Jatiluhur – Cimumput Tak Akan Kulupa

Hari Selasa 5 April 2011 saya berkesempatan kembali mengunjungi Indosat Training & Conference Center Jatiluhur. Sengaja saya ijin kepada atasan saya untuk melakukan kunjungan ke tempat yang buat saya telah menjadi rumah ketiga. Betapa tidak selama bertugas di Divisi Leaning & Development mulai 2006 nama Jatiluhur selalu tertanam dalam hati dan pikiran saya. Entah sudah berapa kali saya bersama teman-teman melakukan kegiatan di lokasi ini. Bila diruntut kebelakang kali pertama melakukan sebuah kegiatan di Jatiluhur adalah Building Working Community bagi peserta Program Magang Indosat. Selama 5 hari saya bersama seorang Manajer dan rekan satu team memberikan pembekalan untuk peserat magang yang diikat kontrak selama setahun. Mereka baik yang sudah ditempatkan atau yang baru akan ditugaskan akan memperoleh beberapa materi awal bagi pembentukan penyatuan visi misi dengan karyawan lainnya diperusahaan. Jika tak salah ingat kelompok pertama yang dibina adalah mulai angkatan 41 yang terdiri dari 30 orang. Program yang di desain untuk membentuk sebuah komunitas yang siap menghadapi dunia kerja ini selama ini berlangsung hingga angkatan ke-50. Selain materi kelas para peserta magang juga disirami dengan kegiatan Outbound dalam konsep Experiential Learning. Dan Bukit Cimumput merupakan sebuah tempat yang takkan pernah terlupakan oleh siapa saja yang pernah mengenyam Program Magang Indosat atau PMI. Sesungguhnya bukan hanya soal lokasinya yang di ketinggian namun proses untuk mencapai Bukit legendaris bagi setiap karyawan inilah yang membuat tempat ini tidak dapat dilupakan. Untuk menuju lokasi dibutuhkan selain fisik namun juga mental yang kuat. Kemiringan tanjakan menuju Cimumput cukup terjal, kira-kira 45 derajat. Selain itu aktifitas selama di Bukit Cimumput juga menjadikan tempat ini unforgetable. Disinilah para Peserta PMI dilahirkan, disatukan menjadi sebuah komunitas sendiri guna mempersiapkan mental mereka dalam menghadapi dunia kerja. Dilokasi ini pula para peserta dilatih untuk membuat sebuah perencanaan bagaimana mereka mesti menghadapi alam terbuka ; membuat shelter, bivak yang nyaman bagi mereka, menyiapkan makan malam adalah sebuah tantangan tersendiri apalagi kondisi sedang drop seusai kegiatan outbound dan perjalanan yang cukup melelahkan. Peserta juga dituntut untuk memperhitungkan kecukupan bahan makanan yang diberikan hingga saatnya turun kembali ke barak dimana waktunya tak pernah siapapun mengetahuinya.

Ceritera diatas bagi sebagian orang mungkin biasa-biasa saja. Namun tidak buat anak-anak mahasiswa yang baru saja lulus kuliah kemudian mengikuti Program Magang Indosat. Banyak peristiwa yang baru buat mereka sebab selama ini apa yang mereka peroleh selalu instan dan selalu tersedia, akan tetapi melalui pelatihan ini semua akan menjadi terlatih.
Jatiluhur tak akan kulupa benar bukan merupakan sekedar nyanyian penyemangat akan tetapi memang benar benar sebuah tempat yang tak pernah terlupakan selama hayat masih dikandung badan.

Terima kasih Jatiluhur Terima Kasih Cimumput namamu akan kujaga diri.

About oomwil

from Budi Kemuliaan to Cijantung, Serang Banten, Semarang, Cimanggis, Depok

Posted on 07/04/2011, in Office and tagged . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: