Rangkuman Khotbah Pdt. Marthin Leiwakabessy Minggu 24 Juli 2011 Pukul 18.00 WIB

HILANG HILANG DAN HILANG

Hari Minggu 24 Juli 2011 sepulangnya dari Team Building di Sampit saya masih mengusahakan untuk hadir dalam Ibadah Minggu pada pukul 18.00 WIB. Sesuai jadwal sore itu seperti penjelasan seorang Penatua di awal ibadah seharusnya dilayani oleh pendeta dari GPIB Petra Ciluar Bogor namun karena satu dan lain hal akhirnya digantikan oleh Pdt. Marthin Leiwakabessy. Saya menganggap itu bukan suatu kebetulan. Hal itu boleh terjadi sebab kehendakNya saja. Jauh dari lubuk hati saya agak menyesal tak dapat menghadiri ibadah utus sambut Pdt. Marthin kepada Pdt. Ny. Widyati Simangunsong S dalam ibadah Minggu pagi di hari yang sama pukul 10.00. Saya tidak dapat merekam momen itu dengan kamera seperti 2 tahun sebelumnya ketika Pdt. Maxi A.Y Iroth diutus dan Pdt. Marthin Leiwakabessy disambut. Sayang sekali namun apa daya saya tak dapat berada pada dua kesempatan di tempat yang terpisahkan oleh lautan.

Tahu siapa yang akan khotbah saat itu saya pun langsung mengambil alat tulis untuk membuat catatan mengenai khotbah yang disampaikan Pendeta Marthin pada sore hari tersebut. Paling tidak saya dapat memberikan sesuatu kepada hati ini atas ketidakhadiran saat Ibadah utus sambut. Pendeta Marthin akan bertugas melayani di GPIB Immanuel Balikpapan sedangkan Pdt.Ny. Widyati Simangunsong sebelumnya adalah Ketua Jemaat di GPIB Immanuel Balikpapan. Jadi keduanya bertukar tempat pelayanan.

Duduk di kursi deretan kedua sebelah kiri mimbar, dekat kursi Majelis saya pun memulai mencatat renungan Pdt. Marthin Minggu sore itu. Pembacaan Firman ditengah hujan yang sedang melanda diluar gereja terambil dari Lukas 15 : 1-7. Perikop ini menceriterakan sebuah perumpamaan tentang domba yang hilang. Selama 3 hari kedepan yang menjadi bahan renungan adalah mengenai sesuatu yang hilang hilang dan hilang. Latar belakang perikop malam ini sesungguhnya ada pada ayat 1 sampai 2. Pemahaman para ahli taurat apabila Yesus makan dengan orang berdosa maka Yesus juga berdosa. Yesus dianggap tak pantas lagi menjadi Juruslamat. Menyadari adanya pola pemahaman yang keliru lalu Yesus memakai ajaran orang Yahudi seperti yang kita baca malam ini untuk melawan pemahaman keliru mereka. Yesus berkata Aku tak boleh bergaul sama orang berdosa namun mengapa orang yang berdosa tidak mau mencari dan menolongnya. Yesus memakai ajaran mereka untuk menegur orang Farisi dan oang Saduki. Untuk mempertegas perumpamaan yang dikemukakan oleh Yesus, IA tak mengatakan bahwa IA tak peduli yang 99 namun justru karena yang 99 itu sudah bertobat maka IA merasa perlu menyelamatkan yang seorang.

Menurut khotbah Pak Marthin sore itu kalau kita sedang dalam dosa maka ingatlah tangan Tuhan menyambut. Akan tetapi tangan itu harus direspon dengan sebuah pertobatan. Pengampunan tanpa Pertobatan takkan pernah terjadi. Bapak/Ibu dan saya harus menjadi domba yang 99 itu berarti kita meninggalkan dosa masuk ke dalam kebenaran.

Oleh karena kita orang berdosa juga maka memperoleh pengampunan dari Allah. Jangan karena kita sudah memperoleh pengampunan lantas kita tidak mau bergaul dengan orang lain yang masih hidup dalam gelimangan dosa. Kita menjadi kudus karena Allah. Kita seperti domba yang hilang kalau Allah sudah menggadang kita mari belajar mencari orang lemah yang berkekurangan. Di dalam gereja semua manusia sama di mata Tuhan.

Seorang WTS yang bertobat pergi ke gereja lalu kita mencibir dia karena dia tidak pantas. Kita cepat mengatakan kepada orang lain bahwa dia itu begini begitu. Mungkin kita seperti manusia namun kita justru menyembah kepada mamon bila memiliki sikap seperti itu. Hari ini kita belajar kalau ada yang berdosa kita yang sudah benar mari mengangkat dia karena Kasih.

Kasih itu takkan membuat menderita tapi kasih itu akan membuat sukacita. Allah sudah mencari Bapak dan Ibu, Allah sudah menyelamatkan dan Allah juga mengutus Bapak Ibu untuk menyelamatkan orang lain yang berdosa.

Selamat Melayani ditempat yang baru pak Pendeta Tuhan Memberkati pelayanan Bapak di Balikpapan. Apa yang Tuhan rencanakan semua adalah rancangan damai sejahtera.

Rangkuman Khotbah ditulis dalam Ibadah Minggu 24 Juli 2011 pukul 18.00

Iklan

Posted on 02/08/2011, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: