Retreat Majelis, Pengurus Pelkat & Jemaat GPIB Pancaran Kasih Depok

Sehabis melaksanakan tugas rutin pada hari Jumat 5 Agustus 2011 saya pun bergegas keluar ruangan Kepala Divisi untuk pulang. Jam kantor bulat keluaran dari negeri Sakura sudah menunjukkan pukul setengah lima sore lebih. Saya mengambil bodypack, mematikan komputer dan langsung menuju koridor lift di lantai 18 untuk turun. Pada hari itu sedari pagi telepon genggam saya tak hentinya berdering. Istri melaporkan bahwa anak saya muntah-muntah. Lebih dari 3 kali ia mengeluarkan lagi semua makanan yang sudah dilahapnya. Pikiran pun jadi kurang tenang, dilema terjadi. Apakah saya akan berangkat ke Lembah Nyiur untuk turut serta dalam acara Pembinaan Majelis, Pengurus Pelkat dan Jemaat GPIB Pancaran Kasih Bajem 1 Sinar Kasih atau saya mengurus anak yang saat itu sedang sakit. Aduh Tuhan kenapa pilihan dua-duanya menjadi sulit seperti ini ? Kata saya dalam hati. Lantas saya hubungi istri agar segera membawa Obama ke dokter anak di sebuah Rumah Sakit. Sementara saya dalam keadaan terjepit di dalam gerbong saat itu terus saja menerima panggilan telepon dari rekan Majelis yang akan melakukan koordinasi terkait pelaksanaan acara Pembinaan sebab rombongan Ibu-ibu Pelayanan Kategorial Persatuan Kaum Perempuan telah berada di lokasi. Saya tak dapat menerima semua panggilan telepon dari rekan majelis tersebut oleh karena keadaan tubuh saya yang sedang berdiri tegak lurus dalam gerbong. Sambil menaikkan doa kepada Tuhan kiranya kedua masalah ini dapat teratasi sehingga tak ada salah satu yang menghambat kegiatan ini.

Ketika turun dari kereta saya memperoleh informasi bahwa anak terkasih sudah dibawa ke rumah sakit dan telah diberikan obat penawar sakitnya. Informasi tadi paling tidak sedikitnya telah lebih membuat lega pikiran saya. Setibanya dirumah saya lihat anak saya masih dapat menyambut meski tidak selincah biasanya. Saya pun memutuskan untuk berangkat ke Lembah Nyiur pada pukul 20.00 dengan menggunakan kendaraan sendiri sehabis menyuapi makan malam dan memberikan obat Joe anak saya. Semua rombongan sudah berangkat pukul 13.00 dan jam 18.00 WIB menuju lokasi acara jadi tak ada lagi rombongan yang akan pergi jikalau pun ada ia akan berangkat sekitar pukul 10 malam atau lebih. Tepat pukul 8 malam seusai memastikan keadaan anak saya lebih baik saya pun memutuskan untuk meluncur. Sebelum berangkat saya pesan kepada istri apabila Joe anak kami muntah lagi saya minta kepadanya untuk segera menelepon saya. Rencananya saya akan turun lagi apabila itu terjadi. Rupanya Tuhan memang sudah menentukan kepada hidup saya hari itu. DIA memang mengijinkan anak sakit namun DIA juga sekaligus menyembuhkannya termasuk membuat saya dapat turut serta dalam acara Retreat Bajem 1 di Lembah Nyiur. Luar Biasa tangan Tuhan rupanya turut bekerja. Entah bagaimana jadinya bila anak benar-benar jatuh sakit otomatis saya tidak jadi berangkat padahal dalam kepanitiaan saya adalah Bendahara sehingga dibutuhkan kehadirannya di kegiatan tersebut. Tepat pukul 21.00 sayapun merapat di lapangan parkir Hotel Lembah Nyiur sedangkan para peserta telah mengikuti materi kelas. Untuk Pelkat PKP di ruang Aula yang menampung lebih dari seratus orang sementara Pelkat PKB diselenggarakan disebelah ruang aula. Materi-materi kelas pada malam itu disampaikan oleh Pdt. Esther dan Pak Franky Sutya cukup membuat peserta merasakan kepuasaan apalagi sebelum menyambut hari baru di ruangan aula itu diadakan malam perenungan seperti pembinaan bagi Sidi Baru.

Keesokan harinya peserta mengikuti Senam Olah Vokal yang dipandu oleh Pnt. Ny. F. Inswiadji dan Dkn. Maria de Fretes dilengkapi dengan Senam ala Kostrad Cilodong diarahkan oleh Pak Biduan. Usai kegiatan itu semua peserta mandi sekaligus sarapan pagi.

Selanjutnya khusus bagi Bapak-Bapak diadakan Ibadah PKB yang dipimpin oleh Pnt. H. Hutapea. Saat evaluasi dilakukan sehabis ibadah Minggu sambil berkelakar disampaikan bahwa Ibadah PKB saat itu merupakan rekor terbaru dari jumlah kehadiran sebab Bapak-Bapak yang hadir melebih 10 orang seperti biasanya.

Kegiatan Retreat bagi Majelis, Pengurus Pelkat dan Jemaat ditutup oleh penyampaian materi bina oleh Ketua Majelis Jemaat GPIB Pancaran Kasih yang baru Pdt.Ny. Widyati Simangunsong Sudarisman Sth. M.Min. Beliau menyampaikan materi tentang apa dan bagaimana melayani dan menjadi seorang pelayan sehingga menghasilkan berkat.

Sekitar pukul 13.00 seluruh kegiatan ditutup dengan doa oleh Pnt. Daryono. Sampai berjumpa kembali pada kegiatan selanjutnya. Sayapun bergegas mengepak barang bawaan yang sedari tadi telah disiapkan di ruang aula. Saya mengucap syukur terima kasih kepada Tuhan karena kekuatan dan kasih karunia yang Tuhan berikan segala sesuatunya berjalan cukup baik. Tak hanya acara Retreat saja yang berlangsung lancar namun Tuhan juga menjawab doa saya lewat tengah malam sebelum beranjak istirahat di tempat tidur bagian tengah kamar penginapan, anak saya sudah berangsur pulih. Terima kasih Tuhan semua telah dipulihkan.

Iklan

Posted on 08/08/2011, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: