Hutan Kalimantan

Selepas menyelesaikan pendidikan Sekolah Dasar di SDN Cijantung 04 Petang, saya melanjutkan ke SMP. Saya diterima di Sekolah Menengah Pertama 103. Sekolah favorit di Cijantung pada waktu itu. Hampir semua anak Prajurit Kopassandha (kini Kopassus) diterima di sekolah tersebut. Saya masuk SMPN 103 ditempatkan di Kelas IB. Katanya sih termasuk kelas anak-anak yang memiliki nilai STTB yang baik. Seingat saya ketika itu SMP 103 menerima banyak siswa. Betapa tidak, Sekolah membuka hingga kelas O. Tiap-tiap kelas diisi oleh sekitar 35-40 siswa. Oleh sebab itu, satu angkatan memperoleh kesempatan masuk sekolah pada siang hari. Saking banyaknya siswa. Saya kemudian menyelesaikan masa pendidikan di SMP 103 persis selama 3 tahun dimana pada saat kelas 2 saya ditempatkan di Kelas 2 C dan sewaktu menginjak tahun ketigas saya masuk di Kelas 3I.

Tidak ada yang istimewa yang terjadi manakala saya menimba ilmu disana. Semua sepertinya berjalan seperti apa adanya terutama mengenai proses belajar mengajar kecuali pernah kami memiliki Kepala Sekolah seorang Pegulat Nasional. Alhasil setiap jam olah raga, semua murid laki-laki akan diajari bagaimana cara bergulat. Kadang tubuh ini lebam karena dibanting oleh beliau. Satu hal yang juga teringat oleh saya adalah Kerja Bakti yang selalu dilakukan pada setiap hari Sabtu. Ruang Kelas kami akan dibersihkan atau di pel oleh setiap siswa pada kelas itu.

Semasa SMP saya mencoba merokok. Rokok pertama yang dicoba merknya Filtra. Saya mencoba karena melihat semua teman merokok. Tetapi untungnya tidak sampai kecanduan, bahkan saya dapat bebas dari rokok. Bagi saya rokok tidak enak rasanya.

Selama menimba ilmu di Sekolah Lanjutan Pertama ini, saya kerap mengikuti sebuah kegiatan unik. Apakah kegiatan unik ini positif atau tidak saya tak tahu pasti. Jika ada 2 orang yang akan berkelahi di lingkungan sekolah kami maka akan diadakan sebuah ajang khusus. Biasanya dari mulut ke mulut tersebar informasi bahwa si anu akan berantam dengan si badu. Sepulang jam sekolah tanpa ada yang memberikan komando kami akan berjalan bersama-sama menuju sebuah lokasi di dekat Kolam Renang Tirta Yudha. Tempat yang dituju adalah sebuah kawasan penuh dengan pepohonan rimbun. Dulu namanya Hutan Kalimantan, sebab terletak tak jauh dari Jalan Kalimantan 1 dan Kalimantan 2. Kini lokasi itu diberi nama Hutan Kota oleh Denma Kopassus dimana di dekatnya telah berdiri sebuah Mal besar satu-satunya di Cijantung.

Di tempat ini rekan satu sekolah yang sedang berselisih memutuskan menyelesaikan persoalan diantar mereka berdua dengan jalan “duel”. Sesungguhnya masalah yang mereka hadapi hanya hal kecil bocah seusianya. Apalagi kalau bukan karena ketersinggungan. Hal sepele namun mengusik harga diri masing-masing. Pas dengan usia anak SMP yang mencari identitas diri.

Setibanya persis ditengah Hutan ini, keduanya diminta oleh “promotor” yang memprakarsai untuk membuka baju mereka. Mereka kemudian akan “berkelahi” disaksikan oleh kami yang mengelilingi keduanya. Tak ada benda tajam, tak ada alat bantu lain selain perkelahian tangan kosong. Saya ingat peristiwa itu serupa dengan film-film Van Damme. Perbedaannya disini tak ada uang taruhan. Pertarungan rekan sesama satu sekolah ini akan diakhiri apabila salah satu dari keduanya telah menderita oleh pukulan-pukulan dari lawannya. Selain itu jika seolah-olah berakhir seri maka pihak promotor juga yang akan menghentikan pertarungan tersebut. Setelah perkelahian usai keduanya akan diminta berdamai oleh sang promotor alih-alih takkan ada lagi permusuhan diantara keduanya.

Itulah salah satu cara seorang anak kolong menyelesaikan permasalahan diantara mereka. Hutan Kalimantan telah menjadi saksi bisu bagi perkelahian anak-anak Kopassus. Kadang suka tersenyum sendiri saat melewati lokasi itu mengingat-ingat masa sekolah dahulu. Hutan Kalimantan, namamu tetap di hati.

Posted on 13/06/2011, in Putra Cijantung. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: