Uji Coba Commuter Line # Penumpang Penuh Sesak

Hari ini 30 Juni 2011 para pengguna angkutan Kereta Api akan dikenakan tarif Rp. 6.000,- (enam ribu rupiah). Pasalnya pada hari terakhir di bulan Juni ini pihak KAI tengah memberlakukan Uji Coba pelaksanaan Commuter Line. Perjalanan Commuter Line yang digadang KAI mampu mempermudah para penumpang untuk mengatur jadwal keberangkatan atau kepulangan mereka disesuaikan dengan jadwal perjalanan Commuter Line. Dengan pemberlakuan sistem Single Operation maka perjalanan kereta api akan dihentikan di setiap stasiun. Pastinya KAI juga menghapuskan Kereta Api Ekspress yang selama ini sudah melayani penumpang setia kereta. Alhasil semua kereta nantinya hanya berupa Kereta AC Ekonomi yang telah berjalan beberapa waktu belakangan ini. Hadirnya Commuter Line yang sedang diuji coba mengakibatkan pro dan kontra di kalangan para penumpang. Mayoritas menolak sistem Single Operation ini. Betapa tidak jika selama ini hanya dibutuhkan waktu kurang lebih 30-45 menit nantinya mulai 2 Juli 2011 penumpang mesti menambah waktu ekstra buat perjalanannya. Itu baru satu sisi.

Commuter Line secara konsep cukup baik. Namun sarana prasarana pendukung sama sekali tak memadai. Pada jadwal yang disebarkan kepada para penumpang sih sepertinya hampir setiap 2-5 menit akan ada kereta yang melayani. Akan tetapi kenyataannya tidak seperti yang dibayangkan atau direncanakan.

Hari ini saya turut mencicipi pelaksanaan uji coba penerapan Single Operation. Ada beberapa hal yang mesti dievaluasi oleh pihak KAI. Sebenarnya KAI belum siap dengan pola ini. Buktinya hari ini saya mesti berdesakkan dengan penumpang lain untuk memperoleh tempat untuk berdiri. Penumpang kereta juga akan mengalami ancaman kecopetan ditengah sesaknya gerbong. Belum lagi kemungkinan terjadinya pelecehan seksual dialami oleh penumpang wanita. Semua hal dilengkapi dengan jadwal yang amburadul. Waktu pagi hari berangkat pukul 05.30 jadwal masih terkendali. Namun saat sore hari sepertinya tak lagi memenuhi harapan para penumpang setia KRL.

Kita tunggu saja apakah penderitaan para penumpang KRL hari ini didengar oleh petinggi KAI. Atau jika mereka berkenan mari kita sama-sama merasakan menaiki Commuter Line. Coba kita dengar apa komentar mereka nantinya. Cuma kapan punggawa itu merasakannya entahlah hanya mereka yang tahu.

Penumpang KRL pada saat uji coba hari ini sekali lagi sudah merasakan fasilitas ganda berupa AC dan Kipas Angin. Para ROKER itu telah mampu mencium berbagai BAU di dalam gerbong. Mereka sudah piawai untuk mengambil posisi berdiri. Dan yang perlu diwaspadai adanya pencopetan dan pelecehan di gerbong yang penuh sesak itu.

Dengan mengeluarkan kocek sebesar 6 ribu perak penumpang KRL rasanya cukup merasakan semua yang diatas itu pada hari ini sewaktu uji coba dilaksanakan.

Keretaku sayang Keretaku malang. Kapan engkau benar memberikan keamanan dan kenyamanan bagi penumpang.

Kita tunggu saja evaluasi dari para petinggi KAI itu. Apabila tetap diteruskan, enjoy Jakarta!

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 30/06/2011, in ROKER. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: