Allah tidak bisa terselami oleh siapa pun. Pengkhotbah menegaskan bahwa manusia berusaha menyelami pekerjaan Allah dengan hikmat dan kerja keras, siang dan malam tanpa mengantuk, tetapi tidak berhasil. Mereka berusaha dengan berlelah-lelah mencari, tetapi tidak mendapatkannya. Orang yang berhikmat hanya bisa mengetahuinya, tetapi tidak bisa menyelaminya. Allah bekerja dari awal sampai akhir. Dia tidak pernah berhenti bekerja.

Ketika kita berhenti bekerja, Allah tetap dan terus bekerja. Dia yang memulai sesuatu, bahkan menjadi pangkal adanya segala sesuatu di dunia ini; Dia juga yang akan mengakhirinya. Allah bekerja di dalam dan bersama manusia, atau pun tanpa manusia. Allah bekerja dengan bebas. Apa pun dan siapa pun tidak bisa mengatur Allah dalam bekerja. Allah bekerja untuk kebaikan manusia dan seluruh ciptaan-Nya. Ia tetap dan terus bekerja untuk menyempurnakan segala sesuatu yang telah di rusakan oleh manusia yang berdosa. Itulah yang nyata dalam kematian dan kebangkitan Yesus, Anak Allah, dan pemberian Roh Kudus. Allah mau supaya semua ciptaan-Nya di dunia kembali memancarkan kemuliaan-Nya. Allah bekerja melalui Roh Kudus-Nya di dalam hati dan seluruh hidup kita. Karena itu, marilah kita memberi diri untuk menjadi kawan sekerja Allah guna bekerja di dalam dunia. Kerjakan saja apa yang dapat dan patut kita kerjakan dan jangan berusaha menyelami segala pekerjaan Allah. Di tengah situasi yang tidak mengenakan sekali pun, kita selayaknya bekerja. Karena Allah dapat merubah situasi yang tidak mengenakan itu menjadi berkat yang mensejahterakan hidup kita dan sesama. Mari bekerja dengan tidak bersungut-sungut dan berbantah-bantahan. Giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan karena kita yakin bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payah kita tidak sia-sia.

KJ. 416: 3,4

Doa: Ya Tuhan, tolong kami untuk selalu patuh pada rancangan-Mu

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 22/08/2011, in Sabda Bina Umat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: