SBU Malam : Yang Berlaku Benar Beroleh Kebahagiaan

Pengkhotbah 8 : 9 – 13
Minggu, 21 Ags 2011

Pengkhotbah adalah seorang rohaniawan dan sekaligus pengamat sosial. Ia berusaha mengamati hubungan antar manusia, secara khusus perbuatan manusia seorang kepada yang lain. Semua hasil pengamatannya kemudian disimpulkan dari sudut pandang imannya kepada Allah. Melalui semua hasil pengamatannya, kita segera mendapat kesan bahwa Pengkhotbah adalah seorang guru hikmat. Sesungguhnya, Pengkhotbah ingin mengajar para pembaca, termasuk kita, agar menjadi orang yang berhikmat.

Beberapa pengamatan yang disajikan bagi kita dalam bacaan ini adalah sbb:
1) Kuasa yang digunakan seseorang dengan tujuan menguasai orang lain, cepat atau lambat akan menimbulkan kecelakaan bagi orang yang dikuasai. 2) Para pelaku kejahatan lebih diterima dan dihormati di mana-mana, apalagi ketika mereka datang beribadah. Sementara orang-orang benar tersingkir dan dilupakan. 3) Kejahatan terus merajalela karena hukuman terhadap para pelakunya tidak segera dilaksanakan, bahkan terkesan ditunda terus, sehingga seolah-olah orang yang berbuat jahat dan berdosa lebih lama hidupnya. Hal ini menimbulkan kecenderungan hati banyak orang untuk berbuat jahat daripada berbuat benar. 4) Semacam kesimpulan Pengkhotbah tentang kehidupan orang fasik dan orang benar ketika berada di hadirat Allah. Yaitu bahwa orang-orang benar akan bertahan di hadapan hadirat Allah dan beroleh kebahagiaan serta hidup kekal. Tetapi orang-orang fasik akan binasa dan terkubur. Hidupnya hanyalah bayang-bayang yang segera akan lenyap.

Marilah kita tetap menjadi orang-orang benar dan setia melakukan kebenaran kepada semua orang, meskipun terkadang kita disingkirkan dan dilupakan serta tidak mengalami kebahagiaan. Jangan tergoda untuk berbuat jahat karena ingin meraih kebahagiaan, pujian dan hormat di hadapan manusia. Sebab di hadirat Allah, orang benar akan beroleh kebahagiaan dan hidup kekal. Tetapi orang jahat dan berdosa akan binasa dalam kubur.

KJ. 392: 3
Doa: Ya Roh Kudus, urapi kami agar kami hidup takut akan Allah

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 21/08/2011, in Sabda Bina Umat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: