Upahmu Besar Di Sorga

Upah adalah sesuatu yang penting. Siapapun dari kita semua memerlukan adanya upah. Namun upah yang besar, sebesar apapun berbeda tingkat kepuasaannya antara seorang dengan lainnya. Contoh saja di Jakarta mungkin nilai sejuta itu sudah agak besar akan tetapi bagi banyak orang mungkin belum besar tetapi di Jakarta UMP lebih besar karena harga lebih tinggi di Jakarta sedangkan di Bekasi masih bisa membeli cabe seribu rupiah.

Masalah upah ini yang sifatnya relatif inilah yang mendorong orang untuk bekerja mencari upah.

Upah yang dicari adalah yang sementara, sebuah berkat kekikinian dimana hal itu sebenarnya bukan tujuan dari bekerja. Mestinya obsesi kita adalah berkat kekekalan

Hari ini Firman Tuhan sebagai bahan renungan buat SKK adalah dari Matius 19 : 27 – 30

Saudara terkasih takkan sia-sia bila kita mengikut Yesus dihadapan Tuhan. Apa yang dilakoni oleh anak-anakNya akan dicatat dalam buku besar kehidupan masing-masing.

Petrus dalam bacaan ini tidak mau ketinggalan menanyakan apa yang ia akan peroleh. Dia bertanya kepada Tuhan apa yang kami peroleh dengan mengikut Yesus.

Sama seperti saudara ketika meninggalkan rumah untuk melakukan pekerjaan di sebuah perusahaan. Setelah bekerja pasti mengharapkan apa kira-kira yang akan diperoleh oleh pekerja. Sayang sekali banyak orang Kristen belum memahami bahwa ada upah yang tak dapat disamakan dengan apa yang kita peroleh jika mengikuti Yesus.

Upah yang dituntut oleh Petrus secara manusia adalah wajar karena ia sudah tinggal kan keluarganya.

Petrus adalah seorang manusia yang sama dengan kita yang merasakan lapar, haus.

Dalam bacaan siang ini juga terekam bahwa Petrus tidak mengerti apa yang hendak di maksud oleh Tuhan dengan memperoleh Upah padahal upah yang akan diperoleh adalah upah berupa mahkota yang abadi. Sedangkan Petrus terobsesi dengan berkat kekinian.

Pertanyaan buat kita, apakah sekarang saudara sama seperti Petrus?

Berkat-berkat jasmani itu adalah sementara sifatnya. Sedangkan Berkat rohani itu akan bersifat kekal abadi selamanya. Inilah upah yang seharusnya dinanti-nantikan oleh kita sementara kita menunggu dua panggilan dari Tuhan. Pertama Panggilan Tuhan kepada kita atau meninggalkan dunia dan panggilan kedua adalah panggilan karena Kedatangan Tuhan. Kapan salah satu atau keduanya terjadi jelas
takkan ada yang mengetahuinya.

Ada 3 hal yang mengarahkan kita guna memperoleh Upah Di Sorga dalam mengikuti Yesus.

1. Komitmen

Petrus tidak memiliki komitmen yang kuat dalam bacaan ini. Kita mesti punya komitmen kuat bahwa kita akan sampai ke ujung jalan. Dimana komitmen kita ? Apakah msh kokoh?.

Petrus sering jatuh. Dia pernah menyangkal Yesus tiga kali. Sebuah janji dalam hati untuk terus melayani Tuhan. Kalau mau menerima upah disorga jangan lupa akan komitmen

2. Mematikan Perbuatan Daging

Roma 8 ayat 13

Upah yang besar adalah hidup yg kekal. Bila ingin ke sana kita mesti mematikan perbuatan daging. Segala perbuatan daging yang melawan Firman mesti dilawan seperti Benci, Dendam, tak mau bersahabat, Suka hal tidak baik. Semua hal tersebut mesti dimatikan atau salibkan.
Perbuatan daging tidak akan mewarisi mahkota abadi. Mahkota hanya akan diberikan kepada orang yang telah meyalibkan setiap perbuatan daging tersebut.

Nafsu kerakusan, rakus uang ,harta, jabatan. Karena rakusnya milik orang lain pun diambil juga. Perbuatan seperti ini takkan mewarisi hidup kekal.

3. Menguasai Diri Dalam Segala Hal

Dalam 3 poin ini sebenarnya berbicara tentang visi Tuhan yang menuntun kita. Kita tak kan mampu menguasai diri jika tak mengikuti visi Tuhan

Kita akan tetap menjadi manusia yang serakah apabila visi Tuhan tidak dapat kita ikuti. Visi Tuhan bagi kita adalah menjadi serupa seperti Allah. Tuhan memiliki visi agar manusia menjadi segambar dan serupa dengan Allah. Namun telah dirusak oleh Iblis dan ketika Yesus datang semua itu telah dipulihkan.

Saudara terkasih marilah kita pegang ketiganya meskipun semua itu akan melalui berbagai proses untuk mencapainya.

Serahkanlah semua langkah pencapaian agar kita dapat meraih Mahkota Keabadian sebagai Upah buat kesetiaan kita mengikuti Yesus di dunia ini.

Sumber : Olahan WPYK dari Khotbah Pdt. M.S Tamba pada Ibadah SKK Indosat Jumat 29 Juli 2011

Posted on 30/07/2011, in Pelayanan. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: