SETIA DI TENGAH BERBAGAI RESIKO

Bacaan :
Yeremia 14: 17-22

Berfikir cara dunia adalah menghitung untung rugi. Berkorban tanpa hasil tidak menjadi pilihan untuk dunia. Sebaliknya, berfikir cara Kristus adalah memberi tanpa pamrih, bahkan berkorban jiwa raga tanpa menghasilkan adalah jalan Kristus. Yeremia nabi sejati, berdoa dan menantikan Tuhan sementara hatinya sangat pilu memikirkan bangsanya. Sementara para nabi palsu terus menyampaikan berita yang ingin didengar umat dan bukan apa yang hendak Tuhan sampaikan. Mereka membodohi umat untuk memperoleh keuntungan.

Umat Tuhan dibuai oleh berita damai sejahtera yang palsu. Seolah-olah mereka tidak perlu bertobat tetapi akan tetap diberkati dengan damai sejahtera. Sikap umat sangat kontras. Yeremia yang membawa kabar benar justru dimusuhi. Sementara para nabi palsu disambut penuh sukacita. Yeremia bukan hanya tidak memperoleh apa-apa, lebih dari itu ia dirugikan karena dikucilkan dan diancam. Menjadi nabi sejati memang tidak mudah, Yeremia mengalaminya. Tetapi apapun resikonya Yeremia sudah mengambil pilihan menjadi seorang nabi yang mengemban tugasnya dengan ketaatan apapun resikonya.

Pada tahun 1992, Majelis Jemaat ditempat saya bertugas menerima surat resmi berkop dan cap salah satu Departemen di Nigeria. Isinya menyatakan bahwa program tahun itu akan berakhir dan dana tersisa akan dihabiskan sebelum program baru. Mereka menawarkan kerjasama mengirim uang ke rekening Gereja kami lalu membaginya sesuai prosentasi yang sudah ditentukan. Kami sadar itu adalah praktek money laundering. Bertepatan Gereja sedang renovasi dan butuh uang. Seorang presbiter bertanya bisakah dilaksanakan tetapi yang Gereja ambil hanya bunga selama uang ada di bank. Apapun itu, rapat memutuskan menolak kerjasama. Melayani dalam ketaatan seringkali diperhadapkan pada masalah yang ingin menyesatkan dan merusak. Kiranya Tuhan senantiasa menolong.

KJ. 446: 4

Doa: Agar kesetiaan melaksanakan pengutusan-Nya tidak tergoyahkan

Iklan

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok, Ambon

Posted on 13/08/2011, in Sabda Bina Umat. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: